MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB. 26 MENJADIKAN PENDAMPING HIDUP


__ADS_3

Santika berusaha memberikan pengertian kepada Khanza kalau Santika tidak bisa terlalu lama tinggal di rumah utama keluarga Wiguna. Setelah berusaha memberikan pengertian kepada Khanza, akhirnya Khanza mengizinkan Santika untuk kembali ke rumah utama Mahendra.


"Nyonya saya pamit pulang dulu, lain waktu saya akan datang. Santika memberi salam kepada Nyonya Rosalinda. "Hati-hati di jalan nak. Jangan bosan-bosan datang ke rumah ini. Anggap saja rumah ini seperti rumah kamu sendiri." ujar Nyonya Rosalinda sambil memeluk Santika Diandra seolah Nyonya Rosalinda berat melepaskan Santika. Ia menginginkan Santika menjadi menantunya sama seperti yang diinginkan Khanza.


"lebih baik kamu saya antar langsung." ujar Arya Wiguna kepada Santika. "Maaf Tuan Arya, Saya tidak ingin merepotkan Anda dan Sepertinya saya bisa naik taksi sendiri. "Merepotkan bagaimana? seharusnya saya yang minta maaf kepada kamu, karena saya yang sudah merepotkanmu. Hingga kamu harus rela begadang untuk menjaga Khanza di rumah sakit.


Saya jadi tidak enak hati, kepadamu karena keinginan putriku." ucap Arya Wiguna merasa tidak enak hati kepada Santika. Khanza Aulia putriku. Tanya saja Khanza memanggil apa kepadaku? mami kan! ucap Santika sambil mengembangkan senyumnya.


Ada rasa bahagia di hati Arya Wiguna, ketika Santika mengatakan kalau Khanza itu merupakan putrinya. "Benarkah kamu menganggap Khanza seperti putri kandungmu sendiri?" tanya Arya Wiguna penuh dengan selidik.


Kalau Santika tidak menyayangi Khanza Aulia dengan segenap hati, mungkin Santika tidak akan berada di sini saat ini. Jujur Santika sangat menyayangi anak-anak. Tetapi berbeda dengan Khanza, dia mampu mencuri perhatianku.


Ketika Khanza sedang sakit hatiku merasa gelisah. Walaupun Tuan Arya belum memberitahunya. Tetapi semenjak pertemuan kami dengan Khanza, kami seperti memiliki kemistri. Untuk itu, jika anda ingin mencari pengganti almarhumah ibu kandung Khanza Aulia, Tolong cari wanita yang benar-benar menyayangi Khanza dengan tulus. Aku tidak ingin putriku disakiti oleh orang lain, karena sama saja dia akan menyakiti hatiku.


"Aku tidak akan mencari wanita lain yang menjadi Ibu sambung Khanza. Ada kamu yang menjadi ibu sambung Khanza." ucap Arya Wiguna sambil langsung mengecup bibir manis Santika dengan mendadak.


Membuat Santika Diandra membulatkan matanya. "Anda jangan kurang ajar, lebih baik anda berpikir terlebih dahulu, baru mengucapkan kata-kata. Saya wanita yang tidak pernah bertahan lama memiliki hubungan dengan setiap lelaki.


Itu terbukti setiap kali saya menjalin hubungan dengan pria, pria itu selalu memutuskan hubungan kami, tidak lebih dari dua bulan. Untuk itu, Aku tidak ingin membuat putriku kecewa dengan memberikan pengharapan palsu.


Karena Santika sepertinya tidak layak dicintai seorang pria dengan tulus. Beberapa kali menjalin hubungan, tetapi tetap juga tersakiti. untuk itu Santika memutuskan tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun, kalau tidak langsung ke jenjang pernikahan."

__ADS_1


Santika memberitahu segala apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Arya Wiguna.


"Saya juga tidak ingin mengajak kamu berpacaran. Tetapi saya menginginkan kamu menjadi pendamping hidupku untuk selamanya." jawab Arya Wiguna terlihat serius di mata Santika.


Santika terdiam. Ia tidak langsung menjawab apa yang dikatakan oleh Arya Wiguna kepadanya. Untuk mengalihkan pembicaraan, Santika mengatakan meminta kepada Arya Wiguna agar lebih cepat melajukan mobilnya.


" Tuan Arya Wiguna bisa lebih cepat nggak jalannya? Santika meminta kepada Arya Wiguna untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. "Mengapa kamu terburu-buru?


tidak saya tidak terburu-buru. Tetapi sepertinya kakakku ingin pergi ke Singapura untuk menangani perusahaan kakak yang ada di sana. Takutnya Santika tidak sempat bertemu dengan kakak di rumah." ucap Santika dibalas anggukan dari Arya Wiguna.


Arya Wiguna pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Hingga 30 menit kemudian mereka tiba di rumah keluarga Mahendra. Terlihat Alexander sudah bersiap ingin berangkat ke bandara.


"Kakak!" teriak Santika ketika dirinya sudah turun dari mobil yang dikendarai oleh Arya Wiguna. "Kamu dari mana saja adikku sayang? tanya Alexander penuh dengan selidik, sembari memperhatikan mobil yang menghantarkan Santika.


Ya begitulah Alexander memperlakukan adik yang paling ia sayangi. Alexander masih menganggap Santika seperti bocah kecil yang dulu ia timang. "Kak rambut Santika Jangan diacak-acak dong, tidak bisa apa melihat rambut Santika indah berkilau ini."


ucapnya sambil langsung memeluk kakaknya dengan pelukan kasih sayang.


"Ya sudah, lebih baik kita masuk. Siapa yang menghantarkanmu? kenapa kamu tidak mengajaknya masuk ke rumah. Santika menepuk jidatnya lalu ia menghampiri Arya Wiguna yang masih berada di dalam mobil miliknya.


" Tuan Arya Wiguna kita masuk dulu yuk, ajak Santika membuat Arya Wiguna langsung mengembangkan senyumnya. Setidaknya dengan Santika mengajak Arya Wiguna ke rumah utama keluarga Mahendra. Arya Wiguna dapat melihat sosok Santika lebih lama.

__ADS_1


Arya keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti Santika masuk ke dalam rumah utama keluarga Mahendra. "Apa kabar Tuan Arya Wiguna?" tanya Alexander ramah sambil memberi salam kepada Arya Wiguna. "Alhamdulillah Kabar saya baik Tuan, sama seperti yang Anda lihat saat ini." sahut Arya Wiguna.


Alexander mempersilahkan Arya Wiguna duduk tepat dihadapan Alexander. Sejujurnya Alexander sudah curiga kalau Santika dan Arya Wiguna memiliki hubungan khusus. Tetapi setiap kali Alexander bertanya kepada Santika, Santika selalu membantah.


Dan itu memang benar di antara mereka tidak ada hubungan khusus. Selain karena Khanza Aulia. "Saya tidak bisa lama-lama mengobrol dengan kalian. Karena saya akan segera berangkat ke bandara, ingin pergi ke Singapura untuk memantau perkembangan perusahaan yang ada di sana. Jadi tidak apa-apa kan saya tinggal dulu?" tanya Alexander kepada Arya Wiguna yang baru duduk di hadapannya.


"Jadi kakak langsung berangkat nih?" tanya Santika yang merasa komplain ketika dirinya sudah tiba di rumah, ternyata sang kakak harus segera berangkat. " Makanya kamu jangan melalak melulu. Entah ke mana-mana saja kamu pergi tanpa memperhatikan kakakmu yang tampan ini." ucap Alexander sembari jewer telinga Santika.


" Kakak sakit!" Santika komplain.


"Biarin, supaya kamu ingat pulang." ujar Alexander sambil terkekeh. Terlihat asisten pribadi Alexander sudah datang menghampirinya. "Maaf Tuan Sepertinya kita harus segera berangkat. Karena pesawat akan take off 45 menit lagi." ujar sang asisten pribadi, kepada Alexander Mahendra.


"Ya sudah Kakak tinggal dulu. Kamu jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa temui Zahra, karena ia sudah beberapa kali datang mencarimu ke sini. Dan Ingat jaga kehormatan keluarga ini. Kakak percaya sama kamu. Kamu dapat menjaga kehormatan keluarga ini." ujarnya sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening adiknya.


Alexander berlalu meninggalkan Santika dan Arya Wiguna di rumah utama keluarga Mahendra. "Ihh Untung saja aku sudah langsung pulang. Kalau ngak, kakakku pasti marah besar tidak melihatku saat dirinya pergi." Santika membayangkan Bagaimana kecewanya Alexander jika Santika saat itu, jika Santika tidak langsung pulang sebelum Alexander berangkat ke Singapura.


Arya Wiguna hanya memperhatikan interaksi antara Alexander dan Santika yang begitu dekat. "Kamu dekat banget ya sama kakak kamu." ucap Arya Wiguna kepada Santika.


"Ya begitulah. Semenjak kedua orang tuaku meninggal, kakakku yang selalu memberikan perhatian penuh kepadaku. Hingga aku merasa tidak kekurangan kasih sayang walaupun kedua orang tuaku sudah tidak ada lagi." Santika mengingat kebaikan kakaknya semenjak dirinya masih kecil.


Bersambung

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


__ADS_2