My Clown Boy

My Clown Boy
57


__ADS_3

Dia menggugurkan kelopak bunga satu persatu sambil menggumamkan sesuatu.


"Datang, tak datang, datang, tak datang!"


***


Jam sepuluh malam,Fany menoleh ke sekitar taman semakin ramai. Tapi entah memgapa Adly belum juga datang. Dia menengadah ke langit. Tak ada bintang atau pun bulan. Langit terlihat sangat gelap. Juga cuaca menjadi terasa sangat dingin menusuk kulit.


Tapi Fany tak berniat beranjak. Walaupun sudah banyak yang meninggalkan taman gadis itu tak berniat sedikit pun. Apalagi keadaan sedang mendung. Mungkin kurang beberapa menit lagi akan turun hujan.


Sebuah telepon dari ibunya masuk. Tapi gadis itu tak berniat mengangkatnya di biarkannya saja hpnya bergetar. Dia tahu mungkin sekarang seisi rumah mereka sudah kelabakan mencarinya. Tapi Fany sudah berjanji tak akan pulang sebelum cowok itu datang menemuinya.


Dia juga sudah mengirim beberapa pesan. Tapi keadaanya masih sama. Nomor Adly belum aktif. Apakah sesibuk itu?


Dia harus menunggu. Karena itu akan berbuah baik. Yakin Fany karena sekali lagi dia tak ingin kecewa pada harapannya.


***


Delano sedang menyetir ketika tiba-tiba sebuah pesan suara masuk ke hpnya. Cowok itu hendak ke club seperti biasanya. Tapi urumg ketika dia mendengarkan isi pesan itu.


"Bro,adik gue ilang dari rumah sejak sore. Gue sedang mencarinya tapi tak bisa menemukannya. Ponselnya juga gak di angkat. Gue khawatir bro. Bantu gue cari ya!" Begitulah isi pesan suara yang cukup panjang itu.


Dan tanpa di minta dua kali lagi cowok itu memutar arah mobilnya. Entah kenapa dia juga ikut khawatir mendengar Ali barusan. Bahkan tanpa sadar dia menaikkan laju mobilnya. Jantungnya pun berdebar tak beraturan. Seakan dia tak siap harus kehilangan.


Delano berusaha menghungi nomor gadis itu tapi tetap saja tak di angkat.


"Fan!lo dimana sih?" batin cowok itu.


"Apa gara-gara gue bilang kalimat itu ke lo makanya lo kabur dari rumah? Apa harusnya gue gak ungkapin dari awal? Tapi gimana lagi, gue gak tahan liat lo mengejar orang lain, sementara di sini gue berharap sama lo", cowok itu terus saja menggumam.


Delano menghela nafas kasar. Entah kemana dia harus mencarinya jika tak tahu arah begini.


Dia melihat langit yang tak secerah biasanya. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Yang membuat cowok itu merasa khawatir luar biasa. Bagaimana jika Fany tersesat? Apalagi cewek itu sedikit ceroboh. Sungguh, Delano berharap segera menemukannya.


"Lo udah tanya ke teman-temannya?" tanya Delano juga melalui pesan suara pada Ali.


Selang beberapa menit jawaban Ali terdengar.


"Gue udah tanya ke teman-temannya, utamanya Ima sama Rinhy. Tapi Fany tak ada di rumah mereka. Gue juga tanya kemungkinan Fany kemana. Tapi jawabannya masih sama. Tapi kata Rinhy Fany pernah bersamanya ke toko buku. Tapi kemungkinan itu di coret. Karena ada anak kelas kita yang bekerja paruh waktu di sana tapi tak pernah melihat Fany", kembali Ali membalasnya dengan isi pesan yang panjang.


Delano merasa kalut. Jam menunjukkan pukul 22.00 perasaannya semakin kacau. Apalagi perlahan hujan gerimis mulai turun bagaikan titik-titik air


" Fan lo dimana sih?"


Sebuah ide terbit di benak Delano.


Ya! Hanya cara itu. Apalagi siswa-siswi Adyatama High School cukup banyak. Dan mereka sering menyebar. Cowok itu kemudian mengunggah sesuatu ke forum sekolah.


Delano A


Send a pict


Capt:


Jika ada yang melihat cewek di atas segera laporkan ke gue. Kalau gak kalian pasti tahu akibatnya.


Tak berapa lama, muncul banyak balasan di sana. Kebanyakan mengatakan tidak.


Tapi Ada beberapa komentar yang membuat Delano memiliki harapan.


Dian: Gue tadi sempat lihat dia di bus waktu siang.


Surya: gue lihat tuh cewek keliling taman A. Kalau gak salah. Tapi menurut gue itu beneran dia.


Queen: tu cewek kenapa? Gue lagi di taman A sekarang.


Delano A: jangan banyak tanya! Dan cari dia secepatnya.


Queen: lo siapa sih main suruh-suruh aja?


Surya: Queen,lo gak tahu dia siapa?


Queen: mana tahu gue,dia sama sekali bukan orang penting


Dian: 😔lo beneran gak tahu Queen? Sini gue pc.


Delano A: cari dia secepatnya, kalau gak lo semua akan ******. Baik yang gak nangkring sekalipun.


Mery: @queen gue gak mau sampai mati hanya karena ketololan lo.


Sam: (2)


Masih banyak balasan lainnya yang bunyinya kurang lebih seperti itu tapi Delano sudah tak peduli.


Queen: send a pict


Dia kan? Tadi dia masih duduk di bangku. Tapi sekarang udah pergi mungkin udah pulang. Gue gak bisa ngeliat dengan jelas soalnya hujan udah mulai deras. Dan sekarang gue lagi berteduh,di warung.


Jawaban panjang dari Queen itu membuat Delano menghela nafas panjang. Fany sudah gak ada di sana. Dan kemungkinan sudah pulang. Cowok itu segera mengirimi Ali pesan suara.


Tapi balasan dari Ali belum bisa membuatnya bernafas lega.


"Dia masih belum pulang. Ibu gue sampai nangis-nangis karena khawatir bro".


Dan akhirnya Delano menuju ke taman A.


***


Jam 22.00


Adly baru selesai bekerja dan mengganti pakaiannya. Kata lelah tak luput dari keadaanya sekarang. Cowok itu kemudian menyalakan ponselnya. Dia merasa kesal begitu melihat puluhan panggilan dari Fany.


Saat ia membuka whatshapnya tak beda jauh dengan panggilan tadi.


Gadis gila(59)


Adly menghembuskan nafas lelah. Chat dari Fany bahkan berjumlah sebanyak itu. Karena penasaran cowok itu segera membukanya.

__ADS_1


Gadis gila


Ad lo dimana gue udah sampai.


Ini gue udah lima belas menit tapi kok lo belum dateng?


Ad katanya tadi lo bilang mau ketemu sama gue:v


Di sini banyak banget anak-anak yang bermain. Dan lo kan suka bermain sama mereka.


Ad udah satu jam gue di tempat ini. Matahari hampir terbenam. Pemandangannya indah banget. Kayak kita secara langsung bermandikan sinar matahari.


Ad?


Lo harus datang ya :v


Gue gak pulang sebelum lo datang titik


Ad? Lo masih nafas kan?


Gue mulai khawatir ke lo.


Gue masih duduk di bangku taman nunggu lo


Ad? Lampu-lampu taman udah nyala. Gue suka,cepet datang ya!


Katanya lo mau bicara ke gue.


Ad! Please! Di sini mulai dingin.


Datang dan peluk gue ya!


Ad gue rindu sama lo! Hue sayang sama lo.


Ad tadi Delano bilang suka ke gue. Tapi gue sukanya ke lo,gue harus gimana?


Kalau lo gak suka gue,gue ke Delano aja?


Ad lo dimana ini udah empat jam gue nunggu. Tapi lo masih belum datang.


Ad!udah mulai hujan. Tapi gue gak mau beranjak.


Ad!orang di rumah pasti khawatir sama gue. Soalnya tadi gue ke sini. Kabur dari bodyguard menyebalkan milik papi.


Gue gak suka di kekang.


Ya! Masih centang satu :(


Ad! Gue gak mau pulang sebelum lo datang.


Adly menghela nafas pelan begitu selesai membaca semua pesan di hpnya. Entah kenapa tiba-tiba rasa khawatir menggerogoti hatinya. Apalagi Fany menunggunya sejak jam empat sore. Dan ini sudah jam sepuluh malam. Dia menyeka wajahnya,ketika bulir air singgah di sana.


Dia melihat chat sebelumnya.


Dan ternyata ada yang mengirimi Fany pesan untuk bertemu di tempat biasa. Dan dia mungkin Emon dan Wendi. Berhubung tadi mereka terlihat mencurigakan. Ingatkan Adly untuk memberi mereka pelajaran nanti jika memang terjadi sesuatu yang buruk pada Fany.


Emon tersenyum kecil begitu melihat Adly meletakkan sembarang hpnya di atas meja sebelum masuk ke kamar mandi.


Entah memgapa kali ini dia merasa ketiban durian runtuh. Karena biasanya Adly tak pernah meletakkan hpnya di sembarang tempat.


"Wen....wen!" panggil Emon dengan suara sepelan mungkin. Dia tak mau jika Adly sampai mendengarnya.


Wendi yang sedang tiduran di sofa pun mengalihkan atensinya pada Emon.


"Apaan?" tanyanya sedikit kesal karena merasa terganggu atas sikap Emon.


"Lo kihat ini!" ujarnya memperlihatkan Hp Adly yang sekarang di genggamnya.


Wendi kembali tiduran seakan tak tertarik. Rasa kantuk telah mengganggu dirinya sejak tadi.


Tapi beberapa menit kemudian matanya kembali melotot ketika menyadari jika hp yang tadi di perlihatkan Emon kepadanya adalah milik Adly.


"Eh! Bagaimana mungkin?" tanya Wendi dengan mata berbinar takjub.


"Mungkinlah. Lo belum tahu aja jurus rahasia gue!" kata Emon menyombongkan diri.


Mereka berdua saling berpandangan. Yang artinya hanya mereka yang bisa pahami. Jelas di dalam sana ada akal licik yang tersimpan.


Emon mulai menekan tombol untuk menyalakan benda pipih itu. Dan benar saja di sana ada kuncinya. Hingga mereka tak langsung bisa membukanya.


"Lo tadi sempat liat gak?" tanya Wendi penasaran.


Emon menaik turunkan alisnya,jelas jika cowok itu berhasil melihat Adly membuka kunci hpnya.


"Gue cuma lihat letaknya,bukan angkanya. Tapi biasanya tebakan gue benar", ujar Emon sambil membanggakan diri. Cowok itu lalu mulai menekan beberapa angka di layar ponsel.


Dalam dua kali percobaan Emon akhirnya berhasil membukanya. Setelah itu,dia kemudian mencari aplikasi Whatshap.


Mereka tersenyum setan ketika melihat chat yang baru saja masuk.


Gadis gila


"Lo tahu dia siapa kan Mon?" tanya Wendi untuk memastikan yang ada di pikirannya sama dengan yang di pikirikan Emon. Mereka saling melirik dengan maksud tersembunyi.


Emon kemudian menekan layar untuk memanggil.


Calling gadis gila....


"Eh mon lo jangan panggil ******,yang mau bicara siapa bisa jadi kita yang kena batunya. Chat aja langsung", kesal Wendi merutuki ketololan teman seperjuangannya itu.


"Oh iya", dengan tergesa cowok itu mengirim pesan ke Fany. Setelah mengakhiri panggilan dan untungnya Fany belum mengangkat telepon tadi. Kalau tidak mereka berdua tak akan tahu apa yang akan menimpa mereka.


Lalu setelahnya mereka bertos ria. Kemudian mematikan ponsel milik Adly dan segera meletakkannya kembali di tempat semula. Wendi kembali ke pembaringannya. Dan Emon yang ngacir ke atas untuk menemui anak kos yang lain


Flasback off


Cowok itu segera naik ke motor besar miliknya. Tak peduli pada jalanan yang licin. Serta dinginnya malam yang menusuk kulit. Juga air hujan yang tak berhenti mengguyur bumi.

__ADS_1


Berulang kali cowok itu berdoa agar tak terjadi sesuatu pada Fany. Memang dia ketus ke cewek itu, tapi dia sudah berjanji pada Aly tak akan menyakiti Fany lagi.


Sungguh,Adly sangat bodoh. Adly berhenti di bawah pohon yang cukup rindang ketika merasakan hpnya bergetar.


Sebuah panggilan dari nomor tanpa nama. Tapi sangat di kenali Adly.


Cowok itu menggeram lalu mengangkatnya.


"Halo nak!" suara sedalam sumur itu langsung menyapa indra pendengarannya.


"Ada apa tua bangka!"


Orang di seberang terkekeh cukup panjang. Yang membuat Adly muak mendengar suaranya. Seandainya tak mengingat sedang terburu-buru dia akan memaki orang sialan itu.


"Hahaha...kau terdengar sangat cemas. Apa ada yang mengganggumu?"


"Bukan urusanmu!"


"Ohhh...kau masih tetap sama ya! Apakah orang itu cukup penting untukmu?"


"Bicara dengan jelas!"


"Kau mengabaikannya. Bahkan setelah dia mengakui perasaannya? Tunggu dan lihat apa yang akan terjadi dengan gadismu itu",


"Sialan kau!"


"Hahaha....kau juga ternyata bisa mengumpat",


"Sudah ku jauhi. Dia tak terlibat sekarang. Kenapa kau keras kepala?"


"Bukan kau yang membuatnya terlibat. Tapi dia sendiri. Dia gadis kecil malang yang selalu terlibat dalam hidupmu yang menyedihkan itu".


"Berhenti *******. Aku akan membunuhmu!"


"Bukankah sekarang kau sedang ke suatu tempat! Pikirkanlah itu sebelum membunuhku"


Telepon di tutup secara sepihak oleh Adly muak mendengar suara di seberang sana. Nafasnya entah kenapa tiba-tiba memburu. Dia kembali naik ke motor lalu melaju dengan kecepatan tinggi.


Adly hampir sampai di taman. Tapi dia melihat seseorang yang mirip Fany sedang duduk di halte. Berteduh,walaupun seluruh pakaiannya basah kuyup. Cowok itu tanpa berfikir panjang hendak mendekat.


***


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Adly masih juga belum datang. Puluhan pesan sudah di kirimnya. Begitu juga panggilan.


Hpnya kembali bergetar. Panggilan dari Delano yang entah kesekian kalinya. Tapi Fany masih saja tetap keras kepala tak mau pulang sebelum bertemu dengan Adly. Hanya Adly.


Fany merasakan rintik hujan mulai membasahi gaun santai yang di kenakanya. Dinginnya malam menusuk kulitnya. Muda mudi yang tadi memenuhi taman. Berlarian mencari tempat berteduh. Sedangkan Fany tak berniat beranjak.


Dia masih berharap mungkin saja Adly akan datang lalu memayunginya seperti yang sering dia tonton di drama korea. Ya! Kebanyakan drakor yang sering di tontonnya,selalu memuat adegan payung. Dan hal itu sukses membuatnya tersenyum sendiri karena Adly datang dengan membawa payung di tangannya akan terlihat sangat manis.


"Hei nak! Kenapa kamu masih terus berada di sana tidak mencari tempat berteduh", kata seseorang yang suaranya tidak terdengar terlalu jelas karena terhalang derasnya air hujan.


"Saya menunggu seseorang pak!" jawab Fany lancar,sambil menyeka wajahnya.


"Tapi kamu sudah sejak sore berada di sana. Kenapa masih memunggu,bisa jadi dia tak jadi datang! Berteduhlah kamu bisa sakit!" suruh orang itu kembali.


"Saya akan menunggu sebentar lagi", keukuh Fany. Dengan menatap orang itu langsung.


Sedangkan pria pemilik warung itu hanya mengalah, membiarkan Fany terus kehujanan di malam yang cukup dingin itu. Dia juga sedikit merasa prihatin padanya. Kenapa sampai rela menunggu bahkan sampai semalam ini. Padahal orang yang di tunggunya tak kunjung datang.


Dia menggeleng. Ketika entah mengapa dia marasa kasihan ke gadis itu.


Fany mulai menggigil kedinginan. Ponselnya sudah mati sejak tadi mungkin kemasukan air hujan yang membuatnya tak bisa menyala lagi. Tapi setelah ini Fany pasti harus merengek dulu ke ayahnya untuk membeli ponsel baru.


Fany tak tahan menunggu. Gadis itu merasa sangat kedinginan ketika hujan bertambah deras. Bahkan sekarang dia mulai menggigil dengan bibir yang membiru. Benar yang dikatakan si pemilik warung dia bisa saja sakit jika terus kehujanan seperti itu.


Dengan langkah berat,gadis itu akhirnya memutuskan berdiri lalu berjalan menjauhi taman. Dia awalnya berniat ke warung. Tapi melihat situasinya yang berdesakan membuat gadis itu memgurungkan niat. Dia berlari kecil menuju halte yang hanya berisi beberapa pesan orang.


Gadis itu berdiri seperti orang linglung. Orang-orang yang berada di halte sibuk dengan keadaan masing-masing. Fany duduk di sana berusaha memeluk diri sendiri karena kedinginan. Bodoh memang. Dia hendak menelpon ke rumahnya tapi hpnya sudah tak bisa di fungsikan. Yang bisa di lakukannya hanyalah menghela nafas pelan berharap orang itu segera datang.


Bus berhenti. Membuat orang-orang yang berada di sana bersamaan masuk.


Sedangkan Fany hanya mematung di tempatnya.


"Ini bus terakhir nak! Kamu tak mau masuk?" tanya si sopir pada Fany yang terlihat melamun. Fany menggeleng lesu. Dia akan menunggu sedikit lagi.


Setelah bus melaju,hanya dia sendiri yang tersisa. Halte terasa legang. Juga sepi,entah kenapa di saat seperti ini baru rasanya gadis itu akan menangis. Apalagi dia sangat kedinginan.


Jam sebelas tiga puluh sebuah mobil berhenti di depannya. Tapi Fany tak berniat mencari tahu,dia tak peduli. Seluruh sendi-sendinya seakan susah di gerakkan. Apalagi dia belum makan sejak sore. Gadis itu sangat lemah untuk sekadar memcari tahu.


"Hm....deheman itu membuat Fany mau tak mau mendongak!" dan melihat orang yang datang membuat Fany tersenyum walau terlihat sangat lemah dari wajahnya yang pucat. Cowok itu membawa payung di tangannya persis seperti apa yang tadi dia harapkan.


Dalam hitungan menit dia berdiri. Lalu berlari masuk ke pelukan orang itu. Dia memukul dadanya.


"Ad! Kenapa baru datang sekarang?" ucap gadis itu parau berniat menangis. Tapi dia tak peduli asalkan Adly sudah di depannya dia tak akan marah.


"Maaf!" ucap orang itu pelan yang membuat Fany terperanjat.


***


Tak jauh dari sana seseorang mengamati mereka yang tengah berpelukan. Dia memgutuk diri sendiri karena datang terlambat. Dia hanya melihat orang yang memeluk gadis itu dari belakang,jadi tak tahu siapa tepatnya.


Tapi melihat mobil dan platnya. Cowok itu jadi yakin. Kali ini mungkin dia akan melepasnya, karena kebodohannya sendiri.


***


Tbc


Hai.....akhirnya tiba di part ini juga. Huhuhuhu...siapa sih orang yang intip-intip pany di balik pohon besar.


Atau kalian ingin mengumpati ketololan Fany,yang masih saja setia menunggu walau hujan-hujanan hingga hpnya mati.


Atau kalian greget karena Ada Delano yang tak kalah hot. Tapi cewek itu tetap pada pendiannya?


Tapi so intinya cerita ini akan terus berlanjut. Dan ....part ini yang terpanjang. Kerena aku malas bikin jadi dua chapter jadi hasilnya sepanjang ini.😂


Jangan ngos-ngosan ya bacanya.

__ADS_1


Cuhuyyy dadahhh


__ADS_2