
Rendra memeriksa putrinya, apakah ia sudah bangun atau belum karena setelah ini ia akan meeting meninggalkan Kayla sendiri. Tapi Rendra sudah menitipkan Kayla pada Erik. Rendra dan Bela masuk ke ruangan rapat, klien juga sudah datang dan rapat akan segera di mulai.
Setengah jam mereka rapat, Kayla yang sudah bangun dari tidurnya mencari Rendra, ia lupa bilang pada Kayla kalau ia akan pergi rapat.
"Papah ke mana ya, kok gak ada" ujar Kayla
Kayla ke luar ruangan dan mencari keberadaan papahnya. Berkeliling-keliling di semua ruangan namun Kayla tak menemukan keberadaan Rendra.
Bela yang keluar lebih dulu untuk pergi ke toilet melihat Kayla yang seperti kebingungan, Bela langsung menghampiri Kayla.
"Halo anak cantik, kamu sama siapa di sini?" Tanya Bela
"Tante, aku nyari papah aku, tadi aku tidur terus bangun tidur sudah tidak ada" jawab Kayla
“Memang nama papahnya siapa? Nanti tante antar” Bela menenangkan Kayla karena wajahnya mulai panik
“Nama papah Kayla Rendra”
“Jadi pak Rendra sudah punya anak” ucap Bela dalam hati
“Tante tahu di mana papah kamu, ayo ikut tante”
“Benar tante, ayo Kayla mau ketemu papah” Kayla menarik tangan Bela
Bela membawa Kayla ke ruangan meeting, di sana Rendra masih duduk menunggu Bela. Meeting sudah selesai semua orang sudah keluar dari ruangan itu.
“Papah” panggil Kayla
“Kayla, sudah bangun sayang?” tanya Rendra
“Iya pah, papah ke mana Kayla tadi cari papah tidak ada. Keliling di kantor papah juga tidak ada”
“Maafkan papah ya, papah lupa kalau mau meeting lupa tidak bilang Kayla dulu tadi. Tapi Kayla tidak apa-apa kan?”
“Kayla tidak apa-apa, untung ada tante ini yang bawa Kayla ketemu papah”
“Oh ya, bilang terima kasih dong sama tantenya kan sudah bantu Kayla” ujar Rendra
“Terima kasih tante Kayla sudah ketemu papah” Kayla berlari mendekati Bela untuk memeluknya
Bela yang terkejut melihat Kayla memeluknya, membalas pelukan Kayla.
“Sama-sama Kayla” jawab Bela
Rendra melihat Kayla yang tiba-tiba langsung memeluk Bela, tak biasanya Kayla seperti itu langsung dekat dan bisa berinteraksi dengan orang. Mungkin karena Kayla jarang keluar atau karena ia tidak suka, berbeda dengan Bela yang langsung bisa dekat dengan Kayla.
“Kalau begutu saya permisi pak, Kayla tante pulang dulu ya” ujar Bela
“Tante, bareng Kayla saja pulangnya nanti kita bisa cerita-cerita di mobil”
__ADS_1
“Emm” Bela melihat ke arah Rendra meminta jawaban atas pertanyaan Kayla, namun Rendra tak memberi respons “Tante pulang sendiri saja Kayla kan rumah tante beda arah sama rumah Kayla” Bela mencari alasan.
“Tapi Kayla ingin sama tante” jawab Kayla menunduk
“Ya sudah kita antarkan tante Bela ya, Kayla jangan sedih begitu” Rendra bangun dari duduknya dan mengelus rambut Kayla
“Benar pah?”
“Benar dong, ayo kita berangkat” ajak Rendra
Kayla menarik tangan Bela dan Rendra, seketika membuat Bela merasa tidak enak. Sampai di luar ruangan banyak karyawan yang melihat kejadian itu tak terkecuali Erik.
“Bela sama bos, lalu siapa anak kecil itu, apa mungkin anaknya pak Rendra” karyawan berbisik-bisik
“Apa mungkin pak bos pacaran sama Bela” jawab karyawan yang lain
“Eh bos mau ke mana?” sapa Erik
“Mau pulang” jawab Rendra
Rendra berlalu meninggalkan Erik yang masih menatapnya tak percaya kalau bosnya jalan bersama Bela.
Rendra membukakan pintu untuk Kayla namun Kayla menyuruh Bela untuk masuk terlebih dahulu, membuat suasana menjadi canggung.
“Tante, kapan-kapan main ke rumah Kayla ya” Kayla membuka obrolan
“Rumah Kayla di Jakarta tante, Kayla ke sini cuma liburan sama papah”
“Ooh, memang Kayla berapa hari di sini?”
“Kata papah 2 atau 3 hari, karena Kayla harus sekolah jadi gak bisa lama-lama” jawab Kayla
“Rumah saya belok ke kiri pak” ujar Bela
Rendra tak menjawab namun tetap mengikuti arahan Bela.
“Tante sudah punya suami?” tanya Kayla yang membuat Rendra terkejut dan menoleh ke arah Kayla
"Tante belum punya suami sayang, kok Kayla tanya seperti itu?" Jawab Bela
"Tidak apa-apa tante, soalnya Kayla sudah tidak punya mamah. Boleh Kayla panggil tante, mamah?"
Rendra mengerem mendadak membuat Kayla dan Bela terpental ke depan membentur kursi depan.
"Aduuuh" keluh Bela dan Kayla
"Kamu tidak apa-apa Kayla?" Tanya Rendra
"Sakit pah" jawab Kayla
__ADS_1
"Lagian bapak ngapain mengerem mendadak sih" Bela mengelus dahinya yang terasa sakit
"Maafkan papah ya Kayla, tadi ada kucing menyeberang jadi papah langsung mengerem" ucap Rendra mencari alasan, padahal ia terkejut mendengar ucapan Kayla tadi
"Ya pah" jawab Kayla
Rendra kembali menjalankan mobilnya. Kayla tertidur di pangkuan Bela, karena asik bercerita membuat Kayla mengantuk.
"Rumah saya di depan itu pak" Bela menunjukkan rumah yang berpagar kuning
Rendra menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Bela.
"Kayla tidur pak, apa kita bawa ke dalam saja?" Ujar Bela
"Jangan panggil saya pak kalau di luar kantor saya bukan bapak kamu" ucap Rendra
"Iya iya, terus ini Kayla mau dibawa ke dalam pak eh emm, saya bingung mau panggil apa" ujar Bela menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Umur Bela dengan Rendra hanya selisih 2 tahun, kalau Bela memanggil namanya tentu itu tidak sopan pikir Bela seperti itu. Sehingga membuat Bela bingung harus memanggil Rendra dengan sebutan kakak, mas atau abang.
"Terserah kamu" ucap Rendra
"Ya sudah saya panggil kakak saja" tawar Bela
"Kakak?" Rendra mengernyitkan keningnya
"Iya kakak, kan pak Rendra lebih tua dari saya jadi kalau saya panggil nama tidak sopan" jawab Bela
"Apa tidak ada panggilan lainnya, saya tidak suka dengan sebutan itu" jawab Rendra dengan acuh
"Panggil mas saja itu lebih baik daripada kakak" ucap Rendra
"Mas?" Bela menghela nafasnya dan mengangguk menuruti permintaan Rendra, karena ini masalah sepele jadi lebih baik tidak perlu dipikirkan toh hanya panggilan pikir Bela.
Tanpa mereka sadari Kayla sudah terbangun karena mendengar ucapan Rendra dan Bela.
"Papah sama tante Bela ngapain?" Tanya Kayla mengucek-ngucek matanya
"Sudah bangun sayang, papah sama tante Bela tidak mengapa-ngapai kok cuma mengobrol saja sama tante Bela" jawab Rendra
"Ini rumah tante Bela ya?" Tanya Kayla
"Iya ini rumah tante Bela, Kayla mau mampir?"
"Memang boleh pah" Kayla meminta persetujuan dari Rendra
"Boleh kalau Kayla mau" jawab Rendra
"Yeeyy ayo tante kita masuk" Kayla bergegas turun dari mobil dan mengajak Bela untuk segera masuk ke rumahnya.
__ADS_1