My Best Photo

My Best Photo
Membuka Hati


__ADS_3

Pagi ini Maura menyiapkan sarapan untuk Ben. 2 hari sudah mereka kembali dari Medan dan Ben langsung disibukan dengan persiapan pernikahan Rachel. Semalam saja Ben pulang sudah hampir jam 2 subuh.


Saat sarapan selesai dibuat, bel pintu apartemen berbunyi. Maura agak heran karena biasanya intercom akan berbunyi barulah yang datang diijinkan naik ke atas. Mungkin yang datang adalah seseorang yang sudah biasa ke sini, pikir Maura lalu segera membukanya.


"Mommy?" agak terkejut Maura melihat ibu mertuanya yang datang saat hari masih pagi.


"Selamat pagi sayang..." sapa Alicia sambil mencium pipi Maura dengan hangat.


"Selamat pagi mommy. Ayo masuk!" Maura melebarkan daun pintu dan membiarkan mertuanya itu masuk. Ini adalah kunjungan pertama Alicia saat mereka sudah menikah.


"Mana, Ben?" tanya Alicia.


"Masih tidur, mom. semalam dia pulang sudah sangat larut."


"Oh....." Alicia mengangguk lalu menyodorkan paper bag yang dibawahnya "Ini gaun untukmu. Kau pakailah dipernikahan Rachel Thomson"


"Terima kasih, mom." Maura langsung membukanya. Sebuah gaun berwarna putih yang sangat cantik.


"Bau enak apa ini?" tanya Alicia.


"Oh...aku baru saja membuatkan sarapan untuk Ben" kata Maura sedikit malu-malu.


Alicia menuju ke dapur dan segera memeriksanya "Wah, kau memasak sup ikan dan sayur brokoli? Ini memang kesukaan Ben. Boleh mommy coba?" tanya Alicia.


"Tentu saja" Maura dengan senang hati menyiapkan sarapan untuk mertuanya. Keduanya duduk di meja makan. Namun Maura belum sarapan.


"Kau tidak ikut sarapan?" tanya Alicia.


"Aku menungguh, Ben"


Alicia tersenyum "Maura sayang, kalian sudah sebulan lebih menikah. Apakah sudah ada tanda-tandanya?"


"Tanda-tanda, apa mom?"


"Kehamilanmu"


Wajah Maura langsung bersemu merah. Bagaimana harus dia katakan pada mertuanya kalau dia dan Ben nanti making love saat di Medan?


"Belum mom"


"Jangan lama-lama ya..., mom sudah tak sabar ingin memiliki cucu. Harry kakaknya Ben walaupun sudah 3 tahun menikah belum juga memberikan mom cucu karena istrinya masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang model" Alicia menghabiskan sarapannya lalu menatap menantunya dengan seksama.


"Anak Mommy ada 3. Namun mommy memberikan perhatian extra pada Ben karena dia sangat istimewa bagi mommy. Mommy dan daddy juga menikah karena dijodohlan. Waktu Harry berusia 3 tahun, pernikahan kami sempat goyah karena mommy sibuk dengan pekerjaan sebagai seorang disainer yang baru saja merintis karir. Ada rasa stres membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Akhirnya mommy memilih pergi dari rumah setelah bertengkar dengan daddy. Mommy sungguh tak tahu kalau saat itu mommy sedang hamil. Mommy ingin menggugurkan kandungan mommy, bahkan mommy beberapa kali minum obat. Saat daddy tahu mommy hamil, daddy berusaha membangun hubungan kami agar menjadi lebih baik lagi. Kami akhirnya bersama lagi. Lalu Ben lahir dalam keadaan yang sakit. Dokter bahkan memprediksi kalau Ben tak akan selamat. Saat itu mommy sangat menyesal karena dulu ingin mengugurkan Ben. Siang malam mommy berdoa agar Tuhan memberikan Ben kesembuhan. Sampai akhirnya setelah dirawat selama hampir 3 bulan mommy bisa membawa Ben pulang."Alicia menghapus air matanya.


"Sejak kecil Ben sering sakit. Mommy selalu menangis setiap kali Ben masuk rumah sakit. Ungtunglah setelah ia remaja, dia sudah bertumbuh menjadi remaja yang sehat. Ben rajin berolahraga dan minum vitamin, ia juga selalu makan makanan yang sehat. Walaupun begitu, mommy selalu saja khawatir dengannya. "Alicia meraih tangan Maura dan menggenggamnya erat.


"Mommy melihat kalian berciuman di dekat sungai Thames beberapa waktu yang lalu. Saat melihatmu, mommy jadi tahu kalau anak sambungnya Iriana"

__ADS_1


" Mommy menunjukan fotomu pada Ben dan dia langsung setuju untuk menikah denganmu. Mommy bahagia waktu kau menerima pernikahan ini."


Jadi ide perjodohan ini memang datangnya dari mommy? batin Maura.


"Good morning......!" Ben turun dari tangga. Ia kelihatan baru selesai mandi. Wajahnya langsung tersenyum melihat mommy ada di sana.


"Hi mom...!" Ben mendekat, lalu mencium pipi mamanya lembut lalu mendekati Maura dan melakukan hal yang sama.


"Apa yang mommy lakukan di sini?" tanya Ben lalu duduk di samping Maura.


"Mengantar gaun untuk Maura. Seperti permintaanmu" ujar Alicia.


Maura menatap Ben. Ia tak menyangkah kalau Ben akan memikirkan hal itu.


"Ya sayang....aku meminta mommy untuk membuatkan sebuah gaun untukmu" Kata Ben sambil membelai pipi Maura.


Alicia tersenyum melihat Maura sedikit tersipu.


"Mommy pulang dulu ya....sampai jumpa besok di pernikahan Rachel." pamit Alicia.


Ben mengantar mommy nya ke depan pintu sementara Maura menyiapkan sarapan untuk Ben.


"Ben, berhentilah menjadi playboy. Jadilah suami yang baik untuk istrimu dan cepat berikan mommy seorang cucu" tegas Alicia sebelum menghilang dibalik pintu.


Ben hanya terkekeh lalu segera menutup pintu dan kembali ke ruang makan.


Ben mengangguk dan segera duduk di samping istrinya.


"Apa yang kalian perbincangkan tadi?" tanya Ben lalu meneguk susunya.


"Hanya perbincangan biasa saja"


"Apa mommy nggak minta cucu?"


Maura tersedak. Ben menepuk punggung istrinya lalu memberikan segalas air putih agar diminum Maura.


"Mengapa sampai tersedak? Aku kan hanya bertanya" seru Ben.


"Pertanyaanmu aneh...!"


Ben menangkup pipi Maura dengan kedua tangannya. Menatap ke manik hitam itu "Memangnya mama nggak ingin punya anak bersama papa?"


"Ben...lepaskan...!"


"Jawab dulu pertanyaan papa.."


"Kita kan baru saja.....ma...king love ba..gaimana bisa langsung ha...mil?" ujar Maura agak terbata.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan sering melakukannya supaya prosesnya cepat..." kata Ben sensual dan langsung mencium Maura.


"Ben....sarapanmu!" Maura mendorong tubuh Ben dan langsung berdiri sambil menjauh. Ben mengejarnya dan memeluk Maura sampai keduanya jatuh ke atas sofa.


"Papa akan menghukum mama karena selalu menyebut nama Ben..."


"Sarapannya nanti dingin, pa"


"Papa mau memakan mama dulu..."


"Tapi ini di sofa..."


"Tidak apa-apa rasanya tetap sama" Ben langsung membungkam mulut Maura dengan ciumannya. Semenjak pulang dari Medan mereka memang belum pernah bercinta lagi karena kesibukan Ben. Dan Ben tak mau menundah lagi untuk pagi ini.


************


Pesta pernikahan Joe dan Rachel sangat meriah dan dihadiri oleh berbagai kalangan.


Sesaat Maura ingat dengan pernikahan mereka. Pesta itu juga sangat meriah dan dihadiri oleh kaum bangsawan dan para artis ternama Inggris.


Pandangan Maura tertuju pada pasangan suami istri yang nampak mesra dan selalu bergandengan tangan. Siapa lagi kalau bukan Ezekiel dan Faith. Maura harus jujur mengakui kalau Faith adalah perempuan yang sangat cantik dan lembut. Ezekiel nampak menjaganya dengan sedikit posesif seolah tak ingin mengijinkan ada pria lain yang mendekati atau memandang istrinya.


Ben pernah jatuh cinta pada Faith. Wajarlah, dia gadis yang sangat cantik.


"Hei...sayang.." Ben muncul di samping Maura sambil membawa 2 gelas minuman. Ia menyerahkannya pada Maura.


"Apa yang mama lihat?"


"Faith. Dia sangat cantik sehingga suaminya serasa enggan melepaskan pegangan tangannya"


"Mama juga cantik" kata Ben lalu meneguk minumannya.


"Bahkan di mata papa, mama lebih cantik dari semua perempuan yang ada di pesta ini"


"Dasar gombal" Maura pura-pura mencibir namun sesungguhnya ia mulai suka mendengar semua pujian Ben padanya.


Ben tersenyum lalu mencium pipi istrinya dengan gemas. Maura selalu saja berusaha menutupi rasa dalam hatinya. Pada hal Ben sudah tahu kalau istrinya itu telah jatuh cinta padanya.


Tak jauh dari situ, nampak ada seorang pria yang diam-diam memperhatikan Maura lalu mengirim sms.


Bos, nona Maura sudah kembali


Tak lama kemudian terdengarlah sms balasan.


Tunggulah aku kembali, awasi saja dia supaya tak pergi dari London.


MAKASIH SUDAH BACA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARI JIKA SUKA YA...


__ADS_2