My Clown Boy

My Clown Boy
43


__ADS_3

***


"Pa kapan kita ke sana! Aku udah gak sabar ketemu gadis itu secara langsung" tanya seseorang,yang mengenakan jaket warna hitam dengan tudung kepala yang menutupi sebagian wajahnya.


Orang yang dipanggil papa itu terkekeh. Jenis kekehan yang menyeramkan karena suara sedalam sumurnya menggema di rumah tengah hutan itu.


Mata kanannya rusak dengan bola mata putih yang terlihat mencolok serta bekas pisau di bagian wajah.


"Sabar dulu! Dia gak akan lari. Mereka sebentar lagi akan mendapatkan balasannya!" suara tawa kembali terdengar di rumah gelap tersebut.


Mengakibatkan bulu kuduk merinding.


"Tapi bukankah selama ini aku sudah menunggu!" protes remaja berjaket hitam yang berusia sekitar delapan belas tahun itu.


"Sebentar lagi nak. Kali ini benar-benar akan terjadi". Seringai orang bermata rusak.


"Lalu bagaimana dengan 'dia'!"


"Belakangan baru kita urus 'dia' setidaknya yang utama di urus olehnya. Kita masih membutihkannya jadi biarkan seperti ini untuk sekarang!".


Si remaja laki-laki ikut tertawa. Atau lebih tepatnya menyeringai. Tak ada yang tahu apa yang ada dalam pikiran orang muda itu. Tapi biarkan saja toh semua orang berhak berfikir tentang apapun. Termasuk berimajinasi.


"Tapi rasanya aku sangat rindu kepadanya. Bolehkah aku menjenguknya pa?"


Orang bermata rusak menggeleng. "Tidak untuk sekarang" jawabnya sambil menatap datar bingkai foto di hadapannya. Matanya penuh sorot benci begitu melihat foto tiga orang di hadapannya.


Seorang perempuan yang berdiri di tengah serta dua orang laki-laki yang masig-masing berdiri di samping kanan dan kirinya. Mereka semua tertawa ke arah kamera. Kecuali laki-laki yang berada di sebelah kanan. Tawanya terlihat sangat di paksakan. Tapi foto itu sangat bagus. Diambil sekitar beberapa tahun yang lalu.


"Huhh!menunggu rasanya sangat lama. Tapi gak papa. Asal penantian ini nantinya akan memiliki akhir yang jelas. Iya gak pa?" tanyanya mencari pembenaran pada pria paruh baya bermata rusak yang sedang sibuk memandangi foto itu.


"Hm.. !"


Remaja laki-laki yang penasaran dengan apa yang dilihat sang ayah berniat mengintip tapi dengan cepat orang itu menyembunyikan foto tua itu ke dalam bajunya yang cukup besar.


"Kamu harus bersiap untuk besok".


"Oke pa!" jawabnya lalu meninggalkan ruang tengah yang sangat hening itu. Beberapa saat kemudian dia tertawa. Lalu menit berikutnya orang itu kembali bersedih entah bagaimana jadinya.


***


Tapi sebuah tangan yang menyentuh bahunya. Hingga cowok itu urung. Dia memilih menoleh dan di sana Adly sudah berdiri menatapnya datar.


"Kenapa?" tanya Ali pada cowok itu.


"Jelasin maksudnya!" Ali menghela nafas pelan mendengar perkataan Adly.


"Jadi lo tadi nguping?" sarkasnya sembari menatap tajam Adly tapi ekspresi cowok itu masih belum terlihat.


"Jelasin!" nada suara Adly tak kalah sarkas.


"Gue gak punya hak buat jelasin apapun ke lo. Begitupula kewajiban. Jadi sebaiknya lo pergi,karena yang ngajar di kelas gue sekarang guru galak!"


Ali menepuk pelan bahu Adly,lalu beranjak dari kantin.


"Sorry bro!" tutupnya lalu berlalu dari tempat itu.


***


"Pagi tante"sapa seorang cowok bermata grey ke seorang wanita parubaya. Yang duduk di depan kamar rawat bernomor dua belas.


Demi mendengarnya wanita itu mendongak,dan tersenyum ramah ketika melihat pemuda tampan itu.


"Nak Lano?"


"Iya tante. Ini saya!"


"Wah! kamu udah lama ya gak main ke rumah", cibir Ratih pada Delano yang hanya tersenyum kecut.


"Maaf tan!"


"Gak papa!"


"Oh ya tan,gimana keadan Fany?" tanya Delano dengan wajah ingin tahu.


"Dia ada di dalam!Tante gak bisa berkata dia baik-baik aja sebelum dia benar-benar sembuh". Imbuh Ratih dengan tatapan sendunya.


"Aku tadi nyari dia di kamar sebelumnya. Tapi kata suster di sana udah di pindah ke sini empat hari yang lalu". Jelas Delano dengan prihatin.


"Oh! Fany memang harus mendapatkan perawatan intensif di sini Nak!"


"Saya turut prihatin tan!"


"Makasih. Berdoa aja untuk kesembuhannya".


"Siap Tan!"


"Oh ya! Keadaan om Farhan gimana? Aku gak pernah lihat beliau beberapa hari terakhir".


"Dia lagi di jepang. Bertemu rekan bisnis di sana".


Delano mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Kalau gitu saya pamit dulu tan!" pamit Delano.


"Eh!gak masuk dulu?"


"Lain kali aja. Saya cuma mau mampir sebentar kok!". Cengir cowok itu sebelum Fany pergi.


"Eh. Nak Lano,ayah kamu gimana?" tanya Ratih yang membuat Delano menghentikan langkah.


Cowok itu tertegun beberapa saat sebelum akhirnya menoleh lalu menggeleng dan tersenyum kecut.


Dan melihat reaksi itu Ratih hanya bisa menghela nafas. Turut prihatin dengan keadaan Delano.


***


Seorang gadis berwajah oriental berdiri di depan toilet dengan memegang hp. Di sana terlihat dengan jelas foto serta video seorang gadis yang di tangani oleh seorang dokter lalu melempar segala sesuatu yang berada di sekitarnya. Teriakannya menggema di dalam ruangan.


Gadis itu tersenyum misterius lalu mendesis "jika ini tersebar. Maka jelas 'dia' akan lebih membencimu". Katanya tajam.


Ketika seseorang masuk ke dalam toilet. Gadis itu menatapnya tajam lalu segera berlalu dari tempat tersebut.


Seharusnya gadis yang berada di video itu tidak pernah mengusik hidupnya. Tidak pernah merebut apa yang ia miliki. Karena siapapun yang berani melakukannya. Dia akan membalasnya berkali-kali lipat dari apa yang orang itu torehkan. Sekali saja dia menekan tombol send maka orang itu akan mendapat balasannya.


Setelahnya dia menyeringai. Lalu benar-benar menekan tombol yang dimaksud.


***


Cogant Team ADH


Lovey: lo tahu gak barusan gue nemu foto ini di internet😱🤔.


Lovey sent a picture


Cewek itu mirip deh,sama salah satu siswi di ADH.😮 ada yang tahu dia siapa?


Rayya: tunggu tunggu. Gue kyknya pernah lihat di sekolah tunggu gue ingat-ingat dulu!


SeojunHan😍😍😍: hiyahiya.....ada yang lebih jelas gak fotonya. Dia sedang apa tuh?


Lovey: sent a video


Gilak! Dia kayaknya benaran gila deh. Masa semua barang di lempar lempar. Juga rambutnya acak-acakan kyk gitu.


Pipooongg: Hoohhh. Tuh lihat aja tangannya. Penuh luka tersayat-sayat.Juga tempatnya yang kayak RSJ. Juga tuh perawat pada kesusahan nanganinnya.


Syasa: tuh cewek siapa sih?


Syasa: yang ngirim,kok gak jelas juga asal usulnya.


Update:today


Apaan tuh. Kek sengaja banget ngerekam aib tuh orang.


Lovey:gue juga gak tahu. Gue tadi lagi search search tentang babang Jichang eh malah ketemu sama foto dan video cewek ADH gila.


Rayya: Gue!lupa! Gue lupa pernah ngelihat dia dimana. Oh God gadis itu benar benar gak asing.


Istriresek: Bukannya dia sering nongol di grup ini akhir-akhir ini.


SeojunHan😍😍😍: iyya. Iyya bener pantas gak asing.


Ke_chan: Hooh. Dia bukannya si murid baru yang sering banget kita pergokin nempel di cowok-cowok kita.


Lovey: iya. Gue baru ingat,dia tuh siswa IPS 1.


Pipoong:...tunggu gue ingat-ingat dulu.


Istriresek: Pantes,ternyata si cewek gatel yang suka nangkring sana nangkring sini.


Rayya: awalnya dianya tuh sama beb ali,lanjut ke Adly,eh lama lama delano pun diembat.


Ke_chan: nama tuh cewek siapa sih. Gue bersyukur dia ternyata emang cewek gila yang suka berada di zona cowok hitz.


Poppy: gue juga penasaran dari dulu.


Rayya: siapa sih tuh cewek?


Istribangali: siapa tuh cewek yang sering nempel-nempel sama suami gue.


Ke_chan: (2)


Istrisahmanurios: Dia Stevanhy Rhizki. Kenapa?


Lovey: jadi tuh cewek gatel namanya Stevanhy Rhizki.... Ckck....


Poppy: nongol kek dari tadi.


Istrisahmanurios: DIA TEMAN GUE DAN DIA GAK GILA SEPERTI YANG KALIAN BILANG.


Lovey: itu karena kalian berdua sama gilanya.


Lovey: ya gak gaisss

__ADS_1


Rayya: yes


Pipooong: mantap


Ke_chan: mantul


Istribangali: yes(2)


Istrisahmanusios: @andimagodzilla. Ada yang nyariiin + gosipin teman lo tuh.


Istrisahmanurios: kayaknya mereka minta di hajar.


Pipooong: dia juga teman Kak Ima? :v


Rayya: kayaknya bukan cewek gilak deh. Gue tarik ucapan gue yang tadi ya :(!


Lovey: maaf!maaf ini bukan salah gue. Salahin tuh yang upload di internet. Apalagi viuwersnya udah 10k dalam waktu unggahan 15 jam.


Andimagodzilla: 0. KALIAN CIWIT CIWIT YANG MULUTNYA MIRIP CABE KALAU GAK TAHU APA-APA JANGAN LANGSUNG SEBARIN. CARI TAHU DULU MANA YANG BENAR-SAMA YANG GAK LALU BICARA KE YANG LAIN!


Andimagodzilla: KALAU ADA YANG BICARA MACAM-MACAM DARI GB INI SIAP-SIAP KEPALA KALIAN NGILANG BESOKNYA.


***


Meskipun Ima telah bicara panjang di grup serta video yang tiba-tiba menjadi viral di internet di kalangan anak-anak Adyatama High School. Tapi penyebarannya tak dapat terkendali.


Hampir satu sekolah mengetahui isi video. Dan semua orang memperbincangkannya. Murid baru yang menjadi gila. Setelah di tolak oleh dua cowok hitz sekolah.


Bahkan ada pula yang sengaja mengirimnya ke forum yang isinya hanya siswa-siswi Adyatama High school.


"Heii!!! Lo udah tahu video yang kemarin malam di kirim ke forum sekolah gak?" ujar salah seorang siswa dengan rambut cepak pada siswa berkacamata di dekatnya.


Si kacamata mengangguk saja karena memang jika ada yang dikirim ke forum dia selalu mengeceknya.


Ali yang biasanya jadi pusat perhatian ketika ke sekolah jadi berubah. Seakan dirinya tenggelam lalu digantikan oleh video yang di kirim ke forum sekolah.


Ali bertanya-tanya mengenai video itu dalam benaknya. Karena sepanjang perjalananya ke kelas. Ada saja orang yang membicarakannya.


"Gila tuh cewek kan yang sering nempel sama Ali dan Delano. Kok jadi kek gitu sih?" ucap seorang teman sekelas Ali ketika cowok itu berhasil masuk ke dalam kelasnya yang bertuliskan XI IPA 1. Orang yang tadi bicara itu tak tahu jika ternyata Ali sudah datang ke sekolah.


Karena rasa penasarannya yang  tingkat tinggi. Ali kemudian merebut ponsel milik teman sekelasnya itu. Berniat melihat video yang ada di sana. Tapi begitu melihat Ali orang-orang yang tadi berkerumun langsung salah tingkah lalu membicarakan hal lain.


Padahal yang mereka lakukan itu percuma,karena Ali sudah mendengar semuanya.


Ali menekan Play. Dan beberapa teman-temannya harap-harap cemas. Ada pula yang berharap agar ada yang bisa menghentikan cowok beralis tebal itu.


Dan hal itu terlaksana ketika tiba-tiba Reza datang dan menyambar Hp yang ada di genggaman Ali. Lalu pergi. Tapi Ali tak bisa diam begitu saja. Dia harus tahu isi video yang membuat anak-anak heboh. Bukan menjadi anak kudet seperti sekarang.


Masa pentolan sekolah tak tahu tentang apa yang di perbincangkan di belakangnya. Atau mungkin hal itu berkaitan dengan dirinya. Makanya,Reza juga turut andil dalam menyembunyikan hal itu.


Apakah sebegitu tak bolehnya Ali tahu. "Lo kenapa sih Rez? Tumben tumbenan nyembunyiin sesuatu sama gue?" tanya Ali merasa sangsi pada sahabatnya itu. Pasalnya baru kali ini semua orang bertingkah aneh. Seakan sengaja tak membiarkan Ali masuk.


"Apakah sebegitu pentingnya video itu. Sampai lo mempertaruhkan persahabatan kita?" tanya Ali mulai kesal karena Reza terus-terusan menghindarinya.


"Bukan kek gitu bro! Persahabatan kita lebih penting dari apapun. Tapi lo gak boleh tahu isi videonya kek gimana"./


"Terserah lo deh. Gue capek! Sekarang lo milih. Ngasih tahu gue atau lo gue buang sejauh mungkin"


"Ya gak ada lah!" ucap Reza spontan yang membuat Ali tersenyum misterius.


"Kalau lo bilang gitu. Artinya lo lebih milih video itu".Ali lalu membuka tasnya mengeluarkan sebuah benda pipih dari sana menyalakannya.


Tapi tiba-tiba Reza menyodorkan hp yang tadi di rebutnya dari Ali. Dengan ogah-ogahan cowok bergigi kelinci itu. Menyerahkannya.


"Ambil!" cetusnya,ketika melihat Ali hanya memandangnya dan layar Hp yang menyala di depannya.


Ali kemudian tersenyum lebar. Dia tahu pilihan Reza adalah hal ini. Makanya dia berani mempertaruhkan persahabatannya. Karena dia tahu Reza lebih mementingkan persahabatan mereka di banding apapun.


"Makasih ya Bro!" ucapnya tulus.


Tapi ucapan itu bukannya membuat Reza ikut tersenyum. Malah membuat cowok itu tersenyum kecut.


Lo seharusnya bersyukur gak lihat itu Li


"Santai,aja bro!" sahut Reza dengan nada getir. Entah mengapa dia merasa gagal menjadi sahabat yang baik karena membiarkan temannya berada pada posisi ini.


Saat Ali menekan videonya hemdak memutarnya. Saat itu pula Delano telah masuk dan ikut menyaksikan semuanya.


"Pergi!!! Pergi dari sini! Kalian jahat. Kalian menggangguku. Suara! Suara itu tak mau hilang!"


"Tolong!!! Tolong biarkan aku bernafas".


Pandangan Ali seketika kosong setelah melihat video yang ternyata orang yang sangat dikenalinya terlihat mengenaskan di sana.  Tanpa sadar pegangannya pada benda pipih itu melemah. Hingga ketika terjatuh memyebabkan bunyi yang membuat sekelasnya terkejut.


Tapi itu tak seberapa di banding apa yang telah mereka lakukan secara tak langsung pada adiknya.


Entah mengapa separuh hatinya tak terima. Adiknya menjadi bahan tertawaan satu sekolah. Diam-diam tangannya mengepal di sana.


"Siapa yang menyebarkannya?" tanyanya penuh penekanan. Ali terlihat menyeramkan. Tapi baik Reza maupun Delano tahu apa yang sebenarnya di pikirkan cowok itu.


Delano memerhatikan Ali reaksinya tak beda jauh dengan sahabatnya. Hanya saja tak ada yang tahu apa yang di sembunyikan cowok bernetra abu-abu itu.

__ADS_1


Karena ada sebuah janji di balik kata tekan. Maka ia akan melakukannya.


Tbc


__ADS_2