My Clown Boy

My Clown Boy
15


__ADS_3

"Hilang...membuat hati bergerak sendiri mencari radar. Dimanapun ia berada"


***


Suasana tiba-tiba berubah,Fany tahu betul tempat yang jadi sorotan media.


Karena itu sekolahnya ...


Tepatnya Adyatama High School


Wajah itu jelas masih terekam di memori Fany. Adegan-adegan perlahan berputar kembali. Tamparan,cacian,hinaan, jambakan semua tak terlewat barang secuil pun.


Kasus pembulian yang baru terjadi pagi tadi,tapi mengapa sampai di soroti secepat in?


Fany meringis,wajah ketiganya terlihat memprihatinkan,bahkan lebih parah dari dirinya. Mereka jelas baru saja di siksa seseorang.


"Ketiga siswa ini di keluarkan dari sekolah karena telah menindas siswa siswi baru dari Adyatama High School. Korbannya yang paling parah adalah inisyal SR anak dari pasangan F dan R. Mereka melakukannya tanpa belas kasih. Dan ini jelas tanda tanda awal dari kerusakan moral generasi muda bangsa ini"


"Kenapa bisa!" batin Fany.


Padahal dia belum pernah melaporkan hal ini pada siapapun. Termasuk mami dan papi. Tapi siapa yang telah melakukan hal ini?


Selain dirinya dan Aly hanya Delano lah yang tahu. Dan Fany tidak mau mengambil kesimpulan jika cowok itu yang melakukannya.


Dia berfikir untuk segala kemungkinan,namun teralihkan ketika tiba tiba melihat Sarah berdiri di belakangnya.


"Hei Sar! Udah lama di sana?" tanya Fany.


"Nggak kok,gue tadi manggil lo di bawah tapi kata bi Inah langaung naik,aja kelantai 2. Jadi gue langsung ke sini aja". Kata Sarah sambil berjalan ke arah Fany.


Sarah sempat tercegang ketika tanpa sengaja melihat televisi,tapi melihat wajah Fany yang lebam dia langsung memeriksa gadis itu.


" Omg..Fany muka lo babak belur" ungkapnya sambil menatap prihatin.


"Gak kok udah mendingan. Tapi kalau gue makan ya gitu! Suka sakit", jelas Fany.


" Gimana bisa sih! Lo sampai di bully sama mereka" Sarah menuntut penjelasab.


"Udah! Gue gak mau bahas mereka lagi. Toh mereka juga sudah mendapatkan balasan yang setimpal". Fany sedikit capek,malas mengingat peristiwa itu lagi.


" WHAT...sejak kapan?" tanya Sarah yang terlihat terlalu berlebihan.


"Tuh di Tv" tunjuk Fany pada Tv di hadapannya. Yang sedang menampilkan wajah sang pemilik ADHS yang menurut Fany sedikit Familiar dengan iris mata abu-abu. Ia seakan-akan pernah melihatnya. Tapi lupa dimana.


"Tapi gimana caranya coba?"

__ADS_1


"Entahlah!"gumam Fany lirih.


" Eh Fan! Yang nolongin lo tadi siapa?"


"Gue juga gak tahu, baru tadi lihat dia di sekolah. Katanya temannya Aly" Fany menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Namanya siapa Fan" Sarah gemas sendiri di buatnya.


Fany berusaha meningat-ingat sebuah cowok dengan tato di lengan kirinya sambil membawa rokok tergambar di fikirannya.


"Delano Aryan A" jawab Fany santai.


Sarah melotot tak percaya,tangannya refleks menutup mulutnya yang membentuk huruf O,saking syoknya. Wajahnya sedikit pias.


"Lo kok gitu banget Sarah Aninda?" Fany bingung sendiri melihat reaksi teman sebangkunya itu.


Belum sempat Sarah menetralisir jantungnya dan menjawab pertanyaan Fany. Ada suara lain terdengar dari tangga.Suara cempreng yang menggelegar.


"OMG......LO DI TOLONGIN SAMA Siapa Fan?". Labrak Rinhy yang langsung nongol.


" DELANO ARYAN RINHY CANTIK" Fany langsung nyolot di buatnya entah terbuat dari apa tuh telinga. Kayanya perlu di cungkil jangan sampai kebanyakan kotoran yang menggumpal.


Sekarang kedua orang di hadapan Fany melongo dengan ekspresi berbeda. Fany menatapnya satu persatu.


"Kalian berdua kenapa sampai segitunya sih!"


Fany mengangguk polos,hingga membuat Rinhy gemas ingin menaboknya.


"Delano itu badboy sekolah Fany,saking buruknya dia sering bolos,rokok,clubbing, alkohol,bahkan balapan liar. Dan anehnya guru-guru gak ada yang menegurnya. Mereka seakan sengaja tutup mata". Jelas Rinhy berapi api.


"Masa" hanya itu respon dari Fany,dia yakin Rinhy hanya bergurau. Delano emang perokok aktif Fany percaya itu,tapi selebihnya. Fany gak akan percaya semudah itu.


Sedangkan Sarah sudah membaca novel di sofa tak jauh dari tempat mereka,tak mau terlibat lebih jauh dalam pembicaraan itu.


"Ini Fakta Fany Rhizkyyy sakiki". Rinhy tak tahu harus apa untuk meyakinkan Fany.


Fany menatap mata Rinhy dan tak menemukan kebohongan di sana.


" Bad boy?" tanyanya sekali lagi.


"Iya badboy,emang kenapa sih lo kayaknya nggak percaya banget sih?".


" nggak kok". Tapi jujur,jantungnya sudah berdebar semenjak ia memutuskan percaya apa yang di katakan Rinhy.


"Tapi kenapa guru gak ada yang mau menegur dia" selidik Fany,langsung menaikkan kakinya ke atas meja gak peduli teman-temannya masih ada di sini. Dia gak mau sok jaim. Apalagi ini hanya Rinhy dan Sarah.

__ADS_1


"Fan lo naif apa memang ****** sih. Masa itu aja gak tahu". Rinhy sampai harus menghela nafas berkali kali. Fany terlalu laloot.


" apaan sih?"


"Dasar ******", ujar Rinhy sambil memutar malas bola matanya,dan langsung saja kepalanya mendapat toyoran.


" jelasin ke gue alasannya...."Fany berusaha menuntut penjelasan.


"Oke....karena lo emang gak tahu alasannya. Terpaksa gue jelasin ke lo. Delano itu anak pemilik sekolah kita", Dalam satu tarikan nafas Rinhy akhirnya berhasil walaupun nada bicaranya rasa omelan.


" Sans ajalah Rin gak usah ngomel kaya gitu" celetuk Sarah lalu kembali fokus pada novelnya.


Sedangkan Fany merasa syok,saking syoknya seluruh isi rumahnya sudah ia telan. Opsss ralat, maksudnya isi gelas yang ada di hadapannya.


"Kenapa sih hari ini gue selalu mendapat kejutan yang nyata" Fany protes,pada dirinya sendiri.


"Mau tahu alasannya,karena lo istimewa" sambar Rinhy dengan gaya bicara se slow mungkin.


"Kok bisa___"


"Karena.....lo adek bebeb Aly" sambung Rinhy cengengesan.


Fany jijik mendengarnya,"bebeb Aly dari hongkong".


"Omg....bebeb Aly ke Hongkong,wah kok lo gak bilang sih Fan" Rinhy menjadi heboh sendiri senyam senyum ke sana kemari. Dangan menepuk pundak Fany manjah. Itulah jika penyakit alay teman Fany kambuh. Kalau diladeni bakal panjang urusannya.


"Kalian berdua nginap di sini aja ya!" pinta Fany kepada mereka.


"Yoi" jawab Rinhy.


"Tapi gue gak bisa Fan. Mama gue gak boleh sendirian di rumah. Lo tahu sendiri kan kalau mama sakit" tolak Sarah halus tapi bisa di mengerti oleh Fany.


"Gimana kalau kita panggil Ima aja!" saran Rinhy yang langsung di setujui Fany.


Dan gadis itu yakin jika malam ini rumahnya akan berisik,walaupun diyakini gak akan ngeganggu tetangga.


"Eh....bdw gue pulang dulu ya! Udah malam nih. Novelnya gue pinjam ya!" pamit Sarah.


"Eh...pak Karman aja yang ngantar lo ya!" sambar Fany,di balas oleh anggukan cewek itu.


Fany hanya tak menyadari perbedaan kecil dari salah satu temannya....


***


Next.....15(2)

__ADS_1


Di php in ternyata rasanya sakit😢


Lelah pikiran,dan perasaan (abaikan)


__ADS_2