
Emosi Nyonya Rosalinda semakin bangkit. Ketika Serensa mengatakan, akan membawa Khanza hidup bersamanya. Jika Arya Wiguna tetap menikah dengan Santika Diandra. Serensa menginginkan Arya Wiguna menikahinya, dan membesarkan Khanza Aulia bersama mereka. Padahal sebelumnya Arya Wiguna sudah memohon kepada Serensa saat Vero meninggal dunia. Agar ikut membantu dirinya merawat Khanza Aulia saat masih bayi.
Tetapi pada saat itu Serensa menolak keras dan tidak Sudah merawat Khanza Aulia saat masih bayi. Tetapi saat ini, Ia datang sendiri ingin merawat Khanza Aulia. Dan ingin menikah dengan Arya Wiguna. Setelah Khanza Aulia sudah berusia 5 tahun dan Arya Wiguna sudah move on dari Vero.
Vero merupakan istri pertama Arya wanita yang sangat baik dan lemah lembut. Tidak pernah membuat Arya Wiguna kecewa. Tetapi sang khalik lebih sayang kepada Veron sehingga Beri dijemput lebih awal. Arya Wiguna sangat mencintai almarhum istrinya. Sehingga serensa merasa dirinya kesal melihat kebaikan Arya Wiguna terhadap Vero kakak kandungnya sendiri.
Khanza Aulia yang belum menyadari kehadiran tantenya serensa disana, datang menghampiri Nyonya Rosalinda. Setelah Khanza Aulia pulang dari sekolah. Tentunya sudah dijemput oleh sopir pribadi yang selama ini setia menjemput dan menghantar Khanza Aulia. Sementara Arya Wiguna masih berada di kantor, ia belum mengetahui kehadiran Serensa di rumah utama keluarga Arya Wiguna.
Nyonya Rosalinda berusaha mengirimkan pesan Whatsapp kepada Arya Wiguna, dan memberitahu kepada Arya Wiguna tentang kedatangan Serensa yang berniat untuk menghancurkan rencana pernikahan Arya Wiguna dengan Santika Diandra
Pesan Whatsapp dari Nyonya Rosalinda dibaca oleh Arya Wiguna. Membuat Arya Wiguna membaca pesan Whatsapp itu merasa kesal. "Ngapain wanita itu datang ke rumahku? pasti dia ingin melakukan sesuatu. Tetapi aku tidak akan membiarkannya semena-mena terhadap keluargaku." gumam Arya Wiguna di dalam hati.
Ketika Arya Wiguna larut dalam lamunannya, Tiba-tiba suara ketukan pintu ruang kerjanya terdengar jelas di telinganya.
"Masuk! teriak Arya Wiguna dari dalam ruang kerjanya.
Santika Diandra sama sekali tidak memberitahu kedatangannya ke kantor yang dipimpin oleh Arya Wiguna.
"Apa Santika mengganggu pekerjaan pak bos Arya Wiguna? tanya Santika yang baru masuk ke ruang kerja Arya Wiguna membuat Arya Wiguna terhenyak.
"Sayang! ucap Arya Wiguna karena terkejut melihat kehadiran Santika Diandra di sana.
__ADS_1
"Maaf, sudah mengganggu. Habis Santika lagi bosan, jadi Santika samperin mas kesini. Apa Santika mengganggu?
"Oh tidak sama sekali sayang, Justru dengan kedatangan kamu kesini membuat Mas merasa bahagia.
Arya Wiguna langsung menghampiri Santika Diandra dan meraih tubuh Santika kepelukan. Arya Wiguna memberikan kecupan hangat di kening Santika Diandra.
"Mas aku merindukanmu." ucap Santika dengan manja.
"Benarkah? mas tidak salah dengar kan?tanya Arya Wiguna seolah dirinya tidak percaya apa yang diucapkan oleh Santika Diandra kepadanya.
Santika Diandra mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya kalau apa ia iya ucapkan benar adanya. "Terima kasih sayang, kamu sudah merindukan Mas. Mas sangat bahagia mendengarnya karena baru kali ini kamu mengucapkan kata-kata itu, yang mampu membuat masku bahagia."ucap Arya Wiguna berturus terang kepada Santika Diandra membuat Santika diandrapun menatap calon suaminya dan menetapkan penuh cinta.
Arya Wiguna menuntun Santika Diandra duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya. Kemudian ia menekan intercom, agar OB yang bertugas di kantornya menyediakan minuman untuk Santika dan juga Arya Wiguna.
"Apa kamu sudah makan sayang ?" tanya Arya Wiguna penuh selidik.
" Sudah Mas, mas sendiri sudah makan belum? Santika balik bertanya kepada Arya Wiguna. Arya Wiguna menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya sudah makan siang. Tiba tiba ketukan pintu terdengar jelas ditelinga keduanya.
"Masuk!" teriak Arya Wiguna
Seorang OB datang membawa nampan berisikan 2 cangkir kopi late kesukaan Arya Wiguna, menghampiri Arya Wiguna dan Santika Diandra yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
"Ini Tuan kopinya." ucap OB itu sambil menyuguhkan dua cangkir kopi kepada kedua insan yan sedang di mabuk Asmara.
"Trimakasih pak, Tolong kalau ada yang ingin masuk keruangan ini, Katakan saya tidak bisa di ganggu." ucap Arya Wiguna dibalas anggukan dari OB itu. lalu office boy itu pun berlalu dari luar kerja Arya Wiguna. Santika Diandra hanya mengembangkan senyum mendengar Arya meminta agar tidak ada yang mengganggu dirinya diruang kerjanya.
"Mas berarti Santika ke sini mengganggu kerja mas jadinya." ucap Santika merasa tidak enak hati, karena ia mengganggu jam kerja Arya Wiguna. "Tidak sayang, kamu tenang saja. Lagian Mas ingin bersamamu. Mas sangat merindukan kamu." ucap Arya Wiguna sambil kembali memeluk Santika Diandra kepelukannya.
Ia pun memberikan kecupan hangat di bibir manis Santika. Perlahan kecupan itu semakin mendalam membuat Santika Diandra merasakan getaran yang cukup hebat ditubuhnya. Ia pun membuka rongga mulutnya agar Arya dapat memainkan lidahnya dengan leluasa.
Hingga lidah kedua insan itu saling bersahutan di sana. Terlihat Santika Diandra menikmati kecupan demi kecupan yang diberikan Arya digunakan. Hingga Santika Diandra tidak dapat menahan desahannya. Aryan Wiguna semakin melancarkan aksinya. Hingga tangan Arya Wiguna sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Santika Diandra.
Terlihat Santika benar-benar menikmati gerakan dan gerakan yang dilakukan terhadapnya. Membuat Arya Wiguna semakin merasa bahagia. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga kedua insan itu. Membuat mereka menghentikan aksinya.
"Siapa sih yang datang?mengganggu saja!" tidak tahu apa orang lagi bercinta dengan istri sendiri." gerutu Arya Wiguna sambil bangkit dari tempat duduknya, untuk melihat siapa yang berani mengetuk pintu kerjanya di saat yang tidak tepat.
Ketika Arya Wiguna membuka pintu ruang kerjanya, Ia melihat kehadiran Nyonya Rosalinda di sana. "Oh Mami ternyata!" ucap Arya Wiguna menatap Nyonya Rosalinda dengan Tatapan yang tidak bersahabat.
" Memangnya Mengapa Kalau Mami datang ke ruang kerjamu? apa Mami mengganggumu? tanya Nyonya Rosalinda yang belum melihat kehadiran Santika Diandra.
Bukan begitu mom, tetapi Mami datangnya tidak tepat waktu. Nggak lihat apa Arya lagi enak tadi. Eh tiba-tiba Mami mengganggu." gerutu Arya Wiguna yang mampu membuat Nyonya Rosalinda mengerutkan keningnya, menatap putranya dengan tatapan penuh tanya.
Arya Wiguna melirik ke arah Santika Diandra membuat Nyonya Rosalinda mengembangkan senyumannya. " Maaf sudah mengganggu kalian." ucap Nyonya Rosalinda sambil memegang kedua daun telinganya. "Tidak kok mom, Mami tidak mengganggu sahut Santika Diandra sambil bangkit berdiri menghampiri Nyonya Rosalinda.
__ADS_1
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓