
Sesampainya di parkiran Bela pamit ingin masuk ke kantornya, Kayla dan Rendra juga sudah masuk ke dalam mobil. Baru saja Bela duduk di kursinya ada yang datang dan bertanya-tanya.
“Eh Bela kamu ada hubungan apa sama pak Rendra? Kok bisa dekat sama anak itu?” tanya karyawan yang tadi sempat membicarakan Bela dan Rendra
Bela kaget mendengar pertanyaan itu, ia hanya menggelengkan kepala. Padahal tadi bosnya sudah memperingati untuk tidak gosip yang aneh-aneh ini malah bertanya langsung.
“Jawab dong Bel, kamu pacaran sama pak Rendra” tanya karyawan yang lain
Belum sempat Bela menjawab, Erik yang kebetulan lewat melihat karyawan berkumpul di meja kerja Bela langsung menyuruhnya untuk kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
“Kalian ngapain malah mengobrol di sini, mau dipecat ya kembali keempatnya masing-masing!” ujar Erik
Mereka semua langsung kembali ke kursinya dan melanjutkan pekerjaannya begitu pun Bela, ia melanjutkan pekerjaannya.
“Bela” panggil Erik
Bela yang baru sadar kalau Erik masih ada di depannya langsung melihat ke arah Erik.
“Iya pak” jawab Bela
“Tidak, hanya menyapa saja kalau begitu lanjutkan kerjanya saya ke ruangan saya dulu” ujar Erik
“Iya pak”
Erik masuk ke dalam ruangannya.
Di perjalanan Rendra mengobrol bersama Kayla yang sedang asik bermain dengan mainannya.
“Kayla lapar?” tanya Rendra
“Enggak pah, kan tadi sudah makan nanti saja makan di rumah” jawab Kayla
“Kalo begitu langsung pulang ya tidak perlu mampir”
“Iya pah”
Rendra kembali fokus menyetir mobil. Beberapa jam perjalanan membuat Rendra menjadi lelah., mereka pun sampai di rumah. Kayla yang masih tertidur, Rendra tak tega membangunkannya, Rendra menggendong Kayla sampai ke kamarnya.
“Sudah pulang? Di mana Kayla?” tanya ibunya
“Kayla tidur bu, Rendra langsung membawanya ke kamar” jawab Rendra
__ADS_1
“Bagaimana di sana, apa Kayla menikmati?”
“Kayla sangat menikmati, meski hanya sebentar sepertinya Kayla senang diajak ke sana”
“Lain kali ajak ibu ke perusahaanmu, ibu juga ingin tahu perkembangan di sana dan juga ingin mengenal karyawan di sana”
“Iya bu, nanti setelah Kayla libur sekolah kita semua liburan ke Bandung. Di sana banyak tempat yang indah “
“Bagus kalo begitu, nanti sekalian ajak bi Sri biar bisa bantu-bantu di sana”
“Iya bu, kalo begitu Rendra ke kamar dulu badan pegal-pegal karena tadi menyetir”
“Iya, carilah seseorang yang bisa menjadi tukang pijat biar kalo kamu sakit atau lelah ada yang memperhatikanmu” ucapnya
“Ada ibu yang selalu perhatian dengan Rendra jadi tak perlu mencari yang lain” ucap Rendra berlalu ke kamarnya
“Ibu memang perhatian, tapi ibu sudah tua”
Rendra tak menganggapi dan ucapan sang ibu karena ia tahu yang akan terjadi hanya lah perdebatan, entah lah apakah Rendra akan menuruti permintaan ibunya. Tapi ia tak pernah dekat dengan perempuan lain, kecuali sekretarisnya dan karyawannya itu pun hanya sebatas pekerjaan.
Di dalam kamarnya Rendra masih memikirkan ucapan ibunya.
Rendra memeluk foto pernikahan yang masih ia simpan di kamarnya. Meski istrinya sudah tiada namun rasa di hatinya tak pernah berkurang sampai Kayla besar saat ini.
“Aku akan mencoba, aku tidak mau berdebat dengan ibu setiap hari karena hal ini. Tapi siapa yang harus aku dekati.” Tiba-tiba Rendra teringat seseorang yang saat ini dekat dengan Kayla “Bela? Apa aku harus mendekati Bela, tapi apa mungkin aku bisa. Arrgghh pusing” Rendra mengacak-acak rambutnya
Rendra akhirnya memutuskan untuk tidur menenangkan pikirannya yang sedang bergelut dengan kenyataan. Rendra ingin melihat putrinya bahagia, tapi Rendra takut jika kelak wanita yang dipilihnya tidak bisa menerima keberadaan Kayla dan membuat Kayla menjadi sedih.
Hari mulai sore Rendra dan Kayla sudah bangun dan turun untuk bersantai di ruang keluarga. Tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul bersama-sama dan berbagi cerita.
“Sudah bangun cucu nenek” ujar ibu Rendra
“Iya nek, tadi Kayla tidur bangunnya sudah di kamar”
“Tadi papah yang bawa Kayla ke kamar”
“Benar pah? Jadi Kayla tadi di gendong? Pasti papah capek gendong Kayla kan Kayla sudah besar” ucapan Kayla membuat Rendra dan ibunya tersenyum
“Kayla tidak berat kok, Kayla sudah besar ya sekarang” ucap Rendra
“Oh iya nek, Kayla mau cerita”
__ADS_1
“Cerita apa itu, nenek mau dengar dong”
“Waktu Kayla di Bandung, Kayla punya mamah namanya mamah Bela” ucap Kayla
“Mamah?” Ia melihat ke arah Rendra meminta penjelasan
“Jadi begini ceritanya bu, Kayla tidur di ruangan aku dan aku lagi meeting. Kayla mencariku keliling di kantor dan tidak menemukanku lalu ada sekretaris di sana yang membawa Kayla, setelah itu Kayla dekat dengan dia dan Kayla malah mau panggil mamah. Orang itu juga menyetujuinya” jelas Rendra
“Oh ya, jadi Kayla punya teman, nanti kenalkan ke nenek ya”
“Iya nek, Kayla akan kenalkan mamah Bela sama nenek pasti nenek juga senang ketemu sama mamah Bela”
“Sepertinya sudah ada lampu hijau ya” ucapnya pada Rendra
“Lampu hijau nek? Lampu hijau apa?” tanya Kayla heran
“Eh tidak kok ya sudah Kayla menonton TV dulu ya nenek mau ke belakang”
“Iya nek”
“Rendra ikut ibu sebentar ke belakang”
“Iya bu”
Mereka berdua pergi ke halaman belakang untuk membicarakan sesuatu.
“Kenapa bu?” tanya Rendra
“Apa benar yang dikatakan Kayla tadi Rendra?”
“Benar bu, tapi itu hanya keinginan Kayla dan semua itu terjadi karena Bela telah menolong Kayla, mungkin Kayla luluh karena itu”
“Apa kamu yakin hanya karena itu? Kalau menurut ibu itu karena Kayla sudah nyaman dengan perempuan itu. Nanti ibu ingin bertemu dengan perempuan yang bernama Bela itu, ibu tidak melarang kamu dekat dengan siapa saja, asalkan dia baik dan bukan istri orang. Ibu tidak memandang status sosialnya mau dia dari keluarga yang kaya atau biasa saja, yang penting dia bisa menerima Kayla” ucap ibu Rendra
“Tapi bu, aku tidak mengenalnya begitu jauh, lagian ini kan hanya karena Kayla tidak perlu lah untuk di perpanjang lagi” ucap Rendra
“Saya harus bertemu dengannya, kamu sudah cukup lama menyendiri Rendra coba kamu pikir apa Kayla akan seperti ini terus sampai nanti, setidaknya ada ibu sambung yang akan menyayanginya nanti, jika ibu sudah tiada ibu tenang meninggalkan kamu dan juga Kayla” ucapnya sedih
“Ibu ngomong apa, meskipun nanti harus aku sendirian yang merawat Kayla, Kayla tidak akan kekurangan kasih sayang”
“Terserah kamu saja Rendra, tapi coba kamu buka hati untuk mencari perempuan yang bisa menemani kamu nanti, Dewi juga pasti senang kalau kamu bahagia.”
__ADS_1