
"Tak selamanya sesuatu yang indah itu bisa memiliki. Tapi mengetahui kita masih berada di bumi yang sama. Hingga memberikan sebuah kesan tersendiri"
***
Fany ketakutan,jantungnya berpacu. Mungkinkah....
Entahlah,tiba-tiba saja badannya terasa kaku,lututnya melemas. Apalagi melihat pantulan bayangan dari orang yang berpakaian serba hitam itu mendekat.
Saat Fany merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya,Fany tak tahan. Suara itu keluar dari mulutnya hingga ia tak kuasa untuk tidak berteriak histeris.
Tanpa sadar,dia telah berbalik. Hingga Fany berhadapan dengan orang itu. Matanya terpejam,kakinya bergerak gelisah hendak melompat.
Fany mendengar suara familiar yang menahan tawa. Hingga ia refleks membuka mata.
Saat ia melihat seseorang di hadapannya Fany kesal sekaligus legah hingga ia tak sadar menjewer telinga cowok itu.
"Ihh.....lo Ad!ngapain sih pakai ngagetin segala".wajahnya yang tadi pias sekarang berubah mayun. Sifat alamiahnya yang manja tiba tiba saja keluar.
Dia memukul pelan bahu cowok itu kesal,pokoknya dia merajuk seperti anak kecil yang di rebut mainannya.
Dan jujur Adly langsung tersenyum samar,gemas sendiri melihat gadis itu.
Adly kali ini tertawa,tidak tertahan lagi. Membuat Fany berhenti merengek,lalu memerhatikan tingkah cowok itu. Topi hitam yang tadi di kepalanya terjatuh. Hingga Fany bisa memandangi wajah teduh itu.
Tak ada kekakuan seperti biasanya,yang ia perlihatkan. Deretan gigi putihnya yang berjejer rapi juga membuatnya menawan. Apalagi angin sore sekarang menerbangkan rambutnya kebelakang.
Tapi itu tak berlangsung lama,beberapa menit kemudian cowok itu langsung sadar dan kembali ke mode awal.
Hari ini mungkin akan terasa sedikit panjang,apalagi mereka bersikap berbeda dari biasanya.
" ngapain lo di sini!" tanya Adly to the point,kembali ke mode datarnya.
"Um...gue cari lo!" jawab Fany sembari menggigit bibir bawahnya,lantaran malu untuk menyatakan maksudnya.
"Ngapain lo cari gue hah", muka Adly terlihat merah padam hingga Fany meregut melihat reaksi Adly yang tak sesuai ekspektasinya.
" lo kok gitu sih"Gadis berpita biru muda itu memukul pelan bahu Adly. Dia duduk di teras rumah putih dengan bibir yang maju sesenti.
Melihat itu Adly langsung duduk di dekat Fany. Dan tindakannya ini tanpa pikir panjang.
"Siapa yang nyuruh lo nyari gue di rumah kosong kyk gini" cowok bertopi hitam itu berkata santai yang membuat Fany sukses membelalak karena kaget.
"Tempat kost gue di depan sana" ujar Adly sambil menunjuk rumah berwarna oranye berlantai dua minimalis di seberang jalan.
"What the ..." Fany hampir saja mengumpat jika seandainya Adly terlambat membekap mulutnya.
Setelah di rasa aman Adly melepaskan bekapannya lalu berjalan santai keluar dari rumah bercat putih itu.
Fany sedikit merinding teringat beberapa Film horor yang pernah di tontonnya. Dan tanpa pikir panjang gadis itu segera mengikuti Adly dari belakang.
Mereka masuk ke halaman yang tak terlalu luas. Namun bersih cukup nyaman sebagai tempat nongkrong. Fany duduk di balai balai kecil yang terdapat di sana. Sementara Adly masuk kedalam. Tapi meletakkan Hpnya di dekat Fany.
Dan saat cowok itu sudah tak terlihat Fany mengambil kesempatan dalam kesempitan. Untuk sekadar melihat chat dari seorang Adly Mahardika.
Fany menyalakan Hpnya. Dan hufttt!!ternyata terkunci. Gagal sudah rencananya yang bulus. Tapi di pesan layar tertulis gadis lolipop. Fany tak ambil pusing siapa gadis lolipop itu. Dan dia tak mau tahu apalagi,terlihat Adly sudah keluar dengan secangkir coklat hangat.
Dan dengan senang ia kembali tersenyum penuh kemenangan.
Apalagi coklat hangat adalah minuman favoritnya. Fany menjadi merasa di perhatikan hingga ingin terbang ke langit ke tujuh. Biarin kalau kalian menganggap Fany terlalu cepat kebawa perasaan.
__ADS_1
Yang penting Adly untuknya,titik.
Fany tanpa sadar nyengir ke sana kemari membayangkan sesuatu yang mungkin mustahil. Oke back to reality.
"Napa lo!kesambet dedemit tadi?". Ini pertanyaan Adly.
Tuh kan! OMG Adly care,semenjak kapan coba mereka seakrab ini? Andainya Fany tak mengingat ini masih di tempat Adly dia mungkin sudah lompat ke sana kemari. Lalu guling guling saking seneg campur gemesnya.
Hatinya terasa berbunga bunga ingin teriak. Terus gak berhenti senyum. OMG!
" NIH"Adly menyodorkan coklat hangat itu kehadapan Fany. Dan yah!Gadis itu kembali ke fantasinya. Hingga ia senyum sana senyum sini. Padahal mungkin kenyataannya tidak seperti yang dia bayangkan.
Tapi biarlah! Manusia berhak bahagia walaupun dengan cara yang paling sederhana.
"Makasih" senyum itu masih terus terukir di bibirnya yang tipis.
Oke! Dia harus segera menyatakan maksudnya ke sini. Jangan sampai karena ke gr-an dia lupa tujuannya datang.
"Soal di sekolah gue minta maaf!" .Ekspresi Fany langsung berubah serius,Adly tak mengerti namun tak menyahut memberi ruang gadis itu bercerita lebih lanjut.
"Lo nggak ke sekolah karena lo mau ngehindarin gue kan? Dan lo sengaja berenti kerja di tempat lo yang dulu karena lo nggak mau ketemu gue?" Fany entah mengapa jadi miris sendiri mengucapkan kata katanya.
Adly sesaat tertegun,segitu bersalahnya seorang Fany hanya karena dirinya padahal dia tak berniat seperti itu. Semuanya memiliki alasan. Tapi bukan! Bukan seperti yang dikatakan oleh Fany.
"Nggak! Semuanya gak seperti yang lo fikirin!" jawab Adly serak. Nafasnya berhembus perlahan dengan dada naik turun teratur.
"Lalu apa?"
"Gue punya masalah keluarga!" dan setelah kata itu berakhir Adly meruntuki kebodohannya.
Fany membelak kembali menuntut jawaban tapi cowok itu tak mau cerita.
Dan Fany kembali di buat tertegun. Pingin terbang," omg! Adly so sweet banget!udah tambah sayang Fanynya". Fany refleks mencubit gemas pipi Adly hingga cowok itu mendelik kesal.
Merasa heran dengan adanya spieses seperti Fany yang moodnya sangat cepat berubah. Benar benar tipe langka.
Dan aneh! Garis bawahi kata itu.
.
"Adly! Hari ini lo,udah suka kan sama gue!" gadis berambut lurus itu menaik turunkan alisnya.
Adly memutar bola matanya malas "gak"
"Gak artinya iya" Fany berkata semakin antusias. Benar benar tipe cewek yang ingin di tabok lalu di maasukkan ke dalam kardus.
"Terserah!"
..
"Maksudnya!" dan lemotnya minta ampun.
"Terserah lo!"
"Kok gitu sih!"
.
"Artinya lo udah suka ke gue" Fany nyengir kesemsem.
__ADS_1
"Mulai dari tadi lo care sama gue! Apakah karena ini efek lo rindu ke princess lo yang cantik ini? Terus lo ngasih minuman kesukaan gue. Terus lo bilang hak gue buat suka ke siapa pun. Itu artinya apa coba? Kalau bukan sudah ada benih benih love dihati Adly for Fany". Fany bercerita panjang lebar di sertai cengiran khasnya dengan semangat empat lima.
" enggak usah kepedean" ucap Adly penuh penekanan.
Tapi itu tak berefek apapun untuk Fany.
Dia kembali ke halusinasinya yang berlebihan.
......"Adly lo pasti akhir akhir ini sering mikirin gue kan!!! Ngaku sajalah,ini Fany bukan kaleng kaleng". Cetus Fany kembali tak mau kala.
.
Adly malas mendengarnya apalagi aturan kehidupan ada dua:
Satu perempuan gak salah,cuma laki-laki.
Dan dua apabila perempuan salah,maka kembali ke aturan pertama.
"Adly suka sama Fany yeayyyy!" jangan ditanya Fany sudah tak tahan untuk tidak melompat. Dia sudah jingkrak jingkrak kesenangan di halaman.
Adly menggeleng,kaki"ngaku deh! Babang Adly gak usah jual mahal!"
Adly kesal,ingin menjitak kepalanya lalu memasukkannya ke kaleng kaleng seperti yang tadi dikatakan gadis itu.
Namun Fany berlari masih mengatakan hal yang sama. Hingga teriak teriak segala. Dan mungkin tetangga sudah mendengarnya.
..
"ADLY SUKA FANY!" gak ada lagi Fany yang jaim. Semuanya sirna,tingkahnya sama seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
Sementara Adly malu sendiri mendengarnya,hingga cowok itu mengejar Fany ingin menyumpal mulut Fany yang gak tahu di saring.
Namun sialnya Fany sangat lincah menghindarinya.
"Berhenti gak"
"Gak!wlwwee" bahkan sekarang Fany mulai menjulurkan lidahnya mengejek. Hingga Adly lagi lagi gemas dan bertambah kesal.
"Adly suka Fany"...
" berhenti gak"
"Kalau gue gak mau!lo mau apa" cewek itu mulai menantang.
Wajah Adly memanas,tangannya terkepal.
Gak tahan atas sandiwara yang gadis itu buat.
Adly nenambah laju larinya. Hingga kaki panjangnya mudah mengimbangi langkah Fany.
Dan Akhirnya,ia berhasil menangkap pergelangan tangan Fany.
"Hm....." suara itu membuat mereka refleks menoleh. Hingga keseimbangan mereka menghilang,dan dalam hitungan detik.....
Adly menarik nafas dalam dalam dan....
Tbc
Ini tentang mekanisme hati,bukan harapan atau kenyataan. Berubah lebih dewasa dari yang seharusnya?mungkin itu tak lebih dari kata mimpi. Hai!!!menyakiti bukan hanya kata meninggalkan,tapi hal lain yang membuat kau benar benar sakit hingga tak tahu melakukan apa
__ADS_1