My Best Photo

My Best Photo
Bonus (Part 3)


__ADS_3

Kisah Ben dan Maura akan benar-benar berakhir tapi jgn di unfaforit ya...soalnya akan ada kisah Anak2 mereka yang akan ku umumkan di sini.


JANGAN LUPA BACA CERITAKU YANG LAIN :


L E R I N A


SONG IN MY LIFE


*************


"Grace Paramita Aslon!"


Langkah Grace terhenti mendengar namanya dipanggil secara lengkap oleh seseorang. Saat ia menoleh, pandangannya langsung tertuju pada 3 orang pria. Varis, Alden dan Lee. Mereka bertiga dijuluki sebagai cowok terganteng di sekolah ini. Namun Grace sama sekali tak pernah menanggapi mereka.


"Ada apa?" ketus Grace sambil menatap tajam ke arah mereka.


"Waw...tampang judes seperti ini saja kelihatan cantik apalagi kalau tersenyum ya?" goda Alden sang pemimpin gank sambil menatap Grace dengan senyum mautnya yang membuat cewek -cewek di sekolah ini pada mewek namun justru membuat Grace jijik dan ingin muntah.


"Jangan galak-galak ya...." ujar Lee " Kamu itu beruntung karena didekati 3 cowok ganteng"


"Ya. 3 cowok paling keren di sekolah ini" imbuh Varis dan membuat Grace langsung tertawa dengan tatapan mata sedikit mengejek.


"Kalian bertiga mungkin keren di mata gadis lain. Namun di mataku, kalian ibarat sampah yang harus kujauhi. Men-ji-ji-kan.....!" kata Grace sambil menekan kata yang paling akhir.


ketiga cowok itu menatap Grace dengan wajah jengkel. Siapa yang berani menolak mereka? Namun gadis tomboy yang satu ini justru selalu mengacuhkan mereka.


"Aku pikir matamu itu sudah sedikit rabun, nona!" ujar Lee dengan suaranya yang terdengar jengkel.


Grace segera membalikan badannya, bermaksud akan meninggalkan 3 cowok paling menyebalkan itu namun Lee tiba-tiba saja menarik tangan Grace dengan kasar membuat Grace hampir saja terjatuh.


"Jangan main kasar dengan wanita !" kata Grace lalu tanpa diduga melayangkan satu tendangan taekwondonya dan tepat mengenai dada Lee dan membuat cowok itu jatuh ke tanah sambil meringis memegang dadanya.


Grace menatap Alden dan Varis secara bergantian sambil tersenyum sinis "Kalian juga mau merasakan tendanganku?"


Alden dan Varis langsung menarik tangan Lee, membantu cowok itu berjalan lalu meninggalkan Grace yang masih menatap mereka dengan mata tajamnya.


Grace langsung memungut tasnya yang jatuh dan beberapa bukunya.


"Kau baik-baik saja?"


Grace mengangkat kepalanya dan menemukan senyum manis sepupunya yang berdarah Korea, anak dari pamannya, Melody Kim, sudah berdiri di dekatnya. Melody usianya 2 tahun lebih tua dari Grace.


"Ya!" jawab Grace lalu berdiri dan mengibaskan debu yang ada ditangannya.


Grace kini berusia 15 tahun dan Melody berusia 17 tahun. Keduanya berada di sekolah yang sama. Grace kelas X dan Melody kelas XII.


"Aku tadi akan membantumu namun ku lihat kau mampu mengatasi ketiga orang itu dengan baik."


"Ya. Mereka hanya anak-anak sok ganteng dan sok kaya namun otaknya kosong" Grace menaruh buku dan tasnya di atas bangku beton taman sekolah, lalu mengeluarkan karet untuk mengikat rambut panjangnya yang berwarna coklat tua.


"Grace, antingmu tinggal sebelah ya?" tanya Melody sambil menunjuk telinga Grace.


"Apa?" Grace langsung merabah telinganya dan sangat terkejut saat merasakan kalau telinga kanannya kosong.


"Aduh...antingku dimana ya?" Grace langsung berdiri. Mencari diantara rumput-rumput. Tapi tak menemukannya. Otaknya langsung berputar. Mencoba mengingat dimana kemungkinan antingnya itu jatuh.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya...aku ke kelas dulu." Grace langsung berlari memasuki gedung sekolah lagi. Menuju ke kelasnya yanh ada di lantai 2. Matanya langsung menyapu seluruh bagian lantai. Namun anting itu tak ditemukan.


Melody yang menungguh di luar mulai gelisah karena sepupunya itu sangat lama di dalam kelas.


Baru saja ia akan masuk, nampak Grace sudah keluar dengan wajah lesuh.


"Tak ketemu ya?" tanya Melody.


Grace mengangguk. Ia duduk dengan lesuh di atas bangku beton. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


"Atingmu itu kan sudah ketinggalan zaman. Modelnya saja sudah seperti punyanya ade bayi. Ganti sajalah" kata Melody.


"Jangan. Ini pemberian kak Caleb waktu aku masih bayi. Kata mommy, ini bahkan perhiasan pertama yang kumiliki." Grace tak dapat menyembunyikan kegundahan hatinya "Aku cari dulu ya.....!" pamit Grace lagi dan meninggalkan Melody kembali.


********


Maura menatap putri bungsunya yang masuk ke rumah dengan mata yang sedikit sembab.


"Sayang, ada apa?" tanya Maura sambil melangkah mendekati Grace. Ben yang sedang membersihkan kameranya menatap sekilas ke arah putrinya itu.


"Aku sedih, Mom. Atingku hilang. Aku sudah mencarinya di sekolah namun tak mendapatkannya." kata Grace dengan wajah senduhnya.


"Jadi, kamu pulang terlambat karena mencari antingmu itu?"


"Yes, mom. Aku sangat sedih"


"Nanti daddy belikan anting yang baru. Lagian antingmu itu sudah tak cocok untuk kau kenakan. Itu kan modelnya sudah kuno" ujar Ben lalu mendekati putrinya.


"Aku nggak mau, dad. Itu kan anting pemberian kak Caleb." sungut Grace.


"Jadi kamu lebih suka memakai pemberian Caleb dari pada yang akan daddy berikan?" tanya Ben sedikit tersinggung dengan ucapan putrinya.


Maura menatap Ben dengan matanya yang melotot "Pa, jangan buat Grace jadi kesal. Dia sudah sedih karena anting itu hilang"


"Memangnya apa yang papa bilang salah? Sudah waktunya Grace mengganti antingnya itu."


Maura mendekat lalu melingkarkan tangannya di leher suaminya itu "Kamu masih cemburu dengan Caleb ya...sekarangkan Caleb sedang kuliah di Amerika."


"Papa nggak cemburu, ma.Hanya saja papa mau supaya Grace melihat bahwa di dunia ini Caleb bukan satu-satunya cowok."


"Pa,mereka kan nggak pacaran. Grace hanya menganggap kalau Caleb itu adalah kakaknya. Mama pikir karena mereka sudah bersahabat sejak kecil maka cinta yang tumbuh diantara mereka adalah cinta layaknya kakak kepada adiknya"


Ben membelai wajah istrinya dengan lembut "Semoga sayang. " kata Ben lalu menunduk dan mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Mom...dad...!" panggil Gabrian sambil duduk dianak tangga paling atas.


Ben melepaskan ciumannya. Ia menatap putra ketiganya yang kini berusia 8 tahun. Gabrian sungguh mengikuti jejak Ben. Ia sangat tertarik dengan dunia fotografi.


"Ada apa, sayang?" tanya Ben.


"Aku mau punya adik" kata Gabrian membuat Maura hampir pingsan mendengar permintaan anaknya namun Ben tersenyum manis mendengar permintaan putranya itu.


"Kenapa minta adik?" tanya Maura heran.


"Aku kesal sama kak Grace dan kak Gionino. Setiap kali aku ingin ikut mereka selalu di tolak dengan alasan, aku masih kecil. Kalau aku punya adikkan berarti aku sudah jadi kakak, jadi aku bisa ikut kemanapun Kak Grace dan kak Gio akan pergi" kata Gabrian dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


Maura menaiki tangga lalu duduk disamping Putranya itu.


"Sayang, kak Grace dan kak Gio kan sudah remaja. Mereka punya kesibukannya sendiri. Nanti kalau Gab sudah sama usianya seperti mereka maka Gab pasti akan mengerti." kata Maura sambil membelai rambut putranya itu.


"Aku kesepian kalau mereka pergi" Gabrian mengkerucutkan bibirnya.


"Nanti mommy belikan kamera yang baru agar kalau mereka pergi Gab dapat memotret lebih banyak hal-hal yang menarik. Siapa tahu ada foto yang bagus untuk dipajang dalam pameran foto papa tahun depan." bujuk Maura lalu menatap suaminya agar mendukung perkataannya.


"Iya sayang. Jika ada foto yang menarik, daddy pasti akan memajangnya" ujar Ben sambil menganganggukan kepalanya.


Gabrian memeluk papa dan mamanya secara bergantian lalu ia segera berlari ke kamarnya.


Ben duduk di samping istrinya "Sayang, memangnya kamu nggak ingin punya baby lagi?"


"Ben, usiaku sudah mendekati 40 tahun. Kamu tahu kan resikonya jika hamil diusia itu. Lagian, anak kita kan sudah 3. Apa masih kurang?"


Ben melingkarkan tangannya di bahu Maura "Kuranglah. Buktinya Gab merasa kesepian"


Maura menatap suaminya "Aku merasa sudah lengkap memilikimu dan 3 buah hati kita. Aku pikir waktunya sekarang untuk kita bulan madu kedua. Kita harus punya waktu khusus untuk jalan-jalan. Kamu mau kan?"


"Kau menggodaku ya? Memangnya kamu ingin ke mana?"


"Kemana saja. Asalkan kamu ada"


Ben langsung memeluk istrinya dengan erat. "Kita akan pergi ke Medan. Bagaimana menurutmu?"


"Ah...aku memang kangen medan."


"Sebelum kita ke Medan, bagaimana kalau kita pergi ke ranjang kita dulu?"


Maura melotot melihat seringai nakal di wajah suaminya "Dasar bule gila...!"


Ben tertawa. Ia tak peduli dengan teriakan istrinya, lelaki yang masih terlihat gagah dan menawan itu segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mereka.


*********


"Ini untukmu!" Caleb memberikan sebuah kotak berwarna merah di hadapan Grace.


"Ini apa, kak?" tanya Grace bingung.


"Buka saja!"


Grace membukanya. Matanya langsung berkaca-kaca melihat ada 1 buah anting yang sama persis bentuknya dengan antingnya yang hilang.


"Bagaimana bisa..."


"Aku meminta mereka untuk membuatkan model yang sama persis dengan milikmu yang hilang"


Grace menatap Caleb "Makasi ya kak."


Caleb, menatap Grace dengan lembut "Kau pantas mendapatkannya, cantik"


Hati Grace bergetar. Sesuatu yang semenjak kecil sudah tumbuh didalam hatinya semakin menancapkan akar-akarnya ke kedalaman hatinya.


BAGAIMANA KISAH GRACE, ZELINA DAN CALEB?

__ADS_1


Jangan di un faforit ya? Aku akan kasih tahu di sini mengenai Novel yang mengisahkan cinta segi tiga ini.


See you in 3 HATI 1 CINTA


__ADS_2