
Sidang kasus penculikan dan pencobaan perkosaan yang dilakukan oleh Alan dan teman-temannya dilaksanakan secara tertutup sebagaimana permintaan pihak keluarga Maura.
Mereka tak ingin para pemburu berita mengetahui mengenai kasus ini demi menjaga kenyamanan keluarga Maura dan juga keluarga Ben yang merupakan keluarga bangsawan.
Iriana menggunakan segala kekuasaan yang dia miliki agar Alan mendapatkan hukuman yang maksimal mengingat tim pengacara yang Alan agunakan adalah juga pengacara terkenal yang banyak memenangkan kasus yang sulit.
Memang bukan Iriana yang menjadi hakim kasus ini. Namun sahabat baiknya yang menjadi hakim berjanji akan memberikan hukuman yang terbaik bagi Alan.
Setelah melewati beberapa kali persidangan, akhirnya Alan mendapatkan hukuman selama 5 tahun penjara tanpa ada pemotongan masa hukuman.
Alan sendiri menerimanya dengan lapang hati tanpa meminta ada naik banding. Alan bahkan meminta maaf kepada Maura ketika sidang sudah selesai.
"Aku sudah memaafkanmu, Alan. Aku harap kau akan menyadari kesalahanmu dengan menikahi Kelly" kata Maura.
"Aku akan mengurus Kelly dan anak itu namun aku tak bisa menikahinya karena aku tak mencintainya" kata Alan dengan wajah sedih.
Selama persidangan Ben bersama keluarganya selalu setia mendampingi Maura.
"Setidaknya hukuman 5 tahun cukup untuk membuat mafia itu jerah. Mudah-mudahan saja dia menyadari kesalahannya" ujar Alicia saat mereka semua sudah berada di ruangan Iriana.
"Ya. selama sidang Alan bersikap baik dan mengakui kesalahannya." ujar Iriana. Ia menuangkan kopi di cangkir dan mempersilahkan mereka untuk menikmatinya.
"Maura sayang, sidangkan sudah selesai, Alan dan semua pengikutnya sudah mendapatkan hukumannya jadi, bukankah lebih baik kalau kau kembali tinggal dengan Ben." ujar Alicia
"Mommy....!" Ben menatap mamanya dengan tatapan protes.
"Kalian ini suami istri, nggak baik kan jika harus tinggal terpisah" Alicia terus bicara membuat Bryan menatap istrinya dan memintahnya untuk diam.
"Apa yang dikatakan oleh mertuamu adalah hal baik. suami istri itu jangan tinggal terpisah terlalu lama. Kami memang tak tahu pasti masalah apa yang ada diantara kalian. Namun jika itu menyangkut perasaan kalian masing-masing maka tinggal terpisah bukanlah jawabannya." kata Gerald sambil memandang Ben dan Maura secara bergantian.
Maura menunduk. Sesungguhnya 1 bulan tinggal di rumah orang tuanya, membuat ia sangat rindu dengan Ben. Namun mengingat perasaan yang dimiliki Ben untuknya membuat Maura memilih untuk tetap jauh dari Ben.
Ben menatap istrinya itu. Ia menarik napas panjang lalu tersenyum "Biarkan kami seperti ini dulu. Ada saatnya kami berdua akan bersama lagi. Aku yakin itu" kata Ben dengan penuh keyakinan.
Hari itu mereka pun kembali pulang ke rumah masing-masing.
************
Maura menatap layar hp nya dengan perasaan gelisah. Sejak kasus Alan selesai, Ben sama sekali tak pernah menghubunginya. Tak ada lagi pesan dari Ben yang mengingatkannya untuk makan, tidur cepat atau sekedar menanyakan apa yang dilakukannya.
Rindu? Tentu saja. Maura mencintai Ben. Rasa rindu adalah hal yang wajar. Maura sudah mencoba menghilangkan semua perasaan ini. Namun ia tetap saja terus mengingat wajah tampan itu.
__ADS_1
Maura meraih kunci motornya. Rasanya dia ingin jalan-jalan malam ini.
Setelah minta ijin pada orang tuanya, Maura pun keluar dengan motor kesayangannya.
Ia pergi ke restaurant Asia yang pernah dikunjunginya bersama Ben. Selesai makan, ia kembali menyelusuri jalan-jalan yang ada di kota London, sampai akhirnya ia berhenti di sekita sungai Thames.
Maura jadi ingat saat pertama mereka bertemu. Pertemuan yang sangat unik karena Ben justru menciumnya di pertemuan pertama itu.
Mengingat kembali pertemuan itu membuat Maura semakin merindukan Ben.
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?
Haruskah aku pergi? Haruskah aku menemui Ben?
Tapi bagaimana dengan perasaannya padaku?
Aku begitu takut jika Ben tak bisa mencintaiku dan pada akhirnya akan meninggalkanku. Bukankah sebaiknya kami berpisah sekarang?
Maura terus berbicara dengan hatinya sendiri sampai akhirnya ia justru mengarahkan motornya di depan apartemen Ben.
Maura mengambil hp nya dan ia mengirim pesan untuk Ben.
Hai Ben...apa kabarmu? Kamu sedang apa sekarang?
Aku sedang berada di luar kota. Ada pemotretan
Pulangnya nanti besok
Maura tersenyum membaca pesan itu. Berarti dia bisa masuk ke apartemen tanpa bertemu dengan Ben.
Ia pun turun dari motornya dan melangkah masuk ke dalam lobby, menyapa petugas keamanan yang ada di sana lalu segera masuk ke dalam lift. Di masukannya kode untuk membuka pintu dan akhirnya pintu terbuka.
Memasuki ruang utama apartemen membuat hati Maura semakin gundah.
Menatap sofa tempat dimana Ben dan dirinya pernah bercinta, melihat dapur tempat ia memasak, Maura semakin meyakini dirinya bahwa ia memang rindu tempat ini.
Puas berada di lantai satu, ia pun melangkah ke lantai dua. Saat masuk ke kamar, hatinya bergetar menatap tempat tidur itu. Perlahan ia membaringkan tubuhnya di sana. Terasa sangat nyaman. Perlahan Maura memejamkan matanya. Tak lama kemudian ia pun tertidur.
Dalam tidurnya Maura bermimpi, Ben datang dan memeluknya.
"I miss you so much, Ma" bisik Ben sambil memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Ben.....i miss you too" ucap Maura tanpa membuka matanya. Ia tak ingin mimpinya berakhir.
Ia cukup merasakan harum minyak wangi Ben yang sudah sangat dikenalnya dan suara Ben yang terasa lembut berbisik di telinganya.
"I want you my love" kata Ben dengan suara yang sensual. Menyatakan hasrat yang terpendam.
"I want you too, Ben." kata Maura dengan tubuh yang bagaikan tersengat aliran listrik yang tinggi karena Ben sudah mencium lehernya.
"Ben....!" Maura mendesah, merasakan tangan suaminya itu yang menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif.
Ia benar-benar larut dalam mimpi yang indah dan erotis. Ia bercinta dengan sangat indah dengan suaminya.
Maura tersenyum dalam tidurnya. Sungguh ia sangat bahagia. Walaupun hanya dalam mimpi namun kerinduannya pada Ben sudah terobati.
**********
Saat pagi menjelang, Maura terbangun. Ia menemukan dirinya yang masih terbaring di tempat tidur dengan pakaian yang lengkap.
Ia tersenyum membayangkan mimpinya semalam. Ia lalu bangun. Menatap tempat tidur yang nampak berantakan karena mimpinya semalam. Selesai merapihkan tempat tidur itu, Maura segera ke kamar mandi, mencuci mukanya, merapihkan rambutnya lalu segera meninggalkan apartemen itu.
Saat ia tiba di rumah, membuka bajunya untuk mandi, Maura merasakan kalau ada harum minyak wangi Ben yang menempel di baju dan tubuhnya.
Apa mungkin karena aku tidur di ranjang itu sehingga wanginya menempel?
Maura menarik napas panjang. Ia segera melangkah ke kamar mandi. Berendam air hangat pasti akan membuat tubuhnya yang terasa pegal akan membaik. Ia merasa lelah. Seperti dia benar-benar baru habis bercinta dengan Ben sepanjang malam.
**********
Ben tersenyum membayangkan hal indah yang baru saja ia alami semalam.
Ben ingat bagaimana senangnya dia saat melihat Maura ada di depan apartemennya. Dan saat ia menerima sms dari Maura, ia pun berbohong dengan mengatakan kalau berada di luar kota.
Ketika menemukan Maura yang tertidur di kamar, Ben tak bisa menahan diri untuk memeluk istrinya itu. Kerinduan yang begitu dalam membuat ia berhasrat menyentuh istrinya itu. Maura menyangkah itu hanyalah mimpi. Dan untunglah setelah mereka bercinta, Maura tertidur dengan sangat nyenyak dan tak terbangun ketika Ben memakaikan bajunya kembali.
Pulanglah sayang....Tetaplah bersamaku agar aku bisa melabuhkan hatiku secara tepat padamu.
TERIMA KASIH MASIH TERUS MEMBACA
JANGAN LUPA KOMENTARNYA DAN LIKE NYA
TERUS DUKUNG KISAH BEN DAN MAURA YA
__ADS_1
MAAF JIKA KISAHNYA BANYAK LIKA LIKU
🤩🤩🤩🤩