Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
81


__ADS_3

“Anggi kamu dengar sendiri kan kalo Rio itu kecelakaan bukan karna nenek tapi semua murni kecelakaan karna pengendara motor yang ugal-ugalan itu jadi kamu salah kalo menyalahkan nenek” ucap Kayla yang muak melihat Anggi


Anggi tak merespons ucapan Kayla, ia malah menatap Kayla dengan tatapan tak suka.


“Sekarang aku yang akan menceritakan tentang hubungan kita Rio” ucap Kayla


“Silakan Kayla, aku ingin mendengar semuanya” ucap Rio


“Kita memang berteman dari kecil, aku rasa kamu ingat itu, sehingga kita berpisah dan tidak bertemu lagi sampai pada akhirnya kita bertemu kembali dan ternyata kita satu kampus. Dan ternyata kamu kenal dengan Bram yang merupakan teman sekelasku, dan kita bertiga berteman. Pada hari itu, hari bahagia menurutku karna ternyata kamu memiliki perasaan yang sama dengan aku” Kayla menghentikan ceritanya


Anggi berdiri membuat semua orang menoleh kepadanya.


“Mau ke mana? Aku belum selesai ceritanya” ucap Kayla


“Mau pulang, ngapain aku di sini kalo ternyata aku dipojokkan mending pulang saja” ucap Anggi


“Anggi kamu duduk, nanti ada giliran kamu untuk bercerita” ucap Rio


“Kamu saja tidak percaya denganku, biar saja mereka yang bercerita aku malas ada di sini” Anggi melangkahkan kakinya


“Anggi duduk” teriak Rio


Mau tak mau Anggi kembali duduk di samping Kayla, ia menggerutu karna ia tak pernah melihat Rio seserius ini.


“Ayo lanjutkan Kayla” ucap Rio


“Setelah itu kamu dan aku resmi berpacaran, namun setelah aku mengajak kamu ke acara di rumah dan nenek melihat kamu, keesokan harinya nenek malah menjodohkan aku dengan Bram, aku menolak perjodohan itu, tapi sayangnya nenek tetap kekeh untuk menjodohkan aku, aku sempat akan membawamu ke rumah saat itu tapi kamu memintaku untuk menunggu satu bulan lagi karna kamu akan pindah ke Cafe yang lebih besar, aku bersabar menunggu tapi kenyataannya kamu kecelakaan, belum sampai aku mengajak kamu untuk mengenalkan pada papah dan nenek agar melihat kalo kamu sudah sukses dan bisa membuat hidup aku bahagia nantinya” ujar Kayla


“Jadi dari sini sudah jelas kalo yang berbohong itu Anggi bukan aku” sambung Kayla


“Rio kamu lebih percaya aku kan, kamu ingat cerita aku waktu kamu sadar” ucap Anggi mengalihkan pembicaraan, agar Rio tetap percaya pada ucapannya


“Tunggu aku belum selesai” ucap Kayla pada Anggi “Waktu kamu belum sadar aku pamit pada om Surya untuk menemui dokter dan aku tidak tahu sejak kapan Anggi ada di sana, setelah aku kembali aku melihat kamu sudah sadar tapi kamu malah lupa sama aku dan kamu bilang kalo perempuan halu ini pacar kamu” ucap Kayla melirik Anggi sinis


“Eh siapa yang halu, kamu yang halu bilang kalo kamu itu pacarnya Rio” ucap Anggi mengelak


“Sudahlah Anggi, kamu itu tidak akan bisa merebut Rio dari aku karna Rio itu milik aku” ucap Kayla


“Sudah, sudah jangan berantem nanti Rio tambah pusing lihat kalian berantem” lerai Surya

__ADS_1


“Maaf om, habisnya dia masih ngotot bilang kalo Rio itu pacarnya, bikin kesabaran aku habis saja” ucap Kayla


“Aku sudah mendengar cerita nenek dan Kayla sekarang tinggal kamu, aku mau kamu jujur agar aku bisa tahu yang sebenarnya” ucap Rio menatap Anggi serius


“Aku itu suka sama kamu dari dulu Rio, aku mengejar kamu tapi kamu tak sedikit pun melirik aku, malah kamu memilih Kayla yang baru datang, apa kamu tidak lihat perjuangan aku untuk bisa dekat dengan kamu” ucap Anggi terisak


“Ini bukan cara yang tepat Gi, kamu memanfaatkan keadaan, aku lupa ingatan tapi kamu hadir seakan-akan menjadi pendamping Rio padahal aku yang seharusnya ada di dekat Rio” ujar Kayla


“Kamu senangkan lihat aku menderita, kamu senang aku seperti ini” Anggi terlihat emosi pada Kayla


“Sudah, aku tahu yang sebenarnya sekarang. Kamu salah telah berbuat ini, kalo kamu memang cinta kamu bisa melepaskan aku, masih ada orang lain yang lebih baik dari aku, kamu seharusnya bisa mengerti itu Anggi” ucap Rio prihatin


Anggi berdiri dan keluar dari kamar Rio, perasaannya berkecamuk. Ia merasa sakit hati, malu dan marah semua rencananya gagal, ia harus bisa menerima dan mungkin pergi dari kehidupan Rio.


“Biarkan jangan dikejar” ucap Rio pada Kayla yang hendak berdiri


“Tapi kalo dia kenapa-napa bagaimana?” jawab Kayla


“Dia sudah dewasa jadi kamu tidak perlu khawatir dengan dia, biarkan dia menenangkan dirinya” ucap Rio


Keadaan hening seketika setelah Anggi pergi tanpa berpamitan.


“Belum, tapi aku seperti merasakan sesuatu setelah kamu cerita tadi, aku garap kamu sabar menunggu aku untuk ingat semuanya” ucap Rio lirih


“Tentu, aku akan menunggu kamu sampai kamu ingat semuanya, kamu jangan khawatir aku akan berpaling” ucap Kayla tersenyum pada ucapan Rio


“Ehem ehem, masih ada orang loh” ledek Surya


“Ayah apa sih, nanti Kayla malu” ucap Rio melihat ke arah Kayla yang sudah merah pipinya


“Lebih baik kita keluar saja pak Surya, sepertinya kita mengganggu di sini” goda Mayang


“Nenek” rengek Kayla


“Kalo begitu nenek keluar ya, silakan menikmati hari-hari yang terbuang” ucap Mayang


“Apa nenek setuju kalo aku sama Rio?” tanya Kayla


Surya dan Rio diam, mereka menatap Mayang dengan jawaban yang bisa membuat bahagia, meski Rio tidak sepenuhnya ingat, ia akan berusaha untuk mengingat dengan berjalannya waktu semua itu akan kembali normal.

__ADS_1


“Sebenarnya nenek tidak setuju” ucap Mayang menggantung.


Raut wajah Kayla kecewa mendengar jawaban sang nenek, padahal tadi ia seperti mendukung hubungannya dengan Rio tapi malah mendapatkan jawaban yang tidak diinginkan.


“Nenek tidak setuju kalo kamu hanya melulu pacaran, nenek akan setuju kalo kalian bisa lebih serius lagi” Ucap Mayang tersenyum


Kayla mendengar jawaban itu, tentu bahagia ia langsung memeluk neneknya.


“Terima kasih ya nek” ucap Kayla


“Iya sama-sama sayang, maafkan nenek ya selama ini menentang hubungan kalian dan menganggap Rio tidak baik sekarang nenek sadar kalo semua tak melulu tentang uang” Mayang mengelus rambut Kayla


“Sudah malu sama Rio kalo kamu seperti ini, nenek mau pulang duluan kamu temani Rio dulu” ucap Mayang


Setelah berpamitan Mayang dan Surya keluar, di kamar Rio hanya ada Rio dan Kayla.


“Terima kasih ya” ucap Rio


“Terima kasih untuk apa?” tanya Kayla bingung


“Terima kasih sudah bertahan melihat aku dengan Anggi” ucap Rio


“Sebenarnya aku juga tidak banyak melihat adegan kalian yang mesra itu, apa ada adegan yang lebih ekstrem selain suap-suapan di rumah sakit?” sidik Kayla


“Adegan apa? Kami tidak pernah melakukan adegan apa-apa”


“Kamu pura-pura tidak tahu ya” Kayla menatap Rio


“Aku kan memang tidak tahu, adegan apa? Hemm sepertinya kamu terlalu banyak nonton drama deh” ledek Rio


“Rio... Aku serius, kamu ngeselin” Kayla memanyunkan bibirnya dan melipat tangannya


“Eh iya iya, jangan marah dong aku tidak pernah melakukan adegan apa pun kami hanya mengobrol tidak lebih, ya Anggi hanya menyuapi aku makan dan” Rio menggantung ucapannya


“Dan apa?” tanya Kayla penasaran


“Mau tahu banget ya” goda Rio


“Cepat apaan Rio, jangan-jangan kalian melakukan sesuatu ya” Kayla menyipitkan matanya

__ADS_1


__ADS_2