My Best Photo

My Best Photo
Aku juga punya mantan


__ADS_3

Langkah Maura terhenti melihat dua insan berlawanan jenis yang nampak sedang tertawa lepas itu.


Gadis itu sangat cantik. Tinggi, seksi, menarik dan begitu menggoda. Siapa dia ya? Apakah dia itu pernah dekat dengan Ben?


Maura mengambil hp nya dan diam-diam mencari profil gadis itu.


Patricia Monde? Kok rasanya aku pernah dengar nama ini ya? Dan foto ini...astaga, dia pernah pacaran dengan Ben? Jadi mereka mantan kekasih? Pantasan terlihat begitu akrab.


Pandangan mata Maura begitu tajam melihat ke sudut ruangan itu. Ia mundur beberapa langkah. Hatinya sungguh sakit. Ia berbalik dan hendak berlari namun.....


bruk!!


"Aow....!" Maura terjatuh.


"I am sorry...!" sebuah suara bariton terdengar dan sebuah tangan terulur untuk membantu Maura berdiri.


"Ya ampun....! Kamu Maura kan? Maura Belinda Nasution?"


Maura menatap pria tampan yang berpostur atletis di depannya.


"Patrick?" bola matanya menjadi bulat.


"Maura...long time no see. You look so beautiful now. How are you?" Tanpa diduga Patrick memeluk Maura dengan erat.


"Patrick....aku sesak napas"


"Maaf. Aku terlalu senang melihatmu" Patrick melepaskan pelukannya.


Maura tersenyum. Patrick adalah pacar pertama Maura di SMA. Patrick adalah kakak kelasnya. 2 tahun lebih tua dari Maura. Dan dia adalah kapten tim basket di sekolah. Siapa yang tidak mengenal Patrick? Cowok cool yang tiba-tiba saja membuat heboh seluruh sekolah karena menyatakan cinta pada Maura setelah pertandingam basket antar SMA selesai dilaksanakan dan sekolah mereka yang menang.


"Hei kamu....gadis yang menggunakan kaos merah. Gadis berambut hitam asal Indonesia. I Love you...!" teriaknya waktu itu.


Maura yang sedang berdiri diantara teman-temannya menjadi bingung ketika semua mata tertuju padanya.


Saat itu Maura baru berusia 16 tahun. Pernyataan cinta Patrick saat itu tentu saja membuatnya senang. Siapa yang tak mau dipacari oleh Sang kapten tim yang ganteng itu.


Mereka resmi pacaran. Patrick juga adalah cowok pertama yang menciumnya. Kisah cinta mereka hanya berjalan selama beberapa bulan saja. Patrick lulus dan kuliah di Amerika. Kisah cinta mereka berakhir karena Maura kembali sibuk dengan pelajaran sekolah. Komunikasi mereka terputus. Dan kini setelah 5 tahun berlalu, mereka berjumpa lagi.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Patrick


Sebelum Maura menjawab, sebuah panggilan membuat mereka berdua menoleh.


"Patrick!" Panggil Patricia sambil berjalan mendekat mereka. Di samping Patricia ada Ben.


"Hai kak!" Patrick langsung tersenyum melihat Patricia.


Kak? Pantas saja aku seperti mengenal nama Patricia Monde karena Patrick juga bermarga Monde. Ternyata mereka bersaudara.

__ADS_1


Guman Maura dalam hati.


"Kalian saling kenal?" tanya Patricia.


"Iya. Kakak masih ingat dengan pacar pertamaku waktu SMA?"


"Gadis yang kamu tembak di lapangan basket?" tanya Patricia mencoba mengingat cerita adiknya beberapa tahun lalu.


"Iya. Dia ini kak. Maura Belinda" Kata Patrick sambil melingkarkan tangannya di bahu Maura.


Maura terkejut. Ia sebenarnya ingin menyingkirkan tangan Ben namun melihat wajah Ben yang biasa saja membuat Maura kesal. Akhirnya ia pura-pura tersenyum.


"Oh ya?" Patricia terkejut. Sekilas ia melirik Ben. Namun Ben tak memberi tanggapan apa-apa.


"Dia cantik kan? Aku senang sekali bertemu lagi dengannya." ujar Patrick dengan wajah berseri tanpa melepaskan pelukannya dibahu Maura.


"Patrick, apa kamu tidak tahu kalau Maura sudah menikah?" tanya Patricia sambil menunjuk cincin yang melingkar di jari manis Maura.


Patrick terkejut. Ia melepaskan tangannya dari bahu Maura dan menatap gadis itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Benar kamu sudah menikah? Tapi usiamu baru 21 tahun kan? Aku ingat dulu kamu bilang akan menikah diusia 25 tahun. Makanya aku senang sekali saat kita bertemu lagi. Aku pikir masih punya peluang untuk mendekatimu." wajah Patrick kelihatan kecewa.


Maura mengangguk.


"Siapa suamimu?" tanya Patrick penasaran.


Maura diam. Ia bingung harus mengatakan apa.


Patrick kembali terkejut. Sebab ia tahu kalau Ben adalah mantan pacar kakaknya. Bagaimana mungkin mantan pacarnya menikah dengan mantan pacar kakaknya?


"Maaf ya Ben. Aku bukannya bermaksud kurangajar. Tapi Maura terlihat seperti gadis yang belum menikah. Aku juga karena begitu senang bertemu dengannya sehingga tak melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. " walaupun kecewa, namun Patrick meminta maaf.


"Tak mengapa. Istriku ini memang masih muda. Kami pun baru 4 bulan menikah. Jadi masih seperti pengantin baru" kata Ben sambil mendekati Maura, melingkarkan tangannya dipinggang Maura dengan gaya posesif lalu mencium kepala Maura dengan lembut.


"Ben, Maura, kami pergi dulu ya?" pamit Patricia sambil menggandeng adiknya. Dengan wajah yang masih bingung, Patrick pun mengikuti langkah kakaknya.


"Ketemu mantan itu sangat menyenangkan ya? Sampai lupa mengatakan kalau kamu itu sudah menikah" kata Ben dengan nada sedikit menekan.


"Memangnya hanya kamu saja yang punya mantan? Patrick masih wajar bersikap begitu karena dia tak tahu kalau aku sudah menikah. Sedangkan Patricia sudah tahu kalau kamu sudah menikah masih saja mencari kesempatan untuk berduaan denganmu" ketus Maura sambil melepaskan tangan Ben yang masih melingkar di pinggangnya.


"Kamu cemburu?"


"Tidak!"


"Sungguh?" tanya Ben dengan tatapan menggoda.


"Siapa yang cemburu? Kamu terlalu percaya diri, Ben" Maura mencibir.

__ADS_1


Ben menarik tangan Maura sambil berjalan memasuki sebuah ruangan.


"Ben...lepaskan!" Maura berusaha melepaskan diri namun Ben begitu kuat menarik tangannya. Saat mereka sudah memasuki ruangan itu yang ternyata adalah sebuah kamar, Ben langsung mendorong tubuh Maura sehingga gadis itu langsung rebah di atas tempat tidur dan sebelum Maura bangun, Ben sudah berada di atasnya.


"Ben....apa yang kau lakukan?" Maura mulai panik.


"Aku hanya ingin membuktikan bahwa kamu memang tidak cemburu. Kamu tidak merindukan aku dan membutuhkan aku. Aku akan menciummu. Dan jika kamu mendesah, berarti kamu bohong" kata Ben pelan dengan


Ben langsung mencium bibir Maura dengan rakus sementara tangannya sudah masuk ke dalam gaun Maura.


Maura memberontak. Ia berusaha melepaskan diri dari ciuman Ben namun Ben tak memberinya ruang untuk melawan.


Tubuh Maura memberi respon yang bertentangan dengan kata hatinya. Ia mulai merasakan sengatan listrik di seluruh tubuhnya. Apalagi saat ciuman Ben sudah turun ke lehernya dan mengisap kulit lehernya dengan kuat sehingga meninggalkan bekas merah.


Tangan Ben sudah turun ke perut Maura. Mengusap perut itu dengan sangat lembut sementara ciuman Ben mulai turun ke dada Maura.


"Ben.....ah...."


Satu desahan lolos dari bibir Maura.


Ben menghentikan aktivitasnya di tubuh Maura. Menarik dirinya sendiri menjauh dan turun dari tempat tidur.


"Kamu brengsek, Ben!" umpat Maura kesal sambil bangun dan merapihkan gaunnya yang berantakan.


Ben yang sudah berdiri di samping tempat tidur menarik Maura dan memeluknya, menempelkan dahinya ke dahi Maura.


"Patricia hanya mantanku yang tidak pernah kucintai. Dia tak pernah punya arti khusus di hidupku. Aku tak pernah bermimpi untuk menikah dengannya." Ben mencium bibir Maura sekilas.


"Sedangkan kamu adalah gadis yang kuinginkan untuk menikah denganku. Jadi, tunjukanlah rasa cintamu itu padaku sebab hanya cintamu yang dapat membuka hatiku. Kau adalah perempuan yang kuinginkan untuk menghadirkan cinta dalam hidupku. Bukan para mantanku. Bukan juga Faith yang telah membuat aku berhenti menjadi playboy" Ben mendekap Maura lembut dan menyatuhkan bibir mereka dalam sebuah ciuman singkat.


"Aku menungguhmu pulang ke rumah kita" Ben melepaskan pelukannya, lalu meninggakan kamar itu dengan wajah datarnya.


Maura hanya diam menatap kepergian Ben. Hatinya galau antara ingin mengejar Ben. Atau menungguh Ben yang datang sendiri padanya.


Satu butir air mata lolos dari sudut mata kirinya.


Ya Tuhan, mengapa aku harus jatuh cinta padanya?


***********


Di sebuah cafe, nampak Patrick yang sedang duduk sendiri sambil menikmati minumannya.


Maura, cinta pertamaku. Gadis pertama yang kucium. Mengapa kita bertemu disaat kamu sudah menikah? Apakah kamu bahagia menikah dengan Ben? Mengapa tadi kamu kelihatan bingung menatap suamimu? Ah....mengapa pertemuan kembali ini sangat menguncang hatiku? Haruskah aku merebutnya???


Patrick meneguk minumannya sampai habis. Para gadis yang menawarkan diri untuk menemaninya semuanya di tolak oleh Patrick. Ia benar-benar merasa kesepian.


MAKASI SUDAH BACA PART INI

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMENTAR, LIKE DAN VOTENYA


Apakah boleh Maura dekat dengan Patrick???


__ADS_2