
🌸Satu bulan kemudian
Rio sudah melaksanakan ujian kelulusan, kini ia hanya menunggu pengumuman kelulusan, besok ia akan ke sekolah untuk melihat pengumuman apakah dirinya lulus atau tidak, Rio juga ingin mendengar siapa yang akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Hanya ada satu orang yang mendapatkan beasiswa itu, yaitu siswa terbaik dengan nilai tertinggi, siswa itu akan mendapatkan beasiswa untuk sekolah di SMP sampai lulus.
Sekolah memang selalu memberikan beasiswa pada siswa yang mendapatkan nilai tertinggi selain untuk memotivasi agar terus semangat, apalagi bisa membantu orang yang memang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah.
Hari ini Rio tidak berjualan ia ingin istirahat, tubuhnya terasa sangat lelah. Surya melarang Rio berjualan agar bisa beristirahat dan besok bisa kembali bertenaga lagi. Jadi Rio istirahat sambil menyiapkan makanan, agar ketika nanti ayahnya pulang sudah siap dan tinggal makan.
Setelah selesai memasak dan membereskan dapur Rio menunggu ayahnya di depan rumah, jarang sekali ia berdiam diri di depan rumahnya, karna Rio berjualan jadi tak sempat ia menikmati sore di depan rumahnya. Meski pun ia sudah pulang ketika sore, ia tak sempat karna ia langsung memasak membantu ayahnya, andai ibunya masih hidup pasti ia dan ayahnya tak perlu kerepotan, pikiran yang selalu mengganggu Rio.
Angin yang berembus menggerakkan rambut Rio sampai membuat rambutnya tak rapi lagi. Setelah menunggu akhirnya Surya sudah pulang dengan mengayuh becaknya. Rio tak tega melihat ayahnya capek, tapi ia bisa apa hasil dari jualan pun tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, digabung dengan pendapat Surya, setidaknya bisa untuk makan dan uang simpanan untuk keperluan.
Melihat wajah ayahnya yang lesu dan bajunya yang mulai mengering karena keringat, membuat Rio ingin menggantikan ayahnya. Mimpinya menjadi orang yang sukses dan bisa membuat ayahnya bahagia di masa tuanya adalah tujuan utama Rio.
“Semoga nanti Rio bisa menggapai mimpi Rio yah, kalau Rio sukses ayah tak perlu bekerja lagi” gumam Rio
“Eh anak ayah ada di luar” sapa Surya yang turun dari becaknya
“Iya yah, Rio bosan di dalam jadi di sini sambil nunggu ayah” ujar Rio
“Kamu masak nak?” tanya Surya
“Iya yah, tapi cuma masak nasi belum goreng ikan “ jawab Rio
“Biar ayah yang goreng ya, kamu kalo mau duduk di sini duduk saja” ujar Surya
“Rio saja yang goreng, ayah mandi terus kita makan, tadinya Rio mau goreng tapi malah lupa karna duduk di sini”
“Kamu istirahat saja biar ayah saja yang goreng, kamu kan lemas badannya”
“Tidak yah, Rio sudah kuat mungkin tadi karna capek jadi lemas, ayah mandi biar Rio yang goreng”
“Ya sudah kalo kamu maunya begitu”
Surya masuk ke dalam, Rio juga masuk untuk menggoreng ikan. Rio memang belum menggoreng ikan, pikirnya akan menggoreng setelah ayahnya datang agar ketika makan ikannya masih hangat dan bisa menambah nafsu makan.
Selesai menggoreng, Rio membawa makanannya ke tempat biasa ia makan dengan ayahnya. Dulu sewaktu Ningsih masih hidup ia akan membantu untuk membawakan makanannya, tapi semua itu hanya tinggal kenangan. Rio dan Surya selalu mengunjungi makan Ningsih, mereka tak pernah lupa untuk mendo’akan Ningsih agar Ningsih tenang dan diberikan tempat terbaik. Hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk melepas rindunya pada Ningsih.
__ADS_1
“Sudah siap ayo makan yah” ajak Rio pada Surya yang baru keluar dari kamarnya
“Ayo, ayah juga sudah lapar” ujar Surya
“Ayah mau ke masjid?” tanya Rio
“Memang kamu tidak apa-apa ditinggal sendiri?” tanya Surya
“Ya kalau ayah mau ke masjid tidak apa-apa” jawab Rio
“Ayah sholat di sini saja, ayah tidak mau meninggalkan kamu sendirian di sini, kita sholat jamaah di rumah saja ya” ujar Surya “Sudah ketemu sama Kaylanya?”
“Iya yah, Rio belum bertemu yah, padahal Rio belum bilang terima kasih, tapi sepertinya Kayla tidak ada di rumahnya karna Rio lihat tidak ada orangnya” jawab Rio
“Mungkin lain waktu bisa bertemu dengan Kayla”
“Iya yah”
Surya dan Rio melanjutkan makannya, Surya lahap memakannya karna tubuhnya butuh tenaga karna tenaganya sudah habis untuk mengayuh sepedanya tadi ketika mengantar penumpang.
Selesai menghabiskan makanan Surya membawa piring-piring kotor ke belakang untuk dicuci, lalu mereka sholat maghrib bersama.
“Iya yah”
Rio mengikuti langkah Surya, mereka duduk menikmati malam yang ramai dengan bintang.
“Kamu sudah menentukan akan melanjutkan ke mana?” tanya Surya
“Rio belum tahu yah, Rio mau lihat dulu besok pengumuman kelulusan dan juga siapa yang akan mendapat beasiswa, semoga saja Rio dapat beasiswa itu dan ayah tidak perlu memikirkan biayanya” ucap Rio
“Besok pengumumannya?” tanya Surya
“Iya yah, besok Rio ke sekolah untuk melihat pengumuman, Rio berharap bisa lulus dan mendapatkan beasiswa itu” Ujar Rio penuh harap
“Amin, semoga dapat ya. Meski pun kamu tidak mendapat beasiswa itu kamu harus tetap melanjutkan sekolahnya” ujar Surya
“Iya yah, Rio mau mimpi Rio tercapai. Bukankah mimpi itu untuk nyata jika kita berusaha” ucap Rio
__ADS_1
“Tentu mimpi itu untuk nyata, selain berusaha jangan lupa berdo’a karna semua takdir yang menentukan adalah Allah” nasihat Surya
“Pasti yah, Rio tidak akan lupa untuk berdo’a”
“Ya sudah ayah ke dalam dulu ya, mau tiduran sebentar badan ayah pegal-pegal”
“Iya yah, Rio mau di sini dulu lihat bintang-bintang”
“Tapi jangan lama-lama nanti masuk angin”
“Iya yah”
Surya meninggalkan Rio yang masih menikmati cahaya bintang yang berkelip-kelip. Setelah puas menikmati keindahan langi, Rio masuk ke dalam untuk sholat isya’.
Keesokan harinya Rio dan Surya yang sudah sholat subuh, langsung memasak. Mereka membagi tugas, kadang Surya yang memasak dan Rio yang membereskan rumah atau sebaliknya. Sewaktu Ningsih masih hidup mereka juga sering membantu jadi ketika Ningsih sudah tidak ada mereka tidak kerepotan lagi untuk melakukan pekerjaan itu.
“Sudah selesai nak?” tanya Surya
“Sudah yah” jawab Rio
“Berangkat jam berapa nanti yang ke sekolah?”
“Seperti biasa yah, karna hari ini hanya pengumuman jadi semua murid disuruh datang untuk mendengarkan pengumuman dan nilai-nilai dari ujian”
“Semoga hasilnya bagus ya”
“Amin yah, dan juga bisa mendapat beasiswa itu”
“Amin, kalau kamu berusaha dan berdo’a insya Allah hasilnya tidak akan mengecewakan dan ingat meski pun nanti tidak mendapatkan beasiswa itu jangan sedih atau berputus asa, karna Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih baik”
“Iya yah, Rio tidak akan putus asa, pasti Rio akan lebih rajin dan giat lagi belajarnya, agar nantinya bisa mendapat yang lebih baik”
“Nah itu baru anak ayah”
“Iya dong, siapa dulu ayahnya” Ujar Rio tertawa
“Kamu bisa saja” Surya mengelus rambut Rio
__ADS_1
“Ayo makan, setelah itu ayah mau berangkat”
Rio mengangguk dan mereka pun sarapan pagi hari.