
" Membutuhkan sebuah usaha untuk menumbuhkan kepercayaan."
(Sarah Aninda)
***
Untuk sesaat dia masih bisa mendengar suara seseorang. ......
"AAA...." pekiknya langsung terbangun. Peluh mengalir di keningnya. Nafas Fany memburu,berusaha mencerna barusan yang di alaminya.
Fany melihat sekelilingnya,dan menghembuskan nafas lega.
"Rupanya cuma mimpi"Batinnya. Lalu melirik beker doraemon di atas nakas.
" 07.00 OMG!!!! Gue telat bangun!!!!!"
Dia segera bergegas menuju kamar mandi. 5 menit kemudian dia keluar dengan nafas ngos-ngosan.Bayangin cewek apa yang mandi hanya 5 menit😱. Gini deh!!!Fany itu tipikal cewek beda dari yang lain.
Saat cewek seusianya sibuk urusan kecantikan,dia malah sibuk main tanah di depan rumah😆(muahaha...bercanda).
Tapi ketika berada di dekat tangga,dia menghentikan larinya ketika melihat Aly dengan santai menonton tv di ruang keluarga.
Fany berusaha berfikir kenapa Aly masih ada di sana. Namun pikirannya kembali ke guru super killernya. Dia menggeleng pelan lalu mulai menuruni tangga.
"Woi mau ke mana lo?". Fany spontan berhenti lalu kembali ke tempat Aly.
" Sekolah.lo ngapain masih di situ?" decak Fany malas.
Aly mulai tertawa,bayangin berada di posisinya dia tuh gimana. Menyaksikan drama komedi sepagi ini.
"Lo nggak liat kelender apa. Hari ini tuh tanggal merah fan".
"Ishh...bang" ringis Fany sambil mencubit pinggang Aly.
"Gak mungkin" lanjutnya.
Aly tertawa semakin menjadi yang membuat Fany kesal.
"Sudahlah,gue mau ke sekolah dulu! Malas Ngeladenin orang gila" Fany menghentakkan kakinya,malas mendengar
Aly yang terus tertawa.
Saat sampai di depan pos satpam dia melihat pak Karman sedang nonton bareng pak Supri. Entahlah nonton apa mungkin acara azab di I******r. Kan hobinya orang tua nonton gitu.Namun,mereka heran melihat Fany yang tiba-tiba muncul dengan seragam yang rapi.
"Mau kemana atuh neng?" tanya pak Karman terbengong.
"Ya sekolah lah pak. Mending pak Karman anterin saya,ini sudah telat tahu". Ajak Fany.
Mereka berdua sontak menggeleng dramatis mendengar jawaban Fany.
" Hari ini hari libur neng" pak Supri mengingatkan.
Fany bingung,hari ini libur apa memang benar. Tapi minggu lalu pak Rinto menyuruhnya datang pagi ke sekolah. Dan Fany tak akan percaya sesuatu yang belum pasti.
"Itu gak mungkin pak.Mending pak Karman anterin saya aja dari pada bikin hoaks di situ " Fany takmau kalah.
"Ya nggak mungkin lah neng. Ini bukan Hoaks murah yang sudah laku di pasaran tapi ini fakta anti mainstream". Pak Supri membela diri,sambil menyerahkan kelender.
__ADS_1
Fany meraihnya,lalu tanpa sadar ketika melihat tanggal hari ini dia menepuk jidatnya.
" Gue kayaknya udah kebanyakan di PHP IN HINGGA SUPIR SAMA SATPAM SENDIRI NGGAK GUE PERCAYA,BAHKAN ABANG. OH BANG ALYYYY PARAH GUE". Husteris Fany tak peduli sekitarnya. Toh mereka adalah pak Supri dan Pak Karman yang nggak akan merekam kejadian ini lalu sharing di sosmed semisal Ig.
Fany berbalik berniat masuk kembali je rumahnya.
"Mau ke mana neng?" Pertanyaan Pak Supri membuat langkah Fany lagi-lagi berhenti.
"Mau ke dalam lah pak!"
"Lah neng mau bawa masuk kelender sama remote tv nya?" lanjut Pak Supri.
Fany melirik tangannya,lalu kembali mendekat ke pos satpam meletakkan kelender serta remotenya.
"Hehehe.... Lupa pak!" cengir Fany lalu segera masuk.
Saat berada di ruang keluarga Fany mendapati Aly masih ngakak,dengan air mata yang sudah turun karena kebanyakan tertawa.
Apalagi ketika ia berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Mungkin tadi Aly menyaksikan kegiatan berdebatnya dengan supir serta satpamnya. Kan Fany jadi malu.
Fany tak berbicara sedikitpun dan langsung menuju ke kamarnya. Tapi di tengah perjalanan dia di hadang lagi oleh pertanyaan yang sama.
"Mau kemana lo??"
Fany memutar bola matanya.
"Hahhhh....kok pertanyaan itu lagi. Gak bosan apa semua orang nanyain hal yang sama. Di sana juga di sini juga. Gua kan bosan sendiri dengarnya. Bla bla bla bla...."
Cerocos Fany,yang membuat Aly segera membekap mulut adiknya yang paling cerewet. Awalnya Aly gak setuju memiliki adik semenyebalkan Fany.
Dia pernah berniat menyedekahkan Fany ke fakir miskin. Tapi dia mengingat dirinya satu paket komplit dengan Fany membuatnya tak tega. Untung abangnya Fany sayang coba kalau gak. Mungkin Fany udah menghilang di muka bumi.
Fany berusaha melepaskan bekapan mulutnya dengan menghentakkan tangan Aly tapi susah. Berbagai tingkah telah di lakukannya.
"Siapa suruh cerewet,hampir budeg gue dengerin ocehan lo".
"Lepasin.BI INAH TOLONGIN FANY. FANY DI CULIK SAMA OM OM". Fany mencoba berteriak namun susah.
Aly langsung tertawa mendengarnya masa orang ganteng di katain om-om. Dan tanpa sadar melonggarkan bekapannya. Nah kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Fany dia menggigit tangan Aly dengan keras yang menyebabkan Aly melepaskan bekapannya karena kesakitan.
Aly mengipas ngipaskan tangannya yang sakit,hingga Fany segera berlari ke kamarnya kemudian menguncinya dari dalam.
" FANY!!!!" Aly tak rela tangan mulusnya di makan singa betina,dia takut tangannya nanti infeksi.
***
Keesokan paginya Fany ke sekolah ikut papi. Karena tidak mau terus-terusan di pandang sinis oleh para penggemar Aly. Dia tidak suka menjadi pusat perhatian.
Sampainya,dia langsung keluar setelah bersalaman dengan papi. Namun ketika melihat pemandangan di depan matanya moodnya berubah.
Bagaimana tidak dia melihat Adly masuk parkiran sekolah dengan Sarah yang di boncengnya. Fany untuk sesaat hanya berdiri mematung di tempatnya. Perasaan tak suka menguar dihatinya.
"Nggak masuk???" tanya Farhan membuyarkan lamunan Fany.
Fany gelagapan,namun ia bisa dengan segera mengubah ekspresinya.
"Mau lihat papi berangkat dulu" cengir Fany.
__ADS_1
Setelah mobil Farhan meninggalkan sekolah Fany dengan berat hati Fany berjalan untuk menuju kelasnya.
Namun,baru beberapa langkah ia lalui dia mendengar sesruan seseorang memanggil namanya. Fany menoleh,mendapati Sarah dan Adly di sampingnya.
Saat Fany melihat Adly mata mereka bertemu beberapa saat lamanya hingga Adly memilih menatap objek lain.
***
Sampai di kelas mereka dikejutkan oleh kehebohan Ima dan Rinhy yang memperebutkan poster.
"Pasti Aly lagi tuh" batin Fany malas. Sedang Sarah langsung menuju kursinya.
Tak berapa lama terdengar deheman Bu Aini yang membuat seisi kelas menjadi hening.
Fany selalu merasa penasaran akan sesuatu yang di lakukan oleh penghuni bangku pojok pun sesekali menoleh.
Sarah menyadari kelakuan aneh Fany pun memberanikan diri bertanya.
"Fan lo kenapa sih??"
Fany nyengir perwujudan lainnya ketika ia merasa salah tingkah.
"Nggak kok" sanggahnya.
"Pasti ada sesuatu deh. Ceritalah gue kan sahabat lo" sarah berbisik dramatis.
"Apa ini tentang Adly ?" lanjutnya.
Yang kangsung membuat pipi Fany memerah.
"Apaan sih!" ujar Fany sambil menepuk pelan bahu sarah. Yang membuat gadis itu tertegun.
Lalu mereka kemudian menghadap ke depan tetapi seisi kelas telah menatap ke arah mereka di sertai wajah Bu Aini. Melihat itu Fany hanya nyengir sedangkan Sarah kembali menulis sambil menundukkan kepalanya.
"Ntar jam istirahat gue cerita". Imbuh Fany sepelan mungkin agar tidak terdengar oleh teman-temannya.
***
Beberapa menit kemudian setelah penantian yang sangat panjang Fany akhirnya mendengar bunyi penyelamatnya yaitu bel istirahat.
Namun dia terkejut ketika Sarah tanpa babibebo langsung menariknya menuju kantin,mencari tempat duduk untuk mereka berdua,lalu memesan bakso pada Mbak Mir pemilik kantin.
Setelah baksonya ada di depan mereka Sarah langsung memulai pertanyaannya,yang membuat Fany serasa menjadi narasumber.
" Fan,ceritain gue tentang yang tadi???"
Fany tak tahu harus memulainya dari mana,masa iyya dia harus menceritakan pada Sarah tentang tujuannya untuk mendekati Adly,yang notabene-nya sahabat. Yang ada rencananya gagal total.
Fany berfikir alasan yang cocok. Hingga dia mendengar lagi suara Sarah.
"Fan gue nunggu lo dari tadi!!!" .
Fany mulai bingung karena tak menemukan sebuah alasan yang tepat,rasa bimbang mulai menyerangnya.
Tanpa sadar tangannya refleks menuangkan saus ke baksonya,dia tak tahu harus mengatakan apa.Bakso itu terlihat sangat merah karena kebanyakan saus. Dia masih sempat melirik wajah penasaran sarah dan mulai menyendok baksonya untuk mengulur waktu.
Sarah ikut membuka mulutnya saat mekihat pemandangan dihadapannya. Dimana Fany terlihat seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
Setelah bakso itu masuk ke mulutnya dia tak sadar mengatakan...."Gue...."
Tbc