My Best Photo

My Best Photo
Bonus (Part 1)


__ADS_3

Hai guys...balik lagi nih...


sebelum baca part bonus ini, yang belum tahu, silahkan baca cerita ttg pemain Piano Edward Kim dgn judul "LERINA" dan si penyanyi lagu Forever Arnold Manola dengan judul "SONG IN MY LIFE"


************


Liburan yang menyenangkan di Bali sudah selesai 4 minggu yang lalu. Semua balik lagi ke London. Edward Kim bersama anak-anak dan istrinya pun ikut ke London karena anak tertuanya ingin belajar musik seperti juga papa mereka.


"Sayang.....tolong aku dengan dasiku ini!" seru Ben sambil melangkah mendekati Maura yang ada di balkon kamar.


Maura menatap suaminya "Tumben memakai baju resmi. Ada acara khusus kah?" tanyanya sambil mulai memasang dasi Ben secara benar.


"Hari ini Arnold akan menyanyi di istana dan Edward akan mengiringi dengan piano. Aku akan mengambil gambar mereka di sana sekaligus membuat beberapa dokumentasi untuk sebuah majalah khusus para selebriti. Karena itu kita diminta untuk berpakaian formal." kata Ben sambil menatap istrinya yang sibuk memasang dasinya itu.


"Sudah selesai!" Kata Maura sambil mengangkat wajahnya. Tatapannya bertemu dengan mata biru suaminya itu.


"Ada apa menatap aku seperti itu?" tanya Maura sedikit risih dengan tatapan Ben.


"Pulang dari Bali kulitmu agak coklat" ujar Ben sambil tangannya mengusap lengan Maura yang memang hanya memakai dres rumahan tanpa lengan.


"Jelek ya?" tanya Maura.


"Nggak. Justru kulitmu ini terlihat sangat cantik. Aku suka. Kau lebih terlihat menggoda" kata Ben lalu mencium leher istrinya.


Maura langsung mundur beberapa langkah. "Sayang...nanti kamu terlambat ke konsernya Arnold dan Edward"


"Iya. Aku tahu. Berikan aku satu ciuman!" rengek Ben sambil menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Dasar...!" Maura mendekat dan memberikan satu kecupan di bibir suaminya.


"Singkat sekali. Aku tak mau. Tambah lagi!" Ben semakin manja.


"Ben, ingat! Usiamu itu sudah hampir 40. Jangan bersikap seperti ABG!"


"Baru 39 sayang..." ralat Ben.


"Kan sudah dekat 40. Tetap aja sama"


"Memangnya kenapa kalau sudah 40 tahun? Kamu sudah merasa aku ini tua? Sudah tak menarik lagi?" tanya Ben kurang suka.


Maura terkekeh. Ia kembali mendekati suaminya dan melingkarkan tangannya dileher Ben.


"Kamu akan terlihat ganteng walaupun mungkin usiamu sudah 70 tahun. Aku kadang hanya heran saja, kamu seringkali bersikap seperti ABG yang baru kenal cinta. Maunya ciuman terus setiap ada kesempatan"


Ben melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya "Memangnya kamu tidak suka? Apakah sudah bosan dengan bibirku ini yang sudah bertahun-tahun mencium mu terus. Mau cari bibir yang lain?"


Maura tertawa "Memangnya kamu akan ijinkan aku mencari bibir pria lain?"


"Coba saja kalau berani!" Mata Ben melotot. "Aku akan berubah lebih sadis dari Ezekiel. Aku akan memutilasi pria yang mendekatimu"


"Oh....sungguh menakutkan!" Maura memasang wajah penuh ketakutan membuat Ben justru menjadi gemas dan langsung menyambar bibir Maura dengan ciuman panjang dan hangat di pagi hari ini.


"Aku akan tetap seperti ini sampai kapanpun juga. Aku akan tetap membuat mahligai rumah tangga kita selalu seperti pengantin baru yang maunya lengket terus kayak perangko." kata Ben setelah ciuman itu berakhir.


"Jadi jangan bosan dengan kelakuanku yang seperti anak ABG ini ya.." Ben melepaskan tangannya dari pinggang Maura, menghadiahkan satu kecupan manis di dahi istrinya. "Aku pergi dulu ya...." katanya sambil mengedipkan matanya.


"Dasar bule sinting!" umpat Maura sambil tersenyum bahagia.


Langkah Ben terhenti di depan pintu kamar. Ia berbalik dan menatap istrinya.


"Aku selalu suka sebutan bule sinting!" katanya sambil terkekeh lalu menghilang di balik pintu.


Maura pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan perasaan bahagia. Semenjak menikah sampai memiliki dua anak, kemesraan, perhatian dan kegilaan suaminya itu tak pernah berubah. Dan itu yang membuat Maura semakin cinta pada suaminya.


Maura melangkah ke kamar mandi dan segera mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian, Maura segera turun ke bawa. Hari ini dia bermaksud akan ke butik ibu mertuanya. Maura semakin suka belajar mendesain baju. Beberapa hasil karyanya bahkan sudah dipamerkan dalam sebuah peragaan busana.

__ADS_1


Maura mendekati Andrean, kepala pelayan yang baru di sini. Karena kepala pelayan yang lama sudah berhenti karena usianya yang sudah mencapai 80 tahun.


Andrean sudah 6 bulan bekerja di sini. Andrean adalah anak dari kepala pelayan yang lama.


"Andrean, jangan lupa untuk makan malam malamnya dibuatkan sup jagung"


",Baik, nyonya. Bagaimana dengan makan siangnya?"


"Apa saja yang kau atur itu sudah baik. Lagi pula di rumah ini jarang ada orang yang makan siang kecuali aku dan Gionino"


Gionino memang mengikuti program homeschooling karena kesibukannya sebagai artis cilik.


Maura sendiri sebenarnya kurang setuju jika Gionino menjadi artis di usianya yang masih sangat muda. Namun ia juga tak bisa melarangnya karena darah seni yang memang sudah mengalir pada anak itu.


"Mommy....!" panggil Gionino saat memasuki dapur.


"Hai sayang, sudah selesai belajar?"


Gionino mengangguk " Gurunya baru saja pulang"


"Ada jadwal syuting hari ini?"


"Ya. Opa akan jemput aku jam 11 siang. Apakah mommy mau pergi?"


"Mau ke butik."


"Mommy cantik dengan dress ini!"


Maura tersenyum. Gionino sama seperti Ben. Selalu pandai merayu.


"Terima kasih sayang"


"Bolehkah aku mendapat ciuman karena sudah memujimu?"


"Mommy, bolehkah Gionino punya adik?"


"Sayang, memilikimu dan Grace sudah cukup membuat mommy bahagia. Jadi jangan minta adik lagi ya"


"Aku mau punya adik lagi. Supaya kalau aku pergi ada yang menemani, mommy!"


Maura terkejut saat mendengar perkataan putranya. Ia memang sering kesepian di mansion yang besar ini karena semua penghuninya sering pulang sore.


Di berikan ciuman lembut di kepala putranya "Mommy tak akan kesepian karena mommy punya banyak cinta dari kalian semua. Sekarang Gio mandi dulu ya, Opa pasti akan segera datang"


"Ok!" Gionino segera menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Maura bangga karena Gio tak pernah manja soal mandi dan lain-lain. Anak itu sangat mandiri mengurus dirinya.


Pintu ruang tamu terbuka. Nampak Grace masuk bersama Caleb.


"Bibi, aku mengantar Grace pulang. Dia sakit" kata Caleb yang masuk sambil menggandeng tangan Grace.


"Sakit?" Maura langsung mendekati putrinya dengan wajah khawatir. Ia menaruh tangannya di dahi Grace. "Sayang, kamu panas sekali!"


"Kepalaku juga sakit, mommy!" rengek Grace dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ayo kita ke kamarmu. Andrean, tolong telepon dokter Albert ya...!" seru Maura dan segera menuntun tangan anaknya menaiki tangga. Namun baru beberapa langkah ia berhenti dan menatap Caleb.


"Makasi ya sudah mengantar Grace. Caleb bisa kembali ke sekolah" kata Maura.


"Bibi, di sekolah sekarang hanya ada kegiatan lomba untuk HUT sekolah. Jadi bolehkah aku di sini menemani Grace?" tanya Caleb dengan wajah khawatir menatap Grace.


Maura mengangguk "Baiklah."


"Aku mau minta sopirku dulu kembali ke sekolah untuk menunggu Chloe pulang" kata Caleb.


Maura hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya bersama Grace menuju ke kamarnya.

__ADS_1


**********


Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Grace. Hasil pemeriksaan sementara menyatakan kalau Grace hanya kelelahan dan membutuhkan istirahat beberapa hari saja.


Kegiatan Grace di sekolah memang padat. Ia pulang sekolah jam 3 sore. Jam 4 sudah latihan sepatu roda dan bela diri. Ben memang yang menyarankan Grace untuk ikut bela diri karena ia ingin putrinya itu bisa menjaga dirinya sendiri.


Selesai acara, Ben langsung pulang mendengar Grace sakit. Ia memang selalu khawatir yang berlebihan saat mendengar anak-anaknya sakit.


"Mana Grace?" tanya Ben


"Di kamarnya sayang"


Ben membuka jas dan dasinya lalu memberikannya pada Maura. Ia menggulung kemejanya sampai di siku tangannya lalu melangkah cepat menuju ke kamar Grace.


Saat ia membuka pintu kamar, ia terkejut melihat Caleb sedang duduk di sebuah kursi dekat ranjang. Kepala Caleb nampak terbaring di ranjang, namun tangannya memegang tangan Grace.


"Kenapa dia ada di sini?" tanya Ben pelan sambil melangkah mendekati ranjang Grace.


"Caleb yang mengantar Grace pulang."


Ben menatap Grace yang nampak lelap dengan tangan yang ada dalam genggaman Caleb.


Maura menarik tangan suaminya dan memintanya untuk keluar.


"Sayang, aku merasa kalau Caleb sudah mencuri Grace dariku" kata Ben saat mereka sudah berada di ruang tamu.


"Ben...mereka masih anak-anak. Aku yakin kalau Caleb menganggap Grace seperti adiknya"


Ben menggeleng "Aku merasa kalau Caleb menyukai Grace dan Grace pun menyukai Caleb. Mengapa perasaanku seperti akan ditinggal pergi oleh anak gadisnya yang akan menikah ya..."


Maura tertawa "Nggak lucu ah...."


Ben menatap istrinya "Hei....apakah aku sudah bilang kalau kamu sangat cantik dengan gaun mu itu?"


"Belum. Baru Gionino yang mengatakannya"


"Ah...anak itu selalu lebih dulu mencuri perhatian mommy nya"


Lagi-lagi Maura hanya tertawa. Ia pun memeluk suaminya dengan sangat lembut "Kau selalu memiliki tempat istimewa di hatiku, sayang"


"Ah...kata-kata yang indah. Apakah berarti malam ini kita boleh ber..."


"Grace sedang sakit. Ia pasti mau tidur bersama daddy nya"


Ben tertawa. Putrinya itu memang sangat unik. Setiap kali ia sakit atau sedang bersedih, dia harus tidur sambil memegang telinga Ben. Entah apa yang Grace senangi dengan memegang telinga daddy nya.


"Aku mau telepon Faith untuk mengabarkan kalau Caleb ada di sini" Maura berdiri namun tiba-tiba ia merasa pusing dan duduk kembali.


"Ada apa sayang?" tanya Ben.


"Aku merasa pusing dan tiba-tiba agak mual. Apakah sakit maag ku kambuh lagi ya?"


Ben tersenyum. Ia langsung membelai perut istrinya dengan lembut. "Cerita di Bali sepertinya sedang tumbuh di rahimmu sayang"


"Maksudmu aku hamil?" Maura sangat terkejut.


Ben tersenyum menggoda "Ya. Ah...senangnya akan memeluk bayi mungil lagi..."


Maura hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tak menduga kalau akan hamil lagi.


Nah...gimana.....Maura hamil lagi nggak ya??


MAKASI SUDAH BACA PART BONUS INI YA


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA

__ADS_1


__ADS_2