
Di Cafe Rio sudah berberes karna sudah tutup, malam ini ia akan pulang ke rumahnya. Sudah dua malam ia menginap di Cafe, pasti ayahnya akan khawatir kalau ia tidak pulang malam ini. Selama perjalanan Rio hanya memikirkan cara agar Cafenya terus ramai dan diminati banyak orang. Tinggal sedikit lagi Rio akan bisa mengembalikan uang yang dipinjam ke Bram.
Sesampainya di rumah, Rio masuk untuk mencari keberadaan ayahnya, biasanya Surya akan menunggu Rio pulang barulah ia bisa tidur. Tapi Rio tak menemukan keberadaannya, Rio masuk ke dalam kamar ayahnya untuk melihat apakah ayahnya sudah tidur atau belum.
“Assalamualaikum ayah” ucap Rio
“Waalaikumsalam sudah pulang nak, ayah kira kamu akan menginap di Cafe lagi, jadi ayah tidur” ujar Surya
“Iya yah, tidak apa-apa ayah lanjut saja tidurnya Rio mau ke kamar dulu” ucap Rio
Rio keluar dari kamar ayahnya dan masuk ke kamarnya, ia merasa tubuhnya sangat lelah karna seharian ini banyak yang datang ke Cafenya. Ia langsung bergegas mandi agar tubuhnya kembali segar dan ia langsung tidur agar besok kembali segar dan tubuhnya bertenaga lagi.
Malam berganti, mentari bersinar lagi untuk menyambut hari cerah bagi mereka yang akan memulai hari yang indah. Pergantian hari seperti ditunggu-tunggu, karna selalu ada harapan untuk hidup yang lebih cerah dan bahagia.
Rio berpamitan pada ayahnya untuk berangkat ke Cafe.
“Rio berangkat ya ayah” pamit Rio
“Iya nak hati-hati ya bawa motornya, kamu menginap atau pulang nanti? Takutnya ayah ketiduran lagi” ucap Surya
“Kayaknya pulang deh yah, ayah kalo mau tidur tidak apa-apa kasihan ayah harus nunggu Rio sampai tengah malam” ujar Rio
“Tidak, ayah akan menunggu sampai kamu pulang, tapi kadang suka ketiduran karna nunggunya sambil tiduran” ucap Surya tersenyum
“Ya sudah, kalo ayah merasa ngatuk, ayah tidur ya tidak perlu menunggu Rio, takutnya Rio malam pulangnya” ujar Rio
“Iya nak” ucap Surya
“Rio berangkat yah, Assalamualaikum” ucap Rio
“Waalaikumsalam”
Rio mengendarai motornya, dan menuju Cafe.
Sesampainya di Cafe, ia melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 07:00, HPnya berbunyi.
“Assalamualaikum” ujar Rio
“Waalaikumsalam, kamu di Cafe Rio?” tanya Kayla
Yang meneleponnya adalah Kayla.
“Iya aku di Cafe, baru saja sampai” jawab Rio
“Aku ke sana ya, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu” ucap Kayla
__ADS_1
“Iya, aku tunggu ya” ucap Rio
“Ya sudah, Assalamualaikum” ujar Kayla
“Waalaikumsalam” Rio mematikan sambungan teleponnya.
Setelah menunggu, Kayla datang dan langsung masuk ke Cafe.
“Ayo masuk Kayla, duduk sini” ucap Rio
Kayla langsung duduk di samping Rio.
“Kenapa wajah kamu seperti itu, apa ada sesuatu?” tanya Rio
“Aku mau bicara serius sama kamu” ucap Kayla
“Iya, tentang apa?” tanya Rio lagi
“Tentang hubungan kita” jawab Kayla
“Kenapa hubungan kita?” tanya Rio penasaran
“Kemarin pulang dari sini nenek bilang sesuatu sama aku” Kayla menunduk seperti tak sanggup melanjutkan ucapannya
“Kamu tenang dulu ya, pelan-pelan saja jelasinnya” ucap Rio
“Dijo-jodohkan” ucap Rio tak menyangka dengan apa yang didengarnya
“Iya, tapi aku sudah menolak dan mamah mau bantu aku untuk bicara sama nenek agar perjodohan ini dibatalkan” ucap Kayla menunduk, ia tak sanggu menatap Rio
“Apa alasan nenek kamu menjodohkan kamu?” Tanya Rio
“Nenek bilang, orang yang akan dijodohkan dengan aku orangnya mapan dan masa depan aku akan lebih bahagia dan tidak akan susah” ucap Kayla
“Aku akan buktikan, kalo usaha aku akan sukses, kamu harus menunggu semua itu Kayla, ketika nanti usaha aku sukses aku akan langsung melamar kamu, aku mohon batalkan perjodohan ini” ucap Rio menahan sedih dan emosinya
“Aku akan berusaha meyakinkan nenek bahwa pilihan aku bisa membahagiakan aku” ucap Kayla yakin
“Terima kasih, terima kasih kamu sudah yakin sama aku, aku akan berusaha lebih keras lagi” ucap Rio meyakinkan Kayla
“Iya Rio, kamu harus berusaha aku yakin kamu bisa, aku akan menunggu semua itu” ucap Kayla
Rio tersenyum mendengar ucapan Kayla, ia tak perlu khawatir dengan perasaan Kayla.
“Ya sudah kamu duduk di sini ya, aku mau bantu yang lain dulu di belakang” ucap Rio
__ADS_1
Kayla mengangguk, Rio pun pergi ke dapur membantu karyawannya untuk menyiapkan bahan-bahan masakan. Karna sibuk memainkan ponselnya Kayla tidak menyadari kalau Bram membuka pintu dan sudah di depannya.
“Kayla, Rio mana?” tanya Bram
“Bram, kapan kamu datang kenapa aku tidak lihat?” tanya Kayla
“Kamu tadi main HP mana mungkin bisa lihat aku masuk ke sini” ujar Bram
“Duduk dulu, aku mau bicara sama kamu” ujar Kayla
“Mau bicara apa sih, serius amat kayaknya” ujar Bram
“Aku yakin kamu pasti sudah tahu tentang perjodohan ini kan?” ucap Kayla
“Iya, kemarin nenek kamu datang ke rumah untuk membahas itu, tentu aku kaget mendengar maksud nenek kamu, padahal kita tidak pernah bertindak berlebihan, aku ketemu kamu saja waktu ada acara syukuran di rumah kamu” ujar Bram
“Iya aku juga bingung harus bagaimana, aku sudah menolak dan meminta nenek membatalkan perjodohan ini, tapi nenek tetap kekeh dengan keputusannya aku sampai bingung harus bagaimana lagi” ucap Kayla frustasi
“Apa kamu sudah bilang sama Rio?” tanya Bram
“Iya, aku sudah bilang sama Rio, tapi aku tidak bilang kalau orangnya itu kamu. Aku harap kita bisa sembunyikan masalah ini dari Rio sampai kita bisa menyelesaikan masalah ini dan membatalkan perjodohan ini” ucap Kayla serius
“Ya mungkin dengan cara begitu, Rio bisa sedikit lebih tenang dan tidak merusak pertemanan diantara kita” ucap Bram
“Iya kamu benar, aku tidak mau pertemanan kita malah rusak karna masalah ini” ujar Kayla
“Kita bersikap biasa saja seperti biasanya, anggap tidak ada apa-apa agar Rio tidak curiga” ucap Bram
Kayla mengangguk paham, bagaimana pun juga ia tak mau kalau pertemanan Rio dan Bram harus hancur karna perjodohan konyol ini. Setidaknya ia masih bisa membujuk neneknya agar tidak meneruskan perjodohan ini. Bram sepertinya tidak menginginkan perjodohan ini, jadi Kayla bisa melakukan sesuatu agar ia dan Bram tidak dijodohkan.
“Eh Bram, datang dari tadi?” tanya Rio
Bram dan Kayla kaget mendengar suara Rio, mereka takut Rio mendengar apa yang dibicarakannya.
“Tidak kok, baru sampai dan langsung menyapa Kayla dan katanya kamu lagi di belakang. Aku kira Kayla kerja di sini karna sepagi ini sudah di Cafe” gurau Bram
“Mana mampu aku gaji Kayla kalo bekerja di sini” ucap Rio diselingi tawa
“Kalo kerja di sini tidak perlu dibayar tidak masalah, asal dibayar dengan cinta dan kasih sayang” ucap Kayla
“Haduh, bikin iri yang jomblo saja pasangan baru ini” ucap Bram
“Makanya cari pasangan” ucap Kayla
“Ya mau bagaimana sudah cari ke sana sini malah belum dapat yang srek, adanya yang maunya dibelanjain doang, mana mampu aku” ucapnya memelas seperti orang yang perlu dikasihani
__ADS_1
“Halah sok miskin kamu, perusahaan papi kamu kan besar kalo Cuma buat bayar belanjaan cewek-cewek doang tidak akan sampai bangkrut” ucap Rio tertawa
“Ya memang, tapi kalo setiap hari seperti itu, bisa-bisa benar bangkrut aku” Bram menggelengkan kepala membayangkan jika semua itu benar-benar terjadi