My Best Photo

My Best Photo
Semakin Dekat


__ADS_3

Latihan bersama The Crown dapat menghilangkan rasa gundah Maura atas keadaan Ben yang belum juga membaik.


3 hari belakangan ini, mereka pun latihan bersama Arnold. Anggota The Crown sangat senang karena sekalipun Arnold seorang penyanyi yang sudah terkenal di seluruh pelosok dunia, cowok ganteng berbadan atletis itu sama sekali tak sombong.


Seperti hari ini, ketika mereka baru selesai latihan, asistent Arnold membawakan beberapa kue dan minuman dingin. Semua pun langsung menikmatinya dengan gembira.


"Apakah panggungnya sudah bisa digunakan untuk latihan?" tanya Arnold.


Maura yang sedang mengeringkan keringatnya menatap Arnold.


"Besok panggungnya sudah siap. Kita bisa latihan di sana. Oh ya Arnold, temannya mommy Alicia yaitu perancang khusus gaun pengantin ingin berpartisipasi dalam acara ini. Dia ingin saat kau menyanyikan lagu forever para model akan berjalan untuk peragaan busananya"


Arnold mengangguk "Kebetulan besok Edward Kim akan datang jadi kita bisa latihan bersama"


Maura menarik napas panjang "Edward sangat menyayangi, Ben. Semoga kehadiran Edward dapat menolong Ben."


"Ben pasti akan sembuh. Cinta punya banyak cara untuk menemukan jalan pulang"


Maura menatap Arnold. "Kau banyak menghibur orang dengan lagumu. Aku salah satu penggemarmu yang sejak dulu sangat suka dengan lagumu. Namun dari semua lagu yang kau nyanyikan, aku paling suka yang judulnya Forever. Pada hal lagu itu adalah lagu yang kau nyanyikan 6 tahun yang lalu. Namun masih tetap eksis sampai hari ini"


"Aku menyanyikan lagu itu di pernikahannya Ezekiel dan Faith. Aku juga menyanyikannya di pernikahanmu dan Ben. Lagu itu juga yang membuat Ezekiel dan Faith bersatu kembali. Di konser amal ini, aku akan menyanyikannya lagi, kamu akan menari didekatku dan aku akan meminta Ben memotret kita. Aku akan mencoba membangkitkan kenangan Ben." kata Arnold dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih, Arnold. Kalian memang teman-teman terbaik Ben"


Arnold menepuk pundak Maura seolah memberi kekuatan bagi perempuan itu.


"Ben harusnya bahagia bersamamu karena hanya Maura Belinda yang mampu membuatnya mau terikat dalam pernikahan"


Maura menatap Arnold sambil mengerutkan dahinya "Maksudnya?"


"Aku kenal Ben saat usiaku 15 tahun. Dia memang sejak remaja sudah digandrungi banyak gadis karena sikap manisnya dan kemampuannya memainkan kata untuk merayu wanita. Ben pernah berkata bahwa ia tak akan pernah menikah karena ia tak yakin akan setia dengan satu wanita. Makanya saat mendengar Ben akan menikah, aku sangat terkejut. Karena itu aku yakin bahwa Ben sungguh-sungguh menyayangimu"


Maura menarik napas lega "Makasi Arnold karena membuatku senang saat ini. Oh ya kalau boleh aku tahu lagu forever itu dituliskan oleh siapa? Kata-katanya sangat bagus. Seperti sebuah puisi"


Arnold menatap jauh ke depan. Lalu ia menatap Maura "Itu memang puisi yang dituliskan oleh seorang perempuan dari Indonesia"


"Oh ya? Apakah kau juga menyukai gadis Indonesia?"


Arnold berdiri. Ia menepuk pipi Maura dengan lembut "Aku bukan hanya menyukainya. Namun sangat memujanya. Dan aku senang karena Ezekiel dan Ben memilikinya"


"Memangnya kau tak memilikinya?"


Arnold menggeleng "Aku mungkin kurang beruntung" ia lalu melangkah mendekati anak-anak The Crown yang lain "Ayo kita latihan lagi!"


(Mau tahu lirik lagu Forever yang membuat Faith dan Maura fans berat dengan Arnold Manola? Baca aja kisahnya Arnold dalam SONG IN MY LIFE)


***********


Tangan Ben memegang sebuah kamera. Ia merasa ada ikatan yang sangat kuat antara dirinya dan kamera ini. Seperti bayang ada bayangan seorang anak kecil yang memegang kamera yang sama.


"Itu kamera pertamamu, nak. Hadiah dari Daddy saat kau berusia 10 tahun. Kau selalu menjaganya, membersihkannya dan masih menggunakannya" kata Alicia sambil memeluk putranya yang sedang duduk itu.


Ben hanya menarik napas panjang. Diam tak bicara seperti biasanya. Sekalipun Alicia sangat sedih karena Ben nampaknya lebih senang berbicara dengan Mira namun ia bersyukur karena Ben masih mau terus tinggal di rumah ini.


Mira masuk ke ruangan itu sambil membawa secangkir kopi untuk Ben.


"Mommy pergi dulu ya.." pamit Alicia dan langsung meninggalkan kamar Ben, memberi ruang bagi mereka untuk berdua.


"Ini kopinya" Mira meletakannya di depan Ben.

__ADS_1


Ben melepaskan kamera yang ada ditangannya lalu menarik tangan Mira agar duduk dipangkuannya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ben sambil mengusap perut Mira dengan lembut.


"Dia baik-baik saja."


"Maaf kemarin aku tak menemanimu ke dokter. Aku sedang di studioku dan tiba-tiba saja merasa pusing"


"Tidak apa-apa. Dokter mengatakan kalau pertumbuhannya baik. Jenis kelaminnya bahkan sudah diketahui"


"Oh ya?"


"This is baby girl"


Wajah Ben langsung berseri "Hallo baby girl..!"


Mira jadi haru. Ia melepaskan tangan Ben yang masih melingkar dipinggangnya. Lalu ia berdiri dan duduk di samping Ben.


"Kau akan pergi ke konser itu?" tanya Mira.


"Mungkin tidak!"


"Ayolah, Ben. Aku juga ingin melihat konser amal itu. Lagi pula Edward Kim akan hadir. Kau tahu kan aku sangat suka dengan piano." bujuk Mira.


"Edward Kim?"


"Ya. Dia adalah sepupumu. Itu yang mamamu katakan"


"Sepupuku?"


Selintas ada bayangan orang yang bermain piano dan Ben ada di sana dengan seseorang yang mengenakan gaun pengantin dan sepertinya sedang berdansa.


Mira langsung mengambil obat Ben didalam laci dan memberikannya satu butir pada Ben.


"Dokter mengatakan kalau kau mengingat sesuatu jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingatnya. Itu akan membuatmu sakit kepala." Mira langsung memijat kepala Ben perlahan.


"Aku mau tidur!"Ben langsung berdiri dan menuju ke ranjangnya.


Mira langsung menyelimuti tubuh Ben.


"Jangan tinggalkan aku..!" Ben menahan tangan Mira yang akan beranjak pergi.


Mira duduk kembali dipinggir ranjang. "Tidurlah, Ben" kata Mira sambil mengusap tangan Ben yang masih memegang tangannya.


Mata Ben yang terpejam seperti mendapatkan bayang-bayang seorang gadis. Ada kata-kata yang selalu terngiang di kepalanya.


"Selama itu pula, aku tak akan pernah menghianatimu. Aku takan pernah meninggalkanmu. Sekalipun kau meminta aku ribuan kali untuk pergi, aku juga punya ribuan alasan untuk tetap ada di sampingmu"


************


Konser amal yang dilakukan oleh Arnold Manola dan beberapa teman penyanyi mendapat sambutan baik dari seluruh masyarakat. Semua tiket konser sudah habis terjual secara online.


Ben akhirnya hadir setelah dipaksa oleh Mira. Mereka bahkan mendapatkan tempat duduk di atas panggung bersama Ezekiel, Faith, Joe, Rachel dan nyonya Alicia.


Edward Kim mendekati sepupunya yang duduk bersama Mira"Ben, kau sama sekali tak mengingat aku?"


Ben menatap pria tampan di depannya. Bermata sipit namun bola matanya berwarna biru. Sepertinya pria ini berdarah campuran.


"Siapa ya?" tanya Ben dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Aku Edward Kim. Aku sepupumu yang tinggal di Seoul" kata Edward dengan wajah kecewanya karena Ben lupa dengannya.


"Maaf...!" kata Ben datar.


Arnold mendekat dengan sebuah kamera di tangannya. "Ben, tolong ambil gambar aku dan Edward di atas panggung ya? Foto juga para penarinya" kata Arnold.


"Mengapa harus aku? Aku tak tahu cara mengambil gambar yang baik" tolak Ben.


"Ben, bakatmu itu sudah ada sejak kau dilahirkan. Aku percaya kau pasti bisa melakukannya walaupun sekarang kau sedang melupakan kami semua" kata Edward diikuti oleh anggukan Arnold.


Ben menatap Mira "Aku yakin kau bisa Ben" kata Mira sambil menepuk tangan Ben yang sedang memegang tangannya.


"Akan ku coba!" Ben pun menerima kamera itu.


Edward dan Arnold saling berpandangan sambil tersenyum.


Konserpun dimulai. Arnold tampil pertama dengan membawa lagunya yang beriraman disko.


Ben pun berdiri di dekat panggung sambil membidik kameranya. Setiap kali ia mengarahkan kamera itu pada Maura, hati Ben selalu berdesir.


"Hallo...semuanya....terima kasih karena sudah mendukung kami di acara konser amal ini. Saya akan menutup konser ini dengan lagu Forever" ujar Arnold dan langsung disambut teriakan histeris dari para fansnya.


"Terima kasih untuk temanku Edward Kim yang selalu memberikan sentuhan indah dari lagu ini melalui permainan Pianonya.Lagu ini kupersembahkan khusus untuk temanku, Ben. Cinta akan membawamu kembali" ujar Arnold.


Edward lansung memainkan pianonya. Para model langsung keluar satu persatu memakai gaun pengantin. Arnold memegang tangan Maura yang sudah mengenakan gaun putih. Maura tersenyum dan menari seperti balerina mengikuti arah langkah Arnold.


Tangan Ben bergetar mendengar lagu itu. Ia merasa seperti mengalami Dejavu (Ben sebenarnya sedang mengingat kejadian dimana Ezekiel dan Arnold yang menyanyikan lagu ini untuk Faith di konsernya Arnold dan dia juga berdiri di dekat panggung mengambil gambar dari kameranya).


Telinga Ben pun kembali mendengar kata-kata yang di ucapkan saat pernikahannya.


"Benecdik Jeremia Aslon, apakah kau menerima Maura Belinda Nasution sebagai istrimu yang sah. Maukah kau berjanji untuk terus menyayangi dan mencintai baik sehat maupun sakit, baik dalam kelimpahan dan kekurangan, tetap setia seumur hidupmu sampai maut yang memisahkan?"


Ben membidik kameranya lagi. Kali ini, ia mengarahkannya khusus pada Maura. Potongan kenangan saat Maura mengenakan gaun pengantinnya pun memenuhi kepala Ben.


Perlahan Ben mundur. Mendekati Mira yang nampak khawatir melihat wajah pucat Ben.


Saat penonton bertepuk tangan karena lagu yang Arnold nyanyikan sudah selesai, Ben pun pingsan di dekat Mira.


***********


Semua yang ada di ruangan itu menatap Ben yang masih terbaring lemah. Walaupun dokter mengatakan bahwa Ben baik-baik saja sebab apa yang dialaminya merupakan pikiran alam bawa sadarnya yang mencoba membuka lembaran masa lalunya, tetap saja mereka khawatir.


Ben tiba-tiba bergerak dan terdengarlah ia memanggil seseorang.


"Maura....sayang....Inda holang, dimana kamu?"


Semua menjadi tegang. Maura pun bergerak maju mendekati ranjang. Air matanya mengalir tanpa bisa ditahan. Ben memanggilnya. Sekalipun mata pria itu tertutup namun ia mengucapkannya secara jelas dalam bahasa Indonesia.


MAU BACA CERITA ROMANTIS LAINNYA, YUK INTIP NOVEL BERJUDUL : BUKAN WONDER WOMAN


Authornya : AERI


Cerita cintanya agak beda dari yang lain makanya asyik untuk dibaca.


MAKASI SUDAH BACA PART INI


SEMOGA SUKA YA...


MASIH BAPER NGGAK???

__ADS_1


BIAR BAPER JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA????


__ADS_2