Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
74


__ADS_3

Surya hari ini ikut ke Cafe, ia ingin melihat-lihat karna merasa bosan berada di rumahnya.


“Pak, ini kopi” Desi memberikan secangkir kopi pada Surya


“Oh iya terima kasih” ucap Surya


“Iya sama-sama pak” jawab Desi


“Nama kamu De-si” Surya membaca tulisan di bajunya


“Iya pak nama saya Desi” sahut Desi ramah


“Sekali lagi terima kasih” ucap Surya


“Iya sama-sama pak, kalo begitu saya ke belakang pak”


Surya mengangguk, Rio yang baru keluar dari ruangannya menghampiri Surya.


“Ayah kalo mau apa-apa bilang saja” ucap Rio


“Iya nak, tadi dikasih kopi jadi ayah langsung minum nih” Surya mengangkat segelas kopinya


“Kalo ayah mau pulang nanti bilang ke Rio ya”


“Iya, kamu duduk dulu sini”


“Ada apa yah?”


“Kamu kan sudah lulus, sudah punya usaha dan impian kamu sudah tercapai untuk menjadi sukses walaupun Cafe kamu belum besar banget tapi kamu sudah memiliki cabangnya, menurut ayah itu sudah cukup karna hidup kita tidak kekurangan lagi. Terima kasih ya, sudah mau berjuang jatuh bangun untuk kehidupan kita, sampai-sampai kamu harus berjuang dengan sekolah sambil bekerja, ayah minta maaf belum bisa menjadi ayah yang baik buat kamu, ayah belum bisa membuat hidup kamu mewah dan merasakan seperti teman-teman kamu yang lain. Dari kecil kamu sudah harus bekerja, ayah tidak tega melihat kamu harus berjuang tapi kamu tetap mau berjuang” ucap Surya


“Ayah bicara apa, ayah sudah menjadi ayah yang sempurna untuk Rio, ayah sudah berjuang untuk hidup Rio sehingga Rio bisa sampai seperti ini, jadi ayah adalah ayah yang hebat, meski Rio tidak bisa merasakan seperti teman-teman Rio tapi Rio tetap senang karna Rio bisa tahu capeknya bekerja seperti apa dan Rio juga tahu bahwa apa yang kita ingin tidak semuanya terpenuhi, kita harus berjuang dulu baru bisa mendapatkannya, sekarang Rio tidak kaget kalo harus berjuang lebih untuk hidup Rio”


“Terima kasih nak, seandainya ibu kamu masih hidup pasti ibumu akan bangga melihat kamu sudah sukses, tidak melihat kamu capek-capek lagi keliling”


“Iya, Rio selalu berdoa semoga ibu bahagia di sana dan berada di tempat yang indah supaya kita bisa bertemu nanti”

__ADS_1


“Oh ya, apa kamu tidak ingin mencari pasangan? Kamu sudah lulus, apa kamu masih mau fokus dengan usaha kamu? Apa kamu tidak kesepian nak? Ayah juga semakin tua, kalo ayah nanti sudah tidak ada ayah bisa tenang karna kamu sudah ada yang menemani” tanya Surya membuat Rio bingung menjawab apa


“Kalo masalah itu Rio serahkan pada yang menciptakan saja, Rio tidak ingin buru-buru dan kalo ada yang memang jodoh Rio juga tidak menolak yah. Ayah bicara apa, ayah akan selalu sehat dan mendampingi Rio, ayah tidak boleh bicara seperti itu lagi, cukup ibu yang pergi ayah jangan” jawab Rio lirih


“Semua akan kembali pada yang menciptakan karna umur, jodoh dan rezeki sudah ada yang mengatur kamu tidak mungkin menolak, sebelum ayah tiada nanti ayah ingin melihat kamu bersanding dengan perempuan yang baik dan menerima kamu apa adanya, melengkapi kehidupan kamu dan mengurus kamu “


“Iya yah, semoga nanti Rio bisa mendapatkan perempuan yang baik dan mendampingi Rio sampai maut memisahkan”


“Desi sepertinya baik dan perhatian, tadi saja membuatkan kopi untuk ayah tanpa ayah minta”


Mendengar Surya memuji Desi membuat Rio mengerutkan keningnya.


“Desi? Apa ayah sudah mengobrol banyak dengan Desi sehingga ayah bisa mengatakan kalo dia baik?” tanya Rio


“Belum sih, ayah belum mengobrol apa-apa, hanya kelihatannya dia anak yang baik, tapi ayah juga heran kenapa dia membuatkan ayah kopi” jawab Surya


“Mungkin karna ayah orang tua pemilik Cafe ini makanya dia buatkan kopi untuk ayah, sebenarnya, Rio sudah ada seseorang tapi Rio masih mau memperjuangkan dulu karna keluarganya belum mengenal Rio terlalu dalam”


“Oh ya, kenapa tidak bilang kalau begitu kalo itu memang baik buat kamu ya sudah ayah dukung, tapi jika keluarganya tidak bisa menerima kamu apa adanya dan memaksa kamu untuk melakukan hal-hal yang kamu tidak bisa atau tidak mampu, lepaskan saja mungkin dia bukan jodoh kamu, jangan terlalu memaksakan diri kamu hingga kamu lupa kebahagiaan kamu” nasihat Surya


“Nak, Rio! Kenapa kamu malah bengong? Kamu dengarkan apa yang ayah bilang tadi?”


“Iya, Rio dengar yah. Rio mau ke rumahnya sebenarnya waktu itu sudah mau ke rumahnya karna ada kendala jadinya tidak bisa datang”


“Kalo kamu yakin dengan pilihanmu, kenalkan dengan ayah biar ayah bisa kenal dan tahu seperti apa sikapnya, kalo dia bisa menerima kamu berarti dia juga harus bisa menerima ayah, karna ayah hanya punya kamu, jika nanti pasangan kamu tidak bisa menerima ayah, ayah tidak tahu harus bagaimana” ucap Surya sedih


“Iya, nanti Rio akan kenalkan dengan ayah, sekarang dia lagi sakit karna kecelakaan masih tahap penyembuhan, dia anaknya baik pasti bisa menerima ayah karna dia juga sayang dengan papahnya”


“Semoga lekas sembuh sehingga ayah bisa bertemu dengannya ya”


“Amin, Kayla pasti senang kalo dibawa bertemu dengan ayah”


“Jadi namanya Kayla, seperti tidak asing dan pernah mendengar tapi ayah lupa siapa” Surya tampak mengingat-ingat


“Iya, Rio pernah cerita dulu sewaktu kecil dia itu teman Rio waktu kecil yah, yang kasih Rio oleh-oleh yang banyak”

__ADS_1


“Iya ayah ingat sekarang, jadi kamu sudah bertemu lagi dengan dia?”


“Iya, Rio tidak sengaja bertemu dengan Kayla dan ternyata Kayla juga satu kampus dengan Rio hanya beda jurusan saja” terang Rio


“Kalo dengar dari cerita kamu, sepertinya dia anak yang baik semoga saja ia bisa membahagiakan kamu ya” Surya menepuk pundak Rio


“Semoga saja yah, doakan Rio semoga Rio bisa bersama dengan Kayla sampai nanti” ucap Rio penuh harap


“Ayah selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu nak”


“Terima kasih ayah”


Rio memeluk Surya.


“Apa kamu tidak malu dilihat orang memeluk ayah seperti ini?” ledek Surya


“Biar saja, biar semua orang tahu kalo Rio punya ayah yang hebat seperti ayah dan Rio sayang banget sama ayah”


“Kamu ini seperti anak kecil saja”


“Rio hari ini ada urusan, ayah mau pulang atau tetap di sini?” tanya Rio


“Ayah di sini saja, nanti kalo sudah ingin pulang baru ayah pulang” jawab Surya


“Ya sudah, Rio berangkat kalo ayah capek ayah bisa ke ruangan Rio istirahat di sana, kalo nanti ayah mau pulang tapi Rio belum datang ayah bisa naik taksi”


“Iya, kamu jangan khawatir ayah sudah besar dan sehat, kamu selesaikan urusan kamu saja”


“Ya sudah Rio berangkat yah, Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam”


Rio keluar dari Cafe meninggalkan Surya sendiri.


“Semoga perjuangan kamu berhasil ya nak, meski ayah belum tahu dan kenal dengan Kayla sepertinya dia anak yang baik dan akan sayang sama kamu” ucap Surya menatap kepergian anak semata wayangnya

__ADS_1


__ADS_2