My Best Photo

My Best Photo
Dimana??


__ADS_3

Ben memasuki apartemennya dengan agak tergesa. Ia terlambat 1 jam lebih dari yang dijanjikannya pada Maura.


"Honey...!" panggilnya saat memasuki apartemen.


Tak ada sahutan. Ia segera menuju ke atas, memeriksa kamar, kamar mandi, kembali lagi ke bawa, menuju ruang kerjanya namun Maura tak ada.


Ben menelepon hp Maura. Ada nada sambung namun tak ada yang mengangkat.


"Where are you, baby?" guman Ben dengan hati gelisah. Ia menelepon ibu mertuanya.


"Hallo mom, apakah Maura masih bersamamu?" tanya Ben.


"No, Ben. Sudah hampir 2 jam mommy mengantarnya ke apartemen"


"Kenapa dia tak ada, ya?"


"Mungkin dia keluar sebentar, Ben."


"Ok, mom" Ben memutuskan sambungan telp. Ia tiba-tiba ingat kepala pengawal pribadi Ezekiel.


"Nyonya masuk ke apartemen ini sudah hampir 2 jam yang lalu tuan. Bersama temannya. Kami belum melihat nyonya keluar" kata kepala pengawal itu lalu mengirim foto Maura bersama Kelly.


Ini Kelly, sahabat Maura di club dance nya. Sebaiknya aku ke sana saja.


Ben bergegas ke apartemen yang dimaksud yang letaknya memang tak jauh dari apartemennya sehingga Ben cukup berjalan kaki saja.


Sistem penjagaan apartemen ini tak seperti apartemen tempat tinggal Ben yang dibangun oleh Ezekiel. Di sini semua tamu dapat langsung masuk ke lobby.


"Selamat siang, saya mau tanya apartemen Kelly Dawson nomor berapa ya?" tanya Ben pada penjaga pintu.


"Sebentar.." penjaga apartemen itu memeriksa daftar penghuni apartemen ini "Maaf tuan, tidak ada nama pemilik apartemen itu di sini"


Ben mengambil foto yang dikirim pengawal itu. "Ini foto istri saya. Mereka masuk ke apartemen ini sekitar 2 jam yang lalu. Saya telepon namun istri saya tidak angkat. Saya jadi khawatir."


"Tapi tuan..."


"Saya Benecdik Aslon. Saya akan segera menelepon polisi jika anda tidak mencarinya secara benar" sentak Ben kesal.


Mendengar nama Aslon, pria penjaga itu agak sok. Ia segera melihat di kamera pemantau CCTV.


"Aneh....sepertinya cctv kami ada masalah. Rekaman yang terjadi 2 jam yang lalu tidak ada." pria itu berguman dalam keheranan.


Ben semakin panik "Coba cari apakah Alan Grando merupakan salah satu penghuni apartemen ini"


Pria itu kembali melihat layar komputer "Ya. Tuan Alan Grando baru menyewa apartemen ini sekitar 2 minggu yang lalu. Dia ada di lantai 1 nomor 005"

__ADS_1


Ben bergegas mencari nomor apartemen yang dimaksud. Ia segera mengetuknya namun tak ada jawaban.


Saat ia mencoba membukanya ternyata pintu itu tidak dikunci. Perlahan Ben masuk.


"Kelly...! Maura...!" panggilnya.


Apartemen itu kelihatan sedikit berantakan. Mata Ben tertuju melihat tas Maura yang tergeletak di lantai.


Saat Ben membuka tas itu ia mendapatkan hp Maura dan sebuah foto hasil USG. Di sudut kanan foto itu tertulis nama MAURA ASLON


Ya Tuhan, inikah kejutan yang dimaksudkan tadi? Maura hamil? Lalu dia di mana?


30 menit kemudian, petugas keamanan apartemen dan pengawal Ezekiel datang dan memeriksa tempat itu. Joe dan Ezekiel juga ada.


Joe segera memeriksa kamera pemantau " CCTV ini sudah di hack sehingga tak bisa merekam gambar yang terjadi dari pagi sampai siang tadi" kata Joe.


"Sepertinya mereka lewat jalan belakang. Karena pintu belakang apartemen ini sudah dibobol" ujar salah satu petugas keamanan itu.


Ben menatap Ezekiel dan Joe dengan tatapan permohonan.


"Tenang dulu, Ben. Kita jangan panik. Alan mencintai Maura jadi dia tidak akan menyakitinya. Aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk mencari keberadaan Alan." kata Ezekiel sambil menepuk pundak Ben.


"Dia pasti sudah merencanakan ini dengan matang. Dan dia menggunakan Kelly untuk menjebak Maura. Aku akan membunuhmu, Alan. Maura sedang hamil." kata Ben perih.


"Sudah ku bilang kalau laki-laki itu mafia. Dia akhirnya menculik Maura karena tidak bisa dimilikinya" geram Gerald sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Tenang sayang. Nanti tekanan darahmu naik" Iriana menepuk bahu suaminya.


"Mommy kaget mendengar Maura pernah ada hubungan mafia itu" kata Alicia seakan tak percaya.


"Mereka hanya menjadi teman kerja saja. Maura sama sekali tak pernah jatuh dalam pelukan Alan. Dia masih perawan saat aku menyentuhnya setelah pernikahan kami, mom" kata Ben menjelaskan. Ia tahu kemana arah bicara mamanya. Tentang bibit, bobot dan bebet seorang menantu Aslon.


Alicia menatap Bryan suaminya "Alicia baru saja memberitahuku kalau Maura sedang hamil. Kita akan memiliki cucu. namun semuanya jadi begini"


"Mari kita berdoa bersama semoga pihak kepolisian bisa menemukan keberadaan menantu kita. Aku yakin Maura gadis yang kuat" kata Bryan.


Ben memandang foto hasil usg itu. Perasaannya jadi tambah gelisah.


Aku bahkan tak menyadari kalau Maura hamil. pantas saja ia kelihatan lebih bercahaya dan cantik. Kalau Faith dulu, aku yang lebih dulu mengetahuinya. Apakah itu berarti bahwa aku tidak mencintai Maura? Apakah ini berarti aku memang hanya jatuh cinta pada Faith?


************


Maura membuka matanya perlahan. Ingatannya perlahan kembali pada saat Kelly mengajaknya ke apartemennya. Lalu saat mereke berdua masuk, 4 orang lelaki tiba-tiba menyerang mereka dan salah satu diantara mereka berhasil membungkam mulut Maura dengan sebuah sapu tangan. Setelah itu Maura sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Maura turun dari tempat tidur. Memandang sekeliling . Ternyata ia berada di sebuah kamar. Maura mendekati jendela dan melihat keadaan di luar. Ia hanya menemukan sebuah taman dan pohon-pohon yang banyak.

__ADS_1


"Di mana aku?" guman Maura sambil memegang kepalanya yang masih sakit.


Pintu kamar terbuka. Nampak Kelly masuk sambil membawa baki berisi makanan.


"Kelly, apa maksudnya dengan semua ini?" tanya Maura emosi.


"Maafkan aku, Maura. Jika aku tidak menjebakmu, Alan akan membunuhku dan anak ini" tangis Kelly pecah.


"kamu hamil anak Alan, kan?"


Kelly mengangguk. Ia meletakan baki makanan itu di atas meja.


"Makanlah. Aku harus keluar dari sini sebelum Alan datang" Kelly melangkah keluar.


Maura menahan tangan Kelly "Jangan lakukan ini padaku, Kelly. Bukankah kita adalah sahabat baik? Aku juga sedang hamil sekarang ini."


"Maafkan aku, Maura. Alan mengancam akan menyakiti keluargaku. Aku takut. Dia berjanji akan merawatku juga anak ini jika aku berhasil membawamu. Alan tidak akan menyakitimu. Dia mencintaimu. Dia tak ingin kau menjadi milik Ben"


Kelly langsung keluar. Ia tak ingin banyak bicara dan membuat Alan marah padanya.


Maura mengikutinya namun sampai di depan pintu, ia langsung dicegat oleh 4 orang lelaki bertubuh besar. Maura sebenarnya ingin melawan namun ia tak ingin membahayakan kandungannya. Dengan sangat terpaksa, ia masuk lagi dengan perasaan kesal.


Ben pasti sudah di apartemen sekarang. Bagaimana caranya aku keluar? Bagaimana caranya aku memberitahukan mereka?


Maura mencoba membuka jendela kamar. Namun Jendela itu dikunci dari luar.


"Ben, aku sangat membutuhkanmu sekarang..." guman Maura sambil memegang perutnya. Hatinya menjadi sangat galau.


Di kamarnya, Ben pun tak dapat tidur. Ia terus memikirkan Maura. Ia sangat khawatir dengan keadaan Maura yang sedang hamil.


Tiba-tiba ia ingat sesuatu.


Kenapa aku sampai lupa ya?


Ben segera menelepon Joe


"Hallo Joe, aku lupa mengatakan padamu kalau liontin yang ada di kalung Maura ada gps nya"


"Tunggulah, aku akan ke sana" kata joe


MAKASIH YA SUDAH DIBACA


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT AND VOTE


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2