My Clown Boy

My Clown Boy
11


__ADS_3

"Melakukan sesuatu kadang gak perlu alasan,tapi lo pintar. Gue punya alasan ngelakuin ini. Gue cuma mau lihat dunia tersenyum karena gue"


(Adly Mahardika)


***


Fany menegang sendiri ketika melihat tak jauh di belakang Adly,sekelompok orang berpakaian hitam mengejarnya.....


"Adly" cewek berambut coklat sebahu itu refleks berteriak. Bagaimana mungkin cowok berprofesi badut itu dikejar oleh sekelompok orang layaknya buronan besar.


Satpam alias pak Sapri terlonjak kaget,karena nono mudanya berteriak sehisteris itu.


Dengan terburu-buru Fany berlari menyuruh pak Karman segera mempersiapkan mobil.


Pak Sapri maupun Pak Karman bengong melihat Fany sudah ada di hadapannya dengan sandal jepit dan celana selutut,serta baju kaos lengan pendek,rambut coklatnya di terbangkan angin.


Bukan masalah jelek atau tidaknya penampilan Fany melainkan tidak biasanya gadis itu keluar dengan pakaian alakadarnya seperti itu.


"Cepetan pak" desak Fany begitu sadar pak Karman melamun,keburu bonyok nanti Adly nya.


."iya. Sebentar neng" Ujar Pak Karman sambil masuk ke jalan yang tadi di lalui Adly.


Beberapa meter mobil,melaju mereka sampai disebuah tempat sepi dekat tanah lapang. Adly di kerumuni oleh orang-orang berpakaian hitam dengan nafas ngos-ngosan.


Bukan jago atau tidaknya dalam beladiri melainkan ia kalah jumlah. Ia kewalahan melawan sekitar dua puluh orang terlatih seorang diri.


Mobil sport hitam Fany berhenti tepat di hadapan Adly. Dengan wajah panik campur khawatir Fany menyuruh cowok badut itu masuk ke mobil. Tepat di dekatnya,setelah itu pak Karman yang sangat mengerti situasi secepat kilat melajukan mobilnya meninggalkan pengejar Adly yang geram.


"Minum! Lo pasti haus kan?" ujar Fany sambil menyerahkan botol Aqua pada Adly.


"Makasih" setelah itu hening.


Pak Karman yang melihat kecanggungan pada penghuni jok belakang hanya tersenyum. Padahal yang paling heboh tadi adalah nona mudanya begitu melihat Adly di kejar.


Alasannya cuma satu Fany masih segan pada Adly setelah peristiwa tadi siang. Mata coklatnya hanya bisa menatap keluar jendela berusaha melupakan peristiwa 'menyakitkan' itu.


Tak berapa lama mobil kembali masuk ke garasi rumah Fany. Adly hendak segera pulang namun di tahan olehnya.


"Masuk aja dulu gimana kalau orang-orang tadi masih ngejar lo!" alibinya.


Adly memikirkannya,yang dikatakan Fany ada benarnya.


Cuma dia gak masuk ke rumah,matanya tertuju pada kursi sedang di bawah pohon rindang. Kakinya refleks ke sana. Fany mengekor di belakangnya setelah meminta bi Inah membuat coklat hangat kesukaan Fany.


"Lo suka taman?" tanya Fany memecah hening begitu melihat mata Adly tak lepas dari bunga warna-warni milik mami.


"Mm..." gumam Adly,yang membuat Fany menyimpulkan jika cowok itu suka taman.


"Gue juga. Taman bisa jadi pengalih kesedihan,buat gue aroma,warna,damn kupu-kupu taman bisa jadi pengalih perhatian dan bisa menghidupkan kembali semangat yang hilang kata mami Ratih".


Tak lama kemudian bi Inah keluar membawa dua gelas coklat hangat.


" Makasih bi". Dan interaksi kecil itu tak luput dari perhatian Adly.


Untuk sesaat hentikan ng diantara keduanya hingga.


"Soal di sekolah!" mereka mengatakannya bersamaan seakan di komandoi. Setelah itu mata mereka berserobok beberapa detik lamanya.


"Lo duluan" mereka lagi-lagi bersamaan yang membuat Fany merasa salah tingkah.


"Lo aja" kata Adly santai.


"Gue cuma mau bilang soal di sekolah lo lupain aja Ad. Gue tahu lo pasti punya alasan di balik semuanya". Walaupun berat,Fany tetap berkata yakin.


Adly mengangguk,ekspresinya sukar di tebak. " kalo lo?" lanjut Fany.


"Gak penting". Desis Adly


" cerita aja!gue gak bakal bocorin kok" Fany tak gentar.

__ADS_1


"Maaf"


"Untuk"


"Di sekolah". Fany melongo.


" lupakan aja" (tapi gue bakal dekatin lo dengan cara halus)batinnya berteriak kegirangan.


"Yang tadi ngejar lo siapa?". Pertanyaan yang mengganggu pikirannya akhirnya keluar.


Adly terdiam cukup lama hingga ia memutuskan menjawab" gak tahu". Singkat,padat,dan jelas.


"Oh" Fany gak mau ngorek lebih lanjut.


"Tapi Ad,kenapa lo milih pekerjaan paruh waktu buat jadi badut. Gue gak bermaksud nyela lo. Tapi pasti setiap sesuatu yang di lakukan itu ada alasannya"


Adly menghela nafas "Alasan gue sederhana,gue cuma mau lihat orang bahagia karena gue. Gue suka lihat dunia tersenyum. Jadi lo jangan nangis hanya karna gue".


Kalau bisa terbang Fany mungkin sudah di langit ke tujuh sekarang,baru kali ini dia mendengar Adly bicara panjang dan semanis itu padanya.


" gue balik" pamit Adly lalu menyeruput coklatnya,antara senang dan kecewa Fany hanya mengangguk karena sekarang hari memang sudah mulai gelap.


"Hati-hati" Fany melambaikan tangan,yang di balas anggukan kecil oleh cowok itu.


Awal yang buruk bukan berarti akhir yang buruk bisa jadi itu hanya pengantar untuk akhir yang bahagia.


Papi calling


Fany: halo pi


Farhan: fany sayang,papi malam ini keluar kota gak sempat pulang. Dan mami kamu harus ikut.


Fany: papi keluar kota,bareng mami. Yaaaaa fany sendiri dong.


Farhan:maaaf baby besar nan manja. Jangan merajuk dong!!!


Fany: emangnya berapa lama?


Fany: what??? 10 hari


Farhan: santai aja anakku sayang. Papi cuma sebentar.


Fany: tapi kan tetap aja pi. Itu juga belum tentu.


.


Farhan: papi sama mami usahain pulang secepat mungkin. Bye Fany.


Fany: bye pi


Via telepon end.


Fany cemberut setelah menerima telepon,sekarang dia sendirian dan akan merasa agak sendirian. Apalagi Aly saat ini sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Singapura. Aly terpilih sebagai wakil Adyatama high school. Mungkin tiga bulandari sekarang baru kembali.


***


Rabu pagi,Fany heran karena di mulai turun dari mobil semua orang seakan menatapnya sinis. Bahkan sampai ada yang menyindirnya terang-terangan.


Fany berjalan seperti biasanya,berusaha tak peduli. Namun,semakin ke sini rasanya semakin mengganjal.


"Apa ada yang salah sama gue?". Tanyanya pada diri sendiri.


Namun semuanya terjawab ketika ia lewat di depan papan pengumuman.


Setiap yang lewat lagi-lagi memandangya tak suka.


Fany tak bisa berkata apapun,di sana terpajang fotonya bersama dengan Adly yang terlihat cuek di hadapannya sedang dia sendiri menangis.


Fany membaca tulisan yang menjadi captionnya. " hati-hati cewek gatel berkeliaran,setelah Aly,Adly pun mau di embat".

__ADS_1


Pikiran Fany mendadak kalut,dia tak tahu siapa yang tega melakukan hal ini padanya. Padahal ia kira selama ini tak pernah menyakiti siapapun.


Kakinya seakan mati rasa,sebelumnya ia tak pernah merasa selemah ini.


"Fan lo gak papa kan?" suara itu berhasil membuat Fany menoleh.


Fany menggeleng pelan.


"Kita ke kelas bareng aja. Ntar lo kenapa napa lagi".


Fany akhirnya dipapah oleh Sarah ke kelas.


" lo gak usah peduliin mereka Fan" hiburnya pada Fany yang masih terlihat syok


"Tapi siapa yang tega ngelakuin ini ke gue?".


" gue juga gak tahu. Tapi,gpp kok kalau mereka semua ngucilin lo. Gue akan tetap ada kok buat lo!"


Sampai di kelas Fany langsung melirik bangku pojok.


"Eh bdw Sar,Adly kok belum datang ya?" tanya Fany.


"Gue juga gak tahu. Kemarin terakhir gue ketemu dia,pas nganterin gue pulang" cicit Sarah terdengar ambigu.


"Apa mungkin gara-gara gue ya?"


"Gak mungkin.bisa jadi Adly hanya gak enak badan. Besok pasti kembali sekolah kok" hibur Sarah.


"Mungkin".


Hingga terdengar suara cempreng khas Ima dari luar.


" HEIIII! SIAPA YANG PASANG FOTO INI GUA GANTUNG!". Mereka mencari tahu penyebar gosip di sekolah.


"Kalau gak ada yang ngaku,gue lapor ke BK sekarang adanya kasus pembulian" tambah Rinhy.


Setelah itu terdengar gerutuan kecil dari banyaknya siswa IPS.


"KALAU GITU SEKARANG BUKA SEMUA FOTO YANG ADA DI KELAS MASING-MASING SEBELUM GUA KE BK SEKARANG". Lagi lagi Ima bicara sambil ngegas.


" Dan lagi jangan ganggu dia". Tutup Rinhy sambil membubarkan kerumunan.


Setelah itu mereka terlihat lagi di kelas,lalu nyegir ketika melihat Fany duduk syantik.


"Fan lo gak papa kan?" tanya Ima.


Fany menggeleng,"makasih ya!"


"Yaelah sans,Fan! Sebagai calon kakak ipar yang baik sudah kewajiban buat ngejaga adik ipar gue!" ujar Ima dengan kepercayaan dirinya yang selangit.


Rinhy refleks menabok kepala Ima"pagi pagi gini lo udah mimpi setinggi langit!!"


"Justru itu,sebagai vitamin buat ngeraih mimpi gue".


" gue ke toilet dulu ya!". Pamit Fany,lalu segera keluar kelas tanpa menunggu respon temannya.


Sarah berniat menemani namun gadis itu hanya menggeleng.


***


Fany keluar toilet dengan tergesa-gesa begitu mendengar bunyi bel pelajaran,tanpa melihat ada seseorang di hadapannya....


Mereka saling menabrak.


Membuat Fany maupun orang itu terpekik kesakitan.....


"Maaf..."


***

__ADS_1


Tbc


__ADS_2