My Clown Boy

My Clown Boy
24


__ADS_3

"Salah kah mengharap pada hati yang salah"


***


Seseorang berdiri di rooftop, bahkan ini sudah sore tapi ia masih betah berada disana. Dia seakan menikmati semilir angin yang terus membelai pelan rambutnya.


Cowok itu menghembuskan nafas pelan. Tatapannya terus menerawang. Dia mengacak rambutnya frustasi pikirannya terbagi,antara di rumah atau justru cewek yang akhir akhir ini menyita perhatiannya.


Mata beriris abu abunya terlihat sedikit redup.


Seseorang menelponnya.


"Aly..." bacanya,dan cowok itu seakan sudah tahu apa yang akan Aly bahas.


"Lo kenapa?" tanyanya tanpa basa basi.


Dan Delano tahu,pasti cowok itu sudah mengetahui apa yang telah terjadi pada Fany.


"Sialan. Lo gak ngejaga dia?" Umpat orang di seberang telepon hingga Delano meringis pelan.


"Tanpa lo suruh pun gue akan jaga dia".


"Cih.....Gue bahkan rasanya ingin cepat pulang mendengar kabar itu".


"Lo gak tahu bahwa yabg dia lawan bukan cuma satu atau dua orang. Tapi hampir satu sekolah,itu semua kerena ide konyol lo gak mau mengungkap identitas di sekolah". Delano menjelaskannya panjang lebar,ada nada kesal pada tiap kalimatnya. Nafasnya bahkan tersengal.


Aly terdiam cukup lama demi mendengarnya.


" Gue gak nyangka imbasnya bakal kena adik gue". Delano bisa mendengar ada nada penyesalan pada suaranya.


"Makanya lo cepet pulang. Gue lihat dia sangat kesepian".


" hmmm...."


"Gue tutup dulu soalnya gue mau pulang".


" what ? Jadi lo belum pulang". Delano langsung menutup sepihak teleponnya kala ia memasuki mobil miliknya yang masih terparkir rapi.


Tak peduli Aly masih mau mengoceh. Delano tak habis pikir bagaimana cowok genius kayak dia lebih mirip emak emak tukang marah.


Dia kemudian melempar asal hpnya lalu masuk ke dalam mobil.


Dia melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.


Tapi belum jauh ia keluar. Dia terkejut,dengan cepat ia mengerem mendadak mobilnya. Di luar sana dapat ia lihat seorang gadis gila berdiri tepat di hadapan mobilnya,hingga jika Delano telat sedikit saja maka bisa jadi orang itu telah terbaring di atas aspal.


Delano berdecak,hal yang paling di bencinya adalah berurusan dengan gadis gila seperti yang terjadi sekarang.

__ADS_1


Dia menekan klakson beberapa kali karena gadis itu mengganggu jalannya.


Delano memperhatikan seragam yang dikenakannya. Jelas seragam itu sama seperti miliknya.


Delano tersenyum miring,tidak tahukah gadis itu berurusan dengan siapa?


Lalu sedetik kemudian ekspresinya kembali kosong.


Lihat saja nanti Delano akan menghukum orang yang berani mengusik hidupnya.


Tapi pikirannya semakin kesal saat melihat orang itu telah berpindah menggedor gedor jendela mobilnya.


"Aissshhh!!! Benar benar gadis gila".


" Woiii! Bantu gue. Lo mau pulang kan"gadis di luar sana terdengar berisik di telinga Delano.


Zona nyamannya benar benar terganggu sekarang. Dia membuka kaca jendela,hingga iris matanya yang abu abu menatap tajam orang beriris hitam di hadapannya.


Dia tidak bersuara sedikit pun hanya menatap tajam. Tapi anehnya cewek di hadapanya mematung beberapa saat sebelun akhirnya terlihat grogi.


Delano kembali tersenyum miring,bahkan cewek itu melihat wajahnya saja sudah tak berkutik.


Tapi detik berikutnya,saat Delano hendak kembali menaikkan kaca mobilnya terdengar pekikan membahana.


Serta gadis itu sudah jingkrak jingkrak kesenangan.


Dan reaksi itu lagi lagi di luar perkiraannya hingga ia melongo memperhatikan cewek itu.


"Haaaaaaa!!!!" cewek itu sekarang teriak teriak tak jelas hingga Delano meringis. Lebih berisik di banding Fany.


Delano bingung saat melihat gadis itu lagi lagi mendekat,tapi sebelum ia mengerti gadis itu sudah mencubit gemas pipinya. Lalu memainkan kepalanya, menoel-noel pipinya,serta memegang gemas hidungnya.


Oh shittt!!!


Delano belum pernah diperlakukan menjijikan seperti ini bahkan oleh Fany sekalipun,cewek pertama ia biarkan masuk ke kehidupannya.


Delano bahkan tak sadar jika gadis itu sudah memotretnya dengan senyum yang terus terusan menguar.



Delano melihat nametag cewek itu ketika jaket jeansnya sedikit tersingkap.


Rini Angraini.


Huh ingatkan Delano untuk membunuh cewek ini nanti.


Rini mendekatkan wajahnya ke wajah Delano melihat tak ada reaksi apapun.

__ADS_1


"Astagfirullah....gue tadi mimpi apa hingga ketemu malaikat tak bersayap ini". Racaunya tak jelas


Delano mendecih,tapi cewek itu tak peduli.


Ia malah tersenyum tepat di depan wajah Delano menatap kesempurnaan wajah ciptaan Tuhan di hadapannya.


Tapi ingat,Aly lebih tampan. Delano hanya di nomor sekian setelah,Manurios,Blake,justin,dan semua cogan koleksinya.


Delano risih,kemudian menatap tajam cewek itu lalu tanpa aba aba langsung menghempaskan tangan yang sedari tadi bertengger di wajahnya dengan tidak berperasaan.


Hingga Rini sedikit terhuyung,walaupun tak sampai jatuh.


Dan kemudian realita menyadarkannya. Bahwa Delano adalah cowok yang paling dihindari manusia waras di AH.


Delano menyeringai kejam,membuat cewek itu dengan kasar menelan salivanya.


"Dasar pengganggu" desisnya,hingga Rini langsung kembali mendekat.


"Apaan?" Suara Delano naik satu oktaf hingga Rini menjaga jarak aman.


"Ggggueee....cuma mau nebeng sama lo!" cengirnya hingga Delano di buat menggeram.


Bagaimana tidak,setelah menggagguny cewek itu dengan santainya minta nebeng. Gila!Gila!Gila. Ia bahkan tak pernah berhenti mengumpat.


"Kalau gue gak mau?" sinis cowok itu lalu bsrniat menyalakan mesin mobilnya.


Tapi kelakuan gadis itu di luar dugaanya. Yang kembali,berdiri di depan mobilnya dengan kedua tangan di rentangkan. Tapi matanya tak berhenti menatap kedepan.


Delano memukul stir mobilnya,bisa panjang urusannya jika ia tak menuruti gadis keras kepala itu.


Sebenarnya bisa saja Delano langsung melajukan mobilnya,dengan menabrak gadis itu,hingga hal yang mengganggunya hilang sekalian di muka bumi ini.


Tapi instingnya berkata lain,dia langsung keluar lalu menarik lengan gadis itu masuk ke mobilnya. Tanpa bicara,karena ia sudah muak pada drama yang baru saja di buat oleh seseorang yang bernama Rini.


Di dalam mobil mereka tak banyak bicara,karena Delano moodnya benar benar buruk.


Dia tak berhenti menghela nafas lelah atau justru berdecih. Hingga aura yang di keluarkannya benar benar mengintimidasi.


Dan Rini jangan ditanya,dia hanya diam mematung.


Mereka melewati taman,dan tanpa sengaja Delano melihat seorang badut dibawah pohon rindang. Awalnya Delano tidak terlalu peduli. Tapi melihat gadis yang bersamanya,rahang Delano langsung mengeras. Tanpa sadar ia mencemgkram stir mobilnya.


Dan bagi Rini suasana di dalam mobil benar benar mendebarkan. Sedikit sedikit ia harus menghirup nafas sebanyak mungkin. Hpnya ia lupakan begitu saja,padahal tadi ada sebuah niat yang ingin dilakukannya.


Delano tercekat,melihat orang yang tak jauh dari si badut. Seseorang itu membuat Delano kembali tersenyum miring,hingga orang di dekatnya benar benar merinding.


TBC

__ADS_1


__ADS_2