
Di tempat lain, tepatnya di rumah utama keluarga Wiguna, tampak Nyonya Rosalinda dan asisten rumah tangga lainnya masih menunggu kabar terbaru tentang Aulia, yang sudah mereka temukan dan masih berada di rumah sakit.
Nyonya Rosalinda tidak diizinkan Arya Wiguna datang ke rumah sakit. Karena ia mengetahui respon Apa yang akan terjadi dari Nyonya Rosalinda, Jika ia melihat kondisi Aulia saat ini. Sehingga Arya Wiguna meminta para asisten yang bertugas di sana untuk menjaga Nyonya Rosalinda.
Nyonya Rosalinda berusaha berusaha menghubungi Arya Wiguna. Tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Nyonya Rosalinda semakin mengkhawatirkan Aulia yang tak kunjung mendapat kabar darinya. Nyonya Rosalinda pun akhirnya menghubungi nomor ponsel milik Santika Diandra. Karena dirinya tak kunjung mendapat jawaban dari putranya.
Kring.....
kring.....
kring.....
suara ponsel milik Santika Diandra terdengar jelas di telinganya
Santika Diandra meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. Ia melihat nomor ponsel Nyonya Rosalinda yang menghubungi dirinya. Santika Diandra enggan untuk mengangkat telepon seluler dari Nyonya Rosalinda.
Karena ia tidak ingin membuatnya Rosalinda semakin mengkhawatirkan cucunya. Tetapi jika ia tidak mengangkat telepon selulernya, pasti Nyonya rasanya akan semakin khawatir. sehingga Santika Diandra memilih untuk menyambungkan sambungan telepon selulernya kepada Nyonya Rosalinda.
Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Rosalinda.
"Hallo assalamualaikum mom, sapa Santika Diandra di dalam sambungan telepon selulernya.
" Waalaikumsalam, Kamu dimana sayang, tanya Nyonya Rosalinda sambil terisak. Mami Santika saat ini berada di Rumah Sakit bersama Mas Arya Wiguna saat ini Aulia sedang dirawat di rumah sakit. ucap Santika Diandra di dalam sambungan telepon seluler.
__ADS_1
katakan yang sebenarnya apa yang terjadi kepada cucuku dan dirawat di rumah sakit mana cucuku saat ini karena aku ingin sekali melihat kondisi cucuku sekarang ucap Nyonya Rosalinda kepada Santika Diandra berharap Santika memberitahu di mana Aulia dirawat saat ini.
Santika Diandra pun tidak dapat menutupi segalanya dari Nyonya Rosalinda Karena bagaimanapun Nyonya Rosalinda berhak mengetahui kondisi Aulia saat ini. akhirnya Santika Diandra pun memberitahu kepada Nyonya Rosalinda kalau Aulia saat ini dirawat di rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor yang dipimpin oleh suaminya sendiri.
Setelah mendapat informasi di mana Aulia dirawat, Nyonya Rosalinda meminta kepada sopir pribadi keluarga Wiguna untuk segera menghantarkan dirinya ke rumah sakit tempat Aulia dirawat saat ini.
"Pak antarkan saya ke rumah sakit sekarang juga." perintah Nyonya Rosalinda kepada sopir pribadi keluarga Wiguna.
"Siap Nyonya! sahut Pak sopir sambil langsung membuka pintu mobil agar Nyonya Rosalinda dapat masuk dengan leluasa.
Sebelumnya Nyonya Rosalinda meminta kepada para asisten rumah tangga untuk tetap berjaga-jaga di rumah. Setelah nyonya Rosalinda berada di dalam mobil, Pak sopir langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit di mana Aulia dirawat.
Selama 20 menit didalam perjalanan melewati kemacetan jalanan ibukota, akhirnya Nyonya Rosalinda tiba di rumah sakit. Ia keluar dari mobil yang ia tumpangi menghampiri salah satu resepsionis yang bertugas di rumah sakit itu.
"Maaf Mbak, saya ingin bertanya pasien atas nama khanza Aulia, dirawat dimana ya?" Tanya Nyonya Rosalinda kepada sang resepsionis. Terlihat wanita itu melihat di layar komputernya kalau saat ini Aulia ditempatkan di ruang VVIP.
Nyonya Rosalinda langsung berlari menuju ruang VVIP. Setelah berada di depan ruang rawat inap Aulia, Nyonya Rosalinda langsung berlari memeluk Aulia yang belum sadarkan diri.
"Mom tolong jangan diganggu Aulia. Dia baru saja menjalani operasi." ucap Arya Wiguna memohon kepada Nyonya Rosalinda agar tidak mengganggu Aulia terlebih dahulu mengingat Aulia masih butuh istirahat karena Aulia belum sadarkan diri.
"Apa yang terjadi? Mengapa cucuku sampai menjalani operasi?tanya Nyonya Rosalinda yang belum mengetahui apa-apa tentang apa yang dialami oleh cucunya.
Santika Diandra tidak mampu menjawab. Ia hanya terus menangis sesungguhkan di dekapan Arya Wiguna.
__ADS_1
"katakan, jangan Kalian diam. Mami tidak akan mengampuni kalian jika kalian merahasiakan sesuatu kepada Mami." ucap Nyonya rasa denda memohon kepada Arya Wiguna agar berterus terang kepadanya.
"Aulia harus menjalani operasi, karena di kepalanya terdapat gumpalan darah yang sudah membeku, akibat benturan yang cukup hebat perbuatan Serensa. Mendengar nama itu, Nyonya Rosalinda sontak emosi. "Terus apa kalian biarkan wanita psikopat itu bebas begitu saja? tanya Nyonya Rosalinda menuntut penjelasan dari Arya Wiguna.
"Mami Tenang saja Arya Wiguna sudah meminta beberapa asisten Arya untuk melakukan sesuatu kepadanya dan sepertinya serensa harus mengalami cacat fisik lagi. karena kedua kakinya mengalami luka tembakan yang dilayangkan oleh anak buah dari tuan Alexander. Hal itu membuat Nyonya Rosalinda mengembangkan senyumnya.
"Kalau wanita seperti itu, lebih baiknya dari muka bumi ini daripada menyusahkan orang lain. dan membuat orang lain resah." ucap Nyonya Rosalinda yang begitu bahagia mendengar serensa akan bakalan cacat fisik akibat luka tembakan yang dilakukan Surya kepadanya.
Sebelumnya serensa sudah mengalami cacat fisik, kaki kirinya sudah mengalami pincang akibat luka tembakan,Beberapa bulan yang lalu. tetapi ia kembali melakukan kejahatan terhadap keponakannya sendiri.
Sudah beberapa jam berlalu setelah operasi itu dilakukan, tetapi terlihat Aulia Belum menunjukkan kalau dirinya akan sadarkan diri sehingga Arya Wiguna meminta kepada tim medis untuk kembali memeriksa putrinya.
Setelah dokter ahli di bidangnya datang menghampiri Aulia, dan memeriksa kondisi kesehatan Aulia. kini Aulia sudah mulai stabil tetapi ia belum mampu membuka netranya sebenarnya Aulia mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi tenaganya belum pulih sehingga Dirinya belum bisa membuka netranya.
"Tuan Arya Wiguna, Anda harus lebih bersabar. Mungkin akibat obat bius yang kami berikan kepadanya saat mengadakan operasi sehingga Aulia sampai saat ini belum sadarkan diri. Tetapi dari denyut jantungnya terlihat sudah mulai normal, anda tenang saja semua akan baik-baik saja. berserahlah kepada Allah." ucap dokter itu sambil langsung berpamitan kepada Arya Wiguna dan Santika Diandra yang selalu setia menunggu Aulia di.
Mendengar penjelasan dari dokter terlihat Nyonya Rosalinda, sedikit bernafas lega. karena dokter mengatakan kalau Aulia akan baik-baik saja. Mami tidak akan mengampuni Serensa. bagaimanapun Mami harus menemui wanita brengsek itu. Memang benar-benar wanita iblis." ucap Nyonya Rosalinda karena dirinya sangat geram dan kesal kepada Serensa yang mampu menyakiti keponakannya sendiri.Padahal Aulia merupakan anak dari kakak kandungannya sendiri
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak