
- typo-
"Pantesan rasanya gak asing ternyata mak lampir"
😁😂
***
-
" maaf" suara berat itu membuatnya mendongak. Saat matanya melihat sosok yang berdiri dihadapannya Fany bingung
"untuk" ujar Fany dengan kening mengeriyit.
"Bola basket! Gue yang ngelempar bola basket Itu" ucap Adly singkat lalu segera keluar.
Jantung Fany berpacu dengan cepat .Orang yang dia kagumi pada pandangan pertama tidaklah sebaik yang dia kira. Dan inilah yang membuat Fany membenci Adly.
Fany sungguh kesal melihat punggung Adly yang masih dengan santainya berjalan di depan uks.
Tiba- tiba saja mood Fany untuk belajar menghilang . dia membenankan kepalanya dalam selimut untuk meredam rasa kesalnya.
***
Sepulang sekolah Fany ngambek lagi karena mami tiba-tiba memiliki urusan yang membuatnya membatalkan janjinya.
Sedangkan Aly tak bisa menemaninya jalan-jalan karena hari ini dia ada eksul basket. Jadilah Fany sendirian di kamar nonton drakor. Dan dengan perlahan dia melupakan kekesalannya.
Ketika Fany sedang asiknya nonton dia mendengar bi Inah memanggilnya.
"Non ada yang cariin di luar" ucap bi Inah tergopoh gopoh.
"Siapa bi?" Sahut Fany sambil membuka pintu kamarnya.
"Rinhy non" ujar bi Inah langsung pergi meninggalkan Fany.
Fany segera menyusul bi Inah untuk turun ke lantai satu. Melihat Rinhy yang duduk santai di sofa Fany segera menyapanya.
"Hai Rin udah lama nunggunya?". Tanya Fany sambil duduk di dekat Rinhy.
" belum kok!" Jawab Rinhy lalu meminum coklat hangat yang memang sudah ada di hadapannya.
" bdw lo tahu alamat gue Dari mana?"kepo Fany. Karena perasaan dia belum memberitahukan alamat rumahnya pada siapapun.
"Bu wakel" cengir Rinhy
" siapa tuh? perasaan di Adyatama High School gak ada namanya bu wakel" ujar Fany polos.
Rinhy tertawa cekikan"masa istilah gitu aja lo gak tahu sih".
" yaiyalah! Maklum kampungan"
"Bu wakel artinya walikelas" terang Rinhy .
" Fan, ke toko buku yuk!!" Ajak Rinhy memohon.
"Yaudah!gue ganti baju dulu ya! Gue memang bosan di rumah". Fany akhirnya menyetujuinya tanpa protes.
Setelah selesai Fany langsung mengajak Rinhy yang saat itu sedang asyik mengamati foto keluarganya. Mereka hanya jalan kaki ke sana. Karena memang jaraknya cukup dekat dari rumah Fany.
Saat sampai, mereka mencari tipe buku masing masing. Fany memilih untuk membeli novel.
Fany mengamati satu persatu novel yang dia temukan,namun tak ada yang menarik minatnya rata rata semuanya sudah ia baca.
Hingga....
Ada satu yang membuat matanya berhenti, tapi tepat saat tangannya memegang novel,dia melihat tangan lain yang juga memegang novel itu.
Fany terkejut lalu menariknya dengan kuat. Orang itu juga,karena tidak mau mengalah Fany mendongak untuk melihat pemilik tangan tersebut.
Dan betapa terkejutnya Fany ketika melihat orang yang berdiri di hadapannya sedang menatapnya datar. Refleks dia berkata " lo lagi!!!!".
" iihh INI punya gue. Gue yang duluan nemu!"protes Fany pada orang di hadapannya.
"Nggak. INI punya gue"
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya rebut-rebutan novel. Sehingga mengundang perhatian orang-orang yang saat itu berada di toko buku. Masih tak ada yang mengalah hingga...
.
.
.
Terdengar bunyi sobekan dari novel, refleks mereka berdua melepaskannya.
Tak lama kemudian, pegawai toko datang marah marah di hadapan mereka berdua. Fany menyalahkan laki-laki tadi karena tidak mau mengalah.
Hingga pegawai toko hanya mendengus lelah mendengar cerocosan dari Fany.
Sementara Rinhy hanya melongo di tempatnya melihat Fany berdebat. Tapi ini bukan debat capres cawapres ya!! Jadi tenang aja😘.
Karena bosan akhirnya dia menghampiri Fany dengan wajah agak malu karena menjadi pusat perhatian.
"Ya ampun!!!Fany, Adly kalian berdua ngapain rebut-rebutan segala". kesal Rinhy pada Fany maupun Adly.
"Mas,mba jadi kalau gini caranya siapa yang bakal ganti rugi". Cicit pegawai toko,karena takut atasannya mengetahuinya.
" Mba saya tidak bermaksud untuk merusak buku itu. Tapi dia yang mulai jadi yang ganti dia" tunjuk Fany pada Adly yang masih menunjukkan wajah flatnya.
"Lo aja" ujar adly,sambil menatap fany tajam.
Rinhy tak tinggal diam,dia segera menarik Fany agar menjauh dari kerumunan. Sedangkan Adly mengeluarkan selembar uang ratusan dari dompetnya kemudian memberikannya pada pegawai toko. Terdengar bisik bisik dari pengunjung tentang Adly.
" tuh cowok cakep banget! Gak pelit lagi"
" iyya ...Dedeq juga pengen bang"
"Kapan ya dapat orang kaya dia. Tampan cui!!!"
"Tapi,wajah nya itu loh kaya batu es"
"Tunggu dedeq mu ini di pelaminan".
Kira-kira begitulah pendapat pengunjung toko yang di dengar oleh Adly tentang dirinya yang rata rata memang perempuan.
Adly meninggalkan toko buku dengan perasaan kalut.
***
" eh Rin gue kesal banget sama tuh cowok. Emangnya hanya dia apa yang sok berkuasa"sebal Fany dengan bibir di mayunkan.
"Yaelah Fan,siapa suruh lu nggak ngalah aja sih. Dan masalah itu lo nggak usah pikirin".
kata Rinhy berusaha menenangkan fany.
***
Di tempat lain terlihat Adly tengah bersembunyi di balik pohon beringin ketika melihat orang-orang bertubuh gempal menuju ke arahnya. Bukan ia takut melawannya hanya saja jika ia sampai salah langkah maka akibatnya bisa fatal, Dan hal itulah yang sangat di hindarinya.
Setelah orang-orang itu menjauh ,Adly mengeluarkan jaket hitamnya dari tas lalu pergi ke cafe tempatnya bekerja paruh waktu.
Adly tetap tenang,orang yang melihatnya hanya sekilas jelas tak akan mengerti jalan pikirannya. Mata hitam legam miliknya membuat setiap orang akan terhipnotis oleh pesonanya. Namun, berbeda dengan Fany dia mengenali dirinya hanya dalam dua Kali pertemuan.
Ketika Adly sedang asyik dengan pikirannya ada seseorang yang menyentuhnya dari belakang. Refleks dia menoleh dan ternyata itu adalah Sarah,sahabatnya dari kecil.
"Ad tolongin gue. Mama kambuh lagi" panik Sarah.
"Mama kamu dimana?".
"Di rumah" lirih Sarah yang masih terlihat syok.
Adly segera menghentikan taxy lalu menarik Sarah ikut bersamanya.
"Pak jalan XXX".
Di Mobil Adly tak henti-hentinya menenangkan Sarah. Memang dia terkenal dingin tapi tidak untuk Sarah.
Adly menyayangi sarah layaknya seorang adik .
Tak lama kemudian mereka sampai. Adly Dan Sarah segera masuk ke dalam rumah sederhana yang terlihat sudah agak tua.
__ADS_1
Adly segera mencari bu wiwik, mama Sarah.Dia menemukannya bersembunyi di dapur. Adly segera menghampirinya.
" bu sedang apa di situ?". Tanya Adly lembut.
Mendengar suara seseorang bu Wiwik segera menoleh dengan rambut yang sengaja dia acak-acak.
"Eh . ada badut. Ada badut,lihat pak ada badut yang datang". Ucap bi Wiwik heboh pada foto mendiang suaminya.
Adly mendekat berusaha untuk memegang tangan Bu Wiwik. Sedangkan Sarah menuju ke kamar untuk mengambil obat mamanya.
" IBU minum obat ya" bujuk Adly pada Bu Wiwik.
"Tidak!!kamu jahat. Kamu badut jahat". Hardik Bu Wiwik,sambil melemparkan apapun yang di temukannya pada adly.
Adly menghela pelan" saya tidak jahat Bu!!!".dia berusaha menatap manik mata Bu Wiwik untuk menenangkannya. Manik mata itu terlihat kelelahan.
" badut baik kan gak jahat." Ujar Bu Wiwik memastikan. Adly mengangguk, setuju.
" mama minum obat dulu ya!!! Agar pikirannya mama tenang" rayu Sarah seraya menyerahkan obat kepada Bu Wiwik.
Bu wiwik menatap putrinya,tak sadar bulir bening berhasil lolos dari matanya. Melihat itu Sarah segera memeluk ibunya.
"Mama nggak usah sedih. Di sini ada Sarah yang nggak akan ninggalin mama". Hibur Sarah .
Bu Wiwik mengambil obat di tangan Sarah lalu meminummnya. " mama mau tidur" ucapnya pelan.
Sarah dengan cepat mengantar ibunya ke tempat tidur. Dan akhirnya dia legah,melihat ibunya kembali baikan. Setelah itu Sarah keluar dan menemukan Adly sedang membereskan rumahnya yang tadinya berantakan.
Adly menoleh mendapati Sarah tengah berdiri di depan pintu kamar Bu Wiwik. Dia segera menghampiri Sarah masih dengan pakaian badutnya.
"Sar, gue ke cafe dulu ya!" Pamit Adly singkat.
Sarah tersenyum lalu mengangguk. "Makasih ad" kata Sarah tulus.
Adly segera meninggalkan rumah Sarah,dia sekali lagi tak peduli saat semua mata terarah padanya karena menggunakan kostum badut.
Tapi tidak ketika dia tak sengaja menabrak seseorang,yang datang berlawanan arah darinya.
" auhhh"ringis orang yang dia tabrak.
" maaf mbak" ucap Adly berusaha membantu gadis yang menurutnya tak asing untuk berdiri.
.......
Dan betapa terkejutnya adly ketika melihat wajah gadis yang dia tabrak.
Sontak gadis itu berteriak"Lo lagi,lo lagi. Aduh hari ini kenapa sih gue apes banget ketemu terus sama lo!eh atau jangan jangan lo nguntit gue lagi" cerocos Fany gadis yang di tabrak Adly
Pantesan rasanya nggak asing ternyata mak lampir😁😂
Batin Adly
Adly menghela pelan,lalu menatap Fany datar.
Fany gak terima ucapannya tidak direspon oleh adly.
" hei kalau orang bicara respon dong jangan diam kaya gitu. Mirip patung". Lanjut Fany kesal.
"Udah ngomongnya, gue pergi". Kata adly kemudian meninggalkan fany.
Fany yang di perlakukan seperti itu tentu saja tak terima. Sudah betapa Kali moodnya di rusak oleh orang yang sama.
" WOIIII AWAS LO YA!" Teriaknya, kemudian berjalan menuju rumahnya.
Adly tak menghiraukan teriakan itu,dia meneruskan langkahnya menuju ke cafe. Sampai di cafe, sudah ada bosnya yang menunggunya
"dari mama saja kamu?"tanya bosnya sinis.
" saya tadi ada masalah"jawab Adly datar tak peduli ocehan dari bosnya.
"Hari ini saya maafkan tapi lain Kali jangan harap" ancam bossnya lalu meninggalkan Adly.
Adly menghela malas,kemudian kembali menyapa pengunjung di cafe itu.
Tak jauh dari sana seseorang dengan pakaian serba hitam sedang mengamatinya, kemudian senyum miring tercetak jelas dari wajah orang itu.
__ADS_1
"Menarik juga...."
TBC😊