
Patricia menatap adiknya yang sedang duduk di dekat kolam renang.
"Patrick....apakah kau keluar bersama Maura?"
"Iya. Kenapa kak?"
"Dia sudah punya suami" kata Patricia sambil duduk di samping adiknya.
"Ben? Kayaknya laki-laki itu tak mencintainya. Buktinya dia tidak marah saat melihat kami bersama sambil aku menggenggam tangan Maura."
Patricia tersenyum. "Tapi Maura mencintai suaminya"
"Aku akan merebutnya"
"Kau akan terluka, Patrick."
Patrick menatap kakaknya "Kau akan membantuku. Aku tahu kalau kau sangat menyukai, Ben."
"Setiap wanita menyukai Ben. Namun Ben sudah menikahi Maura. Dia akan setia pada istrinya itu."
Patrick mencibir "Sekali play boy tetap saja play boy. Aku tidak rela, gadis sebaik Maura justru jatuh ke tangan pria seperti Ben."
Patricia menepuk bahu adiknya "Kau pasti tahu apa yang selalu diajarkan mama pada kita. Jangan menginginkan apapun yang dipunyai sesama. Karena menyukai milik orang lain akan menyakiti dirimu sendiri"
Patrick menatap kakaknya yang sudah melangkah meninggalkannya. Ia kembali menatap air kolam dengan perasaan gundah.
Aku tak mau suatu saat nanti Ben menyakitinya. Aku sungguh mencintaimu Maura. Pertemuan kita kali ini menyadarkanku bahwa cinta pertamaku ini tak pernah mati. Aku menginginkanmu.....
***********
Setelah selesai berdandan, Maura pun turun ke bawah. Ia menemukan Naomi yang sedang membersihkan ruang makan.
"Kok sepi? yang lain ke mana?"
"Nyonya dan tuan sedang pergi. Ada acara pesta pernikahan sahabat mereka. Tuan kecil belum pulang dari latihan basket. Nona mau kemana?"
"Patrick mengajakku makan malam sambil menawarkan pekerjaan untuk menjadi penata panggung."
"Nona.....jangan main api."
"Maksudnya?"
Naomi menarik napas panjang " Jangan lampiaskan rasa kesalmu pada tuan Ben dengan membiarkan pria lain mendekatimu. Selesaikan dulu masalahnya. Nanti nona akan kehilangan dan itu pasti menyakitkan"
Maura menatap Naomi dengan wajah sedih "Kenapa Ben tak pernah menghubungiku? Tak pernah menanyakan kabarku? Aku merasa tidak diperhatikan."
"Tuan sedang membiarkan nona untuk semakin mengerti perasaan nona padanya."
Kata-kata Naomi sangat membuat hati Maura bergetar. Apa benar Ben semakin sedang membiarkannya mengerti tentang perasaannya sendiri?
"Aku pergi Naomi" pamit Maura saat penjaga pintu mengatakan kalau Patrick sudah menjemputnya.
__ADS_1
"kau cantik sekali!" puji Patrick saat Maura sudah masuk ke dalam mobil.
"Terima kasih" kata Maura agak tersipu.
Patrick pun menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, membela malam kota London di yang sudah memasuki musim semi.
Mereka memasuki swbuah kawasan restaurant mewah. Patrick turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Maura.
Mereka melangkah masuk ke dalam restaurant. Nampak ada sepasang suami istri yang sudah menungguh mereka.
"Kami adalah tuan dan nyonya Setlih. Kami punya rumah mode dan akan melaksanakan pegelaran busana musim semi 2 minggu lagi. Kami tertarik dengan konsep panggung yang kau buat untuk Alicia Aslon dan karena itu kami ingin menggunakan jasamu"
Maura senang mendapatkan lagi tawaran pekerjaan. Patrick bahkan menawarkan diri untuk membantunya.
Setelah malam itu, keduanya pun bekerja sama untuk konsep panggung peragaan busana itu. Setiap hari mereka bertemu untuk membahas pekerjaan itu.
Maura yang belum punya tim dibantu oleh Patrick untuk punya tim sendiri. Sampai akhirnya hari peragaan busana itu pun tiba.
Sebuah panggung dengan nuansa alam pegunungan menjadi temanya. Maura pun sangat senang ketika semuanya siap dan tinggal beberapa menit lagi peragaan busana itu akan digelar. Sampai matanya secara tak sengaja menatap sosok Ben ada diantara para tamu yang hadir. Dan di samping Ben nampak ada Patricia yang seperti biasa tertawa lepas sambil sesekali ia menyentuh pundak Ben.
Aku benci...benci melihat mereka...
Maura tanpa sadar menangis. Ia heran dirinya sekarang menjadi cengeng karena Ben.
"Ra, acaranya mau dimulai" panggil Patrick sambil menyentuh bahu Maura.
Maura mengangguk. Mencoba mengusik rasa sakit di hatinya. Ia akan konsentrasi dengan pekerjaannya.
Selesai acara itu, Maura pun bergegas ingin pulang. Tapi Nyonya Setlih menahannya untuk ikut jamuan makan malam.
"Tidak apa-apa...." kata Patrick sambil menggandeng tangan Maura, memberikan rasa ketenangan pada gadis itu.
Patrick mengambil dua gelas anggur dan menyerahkannya satu gelas pada Maura.
"Sayang....!" Ben mendekatinya. Di sampingnya ada Patricia.
"Selamat ya....kerjamu sangat bagus. Semua suka dengan panggungnya" puji Ben tulus. Seperti biasa dengan wajah tenangnya.
"Terima kasih. Patrick banyak membantuku" Maura menatap Patrick. Cowok itu tersenyum dengan bangganya.
"Good job!" Ben mengangkat jempolnya. Ia menatap Patricia yang ada di sampingnya "Aku mau pulang. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus kukerjakan." Ben mendekat, mencium pipi Maura dengan lembut lalu menatap Patricia.
"Aku juga mau pulang. Sekali lagi selamat ya, Maura" Patricia pun tanpa sungkan menggandeng tangan Ben dan segera pergi.
Maura menatap kepergian mereka dengan hati yang sangat sakit.
Aku bersama pria lain dan dia bersama wanita lain. Apakah ini yang dinamakan pernikahan?
"Ra.....!" panggil Patrick.
"Aku mau pulang, Patrick" Kata Maura sambil meletakan gelas yang dipegangnya di atas meja.
__ADS_1
"Aku akan mengantarmu!"
Sepanjang perjalanan, Maura hanya diam. Masih terbayang jelas bagaimana Patricia menggandeng tangan Ben.
"Patrick tolong antar aku ke apartemen, Ben" ujar Maura.
Patrick sedikit terkejut. Namun ia pun memutar arah mobilnya. "Apa yang kau akan lakukan di sana?"
"Mengahiri apa yang harus diakhiri" kata Maura tegas.
Patrick pun tersenyum senang.
"Aku akan tunggu kamu turun lagi, ra" kata Patrick.
"Ok" Maura turun dan segera masuk ke dalam. Saat ia sampai di depan apartemen Ben, dipenjetnya Bel dengan tak sabar.
Ben membukakan pintu dengan heran saat melihat Maura.
"Sayang, kenapa tidak langsung masuk saja? Kamu kan tahu kodenya?"
Maura melangkah dengan wajah kesal. Saat ia sudah berada di dalam apartemen, ditatapnya Ben dengan perasaan gundah.
"Aku mau kita pisah, Ben"
"Sudah kukatakan kalau aku takan pernah berpisah denganmu kecuali oleh maut"
"Memangnya kau masih menghargai pernikahan ini? Kau tidak pernah menelepon ataupun mengirim pesan padaku. Kau malahan asyik jalan dengan Patricia ke mall dan ke tempat peragaan busana. Katamu kau akan berusaha mencintaiku, namun kenyataannya kau tidak akan pernah mencintaiku. Kau masih menjadi seorang playboy" kata-kata Maura begitu keras diucapkannya. Ia bahkan mulai terisak menangis.
Ben menarik napas panjang "Apakah hanya aku saja yang jalan dengan Patricia? Kamu kan juga jalan dengan Patrick. Kalian bahkan bekerja sama setiap hari. Sedangkan aku hanya dua kali ketemu Patricia. Itupun secara tak sengaja."
Ben menarik tangan Maura perlahan dan mengajaknya duduk.
"Lalu kenapa kau tidak pernah marah melihat aku bersama Patrick?"
"Karena aku percaya padamu. Aku tahu kau tidak akan pernah menghianatiku. Yang menjadi persoalannya di sini adalah, kau yang tak pernah percaya padaku. Kau yang selalu berprasangkah buruk padaku. Aku memang pernah menjadi pria brengsek dengan memainkan banyak hati wanita. Tapi aku mau berubah karena hidupku terikat padamu. Aku punya janji suci untuk menjagamu seumur hidupku dan dengan komitmen itu aku percaya akan mencintaimu dengan tulus. Hanya berikan aku waktu untuk bisa membuktikannya dengan tetap berada di sampingku" kata Ben panjang lebar dengan penuh penekanan.
Maura masih diam. Ia menghapus air matanya dengan kasar, ia sendiri masih bingung dengan apa yang akan diucapkannya. Kata-kata Ben bagaikan seribu pisau yang menusuk kedalaman hatinya yang paling dalam. Membela ruang ego dan kemarahan yang selama ini dibangunnya.
"Aku memang ingin terus setia pada janji pernikahan ini. Namun kalau kau sungguh bahagia bersama Patrick, cinta pertamamu itu dan Patrick pun berjanji akan menyayangimu seumur hidupmu, aku pikir melepaskanmu mungkin jalan yang terbaik dari pada berusaha menahanmu namun kau tidak pernah percaya padaku"
Maura terperanjat mendengar kata-kata Ben.
Bukankah itu tujuannyan ke sini? Melepaskan diri dari ikatan pernikahannya dengan Ben?
Apakah Maura siap untuk berpisah???
MAKASI SUDAH BACA PART INI
MAAF JIKA BANYAK TYPO DAN LAMA UP NYA
JANGAN LUPA BACA CERITA AKU YANG LAIN
__ADS_1
JUDULNYA : L E R I N A
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA...