
Arya Wiguna hanya memperhatikan interaksi antara Alexander dan Santika yang begitu dekat. "Kamu dekat banget ya sama kakak kamu." ucap Arya Wiguna kepada Santika.
"Ya begitulah. Semenjak kedua orang tuaku meninggal, kakakku yang selalu memberikan perhatian penuh kepadaku. Hingga aku merasa tidak kekurangan kasih sayang walaupun kedua orang tuaku sudah tidak ada lagi." Santika mengingat kebaikan kakaknya semenjak dirinya masih kecil.
Sepeninggalan Alexander, Arya Wiguna masih berada di sana. Seolah dirinya tidak ingin meninggalkan Santika Diandra di sana. Salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri Santika dan juga Arya Wiguna. membawa dua cangkir kopi late dan juga cemilan untuk Santika dan Arya Wiguna.
"Silakan Tuan, Nona Santika." ujar sang asisten rumah tangga kepada Santika dan juga Arya Wiguna. "Nona Santika Dari mana saja beberapa hari tidak pulang ke rumah? bibi sangat merindukan nona cantik dan kece badai." ucap sang asisten rumah tangga yang senang bercanda gurau dengan Santika.
"Apakah Santika masih cantik kece badai dan cetar membahana Bi?tanya Santika kepada sang asisten rumah tangga itu. "Tentu dong nona cantik dan kece badai, Artis papan atas mah lewat! sahut asisten rumah tangga itu sambil tertawa ngakak. Membuat Santika pun ikut tertawa di hadapan Arya Wiguna. Terlihat Santika tertawa lepas seolah tidak peduli dengan kehadiran Arya Wiguna di sana.
"Ya sudah deh, lebih baik Bibi berlalu ke dapur soalnya masih ada pekerjaan yang harus Bibi kerjakan. Jika Non Santika butuh sesuatu, panggil saja bibi." ujar asisten rumah tangga itu kepada Santika.
Arya Wiguna hanya mengembangkan senyumnya memperhatikan interaksi Santika dan asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra.
"Silahkan diminum Tuan Arya!" santika mempersilahkan Arya Wiguna untuk menikmati kopi late dan makanan ringan yang di hidangkan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra.
"Bisa tidak, Kamu memanggil saya tidak perlu dengan sebutan Tuan?
"Terus saya harus memanggil kamu apa? tidak mungkin juga memanggil nama. Secara Tuan Arya masih lebih tua dari Kak Alexander.
"Jadi kamu melihat saya sudah tua banget ya?
"Bukan begitu maksudnya!"
"Terus?
__ADS_1
Santika terdiam memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Arya Wiguna. "Apakah saya karena seorang duda?
"Tidak juga!"
"Terus kalau bukan karena saya seorang duda, mengapa kamu selalu memanggil saya dengan panggilan Tuan?
"Sudah lah mas yang lain aja di bahas." sahut Santika Karna malas berdebat dengan Arya Wiguna.
"Nah gitu enak dengarnya." sahut Arya Wiguna sambil mengebangkan senyumya menatap Santika dengan intens.
"Mas jangan menatapku seperti itu. Nanti lama-lama mas bisa jatuh cinta kepada Santika.
"Memang sudah!" sahut Arya Wiguna spontan. Membuat Santika Diandra terhenyak mendengar jawaban spontan dari Arya Wiguna.
Baru beberapa minggu yang lalu hubungan Santika kandas dengan sang kekasih. Nicholas memutuskan hubungannya kepada Santika dengan sepihak itupun memutuskannya melalui pesan Whatsapp yang dikirimkan oleh Nicholas kepadanya.
Awalnya Santika tidak percaya. Tetapi ketika Santika melihat dengan mata kepalanya sendiri, kalau Nicholas sudah memiliki wanita lain. Membuat Santika pun sadar kalau hubungannya dengan Nicholas sudah benar-benar kandas. Pikiran Santika saat itu sangat kacau. Ia marah besar sehingga meminta sang kakak untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Nicholas.
"Jangan kamu samakan lelaki di muka bumi ini bersikap sama seperti mantan kekasihmu. Masih banyak laki-laki yang bersedia memberikan cinta tulus kepadamu. Percayalah padaku. Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku memberitahu hal yang sebenarnya.
Awalnya aku enggan membuka hatiku untuk jatuh cinta kembali terhadap wanita. Karena aku sangat mencintai Almarhumah istriku. Tetapi aku sadar, aku pasti akan membutuhkan seorang wanita yang bersedia mendampingi hidupku sampai ajal menjemputku.
Aku berusaha move on dari Almarhumah istriku. Tetapi sulit untuk melakukannya. Tetapi dengan hadirnya kamu di kehidupanku dan Khanza. Membuat aku dapat jatuh cinta kembali terhadap wanita. Aku mencintaimu Santika Diandra Mahendra." ucap Arya Wiguna sambil langsung memegang jemari tangan Santika Diandra. Membuat Santika Diandra terhenyak mendengar ungkapan cinta dari Arya Wiguna, tepatnya di rumah utama keluarga Mahendra.
Santika seolah tidak percaya apa yang dikatakan oleh Arya Wiguna kepadanya. "Mas dari awal Santika sudah ngomong jangan bercanda yang namanya cinta.
__ADS_1
"Memangnya siapa yang bercanda sayang? mas sangat serius dan Mas ingin kamu yang menjadi pendamping hidup Mas dan menjadi Ibu sambung dari Khanza. Mohon Arya Wiguna kepada Santika Diandra.
Santika menatap Arya Wiguna dengan intens. Ia berusaha mencari kebohongan di sana. Tetapi Santika sama sekali tidak menemukan kebohongan di mata Arya Wiguna. "Berikan santika waktu Mas. Santika akan memikirkannya terlebih dahulu. Di samping itu, Santika harus lebih dulu meminta restu dari Kak Alexander."Santika memberi harapan kepada Arya
Arya sedikit khawatir kalau Alexander tidak akan merestui hubungan mereka. Karena tidak ada seorang kakak yang rela adiknya menikah dengan seorang duda. Tetapi Arya Wiguna tidak gentar dan mencoba berharap Alexander akan memberikan restu kepada mereka.
Tiba-tiba suara dering ponsel milik Arya Wiguna terdengar jelas di telinga Santika dan juga Arya. Arya meraih ponsel yang ada di saku celananya. Ia melihat yang menghubungi dirinya nomor ponsel Nyonya Rosalinda.
Arya Wiguna menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya sambil langsung menghidupkan speaker font-nya agar Santika dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Hallo Assalamualaikum ma." Sapa Arya Wiguna dalam sambungan telepon selulernya.
"Waalaikumsalam, Apakah kamu masih berada bersama menantuku? tanya Nyonya Rosalinda dalam sambungan telepon selulernya membuat Santika Diandra mengerutkan keningnya
"Iya mom, Arya masih bersama Santika di rumah utama keluarga Mahendra. Memangnya ada apa mom? tanya Arya kepada nyonya Rosalinda.
" Tidak apa-apa nak, hanya saja Khanza memohon agar Santika sering-sering menginap di sini. Makanya cepat melamar Santika Dan halalin Dia, agar Khanza tidak terus merengek meminta Santika menginap disini. Kan kalau kamu sudah menikah dengan Santika, Santika akan tinggal disini." ucap Nyonya Rosalinda tanpa mengetahui kalau Arya menghidupkan speaker font-nya dan Santika Mendengar apa yang mereka bicarakan.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN
__ADS_1