My Clown Boy

My Clown Boy
8


__ADS_3

"Perasaan bukan lelucon yang bisa lo dapat dan buang sepuasnya. Gue takut suatu saat nanti lo nggak bisa keluar dari lubang yang lo but sendiri".


(Aly)


Typo___


***


Saat ia menyentuh amplop itu. Kelas menjadi gelap,pintu tertutup dengan sendirinya,angin berhembus dengan kencang. Fany ketakutan tak berani membukanya suasana tiba-tiba mencekam...


-


Dengan sisa keberanian yang ada Fany dengan perlahan membuka. Surat abu-abu gambar tengkorak itu,jantungnya berpacu dengan cepat reaksi alami yang memang di tunjukkan seseorang yang ketakutan,peluh menetes di keningnya.


"Hai!!!gadis bermata coklat. Surat ini gue tulis untuk memberi lo peringatan,karena mungkin bisa jadi beberapa hari ke depan akan ada orang yang jatuh cinta ke lo".


Bad boy


Setelah membaca surat itu kelas kembali terang,tak ada tanda -tanda yang menakutkan. Fany bernafas lega.


" tunggu!!! Bad boy gue gak tahu siapa dia. Lah kok dia malah ngasih peringatan". Gumam Fany.


Fany juga bingung sebelumnya belum pernah dia mendapatkan surat dari seseorang. Dia hanya senyum-senyum sendiri memikirkannya. Tak lama kemudian seseorang masuk kelas. Fany segera menyembunyikan Surat itu ke dalam tasnya.


***


Di rooftop seseorang tersenyum puas,melihat orang yang di awasinya. Tanpa sepatah kata orang itu segera pergi. Pulang sekolah, ketika jam 11.00 telah menjadi kebiasaannya. Guru tak ada yang menegurnya,dia merasa bebas melakukan apapun.


***


Pulang sekolah Fany di jemput oleh pak Karman( supir pribadi keluarganya). Sebenarnya dia tidak mau tapi karena ini perintah terpaksa Fany harus mengikuti, dari pada uang jajan yang harus di pertaruhkan kan bahaya.


Ketika sampai di depan rumah bercat putih mobil itu berhenti,membiarkan Fany masuk ke dalam rumah. Ya rumah dengan nuansa putih itu adalah rumah Fany,yang memang merupakan rumah impian ibunya. Terdapat halaman yang cukup luas,separuhnya di tanami bunga dan yang lainnya di biarkan kosong.


Di samping kirinya ada pohon rindang dan di bawah pohon itu ada meja dan kursi untuk menikmati sore hari. Jika sedang bosan Fany biasanya duduk di sana,menikmati semilir angin sore dan tetangga Fany yang pulang ke rumah masing-masing.


Rumputnya selalu terpangkas dengan rapi,pagarnya tidak terlalu tinggi di cat senada dengan warna rumah. Serta beberapa lampu warna-warni di pasang untuk memperindah tampilannya di malam hari.


Kadang akan ramai jika teman Aly nongkrong. Bahkan Fany pernah tak tidur semalaman karena mereka datang.


Mereka cerita,tertawa,dan sialnya saat itu papi dan mami Fany keluar kota. Jadilah Fany terganggu karena ulah mereka. Bicara soal Aly and the Genk yang konyol tidak ada habisnya.


Pernah si Rengga datang ke rumah Fany hanya untuk mengatakan kalau kucingnya pak RW melahirkan dengan selamat. Parahnya Aly hanya menabok kepalamya manjah.


Pernah juga Reza datang,nangis sampai pagi ketika Putri anak XI IPA 2 putusin dia. Kaciaan😣,Aly yang sudah berpengalaman dalam masalah hati dengerin masalah dia.


Sesekali beri masukan ke Reza,dan yang paling lucu pas Aly nyuruh Reza datang ke rumah Putri untuk melamarnya. Dan parahnya,keesokan harinya Reza benar-benar datang ke rumah Putri dan langsung di lempar oleh papa Putri,yang notabenenya orang galak.


Fany sampai terpingkal-pingkal ketika melihat Reza datang lagi dengan wajah babak belur.


Memang di sekolah tak banyak yang mengetahui kalau mereka adalah saudara kembar,secara wajah mereka tak mirip kecuali mata tentunya. Dan tidak di herankan jika orang-orang menganggapnya pacar Aly. Kecuali Rinhy,serta geng Aly.


Di sekolah jika Aly dan Fany datang barengan,banyak dari fans Aly yang menatapnya sinis. Alasannya hanya satu mereka iri pada Fany. Dan Fany tak ambil pusing,dia tak peduli pada kehidupan fans seorang Aly.


Fany kadang merasa bangga karena di karuniai abang dengan wajah ganteng. Fany yang berbaring terbangun ketika melihat wajah Aly nongol di depan pintu.


"Napa lo bang?" sewot Fany ketika melihat Aly dengan senyuman jailnya yang menurut sebagian orang memesona.

__ADS_1


Tanpa nemedulikan pertanyaan Fany, Aly langsung masuk dan duduk pada kursi di depan meja belajar. Aly melebarkan senyumanya melihat tulisan-tulisan fany pada sticky note warna pink yang hampir semuanya berisi tentang Adly.


"Hmm...ada yang jatuh cinta nih...." ledek Aly.


Fany yang sibuk pada ponselnya langsung berhenti dan melihat pada Aly dengan tatapan mematikan.


"Abang kalau mau ngerusak mood gue. Mendingan gak usah ke sini deh". Usir Fany


Tapi Aly tak bergeming di tempatnya.


"emang lo punya masalah apa sama si Adly?". Selidik Aly hati-hati.


Kebetulan Adly juga salah satu anak ekskul basket,tapi jarang ilut latihan karena suatu hal yang tidak Aly ketahui.


" gue kayaknya mulai suka ke dia deh bang." jujur Fany juga tak mengerti perasaannya yang sebenarnya.


Aly sekarang tersenyum penuh arti pada Fany,"mau gue ajarin cara ngedapatin hati orang" tawar Aly dengan alis terangkat.


Fany berfikir sejenak"gimana caranya?".


"Emang lo mau makan hati?" Aly balik nanya,tapi terdengar konyol.


Fany memutar bola mata jengah"elaah abang gue serius!!!".


"Lo yakin gak bakal nyesel??"


"Enggak"


"Beneran!"


"Iya"


"Iyya abang...guanteengggg!!!kapan mulainya" Fany mulai kesal karena dari tadi Aly hanya bertanya terus menerus.


"Gini deh...."


5 menit kemudian


"Apa". Fany sudah tak mengharapkan hal banyak pada Aly,katanya playboy kelas kakap sekalinya minta solusi berfikirnya laloot. Katanya siswa berprestasi,kelakuannya kaya siswa *****.😯


"Gini deh...perasaan bukan lelucon yang bisa lo dapat dan buang sepuasnya". Ucap Aly bijak yang membuat Fany kezeeel tak berkutik,rahangnya menganga tak percaya apa yang di dengarnya barusan.


" abangg...gue cuma berfikir mungkin gue mulai suka ke dia".


"Iyaaa ....gue tahu Dany. Cuma gue peringatin ke lo kalau perasaan bukan lelucon. Gue takut jika suatu saat nanti lo nyesal dan tak bisa keluar dari lobang yang lo buat sendiri". Aly tampak puitis


" lahh!!!abang sendiri suka mempermainkan hati. Ngapa ceramahnya ke gue"protes Fany.


"Gue sama lo beda lah!!!"


"Bedanya di mana coba??"


"Lo cewek gue cowok...jelas beda lah" jawab Aly penuh kemenangan.


"Ya Allah kenapa Fany bisa mendapat sodara macam dia" gumam Fany lirih.


Hingga terdengar suara klakson mobil di depan rumah mereka,Aly kemudian beranjak.

__ADS_1


"Gue pergi dulu ya!" pamit aly.


"Mau kemana bang".


"Biasa urusan COWOK" Aly sengaja menekankan kata terakhir untuk meledek Fany.


Fany hanya bisa berdecak sebal,karena ulah Aly. Lalu menuju ke balkon untuk menutup pintu. Tak sengaja dia melihat teman Aly yang melambai padanya,bukan Reza ataupun rengga tapi orang itu asing menurut Fany.


Fany tak terlalu peduli lalu segera ke tempat tidur. Kamar bernuansa pink sudah mulai redup karena hanya lampu tidurlah yang menyala di atas nakas. "Lo pasti banyak bisa gue milikin".


***


Fany berjalan bersama di sebuah tempat yang terasa asing. Sesekali Rinhy mengeluarkan ocehannya pada Fany tentang Aly. Mereka tertawa di perjalanan hingga tiba di tempat ramai. Fany terkejut karena wajah orang-orang juga terasa asing baginya. Dia memegang erat tangan Rinhy karena hanya dialah yang di kenalnya.


Namun ketika Fany berbalik dia terkejut ternyata orang yang dia pegang tangannya bukan Rinhy,melainkan orang yang tidak di ketahuinya yang berpakaian serba putih dengan rambut panjang juga berwarna putih. Fany langsung melepaskannya kemudian meminta maaf. Fany melihat sekeliling berusaha mencari seseorang yang di kenalnya namun nihil. Dia bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.


Tapi tak lama kemudian dia melihat seseorang yang tak asing dengan pakaian badut yang tampak sangat menonjol diantara orang-orang berambut putih. Fany mengikutinya namun langkah badut itu sungguh cepat.


Dia berlari,tapi langkah orang berpakaian badut belum bisa ia imbangi. Fany terus mengikuti orang itu,sampai-sampai ia tak sadar kalau suasana menjadi sepi. Tak ada lagi orang berambut putih.


Fany masih mengikuti langkah yang semakin menjauh itu hingga,tak sengaja menabrak sesuatu yang keras yang membuatnya terjatuh.


Fany mencoba memanggil Adly namun tak ada yang keluar semuanya hanya sampai di tenggorokannya. Dia mencoba sekali lagi tapi tak bisa.


Orang berpakaian badut itu semakin menjauh. Fany mencoba untuk berdiri dengan perlahan tapi kakinya terkilir.


Fany kemudian berusaha untuk melihat benda keras yang tadi di tabraknya karena dia bisa mencium bau busuk yang bersumber dari sana.


Saat Fany membuka kantong besar itu Fany bergidik ngeri melihatnya. Mayat seorang laki-laki dengan tangan dan kaki yang terpisah dari badannya serta kepala yang hancur.


Tiba-tiba perasaan takut menjalari dirinya,tubuhnya gemetar susah di gerakkan,keringat dingin mulai keluar. Fany sekali lagi melihat ke arah adly namun sayang,cowok itu tak menyadari keberadaannya.


Fany kaku ketika melihat mayat tadi tiba-tiba terbangun dengan otak yang masih meneluarkan darah tangan serta kakinya kembali menyatu matanya rusak sebelah.


Dia menatap fany yang terlihat sangat ketakutan.


Fany ingin berlari tapi kakinya tak bisa diajak kompromi seakan terpaku pada bumi. Hantu itu semakin mendekat. Fany pasrah dengan memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa takutnya. Tapi tak bisa.


Fany membuka mata ketika merasakan sebuah tangan menariknya masuk ke sebuah lorong. Fany tak peduli siapa yang telah menolongnya. Tetapi Fany bersyukur dirinya terhindar fari bahaya yang membuatnya gemetar hebat.


Fany perlu mengetahui orang itu,ketika tangannya di cengkram. Rasa takut yang belum hilang sepenuhya datang lagi. Benar-benar Fany ingin mati sekarang dari pada menderita seperti ini. Dia merasa sesak ketika tiba di sebuah lorong sempit dan pengap.


Orang tadi melepaskan cengkramannya hingga Fany bisa melihat pakaiannya serba hitam.


Ketika Fany mulai bernafas,fany melihat tangan yang tadi mencengkramnya terangkat tepat di depan wajah Fany,karena tinggi Fany hanya sampai bahu orang itu.


Melihat tangan itu melai berubah menghitam dengan kuku memanjang,fany bisa merasakan suara jantungnya yang berdebar sangat kencang di dalam sana.


Jika ini akhir dari kehidupan seorang Fany maka ia menyesal. Menyesal tak pernah hidup dengan baik sebelumnya,menyesal menyesali semuanya. Tiba-tiba perbincangannya dengan amAly tadi berputar jelas di kepalanya. Dia menyesali meremehkan seseorang.


Namun percuma baru sekarang dia menyadari semuanya di saat semuanya sudah terlambat. Di saat kematiannya sudah di ujung tanduk.


Fany terperangah ketika kepala yang tadi tertutup jubah terbuka. Mata,matanya tak ada pada tempatnya. Ingin fany berteriak tapi suaranya tak keluar,keringatnya yang semakin bercucuran dan ketakutannya semakin menjadi.


1.....2....3.....gigi taringnya perlahan keluar,dengan seringaian kecil. Fany merasakan gigi yang runcing itu menempel di lehernya. Rasa sakit mulai menjalar di tubuhnya,sakit yang membuatnya tak bisa bergerak. Darah yang mulai menguncur,bau amis tercium jelas,hingga akhirnya dia...dia mati rasa,lalu perlahan jantungnya beristirahat. Atau mungkinkah berhenti untuk selamanya???


Dan perlahan Fany merasa tenang,sesaat dia bisa mendengar suara seseorang...

__ADS_1


TBC


__ADS_2