
Happy reading_
"Sesuatu yang terjadi bisa di luar dugaan manusia,kadang mereka hanya bisa mengagumi tanpa harus memiliki."
My clown boy
***
-
Fany merasa ada yang ganjal kalau ketua kelas masih ada di sana,berarti yang di belakang siapa dong???
-
Berbagai prasangka negatif telah menghantui pikirannya,perasaannya berubah tak enak. Jantungnya mulai berpacu dengan cepat. Tapi kalian jangan salah sangka!! Fany belum jatuh cinta kok😁suerr!
Ok!kembali ke masalah. Dengan rasa was-was Fany perlahan menoleh. Dan sungguh dia sangat menyesal telah mengatakan hal tadi. Andainya ucapan bisa di tarik seperti pesan pribadi Fany sudah menariknya sejak tadi.
Fany nyengir mendapati pak Rinto dengan wajah garangnya,ubannya yang mulai banyak menambah kesan menakutkan,di tambah perutnya yang agak buncit.
"Eheeheehee... Bapak. Kirain siapa!sedang apa pak?" Tanya Fany dengan watadossnya. Padahal jantungnya sudah dag dig dug seer! Dari tadi.
"Sedang nunggu angkot lewat" jawab pak Rinto asal tapi masih belum menunjukkan tanda-tanda emosinya mereda.
"Emangnya di sini ada angkot lewat pak??" Celetuk Ima **** yang langsung mendapat tatapan mematikan dari pak Rinto.
"TUNGGU APA LAGI? KELUAR!!!" Perintah pak Rinto karena kesal.
"Sabar atuh pak nanti cepat tua" ujar Fany lalu langsung berlari sebelum pak Rinto meledak. Kan bahaya kalau meledak bisa-bisa satu sekolah hangus.😪
Teman-teman sekelas Fany hanya berusaha menahan tawa melihat tingkah murid baru yang langsung menaikkan tekanan darah pak Rinto dalam sekejap.
Di luar sana Fany merasa lega telah menghindar dari guru super killer yang sangat popular di kalangan siswa siswi Adyatama High School.
Dia berjalan menyusuri koridor yang sepi. Beberapa detik ia berjalan Fany akhirnya bosan sendiri karena semua siswa saat ini sedang belajar dengan tenang. Fany berjalan menunduk sambil meruntuki kebodohannya.
Sambil berjalan dia menghitung langkah saking kurang kerjaannya.
"94...95...96...97..... 98....99....Wadaauuu!!!"
Ringis fany saat kepalanya menabrak sesuatu yang lumayan keras semacam manusia menurutnya,atau lebih tepatnya dada bidang seseorang.
Fany mendongak untuk melihat siapa yang ia tabrak. Matanya membulat sempurna saat ia melihat malaikat tak bersayap yang ada di hadapannya,seketika fany langsung grogi apalagi mengetahui mata abu-abu itu terus saja memandanginya.
"Maaf" gumam Fany lirih namun bisa di dengar jelas oleh cowok di hadapannya.
"Sans" ucap cowok itu lalu meninggalkan fany. Entah mau ke mana dia karena,tadi fany menabraknya saat cowok itu baru keluar dari kelasnya yang berada di dekat kantin.
Fany melihat tulisan pada papan"XI IPA 1" Bacanya,sambil manggut-manggut. Ternyata sekelas abangnya toh.
__ADS_1
Fany mengingat ingat hitungannya tadi,tapi matanya langsung tertuju pada papan yang bertuliskan .
"KANTIN MBAK MIR".
Pas juga tuh ada kantin,perut Fany emang keroncongan sejak tadi. Sambil bernyanyi kecil dia masuk ke kantin. "Lumayan ambil kesempatan dalam kesempitan" batinnya.
Fany mencari orang yang bernama mbak Mir sesuai yang tertulis di papan depan namun tak menemukan perempuan di sana. Dia hanya menemukan seorang laki-laki paruh baya yang sedang menggoreng Tempe.
"Mas mbak Mir mana?" Tanya Fany tanpa pikir panjang.
Mas-mas itu hanya mengeriyitkan dahi "lagi ke pasar neng".
Fany ber oh ria" Mas nasi goreng sama es tehnya satu" pesan Fany pada akhirnya.
Lalu Fany menuju ke kursi yang tersedia,Fany mengamati Kantin inu. Tidak terlalu besar tapi nyaman dan bersih.
Kipas angin yang menggantung di langit-langit bisa menjadi pelarian saat gerah hati maupun gerah bodi...eaaaaaaa.
Sambil menunggu pesanan dia mengecek notif di hpnya. Di sana dia menerima beberapa pesan spam dari nomor yang tak di kenal. Namun Fany langsung menghapusnya,tanpa niat untuk membaca. Tak ada rasa tertarik sedikit pun. Fany hanya membuka group nya bersama ke tiga teman alaynya.
CURUT CURUT JOMBLO
Fany
Woyy!! Lu pada ngapain.
CURUT CURUT JOMBLO
Ciko
Yaelah fan kite belajar kali. Mana ada maen HP kalau guru ada di depan.:-(
Fany
Kaciaaann🙌
Ciko
Emang lo nggak belajar?
Fany
Out😭😭😭
Ciko
😹
elo tuh
__ADS_1
Wendy
Hahaha kaxian zelo😛
Fany
Apaan sih! Gue makan woy😑
Fany keluar dari group
Fany menghela nafas lelah,lalu melanjutkan makannya dengan nikmat. Saat sedang asiknya makan dia di kejutkan dari belakang.
"Woi ngapain lo?"
Otomatis es teh yang baru di minumnya di semburkannya keluar. Fany kenal betul pemilik suara itu,dia memilih tak bergeming Dan melanjutkan makannya walaupun sudah kesal setengah mati.
"Lo pasti di keluarin kan?" Tebak Aly sambil menaik turunkan alisnya.
Fany masih tak bergeming malah sekarang bibirnya juga mengerucut membuat Aly menyimpulkan tebakannya benar.
Aly kemudian tertawa" kaciann de!! Anak kecayangan mami di keluarin sana pak Rinto" ledek Aly sambil menjulurkan lidahnya.
Fany kesal,dia menghentakkan sendok dan garpunya di atas piring yang sudah kosong.
"Emang gak ada kerjaan lo yang lain apa selain gangguin gue". Decak Fany sebal.
" gak ada" jawab Aly sambil mengacak rambut Fany lalu berlari meninggalkan kantin.
"ALYYYYYYY..." Teriak Fany karena kesabarannya sudah habits.
"Hussss" peringat Mas Dono suami mbak Mir sambil meletakkan telunjuk di depan mulut,lalu menatap Fany.
Fany nyengir lalu membayar makanannya. Setelah itu langsung meninggalkan kantin. Saat ia berada di lapangan,dia berpapasan dengan Ima dan Rinhy.
"Lo nggak papa?" Tanya Rinhy.
"Gak kok. Malahan gue udah kenyang nih". Bangga Fany.
" gue ke kelas duly ya. Pengen bobo" lanjut Fany,yang di balas anggukan oleh keduanya.
Fany sampai di kelas dengan perasaan agak takut,melihat kelas telah sepi. Karena semua sekelasnya mungkin ke kantin.
Fany masuk,hendak duduk bermalas-malasan di kursinya. Saat dia memasukkan hp nya ke laci meja Fany terkejut. Terlihat amplop warna abu-abu bergambar tengkorak terjatuh. Dia penasaran melihat amplop itu,dengan jelas namanya tertulis di sana"from Fany".
Fany tak mengerti,masa ada orang yang mengirim Surat di zaman teknologi begini. Dia mencoba melirik ke kiri dan kanan siapa tau ada yang sengaja menaruh amplop itu untuknya,namun percuma. Fany perlahan meraih amplop yang terjatuh itu ada rasa was-was juga.
Saat menyentuh amplop,kelas menjadi gelap. Pintu tertutup dengan sendirinya,angin tiba-tiba berhembus kencang. Fany ketakutan,tak berani membukanya. Suasana tiba-tiba mencekam?
TBC
__ADS_1