Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
83


__ADS_3

Surya sudah mendorong Rio sampai di depan kamarnya, mau tak mau Rio mengalah dan segera masuk untuk mandi karna sudah penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Surya.


Sudah hampir setengah jam Surya menunggu Rio.


“Tumben lama banget, biasanya kalo lagi penasaran bisa secepat kilat” ucap Surya menatap pintu kamar Rio yang tak kunjung terbuka


Karna sudah tak sabar menunggu akhirnya Surya mengetuk pintu kamar Rio dan memanggilnya.


Tok tok tok


“Rio, ayah mau bicara nih kamu kok tidak keluar-keluar” ucap Surya


Tak ada jawaban dari Rio, merasa khawatir Surya langsung membuka pintu dan masuk.


Krek


Pintu terbuka dan Surya mencari keberadaan Rio.


Surya melihat sekeliling kamar tak menemukan Rio, ia membuka kamar mandi betapa terkejutnya Rio sudah terbaring di sana.


“Rio bangun nak” Surya menelepon Kayla dan memintanya untuk membawa bantuan untuk membawa Rio ke rumah sakit.


*


Di rumah sakit Rio sedang diperiksa dokter dan Surya ditemani Kayla sedang menunggu.


Kreek


Suara pintu terbuka.


“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Surya yang sangat khawatir


“Anak bapak baik-baik saja, tidak ada luka yang serius di tubuhnya hanya di dahinya ada sedikit luka kami sudah mengobatinya, bapak tidak perlu khawatir” jawab dokter


“Apa boleh saya masuk ke dalam dok” ucap Surya


“Silakan pak, tapi pasien belum sadar”


Surya dan Kayla masuk untuk melihat keadaan Rio.


Kayla menunggu Rio di samping tempat tidurnya, Kayla menggenggam tangan Rio ia takut hal yang pernah terjadi terulang kembali.


Merasa ada gerakan di tangannya Kayla kaget dan menatap Rio.


“Rio, kamu sudah sadar” ujar Kayla

__ADS_1


“Sudah bangun nak? Apa ada yang sakit?” kini Surya mendekati tubuh Rio


“Ayah, ada di mana ini?” tanya Rio


“Tadi kamu pingsan di kamar mandi karna ayah khawatir jadi ayah bawa kamu ke rumah sakit” jawab Surya


Rio memegang kepala yang masih terasa sakit karna benturan tadi.


“Kepala kamu sakit? Aku panggilkan dokter ya” Kayla berdiri namun Rio menahan agar tidak ke mana-mana


“Aku tidak apa-apa kok: kamu di sini saja" ucap Rio agar Kayla tak meninggalkannya


"Tapi kepala kamu sakit, aku panggilkan dokter ya takutnya kenapa-napa" Kayla khawatir


"Aku tidak apa-apa, kamu di sini saja kepalaku cuma sakit sedikit mungkin karna terbentur ke tembok tadi" jelas Rio


"Ya sudah kalo kamu tidak apa-apa, tapi kalo masih sakit bilang ya, biar aku panggil dokter" ucap Kayla


"Iya Kayla sayang, aku akan lapor kalo kepala aku sakit"


Mendengar kata yang ucapkan Rio membuat pipi Kayla merah dan sedikit terkejut, selama ia tidak ingat tak pernah ia memanggilnya sayang.


"Kamu bilang apa tadi, aku tidak salah dengar kan?" Kayla memastikan pendengarannya tidak salah


"Apa aku ulang" goda Rio


"Ih anak muda tidak tahu kondisi kalo sudah mabuk cinta" ledek Surya


"Biasalah yah anak muda biar menikmati dulu" jawab Rio


"Kenapa kamu panggil aku begitu, apa kamu ingat semuanya" Kayla merubah raut mukanya serius


"Ingat apa?" Tanya Rio


"Kamu ingat semuanya kan? Ayo ngaku, kalo kamu tidak ingat kenapa panggil aku sayang, semenjak kamu tidak ingat tentang hubungan kita kamu tidak pernah manggil aku dengan sebutan sayang" helas Kayla


"Kalo sudah bawel ya begini, bisa berbicara tanpa belibet" ledek Rio


"Rio! Aku serius, kamu belum jawab pertanyaan aku" Kayla mulai tak sabar


"Iya iya aku sudah ingat, aku ingat nama aku siapa, aku ingat kamu siapa, dan aku juga ingat siapa orang tua, alamat dan pekerjaan aku" jawab Rio


"Aku cubit ya" Kayla sudah mengangkat tangannya bersiap untuk mencubit Rio.


"Eh iya, aku ingat, aku ingat semuanya tentang hubungan kita, tentang masalah di Cafe itu dan juga ketika kamu cemburu aku ingat semuanya" Rio tersenyum mengejek Kayla

__ADS_1


"Kamu ini senang sekali menggoda Kayla, kamu benar ingat semuanya?" Kini Surya yang bertanya pada anak semata wayangnya itu


"Iya yah, aku sudah ingat semuanya" jawab Rio


"Syukurlah kamu sudah ingat semuanya" Surya tersenyum lega mendengar jawaban sang anak


"Apa aku perlu panggil dokter untuk memeriksa kamu?" Tanya Kayla


"Ku rasa tidak perlu, aku sudah baik-baik saja cuma kepala saja yang sedikit sakit karna terbentur di kamar mandi" ucap Rio


"Kamu kok bisa jatuh di kamar mandi sih? Apa kamu main-main di kamar mandi sehingga jatuh dan terbentur" ucap Surya


“Tadi aku buru-buru karna ayah katanya mau bicara, karna aku buru-buru tadi sampai tidak hati-hati dan tergelincir hingga jatuh terbentur” jawab Rio


“Lagian kamu sudah tahu kamar mandi itu basah dan licin kenapa tidak hati-hati karna buru-buru sampai tidak mengingat bahaya” omel Surya melihat anaknya yang ceroboh karna tingkahnya


Rio yang melihat ayahnya seperti ini hanya bisa menunjukkan deretan giginya yang putih.


“Memang ayah mau bicara apa sih, tadi kayaknya serius banget” tanya Rio menatap sang ayah


“Bukan apa-apa hanya masalah Cafe, kamu saja yang terlalu kepo jadi berujung ke rumah sakit kan”


“Kirain serius tadi mukanya kayak mau ujian tegang banget”


“Kamu ini, ayah mau ke dokter dulu mau tanya apakah boleh pulang atau harus dirawat inap” ujar Surya berlalu keluar


“Memang kamu yang jatuh karna hal sepele itu?” tanya Kayla


“Iya, aku kira ayah mau bicara yang serius banget sampai-sampai aku harus mandi dulu biar enak katanya yang mengobrol eh tahunya hanya masalah Cafe, tahu gitu tadi aku pelan-pelan saja biar tidak jatuh dan harus ke rumah sakit ini” ucap Rio


“Aku malah senang kamu jatuh tadi” ucap Kayla tersenyum


Mendengar ucapan Kayla membuat Rio heran.


“Jadi kamu senang kalo aku jatuh terus sakit, seandainya aku belum sadar pasti kamu senang kan” Rio menyipitkan matanya menatap Kayla


“Ya bukan begitu, aku senang karna akhirnya kamu ingat semuanya, ingat tentang kita lagi jadi aku tidak perlu membawamu setiap hari ke tempat-tempat yang pernah kita datangi dan harus menceritakan kisah kita lagi” jelas Kayla


“Kamu tidak mau membawa aku ke tempat-tempat itu jadi kamu tidak ikhlas” Rio berubah jadi sendu


“Bukan tidak mau dan tidak ikhlas hanya saja capek apalagi kalo disuruh cerita jadi kayak dongeng sebelum tidur” Kayla memanyunkan bibirnya


“Kalo kamu begitu aku gemas tahu, bisa-bisa aku khilaf nanti” Rio menaik turunkan alisnya


“Pasti pikirannya macam-macam kan, dasar lelaki huh pikirannya tidak pernah bersih” ucap Kayla

__ADS_1


“Pikiranku itu selalu bersih ya, tidak pernah kotor” sangkal Rio


__ADS_2