MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 10. SISI BAIK SANTIKA


__ADS_3

"Alhamdulillah akhirnya aku kembali dapat menggunakan mu sayang."ucap Santika Diandra sambil mengelus mobil Lamborghini miliknya. Kita akan jalan-jalan hari ini. Sudah dua minggu lamanya kamu tidak menemaniku jalan-jalan bukan? Santika berbicara kepada mobil kesayangannya.


Santika mulai menghidupkan mesin mobil Lamborghini miliknya, lalu ia melajukannya ke arah jalan raya menuju rumah yang ditempati Zahra selama ini. Ketika Santika sudah tiba di halaman rumah Zahra, ia langsung membunyikan beberapa kali klakson mobil miliknya.


Zahra keluar melihat Siapa yang datang. ternyata tebakannya memang benar, kalau mobil yang memasuki area rumahnya merupakan mobil Lamborghini milik sahabatnya yang sudah dua minggu tidak berkomunikasi dengannya. Zahra berlari menghampiri Santika. "Gila lo, pergi liburan nggak bilang-bilang." gerutu Zahra ketika sudah melihat Santika keluar dari mobil miliknya


Santika tertawa cengengesan. Zahra sama sekali tidak mengetahui kalau Santika selama 2 minggu hanya menjadi tawanan Arya Wiguna saja. Bukan pergi liburan di Bali seperti yang dikatakan Alexander kepada Zahra.


"Karena kamu telah meninggalkanku selama dua Minggu, maka aku akan menuntut kamu harus membawaku healing siang ini. Dan aku meminta Kamu traktir." ucap Zahra kepada Santika.


"Kamu tenang saja. Aku datang ke sini untuk mengajakmu healing bareng. Zahra yang selalu ingin mendapat tumpangan gratis bahkan liburan gratis, selalu mengharapkan Santika jika bepergian ke mana-mana.


Saat itu juga Santika dan Zahra pergi menikmati indahnya kota Jakarta. Kali ini mereka memilih pergi ke sebuah taman bermain. Taman yang selama ini menemani hari-hari Santika jika dirinya merasa kesepian. ditinggal seorang ibu ketika sudah berusia 16 tahun, Santika tetap juga masih merasa sedih. Jika dirinya berada di rumah sendiri dan mengingat bayang-bayang sang Ibu masih menari-nari di pikirannya.


Siang itu, kedua sahabat itu berlalu meninggalkan rumah sederhana milik orang tua Zahra. Mereka pergi ke taman bermain untuk sekedar menghilangkan beban pikiran mereka. "Sepertinya bermain itu asik deh." ucap Santika sambil menunjukkan jepit boneka yang ada di taman bermain itu.


Ketika Santika Diandra dan Zahra sedang asyik bermain jepit boneka yang ada di taman bermain itu, mereka dikejutkan dengan sosok Nicholas bersama sang kekasih.


" Santika!" lihat deh, siapa yang ada di sana." ucap Zahra sambil menunjuk ke arah Nicholas sedang bersama seorang wanita.

__ADS_1


Langit terasa runtuh, ketika melihat Nicholas bersama wanita lain. Pria yang baru dua minggu yang lalu memutuskan hubungan dengannya, kini sudah bersama wanita lain sedang bermesraan di salah satu restoran yang lokasinya juga berada di taman bermain itu.


Santika menghela nafas panjang. Ingin rasanya dirinya melabrak Nicholas, tetapi ia mengurungkan niatnya. "Terlalu berharga dia jika aku melabraknya." gumamnya dalam hati. Santika memilih meninggalkan taman bermain itu menuju suatu tempat menghilangkan pikirannya dadi sosok Nicholas.


"Kamu mau membawa aku ke mana? pekik Zahra ketika Santika masuk ke dalam mobil Lamborghini miliknya meninggalkan taman bermain itu. "Jika kamu mengajakku ke klub lagi, sumpah! aku tidak akan mau lagi.


" Aku insaf, melihat kamu mabuk dan memuntahkan seluruh isi perutmu kepada lelaki yang aku sama sekali tidak kenal." gerutu Zahra ketika mengingat kejadian dua minggu yang lalu di sebuah klub malam.


Santika membuat Zahra khawatir, karena tidak melihat keberadaannya di klub malam itu, setelah memuntahkan isi perutnya ke baju seseorang yang sama sekali tidak dikenal oleh Zahra.


"Siapa juga yang mengajak kamu siang-siang bolong kayak gini ke klub. Yang iya nya klub belum buka. Kalau masih siang bolong seperti ini. Aku ingin mengajakmu ke sesuatu tempat-tempat yang bisa menghilangkan beban pikiran." ucap Santika sambil langsung melajukan mobil miliknya menuju tempat biasa anak-anak jalanan nongkrong bareng.


Santika menghentikan mobil miliknya, membeli beberapa bungkus makanan dan juga makanan ringan. Membuat Zahra merasa bingung apa yang akan dilakukan Santika kepada makanan yang sudah ia beli begitu banyak.


Ketika Santika sudah berada di tempat tongkrongan anak-anak jalanan, para anak jalanan itu pun langsung mendekati mobil milik Santika. Karena mereka sudah mengetahui kalau Santika pasti akan membawa makanan yang bergizi untuk mereka.


Hari-hari Santika sering memberikan anak-anak jalanan makan dan juga para pengemis lainnya.


"Kak Santika!" teriak salah satu anak kecil yang berlari menghampirinya.

__ADS_1


"Hallo Sayang, sahut Santika sambil memberikan sebungkus nasi dan makanan ringan untuk anak kecil yang memanggil dirinya. Banyak dari anak jalanan yang datang menghampiri Santika. Satu persatu nasi yang sudah dibeli Santika sebelumnya, ia bagikan kepada anak jalanan dan pengemis lainnya.


Di dalam bungkusan makanan itu Santika selalu menyelipkan Uang pecahan dua puluh ribu di setiap bungkusnya. Jiwa solidaritas Santika memang patut diacungkan jempol. Menurut pengakuan anak-anak jalanan yang ada di sana. Santika sering sekali membagi makanan untuk mereka.


Bahkan terkadang memberikan uang kepada mereka untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari. Anak jalanan itu terus berdoa agar yang terbaik untuk Santika. "Semoga kak Santika sehat walafiat dan mendapatkan rezeki yang melimpah." ucap anak-anak jalanan yang sudah menerima bungkusan makanan dari Santika.


Zahra tidak menyangka ternyata selama ini Santika dermawan, bukan hanya untuknya saja Santika dermawan. Tetapi untuk anak-anak jalanan juga." Zahra bermonolog sendiri sambil terus memperhatikan wajah cantik sahabatnya.


"Ya Allah, sempurna banget sih hidup lo Santika. Sudah kaya, cantik, baik dan dermawan lagi. Sungguh terlalu bodoh lelaki yang mau meninggalkanmu. Jika aku laki-laki, aku pasti akan mempertahankan hubunganku dengan Santika." gumam Zahra sambil tetap memperhatikan interaksi antara Santika dan anak-anak jalanan lainnya.


Terkadang Santika juga mengajari anak-anak jalanan yang tidak pernah menginjakkan kakinya di bangku sekolah. Ia mengajari agar anak-anak itu dapat membaca dan juga berhitung. Banyak di antara mereka yang sudah dapat mengeja dan berhitung setelah Santika, selalu datang menghampiri mereka. Dan mengajari beberapa orang yang sama sekali tidak tahu membaca.


Ada rasa bahagia di hati Zahra melihat sisi baik sahabatnya. Zahra begitu terpukau ketika melihat Santika begitu telaten mengajari anak-anak jalanan yang tidak mengetahui membaca. "Ya Allah aku saja tidak mampu melakukannya. Kamu memang benar-benar wanita yang sangat luar biasa Santika.


Tetapi Mengapa nasib percintaan Kamu begitu tragis? Apa mereka tidak melihat sisi baikmu? Zahra bermonolog sendiri sambil terus memperhatikan interaksi Santika dan anak-anak jalanan lainnya.


Sesekali Zahra juga ikut mengajari anak-anak jalanan itu. Membuat anak-anak jalanan itu pun lebih mudah mengetahui apa yang diajarkan oleh Santika kepada mereka. Tidak lupa Zahra mendokumentasikan ketika Santika mengajari dan memberikan makanan untuk anak anak jalanan itu.


Bersambung.......

__ADS_1


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2