Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
56


__ADS_3

Pagi hari memang terasa sangat sejuk, apalagi di desa yang jauh dari kebisingan sepeda motor dan pohon-pohon masih terlihat hijau membuat suasana tenang. Rio yang sudah berangkat dari rumahnya menuju Cafe, setiap pagi setelah sholat dan makan bersama ayahnya Rio langsung berpamitan untuk pergi ke Cafenya agar ia bisa menyiapkan dan juga beristirahat sebentar sebelum pergi kuliah.


Namun betapa kagetnya Rio, ketika ia sampai dan mau membuka Cafwnya pintu itu sudah terbuka dan Rio langsung masuk ke dalam, Cafe yang kemarin rapi sekarang seperti pasar. Kursi yang berserakan di sana sini, serta piring dan sendok-sendok berjatuhan dilantai membuat lutut Rio lemas.


“Siapa yang melakukan ini” ucap Rio menahan amarahnya dan juga sakit hatinya


Rio terduduk lemas, ia tak menyangka akan ada kejadian seperti ini, siapa yang tega membuat Cafenya seperti ini, apa Rio melakukan kesalahan sehingga ia membalas dengan merusak Cafenya. Beberapa menit menatap seisi ruangan yang sudah berantakan membuat Rio harus bangkit dan segera merapikan semuanya, beruntung uang penghasilan Cafe selalu ia bawa pulang, kalau tidak mungkin sudah hilang.


Rio masih menerka-nerka siapa yang tega melakukan ini padanya, apa mungkin pencuri yang hendak mencuri uang atau barang berharga lainnya. Jika memang pencuri pasti kulkas dan barang-barang yang bisa dijual sudah diambil, tapi semua masih lengkap.


Merapikan semua sendok-sendok dan piring-piringnya lalu menaruh di tempat cucian agar nantinya bisa dicuci oleh karyawannya, Rio merapikan kursi yang terombang-ambing.


“Kenapa Cafenya jadi begini pak?” tanya karyawan Rio yang baru datang dan kaget sama seperti Rio sebelumnya


“Ayo bantu aku rapikan semua ini” ucap Rio tanpa menjawab pertanyaannya


Mereka membantu Rio, Cafe yang seharusnya buka terpaksa tutup karna Rio belum selesai membereskan dan juga mencuci semua sendok dan piring yang berjatuhan di lantai.


Bram yang baru datang pun kaget melihat keadaan Cafe Rio yang seperti habis tawuran.


“Kok bisa berantakan begini? Apa kamu lagi tawuran sampai berantakan seperti ini?” ucap Bram membuat Rio malas menanggapi anak itu


“Jangan banyak bicara, buruan bantu biar cepat selesai kalo cuma dilihat tidak akan selesai” ucap Rio


“Iya iya, ini juga bantuin” Bram menata kursi dan mengambil tisu yang berjatuhan


Setlah hampir satu jam mereka membereskan Cafe, akhirnya Cafe itu sudah kembali seperti semula. Bram, Rio dan juga dua karyawannya duduk untuk beristirahat dulu.


“Kenapa bisa jadi seperti ini?” tanya Bram pada Rio


“Aku juga tidak tahu, tadi pas mau buka pintunya sudah kebuka duluan pintunya terus aku masuk ya seperti yang kamu lihat tadi keadaannya sudah berantakan seperti ini” Rio menghela nafasnya


“Apa kamu punya musuh?” tanya Bram serius


“Aku tidak pernah punya musuh, cari masalah saja malas banget apalagi sampai punya musuh, tapi” Rio menghentikan ucapannya dan ia terkejut dengan hasil pemikirannya

__ADS_1


“Tapi apa? Jangan-jangan kamu” Bram menutup mulutnya dan menebak-nebak apa yang akan Rio katakan


“Pasti pikirannya tidak beres nih” ujar Rio melihat Rio yang terkejut dengan jawabannya sendiri


“Jangan-jangan kamu punya geng atau komplotan terus membuat onar terus dia marah tidak terima dan mengacak-acak Cafe kamu” ucap Bram menatap Rio dengan serius


“Pikiranmu kejauhan, kok bisa mikir aku punya komplotan begitu. Maksud aku itu aku tidak punya musuh tapi ada orang yang selalu gangguin aku waktu di kampus apa jangan-jangan dia orangnya, tapi tidak mungkin” ucap Rio tampak berpikir


“Memang siapa dia?” tanya Bram


“Denis, dia tidak pernah berlaku kasar sih cuma kalo Anggi dekat-dekat sama aku kalo dia diam Denis tidak pernah ganggu yang berlebihan paling cuma bicara yang aneh-aneh saja” ucap Rio


“Terus siapa dong, aduh kok aku jadi pusing begini. Apa tidak ada CCTV di sini?” tanya Bram


“Mana ada duit buat beli CCTV” Rio menghela nafasnya


“Kita ke kampus dulu, nanti kita selidiki siapa tahu di sebelah ada CCTV “ucap Bram menenangkan Rio


Rio berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya, Bram dan Rio keluar dari Cafe dan menuju kampus. Setelah melihat dua orang yang keluar dari Cafe, seorang dengan pakaian hitam dan memakai masker keluar dari persembunyiannya.


Selesai kuliah Rio mencoba bertanya pada toko yang ada di sampingnya untuk melihat CCTV.


“Permisi pak” sapa Rio pada penjaga toko


“Iya ada apa mas?” tanyanya


“Apa di toko bapak ada CCTV?” tanya Rio


“Ada mas” jawabnya


“Boleh saya melihat CCTV semalam pak, karna Cafe saya ada yang mengacak-acak saya ingin tahu siapa pelakunya pak” jelas Rio


“Bisa mas, mari masuk” ajaknya


Rio fokus memperhatikan layar, ia melihat dua orang pria dengan memakai topi dan masker merusak pintu dan masuk ke dalam Cafe. Rio memperlambat gerakannya berharap ia bisa melihat wajah pelaku. Rio mulai memperhatikan wajahnya, ia seperti tidak asing tapi Rio belum tahu siapa. Rio merekamnya untuk ditunjukkan pada Bram agar Bram bisa membantu memecahkan kasus ini.

__ADS_1


“Terima kasih ya pak” ucap Rio setelah selesai merekam


“Iya mas, bagaimana sudah tahu siapa pelakunya?” tanya bapak penjaga toko


“Belum pak, ini mau diselidiki dulu, takutnya malah salah orang nanti” ucap Rio “Kalau begitu saya permisi ya pak” pamit Rio


“Iya mas” jawabnya


Rio keluar dari toko membawa rekaman CCTV, ia akan mencari tahu siapa yang melakukan semua ini, mengapa ia tega membuat Cafenya berantakan. Rio tak habis pikir, ia harus menggunakan uang yang seharusnya ia kembalikan pada Bram untuk membeli dan memperbaiki beberapa barang yang rusak karna kejadian itu.


“Bagaimana” ujar Bram menepuk pundak Rio


“Kamu itu bikin kaget saja, kalau baru datang itu bilang salam kek biar tahu kalau ada orang” omel Rio


“Iya iya maaf, habisnya kamu fokus banget merhatiin Hpnya ya aku kira kamu dengar kalau aku jalan” ucap Bram


“Coba kamu lihat ini” Rio memberikan Hpnya pada Bram agar ia melihat rekaman itu


Bram melihat rekaman itu dan mencoba mengingat dengan orang-orang yang dikenal atau yang pernah ia temui, tapi nyatanya Bram tidak mengenal dua pria yang merusak Cafe Rio.


“Kamu dapat dari mana rekaman ini?” tanya Bram


“Di toko sebelah, kamu kenal tidak siapa pelakunya?” tanya Rio


“Aku tidak pernah bertemu dengan orang ini, kemungkinan ini orang bayaran yang dibayar untuk menghancurkan Cafe kamu” ucap Bram serius


“Kalo begini caranya kita tidak akan tahu siapa pelakunya” Rio menghela nafasnya “Sepertinya aku harus segera pindah di dekat sini agar bisa mengawasi Cafe ini” ucap Rio


“Kamu sudah ada uang buat beli atau sewa rumah di sini?” tanya Bram


“Belum sih, tapi di Cafe kan ada satu ruangan tempat istirahat mungkin aku akan tinggal di situ dulu” ucap Rio


“Lalu ayah kamu?” tanya Bram


“Aku akan ajak ayah ke sini kalau sudah punya rumah, jadi biar ayah tinggal di kampung dulu aku bisa pulang seminggu dua atau tiga kali ke sana, aku tidak mau kejadian semalam terulang, bisa-bisa aku rugi” ujar Rio

__ADS_1


__ADS_2