
Typo-
"Jika ini sebuah kebetulan berarti gue harus menjadikannya bukan kebetulan. Lo itu baik cuma tak tahu cara mengekspresikannya".
Stevanhy rhizky
-
***
Sementara tak jauh Dari sana seseorang tengah mengamatinya dan menyeringai dengan lebar. " menarik juga".
Setelah itu orang dengan pakaian serba hitam meninggalkan tempatnya.
***
Keesokan harinya,adly berangkat ke sekolah sangat pagi. Baru kali ini dia datang sebelum jam 07.00. Adly mengamati pekarangan sekolahnya yang luas belum ada tanda-tanda akan datangnya siswa-siswi adyatama high school. Adly segera berjalan menuju kelasnya di lantai dua,tepatnya XI IPS 1. Dia terkejut ketika melihat seorang gadis tengah mencari sesuatu di bawah lacinya. Adly menghela nafas mengetahui fany yang melakukannya.
"Hmm..." Adly berdehem memberi tanda kepada fany bahwa dia kepergok. Fany yang mendengar deheman itu langsung salah tingkah.
" hai ad...." Sapanya pelan sambil mengangkat kepalanya. Fany agak kikuk,karena adly melihatnya mengorek-ngorek laci milik adly.
" lagi ngapain?" Tanya adly dengan wajah flatnya.
"Gak ngapa-ngapain kok" cengir fany,sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Pergi" usir adly setengah menghardik.
Fany jadi takut melihat adly yang seperti itu,dia langsung meninggalkan tempat pojok belakang. Adly kemudian duduk di tempatnya. Namun,tak lama kemudian hpnya berdering, melihat nama yang tertera di layar adly memutuskan keluar kelas untuk menerima telfon.
Ketika sampai di koridor yang cukup sepi adly menggeser tombol hijau di hpmya.
"Halo"
Terdengar suara kekehan di seberang telfon.
__ADS_1
"Halo budak kecil,lama tak mendengar suaramu".
" katakan apa yang membuatmu menelponku" ucap adly setengah kesal.
"Haha...santai nak. Aku hanya ingin mendengar suaramu yang ketakutan".
" ck...kau hanya akan mempercepat umurmu menuju tanah. Jika berurusan denganku tua bangka" ejek adly.
"Memang benar kata orang kau telah berubah. Baiklah aku memang merindukan memberikanmu pelajaran. Kau sudah terlalu membangkan nak". Lagi-lagi orang di seberang telfon terkekeh.
" shitt!!!jangan libatkan orang lain" umpat adly.
"Itu tergantung kamu... Hahah".
" PRANGG!!" Tepat setelah adly menutup telepon sepihak terdengar suara benda terjatuh.
" siapa di sana?" Selidik adly sambil menyusuri koridor dengan pelan.
Tak ada yang menyahut, adly mulai berjalan agak cepat untuk mencari tahu siapa yang menguping pembicaraanya. Adly lewat di depan pintu gudang yang terlihat mencurigakan baginya.
" adly lo ngapain di situ?" Ucap fany dengan wajah cengo yang berada di tangga tepat di atas adly.
Adly gelagapan tapi,tak terbaca oleh fany. Gadis itu hanya bingung melihat adly yang akan membuka pintu gudang. Adly akhirnya tak jadi membuka pintu,perlahan dia melepaskan tangannya dari gagang pintu. Lalu mengalihkan matanya ke fany dengan tatapan mematikan.
" bukan urusan lo" ketus adly.
Fany menelan salivanya kasar. Apa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh adly,tapi apa?Tanya fany kepada dirinya sendiri.
Adly lewat di depan fany yang masih berada di tangga. Fany yang memang berada di tengah jalan tak minggir,ketika adly lewat di hadapannya. Dan tanpa adanya unsure kesengajaan adly menyenggol bahu fany.
Fany langsung terjatuh,yang baru saat itu juga ia sadar dari lamunannya. Fany meringis kesakitan kala kakinya terkilir. Namun adly sekan-akan tak peduli,cowok itu terus saja berjalan tanpa meminta maaf pada fany. Jangankan minta maaf membantu fany untuk berdiri pun tidak. Fany kesal melihat punggung adly yang semakin menjauh. " dasar cowok batu es,sombong,judes,pantesan hingga saat ini jomblo ternyata sifat lo kaya gitu" sumpah serapah mulai keluar dari mulut fany. Fany tertawa hambar sambil berusaha memegang tangga untuk berdiri, namun kakinya terlalu sakit untuk di gerakkan. Bahkan tanpa sadar matanya mulai terasa hangat. Fany berusaha menahan sakit lalu kembali mencoba untuk berdiri tapi semua usahanya sia-sia.
Hingga sebuah tangan terjulur di hadapannya,fany mendongak Dan terkejut melihat pemilik tangan itu.
"Napa lo?" Ketus fany
__ADS_1
" berdiri" perintah adly dengan tangan masih setia di hadapan fany.
"Gak" tolak fany mentah-mentah padahal kakinya sungguh sakit.
"Gue bilang berdiri" Nada suara adly terkesan dingin.
Fany masih enggan menerima uluran tangan itu. Adly menghela lelah melihat gadis di hadapannya ini sungguh keras kepala. Dia akhirnya menyerah untuk membantu fany.
"Yaudah kalau lo gak mau. Kesempatan gak datang 2 Kali" kemudian cowok itu berniat pergi. Karena toh percuma membantu orang yang tak mau di bantu.
Baru saja kaki adly mulai melangkah ia mendengar suara " ad!!bantuin gue berdiri kaki gue sakit". Ucap fany sememelas mungkin. Toh kalau adly meninggalkannya dengan keadaan seperti itu maka bagaimana jadinya. Apalagi fany hanya seorang murid baru yang belum memiliki banyak teman.
Adly kembali memutar langkahnya menuju fany. Cowok itu memegang tangan fany agar gadis itu bisa berdiri. Tapi baru saja fany berhasil mengankat tubuhnya. Dia merasakan kesakitan di daerah kaki yang menyebabkannya kembali terduduk di tangga. Dengan tangan masih di pegang oleh adly.
Fany mencoba lagi tapi Kali ini adly Turun tangan. Dia yang mengeluarkan tenaga agar kaki fany yang sakit tidak terlalu tertekan. Setelah berhasil adly memapah fany ke Uks. Baru Kali ini fany merasa sangat dekat dengan adly. Aroma khasnya mulai tercium di hidung fany. Jantungnya bernada tak keruan. Rasa itu asing baginya tapi ia menyukainya. Apakah sudah ada sebuah rasa yang tumbuh di dadanya. Fany bisa melihat wajah adly Dari dekat. Sungguh ia tak mengerti mengapa orang setampan adly lebih mirip sebongkah es kepadanya. Tapi hari ini dia merasakan sisi Lain Dari cowok berbola mata Hitam legam itu.
" Napa liat gue". Tanya adly saat mereka tiba di depan pintu Uks.
Fany ke cyduk nih melihat adly sampai-sampai tak bisa berkedip. Dengan cepat gadis itu menggelengkan kepalanya . Dia akhirnya memilih tertawa garing ketika mendapati adly menatapnya dingin. Fany menggaruk tangkuknya yang tak gatal mendapati pelototan seperti itu.
" OK Japan aja ya!!!" (Japan\=Jalan ke depan).Cengir fany,dia tak tahan melihat adly seperti itu. Tingkahnya kaku bingits.
Namun fany tak sengaja membenturkan kakinya di tembok ketika mereka masuk ke dalam uks. Yang membuatnya terpekik kesakitan,Dan refleks tangannya memeluk cowok yang memapahnya. " sakittt!!" Bahkan ia tak bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Fany tak mengetahui reaksi adly ketika ia memeluknya. Adly melotot tak percaya,namun dia bisa mengetahui rasa sakit yang di rasakan oleh fany melalui air mata gadis itu yang ia rasakan di seragam bagian belakangnya.
Adly berdehem membuat fany sadar akan tingkahnya. Membuat irama di dalam sana masih tak keruan.fany lalu mengusap air matanya kemudian melepaskan pelukannya. "Maaf" ujar fany sedikit salah tingkah. Adly tak merespon ucapan gadis itu dia hanya membantu fany untuk duduk di brankar. Kemudian adly mengambil minyak urut lalu mengoleskannya sedikit di kaki fany.
Fany hanya bisa menjerit tertahan ketika adli memijat kakinya. Sungguh itu sakit.
Tapi tak lama kemudian,adly akhirnya selesai. " udah"Desis adly yang visa di dengar dengan jelas oleh fany.
Fany turun Dari brankar mencoba menggerak-gerakkan kakinya.Dan hasilnya rasa sakit itu telah menghilang. Adly memutuskan meninggalkan Uks setelah mengobati kaki fany. Sedangkan fany yang sedang memakai kembali sepatunya mulai yakin kalau sebenarnya....
TBC
Salam
__ADS_1