Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
58


__ADS_3

Jarak antara masjid dan Cafe Rio tidak terlalu jauh.


“Aku rindu masa-masa berangkat ke masjid bareng ayah” gumam Rio setelah melakukan sholat subuh berjamaah


Karna sudah selesai sholat, Rio kembali ke Cafe. Hari ini ia akan membuka Cafe, karna kemarin sudah tutup seharian. Rio menyiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan. Rio berharap setelah kejadian ini tak ada orang yang jahat lagi dengan dirinya, apalagi hanya karna masalah rezeki.


Hari ini kuliah diliburkan karna dosennya ada keperluan, jadi Rio bisa menjaga Cafe seharian dan membantu jika sedang ramai. Rio belum mempunyai karyawan yang banyak karna Cafenya juga masih baru, tempatnya pun masih menyewa.


Rio pergi ke kampus, ia berniat menemui Bram dan memberi tahu siapa dalang pengacauan Cafenya, Rio menunggu Bram di taman tempat biasa mereka menunggu dosen, benar saja Bram muncul dari parkiran.


“Halo bro” ucap Bram


“Aku mau bicara tentang Cafe kemarin” ucap Rio


“Kamu sudah tahu siapa yang melakukan itu?” tanya Bram


“Bukan hanya tahu tapi aku juga sudah menangkap pelakunya” ucap Rio membuat Bram terkejut


“Oh ya, siapa pelakunya? Kok bisa bagaimana ceritanya” ucap Bram antusias


“Kok jadi bawel sih, oke oke aku cerita. Jadi aku kan nginep di Cafe karna takut kejadian terulang kembali bisa-bisa aku rugi besar jadi aku tidur di Cafe semalam. Ketika aku mau tidur, aku dengar suara benda jatuh, aku kaget langsung bangun dan melihat suara apa, ternyata sudah ada dua orang yang mau mengacak-acak Cafe lagi, dan yang bikin aku syok adalah pelakunya” ucap Rio


“Memang siapa pelakunya? Apa musuh kamu” Bram menatap Rio serius


“Ya ampun Bram, aku sudah bilang kalau aku tidak punya musuh, kalau pun ada aku tidak pernah nyari gara-gara sama mereka paling mereka saja yang menganggap aku musuh, aku sih tidak sama sekali” ujar Rio


“Iya oke, terus siapa pelakunya cepat kasih tahu” ucap Bram memaksa


“Jadi pelakunya itu adalah manajer aku dulu waktu bekerja di Cafe” ucap Rio berhasil membuat Bram terkejut


“Kok bisa sih, padahal kamu tidak pernah berhubungan lagi setelah keluar dari sana” ujar Bram


“Ya bisa kalo semua itu faktor iri” ucap Rio


“Iri? Maksud kamu manajer kamu iri sama kamu?” tanya Bram mengernyitkan keningnya


“Yes right, katanya aku sudah mengambil pelanggannya padahal rezeki sudah ada yang mengatur, kenapa meski harus berebut, kita hanya harus berusaha dan berdo’a agar rezeki kita lancar” ucap Rio


“Iya kamu benar, aku tidak menyangka loh kalo yang melakukan semua itu manajer kamu, aku kira itu musuh kamu atau orang yang pernah kamu jahatin” Bram terkekeh

__ADS_1


“Aku tidak pernah jahat sama orang ya, mungkin kamu yang jahat jadi banyak deh musuhnya” ucap Rio enteng


“Tidak jahat apa, aku saja selalu kamu jahatin” ucap Bram menirukan orang yang sedang disiksa


“Kamu mau aku jahatin beneran, nih rasin nih hahaha rasain” Rio memukul Bram, Bram berlari menghindari pukulan Rio akhirnya terjadilah kerjar-kejaran.


Kayla yang melihat tingkah mereka pun menghampiri dan melerainya.


“Sudah, sudah kok kayak anak kecil sih lari-larian” ucap Kayla


Bram bersembunyi di belakan Kayla agar Rio tak bisa memukulnya lagi.


“Itu si Rio jahat, aku memang selalu disiksa sama dia” ucap Bram pura-pura sedih


“Oh jadi aku menyiksa kamu ya, sini biar aku siksa beneran” Rio mencoba memukul Bram yang ada di belakang Kayla


“Sudah, sudah pusing aku kalo lihat kalian begini” ucap Kayla memegang kepalanya


“Kamu tidak apa-apa kan” Rio terlihat panik melihat Kayla seperti itu


“Eh Kayla kamu sakit? Kalo sakit kenapa kuliah” ujar Bram yang berpindah di samping Kayla


“Iya kita tidak ribut lagi, ini semua gara-gara Bram dia yang mulai duluan” ujar Rio menunjuk Bram


“Enak saja bilang aku yang salah, kamu itu yang salah” Bram tak mau disalahkan


“Tuh kan mulai lagi” ucap Kayla


“Mending aku ke kelas saja deh” ucap Bram “Kamu mau bareng?” tanya Bram


“Aku nanti saja mau ngobrol sama Rio” jawab Kayla


“Oke aku duluan” ucap Bram berlalu pergi meninggalkan Kayla dan Rio


“Kita duduk di sana saja” ajak Rio


“Ayo” jawab Kayla


“Aku belum bisa ke Cafe kamu, kemarin bantu papah buat urus perusahaannya” ujar Kayla

__ADS_1


“Iya tidak masalah kan bisa lain hari ke Cafe” ucap Rio


“Bagaimana Cafenya lancar?” tanya Kayla


“Alhamdulillah, tapi sempat ada yang mengacak-acak Cafe” ucap Rio membuat Kayla terkejut


“Kok bisa?” tanya Kayla


“Entah, pelakunya iri karna Cafe aku rame dan dia bilang kalau aku sudah mengambil pelanggannya” ucap Rio


“Kok masih ada ya orang yang seperti itu sekarang, kalo memang pelanggannya tidak ke Cafenya lagi berarti ingin hal yang baru, malah merusak Cafe kamu seperti itu, kesel aku dengarnya” ucap Kayla


Rio tersenyum melihat Kayla yang sedang meluapkan kekesalannya.


“Kok malah senyum sih, aku lagi kesal Rio seharusnya kamu juga kesal dengan pelaku itu, terus pelakunya di mana?” Tanya Kayla


“Kamu lucu kalo lagi marah begitu, pelakunya sudah ditangkap dan dibawa ke kantor polisi” ujar Rio


“Lucu apanya” ucap Kayla


“Ya lucu saja” jawab Rio


“Aku hampir lupa, nanti malam ke rumah ya papah ngadain syukuran sekalian adik aku masuk sekolah” ucap Kayla


“Memang rumah kamu di mana? Aku kan belum pernah ke rumah kamu, apalagi sampai ketemu sama orang tua kamu” ucap Rio


“Nanti aku kirim alamatnya ya, papah aku baik mamah juga baik kok jadi kamu tenang saja tidak perlu grogi” ucap Kayla menenangkan Rio


“Tapi”


Kayla memotong ucapan Rio “Tidak ada tapi-tapian nanti malam aku tunggu ya dan kamu harus datang karna kamu akan menjadi tamu spesial aku, aku ke kelas dulu sudah jam 9 dah” Kayla bangun dan bergegas ke kelasnya takut terlambat


“Aduh harus bagaimana aku, duh malah grogi begini sih, apa karna aku belum pernah ke rumah perempuan apalagi sampai bertemu dengan keluarganya” ucap Rio pada dirinya sendiri


Rio berdiri dan menuju ke kelasnya, cukup lama ia berbincang-bincang dengan Bram dan juga Kayla.


*


Malam hari di rumah Kayla terlihat sangat sibuk, Kayla membantu sanga mamah menyiapkan hidangan dan juga merapikannya, karna sebentar lagi tamu-tamu akan datang. Benar saja, sudah ada yang datang. Undangan hanya untuk tetangga, karyawan dan juga klien-klien Rendra, meski hanya acara syukuran tapi cukup mewah dan ramai yang datang.

__ADS_1


Rendra mengadakan syukuran untuk keluarga dan bisnisnya yang semakin berkembang serta mendapatkan proyek besar. Sekalian untuk anaknya yang akan masuk sekolah, buah hatinya bersama Bela. Mayang sangat menyayangi cucunya, jadi apa pun akan dilakukannya untuk cucu-cucunya. Sudah lama tak ada rengekan anak kecil jadi ketika Bela melahirkan menjadi peramai diantara keluarganya.


__ADS_2