
Rio sudah sampai di sekolah, sebelum ke sekolah tadi Rio mampir di warung untuk mengambil barang jualannya. Karena beberapa hari Rio tidak jualan, Rio juga belum mengambil barang-barang yang akan di jual nanti.
"Eh ada yang mau beli tisu sama kacang tidak?" Ucap Kevin dengan nada mengejek
"Mau sekolah apa mau jualan, kalo mau jualan sana pergi" sambungnya
Rio tak menghiraukan ucapan Kevin, tak ada gunanya meladeninya, tak ada habisnya setiap hari selalu mencari masalah dengan Rio. Karena tak ditanggapi oleh Rio, Kevin kesal dan mendorong tubuh Rio untung Rio bisa menahannya.
"Kamu tidak dengar aku ngomong apa?" Teriak Kevin
"Memang kamu bicara sama aku?" Tanya Rio
Mendengar jawaban Rio Kevin semakin kesal, namun ketika hendak mengambil barang dagangan Rio guru datang membuat Kevin mengurungkan niatnya.
"Selamat pagi anak-anak" sapa guru
Kevin, Rio dan teman-temannya bergegas duduk di bangku mereka masing-masing.
"Selamat pagi pak" jawab mereka semua
"Sudah siap belajar?"
"Siap pak"
"Bagus kalau begitu, karena seminggu lagi kita akan ujian kenaikan kelas. Mulai hari ini kita akan belajar dan bapak akan memberikan latihan soal agar nanti ketika ujian kalian bisa mengerti dan bisa menjawab semua soal-soalnya. Paham?"
"Paham pak"
"Silakan dikeluarkan bukunya"
Semua murid mengeluarkan buku dan mulai menulis apa yang ditulis oleh gurunya di papan.
Semua materi dan soal sudah disampaikan, dan sudah jam pulang sekolah. Para guru menutup pelajaran hari ini dan menyuruh semua murid membaca do'a, selesai membaca do'a keluar dari kelasnya.
Rio berniat jualan di taman, karena sebelum ia sakit, Kayla pernah bilang ingin membantunya lagi. Tapi ia sakit sehingga tak bisa berjualan. Apa Kayla akan marah dan tidak akan datang karena beberapa hari ini tak pernah jualan di taman, atau justru Kayla menunggu.
Sampai di taman Rio berkeliling menjual tisu dan kacang, sesekali mencari Kayla, namun Kayla tak ada di taman membuat Rio fokus kembali menjual tissu dan kacangnya.
"Beli kacangnya dek" ucap ibu-ibu yang menggandeng anaknya
"Mau beli berapa bu" tanya Rio
"Berapaan dek?"
__ADS_1
"Dua ribu bu"
"Saya beli 3 ya"
Rio mengambil kacang di keranjangnya dan memberikan kacangnya pada ibu itu.
"Ini bu"
Ibu itu memberikan uang dan pergi meninggalkan Rio.
"Alhamdulillah" ucap Rio
Rio kembali berkeliling menjajakan jualannya. Ia ingat pesan ibunya kalau pukul 3 sudah pulang.
"Sudah mulai sore, aku pulang aja. Lumayan dapat 15 ribu" ucap Rio
Akhirnya Rio memutuskan untuk pulang ke rumahnya, ia tak mau membuat ibunya khawatir jika pulang terlalu sore. Rio juga sudah janji untuk segera pulang meski hasilnya tidak banyak.
Sesampainya di rumah Rio langsung mencari keberadaan ibunya untuk memberitahu bahwa dirinya sudah pulang.
"Assalamualaikum bu" panggil Rio
"Waalaikumsalam" jawab Ningsih yang keluar dari kamarnya karena mendengar Rio yang sudah pulang "Capek?" Tanya Ningsih
"Ibu sudah masak tadi, sekalian buat makan malam. Kamu mandi dulu dan ganti baju" ujar Ningsih
"Iya bu"
Rio langsung masuk ke dalam kamarnya dan me aruh tasnya. Lalu ia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
"Sudah selesai, ayo makan" ujar Ningsih
"Iya bu"
Rio yang memang lapar, ia langsung melahap makanan yang sudah diambilnya, Ningsih menemani Rio yang sedang makan. Ningsih memandang Rio dengan perasaan haru dan juga senang. Hatinya begitu sakit melihat anaknya harus berjuang untuk membantu biaya hidup, walah penghasilannya tak seberapa tapi sedikit membantu Surya untuk membeli bahan makanan atau keperluan lainnya.
Di apartemen Kayla, sedang menonton TV ditemani Rendra.
"Papah, kita pulang besok ya?" Tanya Kayla
"Iya sayang, kita pulang besok" jawab Rendra
__ADS_1
Kayla terlihat sedih mendengar jawab Rendra, Kayla menundukkan wajahnya menyembunyikan agar tidak terlihat oleh Rendra.
"Kayla kenapa?” Rendra menyadari bahwa Kayla menundukkan wajahnya, ia menghampiri Kayla dan mengangkat wajahnya.
"Nanti Kayla tidak ada temannya di rumah, Kayla senang di rumah karena ada nenek tapi di sini ada mamah Bela yang menemani Kayla main, Kayla jadi tidak kesepian lagi" Kayla
Rendra bingung harus bagaimana, tapi ia dan Kayla juga tak mungkin lama-lama di sini karena perusahaan di Jakarta juga membutuhkannya, ibunya juga pasti akan menanyakan kapan akan pulang.
"Kapan-kapan kita main ke sini lagi, kan Kayla bentar lagi ujian jadi harus belajar juga. Nanti kalo sudah libur sekolah papah akan bawa Kayla ketemu sama mamah Bela ya"
"Ayah janji ya, akan bawa Kayla ke sini lagi" menjulurkan jari kelingkingnya
"Iya ayah janji" Rendra mengaitkan jari kelingkingnya di jari Kayla.
"Terima kasih ya pah" Kayla memeluk Rendra “Besok pulang jam berapa pah?” sambung Kayla
“Mungkin agak siang, kalo pagi-pagi takut macet nanti malah capek di jalan” ujar Rendra
“Besok kita mampir ke rumah mamah Bela ya pah, Kayla mau pamit”
“Tapi kan mamah Belanya kerja besok, pasti tidak ada di rumah”
“Yah padahal kan mau pamit sama tante Bela, ya sudah ke kantor saja kalo begitu ya pah” Kayla menunjukkan muka melasnya
“Eemm ya sudah besok ke kantor dulu” Rendra pasrah dan menuruti permintaan Kayla “Kita makan malam dulu yuk” ajak Rendra
“Tapi Kayla malas keluar”
“Papah pesan saja ya, nanti kita makannya di sini aja”
“Iya pah”
Rendra mengambil hp yang ada di sakunya dan memesan makanan. Setelah menunggu beberapa menit makanan yang dipesan Rendra datang. Rendra membawa makanan yang dipesannya ke dapur dan mengajak Kayla untuk makan bersamanya.
Selesai makan Rendra menemani Kayla menonton tv di kamarnya. Di rumah Kayla tidur sendiri tapi di sini Rendra menemani Kayla tidur, jarang-jarang Rendra bisa menemani Kayla tidur dan membacakan dongeng sebelum tidur. Ia ingin menikmati liburan yang hanya sebentar ini, jika di Jakarta Rendra akan sibuk jadi ini adalah momen yang pas untuknya mengenang kembali masa-masa kecil Kayla yang selalu tidur bersama.
Di sebuah Cafe ada seseorang yang sedang menunggu, ia mencari keberadaan orang yang sedang ditunggu.
“Sudah dari tadi pak” sapa Bela
“Tidak juga, jangan panggil pak kan bukan di kantor panggil nama saja kalo di luar kantor” ucap Erik
Ya, Erik menunggu Bela untuk makan malam di Cafe, Erik mengajak Bela untuk sekedar mencari angin saja. Ia juga ingin bertanya ada hubungan apa Bela dengan Rendra, karena setelah kejadian Kayla menggandeng Bela bersama Rendra membuat Erik gelisah. Maka dari itu Erik mengajak Bela untuk berbicara dengan suasana yang lebih santai.
__ADS_1