My Clown Boy

My Clown Boy
6


__ADS_3

...


Baca ya!!!!๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


-typo-


"Gue tebak!kalian semua pasti punya guru killer di sekolah?"


(Ima)


"Gue tebak!lo semua pasti pernah jumpain orang menyebalkan kaya si meong๐Ÿ˜"


(Rinhy)


IMA: SIAPA LO MAKSUD?๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ


RINHY:YANG MERASA. ๐Ÿ˜ฎNAPA LO? MERASA?GAK USAH SEWOT KALI๐Ÿ˜œ


IMA:๐Ÿ˜ช


***


Buku itulah yang di sebutnya sebagai diary. Tempatnya menulis keluh kesah selama menjalani hari. Dia bisa menulis apapun tanpa harus khawatir,masalah atau apapun itu di tuangkannya dalam buku diarynya.


Setelah selesai,Fany merenung,memikirkan rangkaian peristiwa yang dialaminya hari ini. Mulai dari di sekolah hingga pulang seperti sekarang Ini.


Tak ada yang menyangka jika dirinya mengetahui profesi seorang Adly,di saat semua orang tak tahu siapa di balik topeng badut.


Adly cowok dingin bermata tajam yang bisa membuat orang tenggelam ke sana namun masih tak mengerti pikirannya.


Tunggu! Kenapa Fany jadi kepikiran cowok itu, cowok yang membuatnya harus melalui hari yang menyebalkan. Walaupun tak semuanya sih,bayangin nih andainya cowok itu tadi tak datang menolongnya entah bagaimana nasibnya sekarang.


Fany lagi-lagi tersenyum karenanya. Dia memutuskan untuk berbaring, memandangi langit-langit kamarnya.


Sungguh Fany masih tak mengerti,apa yang di rasakannya sekarang. Dia mencoba berfikir namun masih tak membuatnya faham,akhirnya dia memejamkan mata. Mungkin karena kelelahan dia pun memasuki alam mimpi,alam yang bisa membuat seseorang melupakan sejenak sebesar apapun masalah yang ia lalui setelah melewati hari yang panjang.


Namun sungguh ironis,dia tak mengetahui jika di luar sana ada orang yang sibuk mencari info tentangnya. Dia tak tahu di luar sana ada seseorang yang tidak bisa tidur karenanya. Orang itu sibuk merangkai kata untuknya,untuk seorang Fany.


***


Fany terbangun saat seseorang menyingkap jendela kamarnya,membiarkan matahari pagi masuk menerpa wajahnya. Fany mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


Dengan enggan Fany duduk di tepian tempat tidurnya. Tapi melihat wanita di depannya Fany langsung memeluknya.


"Mami kapan pulang?" Tanya Fany dengan wajah bantalnya.


Ratih lalu mengusap puncuk kepala putrinya" baru tadi subuh,hm...kenapa?".


"Apaan sih mi! Fany rindu banget sama mami tau!!. Terus bang Aly sibuk sana kegiatannya fany kesepian tau" adu Fany .


Ratih tersenyum " yaudah !kamu siap-siap aja,mandi terus sarapan. Mami tunggu di bawah". Fany mengangguk lalu menuruti ucapan ibunya.

__ADS_1


Ratih memang seorang yang sibuk,dia kadang harus nenemani suaminya keluar kota untuk mengurus bisnisnya. Dia jarang di rumah sehingga kedua anaknya sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Namun dia bersyukur kedua anaknya tumbuh dengan baik,tak ada riwayat yang mencatat kesalahan yang berarti pada mereka. Ratih meninggalkan kamar putrinya bergegas ke kamar sebelah. Kamarย  putranya.


.


"Aly bangun!!" Panggil Ratih sambil menyingkap gorden.


Bukannya bangun aly malah membenamkan kepalanya di balik selimut. Ratih berdecak melihat tingkah Aly.


"Kalau kamu gak bangun mami potong uang jajanmu". Ancam Ratih


Sontak aly,terburu-buru bangun. Kan bahaya kalau mami marah uang jajanmu taruhannya.


"Hoammm... Apaan sih mams? Aly masih ngantuk",ucap aly sambil mengucek matanya.


" Aly"


"Baik-baik kanjeng ratu..." Kata Aly langsung mencium pipi Ratih. Ritual yang memang selalu dilakukannya ketika bangun tidur.


Ratih memutar bola matanya jengah melihat tangkah anak sulungnya. Setelah itu Aly langsung berlaru ke kamar mandi takut kena omel ibunya. Karena memang ibunya akan kesal setelah Aly melakukan itu. Tapi Aly suka,melihat ekspresi marah seorang mak-mak. Mirip mak lampir matanya. Ciee...yang mirip mak lampir dapat salam Dari Aly. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜˜


***


Di Adyatama High School sekolah telah ramai oleh murid-murid,semuanya semangat menyambut pagi yang cerah. Begitu pun seorang siswi yang berjalan sambil bersenandung ria tak peduli murid lain yang menatapnya jengkel.


Namun berhenti ketika melihat fany turun dari Mobil di sertai Aly. Dia segera berlari ke tempat Fany berdiri.


"Fan!!" Teriaknya,yang sekali lagi membuat murid lain jengkel karena suara cemprengnya menggelegar.


Aly yang melihat tingkah adiknya merasa menyesal telah mempertemukan dua orang yang cerewetnya minta ampun. Dan tanpa permisi segera meninggalkan Fany yang saat itu berada di gerbang sekolah. Karena memang hari ini mereka Ikut mobil papinya.


Fany berjalan dengan Rinhy menuju ke kelas mereka di XI IPS 1. Rinhy tak hentinya bercerita tentang gosip terhot di sekolah ini yaitu tentang target Aly.


Entah siapa yang menyebarkannya,dengan Fany yang menjadi bintang utamanya . Fany maupun rinhy hanya tertawa meruntuki kebodohan para fans clubnya Aly yang tak tahu apa-apa,langsung menyimpulkan.


Sampai di kelas Fany dan Rinhy langsung duduk di tempat masing-masing.


Fany merasa aneh,seakan di perhatikan oleh penghuni bangku belakang. Tapi saat dia menoleh hanya Adly yang menulis dengan wajah yang serius. (Muka seriusnya gimana tuh๐Ÿ˜•๐Ÿ˜„).


Fany kembali menghadap ke depan sambil memainkan hpnya. Saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing,mereka di kejutkan oleh Ima yang berteriak histeris.


"Lo kenapa ma?" Tanya rinhy mengangkat wajahnya dari novel yang ia baca.


ย 


Semua orang memasang telinga dengan baik menunggu jawaban dari Ima.


.............


๏ฟผ

__ADS_1


"Rin lo liat deh!! Ini foto terbarunya bebeb Aly di IG cool banget,mukanya itu lohย  ngangenin"


Fany Dan beberapa temannya hanya mendengus.


"Kirain apa. Gue udah liat duluan kali".


Rinhy kembali mengalihkan matanya pada novel yang di pegangnya.


Ima kesal melihat respon Rinhy yang terkesan cuek. Dia mengambil novel Rinhy lalu berlari dengan muka mengejek.


Rinhy tidak terima,tak rela novelnya jadi sanderanya Ima bolot.


" Ima kembaliin... " mohon Rinhy dengan nafas tersegal karena terlalu capek mengejar.


Namun entah berasal dari mana tenaga yang di miliki Ima,seakan tak memiliki rasa lelah untuk berlari. Dia masih saja belum puas mengganggu anak orang.


Fany hanya tertawa melihat tingkah kekanakan kedua temannya. Namun segera berhenti melihat seseorang yang berdiri di ambang pintu dengan tatapan horornya.


Tapi Ima Dan Rinhy tidak menyadari keberadaan orang itu. Walaupun kelas sudah hening mereka masih saja berdebat.


Rinhy heran melihat semua temannya duduk dengan rapi di tempat masing-masing. posisinya yang menghadap pintu,membuatnya melihat penyebab teman-temannya diam. Sedangkan Ima membelakangi pintu tak menyadarinya.


Rinhy tersenyum kikuk kala matanya menatap mata dengan tatapan horror itu.


"Hai..pak"sapanya canggung.


Ima yang mendengar itu berubah terkejut. Tawanya langsung terhenti,lalu perlahan menoleh.


-


-


Melihat pak Rinto guru Matematikanya sudah tak bersahabat,membuat Ima nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Mereka berdua langsung berlari kecil menuju kursinya. Fany melihat itu hanya menahan tawanya. Saat ingin mengambil bukunya,tak sengaja ia memergoki Adly tengah menatapnya.


" APA loh?" Ketus fany pada adly.


Adly hanya menatapnya datar.


"Hm...FANY KALAU KAMU TAK MAU BELAJAR SILAHKAN KELUAR!!!"


Tunggu suara siapa tuh yang menyuruh fany keluar. Lancang sekali dia. Fany tak peduli dia masih menghadap ke Adly ,karena mengira suara itu milik ketua kelasnya.


"OKE SIAPA TAKUT!!!" Jawab fany menantang.


"KALAU GITU SILAHKAN KELUAR PINTU MASIH TERBUKA LEBAR".


mendengar itu Fany mulai bingung sendiri apalagi ketika ia melihat ketua kelas yang masih duduk ganteng di dekat adly memasang wajah prihatin,campur geli dengan tangan melambai-lambai manjah pada Fany๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ง๐Ÿ™‹.


Fany merasa ada yang ganjal,kalau ketua kelas masih ada di sana berarti yang di belakang Fany siapa dong?....

__ADS_1


TBC


Hai-hai, ada yang tahu itu siapa? ๐Ÿ˜„ yang pastinya nasib fany terancam karena ulahnya sendiri. Geli juga kalau bayangin kita yang berada pada posisinya.Aku berharap kalian pada suka ngebaca cerita ini.


__ADS_2