
“Senyum dong, memang siapa sih teman Kayla rumahnya di mana? Kita samperi saja biar Kayla tidak sedih lagi” Sambung papahnya
“Kayla tidak tahu rumahnya pah, Kayla baru ketemu sama dia. Namanya Rio, dia sudah tolong Kayla waktu Kayla jatuh dan menangis. Dia juga kasih tisu dan kacang gratis ke Kayla” jawab Kayla
“Tisu dan kacang” ujar papahnya mengernyitkan dahinya
“Iya, dia jualan tisu dan kacang jadi kemarin Kayla sudah janji mau bantu dia jualan di taman tapi nenek tidak membolehkan Kayla main keluar, jadi Kayla tidak tepat janji Kayla dan Kayla tidak pergi ke taman itu”
“Mungkin besok dia jualan lagi, jadi Kayla bisa bantu dia. Jangan sedih lagi ya, besok papah temani Kayla buat cari teman Kayla”
“Janji ya pah”
“Iya janji tapi kamu jangan sedih lagi, senyum dong”
Kayla tersenyum setelah papahnya membujuknya.
DI pinggir jalan Rio yang sedang menunggu lampu merah agar ia bisa menawarkan jualannya pada orang-orang yang mengendarai mobil dan motor. Tak terasa sudah sore dan jualan Rio tinggal sedikit, besok ia harus mengambil stok lagi di warung sekalian menyetorkan uangnya.
“Sebaiknya aku pulang, sudah sore. Tisunya tinggal beberapa saja dan kacangnya tinggal 5, besok jualan di sini saja lumayan laku dan banyak orang yang butuh tisu untuk di taruh di mobilnya” Ucap Rio sambil tersenyum.
Keesokan harinya Rio langsung pergi ke warung, karena hari ini sekolah libur jadi Rio bisa berjualan dari pagi.
“Assalamualaikum bu” panggil Rio
“Waalaikumsalam, eh Rio mau ambil tissu ya?”
“Iya bu, ini uangnya yang kemarin Rio ambil. Hari ini Rio ambil tissu, kacang sama air ya bu, siapa tahu laku.” Ucapnya penuh harap
“Iya boleh, tapi tidak keberatan kalo ditambah air” tanya pemilik warung yang biasa di panggil bu Mai
“Airnya 5 botol saja bu, mau coba dulu nanti kalo laku dilebihi”
__ADS_1
“Iya, ambil saja. Hati-hati ya bawanya”
“Iya bu, aku pamit dulu ya. Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
Rio membawa keranjang dan beberapa air meneral yang dibawanya dari warung. Keranjang itu diberi tali dan dikalungkan di leher Rio agar ia bisa memegang air yang tidak muat di dalam keranjang itu.
Sesampainya di lampu merah dekat taman, Rio beristirahat sebentar untuk menghilangkan lelahnya. Beberapa menit beristirahat, Rio langsung menawarkan jualannya pada orang-orang.
“Dek” panggil bapak yang ada di dalam mobil
“Tisu, air dan kacangnya pak” Rio menunjukkan dagangannya
“Aku beli airnya satu” menunjuk pada air yang di pegang Rio
“Iya pak Ini, 3 ribu pak” Rio memberikan air itu pada bapak tersebut
“Terima kasih ya pak” Rio membungkukkan badannya dan kembali ke pinggir jalan karena lampu sudah berwarna hijau.
Di taman Kayla dan papahnya menunggu Rio.
“Kenapa Rio tidak ada di taman ya pah, apa Rio sudah tidak mau jualan di taman karena Kayla sudah bohong sama dia” ujar Kayla
“Mungkin Rio jualan di tempat lain sayang, ini kan bukan salah Kayla. Kayla juga tidak niat buat bohongi Rio, jadi tidak usah menyalahkan Kayla terus ya” ucap papahnya menatap Kayla dengan kasihan
“Daripada Kayla sedih bagaimana kalo kita ke mal, kita main-main di sana?” ajak Rendra
“Rio mungkin jualan di tempat lain, mungkin besok dia ke sini” sambung Rendra
“Iya pah” menunduk lesu
__ADS_1
Rendra dan Kayla pergi dari taman itu menuju mal, mereka melewati lampu merah tempat Rio jualan. Namun Kayla tak memerhatikan sekitar itu, Kayla hanya menundukkan pandangan saat di perjalanan.
Rio berjalan melewati mobil Kayla dan Rendra, tapi Kayla mau pun Rio tak menyadari itu. Lampu kembali berwarna hijau, dan Rio segera menepi karena mobil dan motor akan melaju.
Tiit tit tiiiit
Kebisingan di lampu merah yang biasa terdengar membuat Kayla menatap ke arah jalan. Rio yang sedang duduk di pinggir jalan sambil mengelap keringat yang mulai membasahi wajahnya. Cuaca hari ini terik sehingga Rio basah dengan keringat. Tapi semua itu tidak mematahkan semangat Rio untuk berjualan.
Rio sadar kalau dirinya mengeluh tak ada gunanya, apalagi dia harus menyerah dengan keadaan pasti akan membuat ayahnya kesusahan, ayahnya harus bekerja keras lagi untuk mendapatkan uang. Dengan berjualan Rio sedikit membantu ayahnya, meski hasil yang didapat tidak banyak tapi setidaknya sedikit membantu ayahnya. Rio tidak perlu meminta uang jajan, ia juga bisa menabung dengan untung dari jualan yang diperolehnya.
Kehidupan Rio tidak seperti Kayla yang bisa mendapatkan semua keinginannya, tapi Rio tetap bersyukur ia punya orang tua yang sayang dan tak pernah memaksanya untuk bekerja. Meski terkadang di hatinya Rio sangat lelah menjalani semua ini, ia ingat akan pesan ayahnya kalau ia tak boleh mengeluh apalagi iri dengan kehidupan orang lain, syukuri hidup yang sudah ditakdirkan oleh Allah karena akan ada kebahagiaan yang menantinya. Semua nasehat selalu Surya berikan agar Rio menjadi anak yang sholeh dan tidak lupa pada penciptanya.
“Panas banget ya, tidak apa-apa kok, yang penting bisa jualan. Semangat” Rio mengepalkan tangannya untuk menyemangati dirinya sendiri.
Di mall Kayla bermain bersama papahnya. Rendra memang sibuk dengan perusahaannya, terkadang ia pulang Kayla sudah tidur. Ibunyalah yang memberikan kasih sayang pada Kayla, agar Kayla tidak merasa kekurangan kasih sayang. Ibunya Kayla sudah meninggal sejak Kayla umur 3 bulan, jadi Kayla tak pernah tahu wajah ibunya seperti apa. Hanya foto-foto yang dipajang di rumah, foto-foto pernikahan dengan papahnya yang bisa dipandang Kayla.
Dari kecil Kayla diurus neneknya, neneknya dibantu baby siter. Jika neneknya kualahan menjaga ada baby siter yang membantunya.
“Papah, Kayla mau es krim” menunjuk toko yang berjualan es krim
“Ayo kita beli” Rendra menggandeng tangan Kayla dan membawanya ke toko es krim
“Bagaimana sudah puas? Sudah tidak sedih lagi kan?” tanya Rendra
“Tidak pah, terima kasih ya pah” Kayla memeluk papahnya
“Apa pun untuk putri papah yang paling cantik ini” Rendra mengecup rambut Kayla.
Wajah Kayla sangat mirip dengan almarhum istrinya, jika Rendra kangen dengan almarhum istrinya Rendra menatap dan memeluk Kayla. Sedikit bisa mengurangi rasa kangennya.
Setiap libur kerja atau libur sekolah Rendra selalu mengajak Kayla ke makam ibunya, dan mendo’akan ibunya agar Kayla tidak pernah lupa sama ibunya. Meski Rendra hanya seorang diri tapi Rendra tak pernah ingin anaknya merasa kurang akan perhatian seorang ibu, Rendra menjadi ayah dan ibu untuk Kayla.
__ADS_1