
"Pertemuan itu bisa jadi awal untuk sebuah kisah. Bisa juga awal baru dari kisah yang pernah ada"
My clown boy.
***
"Gue mau bagi-bagi cerita sama lo,lo,lo" ujar seorang gadis berbaju merah dengan suara yang agak kekanakan.
"Cerita apa tuan putri?" Tanya seorang pemuda dengan kacamata tebal yang bertengger di hidungnya.
Gadis tadi menghela nafas kasar " dengarkan baik-baik!!!" Lalu kemudian mengubah posisi duduknya. Dia akhirnya memasang wajah serius.
"Guys mungkin hari ini hari terakhir kita bersama sebagai murid SMA Garuda". Intonasi suaranya terdengar sedih.
Sontak ketiga temannya yang alay ikut sok-sok nangis,sambil berusaha memeluk gadis tadi.
"Bener Fan,terus kalau lo pindah kita bertiga gimana dong?". Sambar Wendy yang nyeka pipinya menggunakan tissue.
"Entahlah,kalian pergi aja ke kuburan sono!" Usir gadis yang di panggil Fany itu,sambil memutar bola matanya malas. Ginilah jadinya kalau ketiga temannya kumat. Bawaannya pengen di buang di tong sampah.
"Tega kamu Mas!" Alay Ciko yang sedari tadi diam.
"Gila lo pada" kesal Fany,hari ini seharusnya mereka bersedih karena Fany akan pindah. Tapi nyatanya,tidak sesuai ekspektasi.
"OK kalau gitu kita harus ngadain ritual perpisahan dulu" celetuk Emon,pemuda yang berkacamata tebal.
Dan ketiganya pun mengangkat tangannya seraya berkata " Fany,Fany datang tak di jemput pulang tak diantar". Begitulah seterusnya hingga sebuah tabokan indah mendarat di kepala ketiganya.
"Apaan sih emang gue kalian samain jailangkung apa?" Kicau Fany dengan mulut mengerucut.
"Nyadar" ujar Ciko dengan wajah polos.
Dan lagi tabokan indah itu kembali mendarat di kepalanya.
"Sakit tau Fan" desah Ciko karena tabokan itu agak keras.
" emang lo mau pindah kemana Fan?" Tanya Emon.
"Gue mau pindah ke sekolah abang gue" jawab Fany malas.
"Maksud lo Adyatama High School" Wendi terlihat antusias.
"Iyya Wen"
"Daebak!!! Itukan salah satu sekolah terbaik di Indonesia". Kagum Ciko,dan mereka bertiga berkedip tak percaya.
"Eh!Wen perasaan kita punya teman yang sekolah di sana kan?" Ingat Emon.
"Iya Mon,ada si batu es" jawab Wendy ngaco.
Begitulah percakapan ke empat remaja labil di sebuah cafe,yang cukup ramai di pinggiran kota. Mereka tak sadar kalau ada seseorang berpakaian Serba hitam yang lewat di dekat mereka dengan tergesa-gesa. Orang itu melirik sebentar ke meja tempat mereka,lalu melanjutkan langkahnya.
Tak berapa lama,Fany melihat seorang badut yang keluar dari ruang ganti. Dia sempat kagum melihatnya,namun pikirannya segera teralih melihat hpnya berdering. Badut itu berjalan ke pintu masuk untuk menyapa pengunjung.
Fany segera menggeser tombol hijau melihat hpnya Papi is calling....
"Halo pih".
"_"
"Kan baru sampai masa langsung pulang sih!"
"_"
"Iyya. Iya"
"_"
__ADS_1
" Fany juga gak berniat bantah kok".
"_"
"Apa? Bang Aly menuju ke sini. Yaudah dah papi"
Fany langsung lesu setelah menerima telpon itu dia berbalik menghadap teman-temannya.
"Eh kayanya gue pulang dulu!" Beritahu Fany kepada mereka. Jelas dia merasa tak enak.
Emon menghela nafas" yaudah sana pulang".
"Beneran nih gak apa-apa gue tinggal" Tanya Fany memastikan.
Ketiganya hanya mengangguk,Fany segera mengambil es krimnya di atas meja lalu berjalan keluar dengan mata yang sibuk pada HP. Hingga dia tak sadar kalau tak jauh dari sana ada seorang badut. Fany berjalan semakin cepat hingga dia tersandung pada pintu cafe. Dan
"BUKK!!!"
Fany menabrak seseorang,membuatnya terjatuh di depan pintu cafe. Fany melihat es krim di tanganya.....
Dan ternyata telah menghilang entah ke mana.
Selang beberapa menit kemudian dia merasakan sesuatu yang dingin diatas kepalanya,melihat lelehannya yang turun ke wajahnya langsung bisa ia tebak benda APA itu.
"TidAAAK...."
Teriak fany histeris,penampilannya Sudah kacau.
Semua mata tertuju kepadanya,dan akhirnya fany di jadikan bahan tertawaan. Fany merasa malu,pipinya memerah dia tak bisa berkata lagi. Hingga sebuah tangan terjulur di hadapannya. Fany mendongak untuk melihat pemiliknya,dia kagum ternyata itu cowok badut yang tadi.
Untuk sesaat pandangan mereka bertemu tak peduli tatapan aneh yang mengarah kepada mereka,Fany merasa terhipnotis oleh mata hitam legam itu. Bola matanya,terlihat bercahaya.
"Berdiri" ucap cowok itu datar. Fany langsung menerima uluran tangan di hadapannya.
"Iyya..." Gugup fany,sambil berusaha menormalkan degup jantungnya.
"Maksud lo?" Heran fany
"Lo tadi nabrak gue"
Mendengar itu fany langsung kesal"oh!!! Jadi lo yang ngebuat gue jatuh" tuduh fany tak berdasar.
Badut itu menghela pelan" lo yang nabrak gue" sinisnya .
Fany tak mau kalah ia tak menghiraukan tatapan mengejek yang mengarah padanya,
"Apa lo bilang. Jadi maksud lo gue yang salah. Gitu".
"Gue gak bilang "
"Awas lo ya!berani mempermalukan gue..."
Belum sampai ucapannya terdengar suara klakson Mobil berkali-kali. Fany melirik sebentar ke arah Mobil sport hitam di depan cafe. Dan ternyata itu penjemputnya,Fany kesal sendiri jadinya. Karena emosinya tak bisa ia keluarkan. Dia hanya menatap badut itu sebentar lalu menuju ke Mobil. Langkah Fany sengaja dibuat cepat,es krim itu mulai meleleh di atas kepalanya.
"Sial" batinnya.
Tepat di depan Mobil Fany disambut oleh tawa mengejek dari Aly.
"Lo kenapa fan?" Tanya Aly,saudara kembarnya di sela tawanya.
Fany memutar bola matanya malas.
"APA lo?"
Aly malah tertawa makin menjadi melihat wajah sebal adiknya yang penuh es krim. Aly berusaha menahan agar dia tak tertawa,
" emangnya kok lo bisa sih dapat es krim gratis kaya gitu?" Goda Aly.
__ADS_1
"Bang lo kenapa sih suka goda gue" jawab Fany ketus. Lalu dia masuk ke dalam Mobil.
Melihat Fany yang tak bersahabat Aly segera menghentikan tawanya. Lalu mencubit gemas pipi chubby Fany. "Emang siapa sih yang buat lo jadi kek gini".
"Badut" tunjuk Fany,kearah badut yang berdiri di pintu cafe. Aly hanya ber oh ria ketika melihat orang yang di tunjuk Fany. Kemudian dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tahu kalau Fany lagi badmood,jadi percuma bicara denganya yang ada mungkin dia hanya akan terkena semprotan tepatnya menjadi pelampiasan amarah seorang Stevanhy Rhizki. Aly tahu bagaimana adiknya jika sedang marah.
Aly masuk ke halaman rumah bernuansa putih. Dia menghentikan mobilnya tepat di garasi. Fany langsung turun dengan wajah cemberut dan penuh dengan es krim. Fany masuk ke dalam rumah mendapati mami dan papinya sedang ngobrol di ruang keluarga. Dan tawa pecah begitu saja dari mulut mereka yang membuat fany hanya berjalan ke kamarnya dengan kaki di hentakkan. Fany membanting pintunya dengan keras.
Hari ini entah mengapa dia merasa begitu kesal. Orang Tuanya menertawakannya padahal menurut fany itu sama sekali tak lucu.
***
"Fan! Buka pintunya sayang kamu harus sekolah" bujuk Ratih sambil menggedor pintu kamar Fany. Tak ada respon dari dalam. Semenjak kejadian di cafe Fany tak pernah keluar kamar Dan itu Sudah dua hari yang lalu.
" Fany ini hari pertama kamu sekolah. Mami janji deh,nanti pulang sekolah kita ke mall. Gimana kamu mau kan?".
Fany dengan cepat langsung membuka pintu"Mami bener ya" ujar Fany antusias kemudian memeluk Ratih.
"Kalau gitu kamu mandi dulu!abis itu makan" pinta Ratih,lalu Turun ke lantai satu untuk menyiapkan sarapan. Fany hanya mengangguk senang.
Tak berapa lama terlihat Fany yang sudah rapi dengan seragam barunya berlogo Adyatama High School berjalan menuruni tangga.
"Selamat pagi semua" sapa Fany dengan senyuman khasnya.
"Pagi "jawab Ratih,Farhan,dan Aly bersamaan.
Aly tak berkedip melihat Fany yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengannya. Bedanya Fany menggunakan rok selutut sedangkan dia menggunakan celana panjang. Rambut sebahu fany yang berwarna agak coklat sengaja tergerai membuatnya terlihat APA ya aly tak mau mengakui kalau adiknya itu cantik.
" Napa lo bang?" tercyduk deh Aly,natap orang.
Aly langsung menggeleng kaku sementara nasi goreng ia sendok ke dalam mulutnya.
10 menit kemudian mereka selesai. Aly Dan Fany segera berangkat ke sekolah.
Ketika di sekolah semua mata tertuju pada mereka. Fany keluar dari Mobil lebih dahulu yang membuat siswi-siswi berbisik iri padanya.
Setelah itu Aly juga keluar dengan senyuman khasnya yang langsung menggandeng tangan Fany menuju keruang kepsek. Fany bingung entah mengapa hampir semua siswi berteriak histeris menatap mereka berdua,bahkan siswi-siswi yang tinggal di lantai 2 juga melihat kepada mereka.
Mulai dari parkiran ,lapangan,bahkan setiap sudut yang mereka lalui membuahkan pelototan.
Sampai di ruang kepsek aly mengacak gemas rambut fany lalu menuju kelasnya di XI IPA 1 yang berada dekat kantin.
***
Di kelas XI IPS 1 terlihat pak kepsek yang membawa seorang siswi baru di belakangnya. Bu Aini selaku guru sejarah menyuruh Fany untuk memperkenalkan diri setelah pak kepsek meninggalkan kelas.
"Hai... Nama gue Stevanhy Rhizky. Bisa kalian panggil Fany. Gue pindahan dari sma Garuda. Salam kenal". Ujar Fany dengan memberi senyuman termanisnya.
" gimana anak-anak ada yang mau di tanyakan"Tanya bu Aini pada siswa kelas XI IPS 1.
Seorang cowok yang duduk di bangku pojok belakang mengangkat tangan. " Fany udah punya pacar belum,kalau belum sama abang aja ya"godanya sambil mengedipkan sebelah matanya ke Fany.
Ciiieeee...
Kelas langsung riuh karena ulahnya.
Namun,mata Fany tertuju kepada seseorang yang menatap keluar jendela....
TBC
Hai reader cerita ini gimana? Menurut kalian itu siapa??? Hayooo!
Panjang ya??😁.Jangan lupa voment OK! Bye di next chapter.
Karena vote Dan comment Dari kalian sungguh berharga.
Lope you muachhh!
__ADS_1