My Clown Boy

My Clown Boy
5


__ADS_3

-


typo bertebaran-


-


-


"Jangan salahkan gue kalau ada rasa yang tumbuh di dalam sana"


Stevanhy rizky


***


-


-


Fany mulai yakin kalau sebenarnya,Adly orang baik hanya saja dia tak tahu cara mengekspresikannya.


"Makasih Ad" guman Fany tulus melihat punggung Adly yang semakin menjauh dari Uks. Fany tersenyum,jantungnya mulai tak teratur. Apalagi ketika ia mengingat kejadian yang mendebarkan untuknya.


"Gak!gue gak boleh suka sama dia" yakin Fany pada dirinya sendiri. Namun, kejadian tadi tak mau menghilang dalam ingatannya. Fany Tampa sadar senyum-senyum sendiri keluar dari uks. Dapat dia lihat bahwa sekolah telah ramai. Siswa-siswi Adyatama High School telah berdatangan. Fany tadi ke sekolah sendirian dia berangkat duluan diantar Pak Karman, supir pribadi keluarga Fany.


Memang orang tuanya jarang di rumah mengakibatkan Fany bosan. Apalagi Aly akan terlambat bangun ketika ibunya tak ada. Fany juga tak ambil pusing karena Pak Karman akan siap sedia mengantarnya. Orang tua Fany adalah pebisnis yang terkenal ssmpai ke luar negeri. Tapi Fany maupun Aly merahasiakan identitas mereka di sekolah.


Fany menghela nafas saat sampai di depan kelas mendengar suara dari dalam sana. Mungkin guru sudah masuk,Fany mempersiapkan mentalnya untuk menerima konsekuensi atas keterlambatannya.


Fany perlahan menampakkan dirinya di depan pintu dengan jantung deg-degan.


Tapi,perasaan takutnya menghilang seketika saat melihat orang yang berdiri di hadapan papan tulis yang kebetulan juga melihat ke arahnya. Wajah-wajah Itu tak asing bagi Fany.


....


Fany berjalan gontai memasuki kelasnya. Perasaan takutnya hanya sia-sia.


Karena ternyata orang di depan papan tulis Aly and the Genk. Fany memang sering melihat teman Aly nongkrong pada saat malam minggu di rumahnya. Fany berfikir mungkin Aly and the Genk semuanya jomblo akut.


Para jomblowati di kelas Fany berteriak histeris,saat Genk most wanted di Adyatama High School memasuki kelas mereka.


Tak terkecuali IMA Dan rinhy.


IMA bahkan mengambil kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Ima melihat Fany yang lewat di hadapannya langsung menghentikan Fany.


"Hai...Fany fotoin gue dong sama bebeb Aly" pinta Ima berbisik.

__ADS_1


Fany memutar bola matanya malas lalu melotot ke Arah Aly. Ima lalu menyerahkan kamera ke tangan Fany.


" Makasih ya Fan!" Cengir IMA tak berdosa,lalu mengambil posisi berdiri di dekat Aly.


Fany makin kesal saat Aly sengaja memperlama durasinya,karena setelah Ima ada cewek lain yang meminta foto.


Dengan senang hati Aly menerimanya dan jangan Tanya siapa fotographer nya kalian pasti tau sendiri. Begitu seterusnya hampir setengah jam. Mood Fany jadi memburuk,bibirnya telah manyun sejak tadi.


Melihat perubahan ekspresi Fany. Aly segera menghampirinya lalu mengacak gemas rambut Fany. Kalian bisa bayangin gimana ekspresi teman teman Fany.


Dengan serentak mereka berteriak memekakkan telinga. Memang jarang orang di sekolah yang mengetahui hubungan mereka.


Moment ini tak di sia-siakan oleh fans nya Aly mereka memotretnya lalu memasukkannya ke group chat khusus untuk seluruh fans Aly di Adyatama High School. Dan dalam 5 menit mereka telah menjadi trending topik.


Fany menatap Aly tajam,bermaksud mengusirnya. Tapi,tanpa di suruh Aly langsung mengode teman-temannya agar keluar.


"cabut bro" Ajak Aly.


Lalu kedua temannya yang Fany ketahui bernama Rengga dan Reza mengikuti dari belakang.


Fany menghela pelan akhirnya rintangan telah pergi,saatnya untuk menuju ke tempat duduk. Fany tercegang sendiri saat berbalik semua mata telah terarah padanya. Termasuk mata penghuni pojok belakang. Dan mata fany berhenti agak lama menatap mata ITU,Fany agak malu jantungnya mulai tak teratur,detaknya lebih cepat dari bisanya.


Fany menghempaskan pantatnya di kursi menunggu guru yang mengajar pada jam pertama dengan dada bergemuruh dan pikiran berkecamuk. Tak lama kemudian terlihat Bu Dina masuk dengan tergesa-gesa. Guru bahasa Indonesia itu agak terlambat masuk kelas. Fany mengeluarkan buku-buku dari tasnya lalu mengikuti pelajaran dengan saksama.


***


"Dasar kakak durhaka,bahkan lebih memilih pacar di banding adiknya ". Gerutu fany dengan kaki di hentakan.


Sebenarnya dia bisa saja meminta Pak Karman menjemputnya. Tapi Fany tak mau terlalu merepotkan lelaki paruh baya yang sudah mengabdi pada keluarganya selama bertahun-tahun itu. Pekerjaannya di rumah banyak.


Fany berjalan dengan agak cepat untuk menuju ke halte yang cukup dekat dari sekolah. Namun di tengah jalan,dia di hadang oleh dua orang pemuda yang menggunakan motor butut.


" Hai cantik sendirian aja?" Goda pemuda yang berkaca mata hitam dengan kulit tak kalah hitamnya.


"Apaan sih" risih Fany sambil menepis tangan Bagas yang sudah mencolek pipinya.


"Widih galak!" Ujar Toni teman Bagas yang juga mulai mendekat setelah meninggalkan motornya di tempat yang cukup sepi.


"Jalan yuk cantik" lagi-lagi Bagas berusaha untuk memegsng tangan Fany.


Fany tak gentar dia mulai berusaha untuk berteriak.


"tolong!!tolong" kata Itu berhasil lolos dari mulut fany tapi langsung di bekap oleh Bagas.


"Diam gak,atau lo gue jual ke mafia haha" ancam Toni tegas.

__ADS_1


Seketika Fany takut,mereka berdua semakin gencar mengganggunya. Fany berusaha memberi perlawanan. Tapi,itu sama sekali tak berarti untuk kedua preman ini. Semuanya bahkan sia-sia yang hanya menguras tenaga Fany.


Hingga sebuah motor sport hitam berhenti tepat di belakang mereka. Bagas maupun Toni langsung berbalik,lalu di ikuti oleh fany yang hampir putus ASA. Fany hanya berharap semoga itu bukan teman dari kedua preman Ini.


Fany mengerjapkan matanya beberapa Kali,sebuah senyuman terbit dari bibir mungilnya. Putus ASA yang tadi muncul Sekarang menghilang. Tangannya yang di cekal oleh Toni berusaha di gerakkannya.


"Ad tolongin gue!!" Pinta Fany dengan nafas tersegal. Cowok itu kemudian mendekati Toni Dan Bagas.


"Lepasin dia" bentak Adly seraya memberi bogemon mentah pada wajah bagas. Bagas terhuyung ke belakang,darah Segar menguncur dari bibirnya.


Melihat itu Toni langsung melepaskan cengkramanya pada tangan Fany. Dia maju untuk melawan Adly namun kalah cepat oleh Adly yang langsung menendang perutnya.


Saat mereka berdua bangkit untuk menyerang kembali " lo maju gue bunuh" ancam Adly sinis.


Baik bagas maupun Toni hanya bisa menelan ludahnya kasar,melihat tekad siswa sma di hadapannya yang tak gentar sama sekali,bahkan ancaman itu terdengar memgerikan bagi mereka berdua.


Mereka berdua mundur dengan perlahan menuju ke motor bututnya. Fany akhirnya bisa bernafas lega.


Setelah kedua preman itu pergi Adly segera naik ke motornya lalu memberi helm ke Fany "pake" tegas Adly.


Fany meraihnya lalu naik ke atas motor,jantungnya berpacu dengan cepat. Dia berpegangan pada tas Adly agar tak jatuh.


Ada rasa yang mulai tumbuh di dalam sana,rasa yang asing baginya tapi menyenangkan.


Sepanjang perjalanan dia berusaha menormalkan detak jantungnya tapi sulit. Malahan bertambah kencang. Ketakutan yang tadi di rasakannya mulai menghilang.


Saat sampai di depan rumahnya Fany memberikan senyuman teamisnya untuk Adly.


"Makasih ya!" Ucap fany tulus,dia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Adly tadi tak ada.


"Lo nggak masuk dulu" tawar Fany


"Nggak" jawab Adly lalu meninggalkan rumah Fany.


Fany tak berhenti tersenyum memikirkan sikap Adly hari ini yang menurutnya berubah. Sekarang di pikirannya hanya berisi seseorang.


" jangan salahkan gue jika mulai suka ke lo"batin Fany.


Fany terus saja bersenandung hingga tiba di kamarnya yang bernuansa pink. Dia lalu duduk di kursi depan meja belajarnya,lalu mengambil buku kecil warna biru muda diatas meja.Buku itulah yang di sebutnya sebagai...


TBC


Hai,..hai...hai. .akhirnya episode 5 udah kelar. Gimana pendapat kalian. Tuangkan kritik,Dan saran di komentar ya!!! Jangan lupa votenya. Karena setiap peristiwa ada hikmanya.


See you di next chap. Good bye

__ADS_1


__ADS_2