My Clown Boy

My Clown Boy
2


__ADS_3

-


"Sesuatu yang terjadi secara kebetulan kadang membawa keberuntungan. Jadi jangan menyesali kebetulan yang terjadi"


(My clown boy)


***


_


Namun mata Fany tertuju ke seseorang yang menatap keluar jendela.


Sepertinya orang itu tak asing. Tapi siapa ya???


Batin Fany


Dengan perlahan orang itu berbalik menatapnya.


Fany terkejut ingatannya langsung


berputar di kejadian cafe.


Spontan Fany menunjuknya "lo!!!" Matanya melotot tak percaya.


Ya orang itu adalah badut di cafe,tatapan mereka sama.


"Hm.." Bu Aini berdehem menyebkan Fany kembali ke mode awal.


"Ketua kelas!pertanyaanya yang masuk akal. Dan Fany kamu duduk di dekat Sarah" perintah Bu Aini sambil menunjuk bangku kosong di dekat seorang gadis manis.

__ADS_1


Fany menurutinya Dan langsung duduk di dekatnya" hai..." Sapa Fany sebelum duduk. Sarah tersenyum.


Fany akhirnya mengikuti pelajaran dengan tenang.


Hingga orang di hadapannya berbalik menyapanya"hai!!!nama gue Husnul Hatima. Lo bisa panggil gue Ima. Gue pacarnya Aly baby honey!"


Fany hanya tersenyum tak mengerti lalu balas menyapa orang yang bernama Ima itu.


Beberapa menit kemudian terdengar bunyi bel istirahat yang membuat siswa siswi sekelas Fany sontak bersorak.


Fany diam di tempatnya tak berniat ke kantin,karena belum memiliki partner. Sedangkan teman sebangkunya terlihat mendekat ke arah si badut. Tapi dia tak ambil pusing toh bukan urusannya.


Beberapa menit kemudian


Fany bosan sendirian di kelas dan akhirnya memilih untuk keluar menikmati suasana sekolah barunya. Tiba di lapangan basket dia bisa melihat Aly yang sedang latihan di kelilingi oleh cewek-cewek dari berbagai kelas.


Fany hanya tersenyum melihat abangnya itu. Saking fokusnya pada Aly, Fany tak sadar kalau bola basket telah mengarah padanya.


Fany langsung oleng,Dan perlahan mulai gelap saat Aly menuju ke arahnya. " abang" gumannya pelan lalu setelah itu kesadarannya benar-benar hilang.


Sekitar 15 menit kemudian, kasadaran Fany akhirnya kembali. Bau minyak angin menyeruak ke indera penciumannya. Aly menghampiri Fany ketika melihat adiknya telah sadar .


"Gimana udah baikan?" tanya Aly ketika melihat Fany berusaha untuk bangun dari brankar. Fany hanya mengangguk lemah,matanya memandangi ruangan putih campur hijau ini.


"Ok kalau gitu,Abang ke kelas dulu ya. Ini Rinhy teman sekelas lo".pamit Aly sambil mengacak pelan rambut Fany.


Setelah itu mengedipkan sebelah matanya ke Rinhy lalu keluar.


Fany mengangguk lalu memandang Rinhy dari atas ke bawah,memang benar dia adalah teman sekelas Fany.

__ADS_1


"Jadi lo saudara kembarnya Aly?" Tanya Rinhy memastikan.


Fany mengiyakan. "Waduh!!gak nyangka gue ternyata Aly punya sodara kembar" heboh Rinhy tak peduli suasana.


"Eh btw,lo jangan encore ya!gue ITU fans beratnya Aly" beritahu Rinhy lebih antusias tapi dengan suara pelan.


Kening Fany berkerut"nama lo siapa?" Akhirnya Fany angkat bicara .


"Kenalin rinhy alibababa".


Sontak Fany tertawa,saking lucunya dia sampai megangin perutnya.


" gue gak salah Denger" Rinhy memutar bola matanya malas.


"Polos banget sih,masa gitu aja percaya" cibir Rinhy.


"Emang siapa sih?" Desak Fany karena merasa di permainkan.


"Nama gue Rinhy"


Fany manggut-manggut,dia bisa berteman dengan Rinhy secara sifat mereka hampir sama.


"Eh rin,btw orang di pojok belakang dekatnya ketua kelas namanya siapa sih?" Pertanyaan yang mengganggu pikirannya akhirnya keluar.


"Adly Mahardika" jawab rinhy singkat,padat,Dan jelas.


"Fan lo istirahat di sini aja ya. Gue ke kelas dulu entar gue izinin soalnya yang ngajar pak killer. Bisa di hukum gue kalau terlalu lama di sini" ujar Rinhy kemudian keluar.


Fany mengambil novel yang tadi di tinggalkan Rinhy diatas meja. Dia membuka halaman pertama,tapi pikirannya mencoba mengingat siapa yang tak sengaja melempar bola basket padanya. Namun,tak ada yang bisa di ingatnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk. Fany takut, tak berani mengalihkan pandangan dari novel. Setelah ITU terdengar langkah kaki mendekat.


Fany semakin takut keringat dingin menguncur di wajahnya,nyalinya ciut. "Maaf", suara berat itu membuatnya mendongak.


__ADS_2