
Di saat yang bersamaan, Ketika Zahra mengikuti Alexander untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan Arya Wiguna kepada Santika. Santika menatap Arya Wiguna dengan Tatapan yang sulit diartikan. Santika merasa kecewa dengan sikap kakaknya terhadap Arya Wiguna.
"Maafkan kakak saya Mas!" mungkin Kak Alexander mengatakan seperti itu, karena ka Alexander tidak ingin Santika disakiti lagi seperti lelaki yang menjalin hubungan dengan Santika sebelumnya. Mohon Santika berharap Arya Wiguna paham dengan sikap Alexander terhadapnya.
"Tidak apa-apa sayang, itu respon yang biasa bagi seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. Kamu tenang saja mas tidak apa-apa." sahut Arya Wiguna sambil berusaha mengembangkan senyumnya. walaupun di dalam hati merasa sedih karena Alexander menolak lamaran Arya Wiguna terhadap Santika.
Tetapi Arya Wiguna sudah bertekad. Ia akan berusaha untuk mendapatkan restu dari Alexander. Karena Arya Wiguna benar-benar mencintai Santika. Bukan hanya karena permintaan dari Khanza Aulia dan juga Nyonya Rosalinda.
"Ya sudah, kalau begitu Mas pamit dulu takut Khanza kecarian kalau Mas pulang kelamaan." ucap Arya Wiguna berpamitan kepada Santika. Karena tak kunjung melihat Alexander kembali menghampiri keduanya. "Mas Maafkan Kak Alexander mas ."Santika kembali meminta maaf kepada Arya Wiguna atas sikap kakaknya terhadap Arya.
Arya Wiguna mengembangkan senyumnya lalu ia menganggukkan kepalanya. Santika memberi salam kepada Arya Wiguna sebelum Arya masuk ke dalam mobil miliknya. Arya Wiguna mengecup kening Santika lalu menghidupkan mesin mobilnya. Arya Wiguna melambaikan tangannya kepada Santika. Arya Wiguna melajukan mobilnya keluar dari rumah utama keluarga Mahendra, menuju rumah utama keluarga Arya Wiguna.
Santika menatap kepergian Arya Wiguna. hingga bayangan mobil milik Arya Wiguna benar-benar hilang dari pandangannya. Entah mengapa Santika merasa kecewa akan sikap Alexander terhadap Arya Wiguna, yang tidak memberi restu untuk hubungan mereka berdua.
Padahal sebelumnya Santika sama sekali belum memiliki perasaan apa-apa terhadap Arya Wiguna. Yang ia pikirkan saat ini bagaimana kecewanya khanza Aulia jika mengetahui kalau Alexander menolak lamaran Arya Wiguna.
Ketika Alexander Turun ke bawah bersama Zahra, terlihat Santika duduk di ruang tamu. Tatapannya kosong. Entah apa yang sudah ia pikirkan. Yang pasti Alexander sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Santika saat ini.
"loh mas Arya Wiguna dimana Santika? tanya Zahra karena tidak melihat sosok Arya Wiguna di sana.Santika hanya menatap Zahra dan Alexander secara bergantian. lalu menjawabnya. " Mas Arya Wiguna sudah pulang." sahutnya dengan santai, lalu ia beranjak dari tempat duduknya masuk ke dalam kamar tanpa bertegur sapa kepada Alexander.
Mendapat sikap cuek dari sang adik, Alexander menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Mas sepertinya Santika kecewa penolakan Mas terhadap Mas Arya Wiguna. Zahra menebak apa yang ada di dalam pikiran Santika saat ini.
"Bagaimanapun, mas harus menjaga Santika. Agar tidak kecewa lagi terhadap setiap pria yang ingin menjalin hubungan dengannya. Kamu tahu sendiri bukan? setiap kali Santika menjalin hubungan dengan seorang pria. tidak pernah hubungan Santika dengan kekasihnya berlangsung lama. Dan berakhir menyakiti hati Santika. hal itu yang membuat mas khawatir hubungan Santika dengan Arya Wiguna berakhir seperti yang sebelum-sebelumnya." sahut Alexander kepada Zahra.
****
Sementara di tempat lain, terlihat Nicholas sudah menyusun rencana untuk menyerang balik perusahaan milik keluarga Mahendra. Ia tidak terima Glamour Company memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Nicholas dengan sepihak. membuat perusahaan keluarga Nicholas kebangkrutan dan hampir gulung tikar
"Semua ini karena kamu Nicholas! Jika kamu tetap menjalin hubungan dengan Santika adik Alexander, kita tidak mengalami kerugian besar seperti ini. Apa kamu tahu menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Glamour company, merupakan impian papa selama ini? Tetapi kamu menghancurkannya begitu saja." Amarah Pak Roberto semakin memuncak.
Tiba tiba salah satu bagian keuangan di perusahaan miliknya datang menghampiri Pak Roberto dan Nicholas yang sedang berdebat dan langsung memberitahu kalau saham yang mereka lelang sudah laku terjual.
Tetapi bagian keuangan itu, belum memberitahu Siapa pembeli saham keluarga Nicholas sebesar 45%. "Syukurlah kalau saham itu sudah terjual. Itu berarti kita dapat membayar hutang-hutang kita, setidaknya menunggu Para investor bersedia menginvestasikan dana ke perusahaan kita kembali." Ucap pak Roberto kepada salah satu bagian keuangan perusahaan yang dipimpin Pak Roberto dan Nicholas selama ini.
"Papa tenang saja, aku sudah mengatur strategi untuk menghancurkan perusahaan Glamour Company. Keluarga Mahendra akan hancur sehancur-hancurnya."Nicholas percaya diri dirinya mampu menghancurkan perusahaan Glamour company, yang dipimpin oleh Alexander dan juga Santika Diandra.
"Menghancurkan perusahaan Mahendra tidak semudah yang kamu pikir Nicholas!" hubungan kerjasama mereka dengan perusahaan-perusahaan ternama di negara ini dan negara luar cukup kuat. Jangan bermimpi bisa menghancurkan perusahaan Mahendra. Lebih baik kamu berpikir bagaimana caranya untuk mengembalikan perusahaan kita kembali mendapat kepercayaan dari Para investor."
Daripada kamu memikirkan ide gila untuk menghancurkan perusahaan Mahendra, lebih baik kamu berusaha mendekati Alexander dan Arya Wiguna, agar mereka bersedia kembali menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan kita." ujar Pak Roberto membuka mata hati Nicholas agar tidak bertindak gegabah.
"Papa tenang saja, aku akan membuat Alexander dan Santika Diandra berlutut di kakiku. Aku akan menghancurkan perusahaan mereka!"
__ADS_1
"Plakkkk
satu tamparan dari Pak Roberto mendarat di wajah tampan Nicholas. Karena Pak Roberto tidak setuju akan apa yang ingin dilakukan putranya. Pak Roberto hanya ingin mencari investor yang mempercayai perusahaan mereka kembali.
Tetapi Nicholas memiliki rencana jahat yang tidak disetujui oleh Pak Roberto. Nicholas mendapat dukungan dari sang kekasih. Bahkan sang kekasih yang memberikan ide untuk menghancurkan keluarga Mahendra.
Pak Roberto sama sekali tidak setuju akan niat jahat Nicholas. Karena Pak Roberto teman lama Tuan Mahendra.
"Kalau Papa tidak setuju dengan apa yang Nicholas lakukan. jangan pernah mengeluh kepadaku. Karena perusahaan Papa pasti akan bangkrut." Pak Roberto menggelengkan kepalanya melihat sikap putranya yang keras kepala.
"Plakkk...
satu tamparan lagi dari pak Roberto kembali mendarat di wajah tampan Nicholas. Membuat Nicholas naik pitam. Mengapa papa membela keluarga jahanam itu? Bukankah mereka sudah membuat perusahaan Papa bangkrut? emosi Nicholas meluap.
"Semua ini gara-gara kamu. Karena kamu menyakiti hati Santika adik kesayangan Alexander Mahendra. Jika kamu tidak mencintainya, untuk apa kau pura-pura mencintai dan mendekatinya selama ini. Papa tidak habis pikir dengan Jalan pikiranmu." ucap pak Roberto yang terlihat pusing melihat tingkah putranya.
Nicholas dengan emosinya pergi meninggalkan Pak Roberto di sana. Sementara Pak Roberto kembali memanggil karyawan yang bertugas di bagian keuangan. untuk segera membayar hutang-hutang perusahaan mereka. Agar pihak bank tidak menyita aset keluarga Pak Roberto.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN