My Clown Boy

My Clown Boy
18


__ADS_3

Dan tercyduklah mereka oleh penghuni kost alias teman Adly.


Mereka berhenti mematung beberapa saat,menyadari bahwa sekarang sudah ada banyak manusia yang berkerumun mengelilinginya.


Siulan bersahutan dari masing masing mulut hingga mereka malu sendiri.


"Apaan sih?"Adly menatap mereka datar memberi peringatan,Fany mendekat ke kerumunan penghuni kostan dengan ekspresi sangat sangat malu.


"Cie!!! Adly udah berhenti jadi jomblowers" celetuk Rengga yang langsung mendapat toyoran dari Adly.


Penghuni kostan tertawa mengingat mereka berdua sangat tidak tahu waktu dan suasana.


Setelah itu mereka masuk,hingga sekarang tinggal Rengga,Emon, dan Wendy.


Fany menyadari kalau ketiga orang dihadapannya ini orang yang dikenalnya.


Rengga salah satu teman Aly yang sering molor di rumahnya. Sedangkan Emon dan Wendi adalah temannya di SMA Garuda.


"Eh Rengga kok ngekost sih?" tanya Fany memecah suasana canggung yang tercipta.


"Udahlah itu gak penting!yang penting sekarang lo pacaran sama Adly" Rengga sangat antusias mengejek.


Seakan kedua orang di hadapannya topik yang sangat bagus untuk di soroti. Apalagi mengingat statusnya sebagai teman Aly yang terkenal menjadi penyebar Hoaxnya sekolah.


Berita sekecil apapun,hingga ya tugas nya di osis bagian mading.


Gini gini Rengga itu anak osis kok!


Fany salah tingkah"ish....gak kok"


"Tapi buktinya kalian berdua kejar-kejaran tadi. Kayak artis bollywood aja. Apa tuh?" Wendi juga ikut menuntut sok tahu.


"I...Love .... You" celetuk Emon sambil menyanyikan ost Descendats of the Sun.


"****** lu"


"Itu bukan India tapi Korea nying!". Wendi mulai mengumpat,saking gregetnya giginya sampai bergemeletuk.


" kalau bukan itu mungkinkah!!!!!?!!?"mata Rengga melotot alay.


"Kuhamil duluan sudah tiga bulan" lanjutnya sambil berjoget heboh.


.


Wendi mengumpat Adly tak peduli,Fany tertawa mengapa masih ada spesies seperti Rengga tinggal di Ipa 1. Apa jangan jangan guru salah nempatin kali.


Tapi kegaduhan itu terhenti ketika ada cewek yang lewat di depan kost. Emon dan Wendi saling lirik mengirim sinyal hingga Fany bergidik melihat kedua tangannya.


Tanpa aba aba mereka langsung keluar. Hingga tinggal mereka bartiga. Adly,Fany,dan Rengga.


"Eh kok gue ngerasa jadi kayak nyamuk pengganggu ya?" cetus Rengga yang langsung dapat pelototan dari Fany.


"Hm....mau gue gantung"Ancam Adly yang membuat Rengga bergidik karena kalimat itu keluar dari mulut Adly.


"Iya...tapi itu tadi momen langka loh...baru kali ini gue ngelihat seorang Adly yang main kejar kejaran suka sukaan sama seseorang. Apalagi ini cewek bro! Dan parahnya adek temen gue" Rengga tak henti hentinya meledek cowok itu.

__ADS_1


"Ih....Rengga gue bilang ke bang Aly tahu rasa lo" Tambah Fany yang membuat Rengga jadi merasa tersudutkan.


Fany kesal bukan main,masa Rengga yang selalu datang ke rumahnya setega ini menghujatnya dengan ceramahnya yang panjang lebar.


Baru saja Fany mau memulai ocehannya,namun tiba tiba ponsel Rengga bergetar.


Sehingga Rengga merasa terselamatkan. "Eh sorry banget bro. Gue angkat telepon dulu. Lo berdua lanjutin aja pacarannya". Dan dalam hitungan detik dia lari terbirit birit dari sana.


.


.


" RENGGA!!!!"teriak Fany karena kesal akan kelakuan teman abangnya itu.


"Iye mbak nyai". Jawab Rengga dari dalam.


Fany mengatur nafasnya yang ngos ngosan. Mengurut dadanya agar tidak naik pitam.


"sabar Fan ini rumah orang"Gumamnya pada diri sendiri apalagi gak ada lagi Fany yang anggun. Ia meminum coklatnya yang sudah dingin.


Fany meminumnya dalam sekali tegukan sehingga membuat Adly yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.


"Santai aja minumnya" saran Adly yang membuat Fany lagi lagi merasa diatas angin.


"Tuh kan buktinya Adly udah suka sama gue. Perhatiin gue,takut gue kesedak coklat". Kata Fany sambil nyengir hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"PD nya lo itu selangit tau gak!" desis Adly yang membuat Fany tambah terkikik.


"Ad...kok lo kayaknya udah berubah ya!" cetus Fany secara tiba-tiba yang membuat Adly keheranan.


"Iya. Dulu lo itu kayaknya songong,malas senyum,sok cool, jarang ngomong,gak pedulian, sinis pokonya banyak deh. Dan sekarang tiba tiba lo kayaknya serasa udah kenal lama sama gue!" kata Fany yang baru menyadari itu.


"Hm..." Adly menanggapinya pendek tak terlalu peduli.


Fany gemas sendiri dibuatnya.


"Baru juga bayangin masa depan langsung lo hentiin. TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN,TIDAK BERPERIPERASAAN,TIDAK BERPERI KECANTIKAN,TIDAK BERPERIKECINTAAN,TIDAK BERPERIKE-FANY-AN". Cerocos Fany yang membuat Adly menutup telinganya,lama-lama cowok itu bisa budeg terus-terusan bersama Fany apalagi satu ruangan. Membayangkannya saja Adly sampai bergidik,lalu berdoa dalam hati agar gadis itu tak di tempatkan satu ruangan dengannya.


Fany sibuk mengoceh dengan Adly yang memperhatikan walaupun berdoa dengan sangat agar keadaan ini segera dihentikan.


.


" hm...."dan deheman itu membuat Adly bersyukur cowok itu langsung menoleh.


"Baru juga di tinggal sebentar eh udah larut aja ke suasana romantis" sambar Rengga yang tiba tiba muncul dari semak semak sehingga langsung dapat lemparan botol bekas.


Remgga meringis,agak sakit juga lemparan Adly. Dan anehnya Fany malah tertawa kegirangan.


"Rasain lo" ejek Fany.


Rengga melotot kecil,tapi sebelum hal besar terjadi Fany langsung mengubah topik percakapan.


"Eh...Rengga yang nelpon lo tadi siapa?"


"Ingin tahu aja lo Fan, yang jelas ini orang yang istimewa buat gue" dan cara Fany berhasil,

__ADS_1


apalagi Rengga terlihat berbangga seakan memamerkannya.


"Cewek apa cowok?" Fany masih belum mau mengalah.


"Cowok" dan dalam hitungan detik muka Rengga langsung datar.


"Jadi lo suka cowok" celetuk Adly dengan wajah yang langsung membuat Fany terkikik menahan geli.


Rengga menabok tuh kepala yang katanya pintar tapi urusan hati jadi lemot.


"Tega lo bilangin gue udah melenceng" Rengga sok menyeka ujung matanya,bergaya alay.


"Mana mungkin gue mau sama lo. Yang udah memiliki Fany" lanjutnya yang membuat Fany tiba tiba merona.


"Emangnya gitu ya!" Fany bermuka **** kali ini bagi Rengga hingga membuatnya refleks mengangguk.


"Rengga bantuin gue ya! Yakinin Adly kalau gue sayang banget sama dia". Dan percakapan itu berbalik lagi,dengan Fany yang memohon mohon pada Rengga menggunakan jurus puppy eyes nya yang belum pernah di tolak seseorang.


Sedangkan Adly di buat mengumpat berkali kali oleh drama live di hadapannya.


Dan Rengga luluh tanpa pikir panjang memgangguk hingga Fany kembali berteriak kegirangan persis tingkah anak-anak.


.


Sebelum semuanya terjadi Adly menarik lengan Fany.


" gue anter pulang". Ucap cowok itu to the point.


Fany lagi lagi di buat meleleh, perhatian sekecil ini pun tak mampu membuatnya tak ambyar. Dan lagi lagi kali ini ia tak dapat menahan gejolak perasaan yang tiba tiba saja bergemuruh di dadanya.


"Cie!!! Adly emang udah suka sama gue. Lagi-lagi kamu membuktikannya". Fany berseru penuh kemenangan. Padahal ini semua Adly lakukan karena memang hari sudah mulai gelap. Apalagi tak baik seorang gadis pulang sendirian di hari yang mulai gelap tersebut.


" nyet!gue di sini masih jomblo. jangan bikin gue cemburu". Protes Rengga melihat Fany biasa aja di tarik oleh Adly keluar halaman kost mereka.


Fany berbunga bunga melihat Adly menariknya menuju ke parkiran motor di mana salah satunya adalah motor Adly yang berwarna hitam. Dan Fany yakin,hari ini ia akan kembali duduk di jok belakang motor itu.


"Lo naik motor lo!". Dan kacaulah semua harapan Fany mendengar pernyataan Adly. Senyumnya menghilang perlahan di sertai perasaan malu.


" yes prince". Tapi gadis itu masih mencoba terlihat antusias,dia mengambil saja hikmah positifnya. Setidaknya Adly mau mengantarnya.


"Tapi lo besok harus ke sekolah".


Fany menjulurkan jari kelingking kehadapan Adly sambil menaik turunkan alis.


" janji"jawab Adly pendek tanpa mau menerima kaitan jari kelingking itu. Hingga Fany terpaksa menurunkan jarinya dengan agak kecewa. Satu yang ia yakini dari Adly, cowok itu gak akan mengingkari janjinya.


Adly lebih baik dari siapapun...


Karena kisah ini tentangnya....


Si cowok badut dan cewek moody yang ceria.


Tak ada kesempurnaan tak ada rasa. Hanya gelap,hingga rasa yang sebenarnya ada tapi tak terlihat.


Tbc

__ADS_1


Next


__ADS_2