My Clown Boy

My Clown Boy
51


__ADS_3

"Seharusnya gue takut lalu mengambil jarak darinya. Tapi entah mengapa semakin ia tak muncul semakin ku sadar jika hati ini memginginkan hal lain".


***


" Woi!!! Sarah lo belum mau tukeran tempat duduk sama gue?"tanya cowok berbadan sedikit bongsor itu pada gadis berambut pendek.


Sarah yang dipanggil hanya bergeming pada tempatnya tak berniat menanggapi. Gadis itu sibuk menulis tugas bahasa indonesianya yang lupa ia kerjakan semalam. Dan melihat reaksi Sarah ketua kelas tak habis pikir.


"Gue berasa ngomong sama patung!", kesal ketua kelas karena tak mendapat respon n


berarti.


"Ad! Lo juga gak mau nyuruh si Sarah pindah ke tempatnya?" tanyanya begitu melihat Adly masuk kelas sambil memasukkan tangan ke saku celana.


Tapi respon Adly pun tak berbeda jauh dari Sarah. Apalagi ketua kelas yang merasa dirinya sedang mendapat nasib sial itu melihat earphone yang ternyata berada di telinga Adly.


Cowok itu segera melepas paksa earphone yang dari tadi membuat suaranya tak terdengar. Lalu mengulangi ucapannya dengan dongkol setengah kesal.


Tapi ketika terdengar jelas pun. Adly seakan tak terlalu peduli.


Ima yang terlihat menulis kilat tugasnya tepat di depan bangkunya sekarang-setelah bertukar dengan Sarah- pun tak berniat ikut campur seperti biasanya.


Dengan kaki terhentak,cowok bongsor itu kembali duduk ke tempatnya yang berada di baris kedua dari pintu. Juga bangku kedua dari belakang. Cowok itu menatap miris bangku sebelah kirinya yang masih kosong hingga sekarang.


Hari ini dia tak mengerjakan tugas seperti biasanya karena kebetulan tadi malam ada orang baik hati yang mau menuliskannya.


"Huwaaaaaaaa!!!!! Sampai kapan gue menjomblo kayak gini?" tanya ketua kelas pada dirinya sendiri setengah protes.


"Sampai lu bisa nemuin jodoh!" celetuk cewek berkucir kuda yang duduk di bangku belakang. Dan hal itu reflek membuat ketua kelas malang itu menoleh.


Dan di sana Rini sedang duduk syantik menyalin tugas. Lalu setelah itu ngecek hp. Nyalin tugas lagi,lalu natap foto Aliando. Nyalin tugas lagi. Entah sampai kapan tugasnya baru akan selesai jika tingkahnya tak bersungguh sungguh seperti Ima yang duduk di depannya.


Ketua kelas entah mengapa merasa miris sendiri harus memimpin kelas yang isinya manusia super aneh.


Samar indera pendengarannya yang memiliki radar mendeteksi bunyi,bahkan tak penting sekalipun mendengar sesuatu dari luar kelas. Karena rasa keponya yang tinggi cowok bongsor itu pun berniat melihat keadaan di luar sana.

__ADS_1


Dia terkejut begitu mendapati beberapa teman sekelasnya sedang berpelukan dengan seseorang yang juga amat di kenalnya.


Sebuah ide terbesit di benaknya,cowok itu langsung merembes masuk membuat beberapa temannya melepaskan pelukannya secara tak rela.


"Uuuuuuiiiiii.......cayang kenapa baru datang sekarang. Kau kira ini batu bukan hati!"


Suara ketua kelas yang lumayan keras sebelas dua belas dengan toa itu terdengar hingga ke dalam kelas.


Membuat orang orang di dalam sana juga sedikit terpancing rasa keponya. Termasuk cowok yang sedang duduk di pojok belakang. Dia yang tadi sibuk membaca komik langsung tak fokus.


Sedikit kesal karena merasa terganggu cowok berpembawaan tenang itu berniat menegur ketua kelas yang selalu minta di tabok itu.


Ima, Rinhy, serta Sarah masih sibuk menulis seakan tak terganggu dengan suara berisik di luar sana. Mungkin mereka lebih memilih tugasnya di banding untuk sekadar menghilangkan rasa keponya.


Saat Adly sudah berada di bangku paling depan. Tiba-tiba Ima berlari seperti orang kesetanan. Sampai-sampai menabrak Adly.


"Mana....Fany .....mana Fany!!!!" suaranya yang menggelegar terdengar lebih toa dibanding ketua kelas tadi.


Mendengar nama itu di sebut Adly membeku di tempatnya. Entah apa yang di pikirkan cowok Es batu itu. Termasuk ketika dia melihat Rinhy menyusul Ima.


Dan hal yang paling di sesalinya adalah. Karena tepat saat itu, gadis yang selama ini selalu di hindarinya sedang berdiri di sana bersama teman-temannya yang lain. Baru saja ia ingin melangkah pergi,cewek itu sudah berada di depannya.


Mata mereka bertemu sesaat,gadis itu terdiam beberapa saat. Entah kenapa Adly merasa cewek itu berusaha melawan sesuatu.


Tapi kalimat berikutnya sukses membuat Adly tertegun.


"Morning.....My clown boy!" lalu gadis itu tersenyum misterius.


Mendadak bulu bulu di tengkuk Adly rasanya meremang. Ketenangannya tak akan dia dapatkan mulai sekarang.


Gadis itu kembali dan tiba-tiba berubah layaknya iblis kecil. Teman-temannya yang lain menyaksikannya dari luar dengan penasaran tapi cowok itu tak peduli.


"Lo gak mau bilang sesuatu gitu!" tanya gadis berambut coklat itu penuh harapan lalu menggait lengannya.


Adly menundukkan tubuhnya. Hingga mata mereka berhadapan dan tubuh mereka sejajar.

__ADS_1


Entah kenapa cowok itu merasakan Fany menahan nafas sejenak. Dapat Adly lihat jika gadis itu sedang berusaha menahan perasaannya. Adly memajukan sedikit wajahnya membuat Fany perlahan menutup matanya.


Teman-temannya di luar sana berteriak menggoda mereka. Ada yang bersuit. Tapi tak sedikit yang muak.


Saat wajah mereka semakin dekat. Adly berbisik pelan tepat di dekat telinga Fany. Tapi suaranya menusuk.


"Gak!!!!!" setelahnya cowok itu beranjak pergi. Lalu kembali duduk di bangkunya seperti semula. Dapat Adly lihat Fany gadis bermata coklat itu membeku di tempatnya. Sambil memegang dadanya.


Tapi sekali lagi Adly tekankan. Dia tak peduli. Kalian jangan salah paham,mengira perasaannya berubah. Jawabannya tidak sama sekali. Awalnya Adly mungkin bingung,tapi melihatnya pagi ini cowok itu semakin yakin. Jika Fany memang tak akan membiarkannya hidup dengan tenang.


Saat itu rasa bersalah menggerogoti dirinya. Membuat cowok itu pernah tak yakin pada perasaannya sendiri. Tapi melihatnya saat ini masih berdiri di tempat yang sama. Membuat Adly yakin,jika rasa ini masih benci. Dan tak akan pernah berubah.


Sarah di dekatnya,yang tadi sempat menyaksikan semuanya. Tersenyum menenangkan. Lalu memegang tangan cowok itu. Dia berusaha menenangkan Adly yang terlihat sangat kesal. Tapi tiba-tiba Adly menarik tangannya. Lalu cowok itu memutuskan melipat kedua tangannya di atas meja.


Senyum Sarah berubah menjadi kecut begitu Sarah yakin jika Adly menolaknya secara halus. Tapi Sarah akhirnya memutuskan untuk kembali menuliskan tugasnya.


Adly masih melihat Fany yang berdiri di tempatnya. Tapi tak berapa lama kemudian Ima serta Rinhy datang lalu menarik sahabatnya itu untuk duduk di tempat mereka rupanya belum ada yang puas dengan pembicaraan singkat di depan tadi.


"Woiiii! Sar kembali gih ke tempat lo! Tuh teman sebangku lo udah kembali. Gue mau duduk di tempat gue seharusnya berada". Ucap ketua kelas yang membuat Fany menoleh ke arah Sarah. Tapi matanya kembali bersirobok dengan mata Adly.


Sarah menatap sejenak ke arah ketua kelas lalu menatap bangkunya yang berada tepat di sebelah Fany.


Sarah menghela nafas pelan.


Lalu menatap Fany yang sedang menatap ke arah di sebelahnya. Dan hal itu membuat Sarah sadar mereka berdua sedang berada di tempat berbeda. Tapi ketika Fany menyadari Sarah tengah memergoki mereka. Fany mengalihkan matanya ke Sarah.


Saat itu pula Sarah menjawab apa yang di katakan ketua kelas barusan.


"Gue gak mau!"


Tbc


Huwaaaaaaa!!!! Rencana aku mau selesaiin Mcb bulan ini. Masih ada yang baca gak.


Soalnya bulan september nanti rencananya mau buat cerita baru. Gimana gimana masih ada yang baca kah?

__ADS_1


Partnya Mcb palingan hanya sampai 60 an. Jadi siap siap aja nunggu endingnya kek gimana. Karena sebenarnya konflik terakhirnya belum muncul.


__ADS_2