Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
67


__ADS_3

Tubuh Rio terasa sangat pegal, Rio langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya, agar esok bisa kembali segar dan bersemangat untuk memulai membuka Cafe di tempat barunya.


Keesokan harinya Rio baru selesai sarapan bersama ayahnya, Rio mencuci piring yang dipakai olehnya dan juga Surya.


“Ayah, Rio berangkat ya” pamit Rio


“Hati-hati kalo capek istirahat jangan terlalu keras sampai lupa istirahat nanti kamu bisa sakit” pesan Surya yang melihat anaknya terlalu bekerja keras untuk usaha Cafenya


“Iya yah, ayah jangan khawatir pasti Rio akan istirahat kalo sudah capek, ya sudah Rio berangkat. Assalamualaikum” ucap Rio mencium tangan Surya


“Waalaikumsalam” jawab Surya


Surya melihat Rio sudah mulai menjauh, kini tak terlihat lagi.


“Andai saja kamu masih di sini, kamu pasti bangga melihat putra kamu sudah sukses meski hanya pemula tapi usaha dan kerja kerasnya membuahkan hasil, kamu pasti senang melihat Rio sudah punya usaha sendiri, Ningsih” ucap Surya lirih


Rio melakukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, jalanan tidak terlalu macet karna memang orang-orang akan berangkat bekerja, meski tidak macet seperti hari-hari biasanya tapi jalanan cukup padat dengan pengendara mobil dan motor.


“Selamat pagi pak” ucap karyawan yang baru datang


“Pagi juga, oh iya apa sudah dicetak brosur yang sudah saya kirim kemarin?” Tanya Rio


“Sudah pak, ini” memberikan brosur pada Rio


“Oke, kalo begitu kamu silakan ke belakang” ucap Rio


“Baik pak”


Rio memasukkan brosur itu ke dalam tas, Rio juga mengunggah foto dan memberi tahu kalo Cafenya sudah pindah, jadi jika mereka ingin datang bisa datang ke alamat yang sudah ditulis Rio.


“Aku minta Kayla dan Bram untuk mengunggah biar banyak yang tahu dan datang ke sini” ucap Rio


Tanpa menunggu waktu lama, Rio langsung mengirim pesan pada Bram dan Kayla.


Rio: Bro tolong bantu promosi Cafe sekalian bilang kalo Cafenya sudah pindah siapa tahu ada yang tertarik dan datang ke sini


“Sekarang ke Kayla” ucap Rio


Rio: Kayla, tolong bantu promosi dan sekalian bilang kalo Cafenya sudah pindah ya


Setelah selesai mengirim pesan Rio menyimpan ponselnya ke dalam tas.


*


Kayla yang baru selesai mandi mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari Rio. Kayla membaca pesan itu dan langsung membalasnya.


Kayla: Iya Rio sayang, nanti aku promosikan di media sosial aku biar banyak yang tahu dan banyak juga yang datang nanti


Menunggu beberapa menit Rio sudah membalasnya.


Ting


Rio: Terima kasih, memang pacar terbaik deh (emot love)

__ADS_1


Kayla yang membaca pesan itu senyum-senyum sendiri.


Berlian yang membuka pintu dan langsung masuk melihat kakaknya senyum-senyum sendirimerasa aneh, ia pun langsung menanyakan pada kakaknya.


“Kak” panggil Berlian


“Ya ampun, bikin orang kaget saja, ngapain kamu ke sini?” tanya Kayla


“Memang tidak boleh masuk ke kamar kakak?” tanya Berlian


“Kalo mau masuk itu ketika pintu dulu, jangan langsung masuk begitu tidak sopan tahu” omel Kayla


“Kalo Berlian panggil kakak, Berlian tidak akan tahu kalo kakak suka senyum-senyum sendiri, aneh banget kakak aku bilang papah nanti” ancaman Berlian


“Suka banget ngadu dasar bocil” ucap Kayla “Sana keluar, kakak mau siap-siap, kamu bukannya berangkat sekolah malah kejujuran ke kamar kakak” Kayla mendorong Berlian agar segera keluar dari kamarnya


“Berlian bisa jalan sendiri kak jangan didorong” ucap Berlian tak terima kalau dirinya didorong Kayla


Kayla tak mendengarkan omongan Berlian, Kayla membuka pintu dan mendorong Berlian keluar dan segera menutup pintu, Kayla segera menguncinya agar Berlian tidak bisa masuk lagi.


“Aku bilang ke papah kalo kakak kasar sama Berlian, terus kakak senyum-senyum sendiri tidak jelas” teriak Berlian dari balik pintu


“Dasar bocil, bisanya cuma mengadu” oceh Kayla yang mulai bersiap-siap akan berangkat ke kampus, lebih tepatnya mampir ke Cafe Rio sebelum ke kampus karna kuliahnya masih siang jadi Kayla mau menemui Rio dulu.


Kayla keluar dari kamarnya, ia turun ke bawah. Di sana sudah ada Bela dan Mayang, sepertinya Berlian sudah berangkat bersama Rendra karna sudah tak ada di ruang keluarga.


“Kayla berangkat mah, nek” ucap Kayla


“Iya mah” Kayla berjalan keluar dan masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya


Sesampainya di Cafe Rio, Kayla mencari Rio karna tak melihatnya.


“Bak, Rio ke mana ya? Kok tidak ada” tanya Kayla


“Pak Rio sedang berada di Cafe kami yang sebelumnya bak, pak Rio membagikan brosur di sana agar mereka tahu kalo Cafenya sudah pindah” jawabnya


“Oh, terima kasih ya bak” ucap Kayla


Kayla menghampiri Rio yang sedang menunggu orang lewat dan membagi brosurnya.


Kayla melambaikan tangannya “Rio” panggil Kayla dari seberang


Rio yang mendengar ada yang memanggilnya menoleh, ia tersenyum ke arah Kayla dan membalas lambaian tangannya.


Kayla langsung menyeberang, tanpa diduga dari arah kanan ada mobil yang melaju sangat cepat karna Kayla langsung menyeberang tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri akhirnya mobil itu tak bisa mengerem karna jarak sudah sangat dekat. Kayla pun tertabrak dan tubuhnya terpental jauh karna kecepatan yang tinggi dari mobil yang menabrak Kayla.


Brraaakkk


Suara mobil yang menghantam tembok, Rio yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Kayla.


“Kayla, bangun Kayla” Rio memapah tubuh Kayla “Tolong, tolong teleponkan ambulans cepat tolong” ucap Rio yang sangat panik karna melihat Kayla yang sudah tidak sadarkan diri.


Beberapa menit setelah menunggu akhirnya ambulans datang membawa Kayla ke rumah sakit.

__ADS_1


Selama perjalanan Rio tak hentinya memanggil Kayla, berharap Kayla bisa mendengar dan segera membuka matanya.


“Pak cepat pak” ucap Rio yang perasaannya sedang kacau


Sesampainya di rumah sakit, Kayla langsung dibawa ke UGD, Rio menunggu di depan ruangan karna dilarang masuk.


“Maaf pak, bapak silakan tunggu di luar saja” ucap suster


“Tolong Kayla sus” ucap Rio


“Kami akan melakukan semampu kami pak”


Pintu di tutup dan Rio duduk di depan pintu karna tubuhnya sangat lemas melihat Kayla seperti itu.


“Aku harus mengabari keluarga Kayla, tapi aku tidak punya nomornya. Aku telepon Bram biar dia yang mengabari” ucap Rio langsung menghubungi Bram


“Halo Bram, tolong bilang sama keluarganya Kayla kalau Kayla kecelakaan” ucap Rio langsung


“Kecelakaan? Kok bisa?” tanya Bram


“Nanti aku jelaskan di sini, kamu hubungi dulu nanti aku kirim lokasinya” Rio memutuskan sambungan teleponnya, Rio juga memberi kabar pada Desi kalau dirinya tidak bisa datang ke Cafe hari ini agar mereka bisa menghandle semua pekerjaan di Cafe.


Rio mondar-mandir di depan pintu, ia berharap Kayla tidak apa-apa.


Mayang, Bela, dan Rendra yang baru sampai langsung menghampiri Rio.


“Bagaimana keadaan putri saya? Kenapa bisa dia kecelakaan?” tanya Rendra khawatir


Bram yang baru datang pun ikut menanyai Rio.


“Kayla bagaimana Rio?” ucap Bram


“Kayla masih di dalam, dokter sedang menanganinya” jawab Rio


“Kenapa bisa cucu saya kecelakaan?” tanya Mayang


“Tadi Kayla mau menyeberang, terus dia tidak tahu kalo ada mobil yang melaju kencang karna jaraknya sudah sangat dekat jadi mobil itu tak sempat mengerem” jelas Rio


“Kayla, kok bisa kamu tidak lihat-lihat” ucap Bela yang sudah menangis


“Kita berdo’a saja semoga Kayla baik-baik saja” ucap Bram


“Iya, benar kata Bram, lebih baik kita berdo’a semoga Kayla tidak apa-apa dan tidak ada luka yang serius” imbuh Rio


Selang beberapa menit dokter yang menangani Kayla keluar.


“Bagaimana dok keadaan anak saya?” tanya Rendra langsung menghampiri dokter


“Pasien mengeluarkan banyak darah, ia butuh darah karna hantaman mobil pada tubuhnya sangat keras sehingga pada bagian tangan retak” jawab dokter


“Ambil darah saya dok, darah saya dengan anak saya sama” ucap Rendra


“Baik pak, nanti ikut dengan suster. Dan untuk pemeriksaan lebih dalam akan dilakukan setelah transfusi darah, apakah ada kerusakan yang serius pada tubuh pasien” ujar dokter

__ADS_1


__ADS_2