
Setelah Santika dan Arya Wiguna berada di mobil yang sama, Arya Wiguna melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Mahendra. Sebelumnya Alexander tidak memberitahu kepada Santika mengenai kepulangannya hari itu.
Hingga Santika ternyata melihat kehadiran sang kakak di rumah, ketika Arya Wiguna menghantarkan Santika kerumah utama keluarga Mahendra.
"Kakak!" Kapan kakak sampainya? tanya Santika penuh selidik. sambil langsung memeluk Alexander.
Baru sekitar dua jam yang lalu. "Kok kakak tidak memberitahuku?
"Biarkan saja calon Kakak ipar Mu yang menjemput kakak.
"Apa?
"Calon kakak ipar?
"Alhamdulillah akhirnya kakakku yang tampan ini laku juga.x sahut Santika bersyukur Ketika sang kakak mengatakan kalau Santika akan segera memiliki kakak Ipar.
"Enak aja kamu mengatai kakak tidak laku." gerutu Alexander
"Mana calon kakak iparku Kak? apakah ikut ke sini? tanya Santika yang belum menyadari keberadaan Zahra di sana.
Alexander hanya mengembangkan senyumnya. "Sudah! tidak perlu banyak tanya. lebih baik kita masuk baru kita ngobrol di dalam." Karena terlalu asik ngobrol bersama sang adik, Alexander tidak menyadari kehadiran Arya Wiguna di sana.
"Eh ada Tuan Arya Wiguna! Kok Anda bisa bareng bersama Santika?" tanya Alexander penuh selidik. Karena ia melihat Santika diantar langsung oleh Arya Wiguna ke rumah utama keluarga Mahendra.
Arya Wiguna hanya mengembangkan senyumnya. Lalu Alexander mempersilahkan Arya Wiguna ikut masuk bersama mereka ngobrol bersama di ruang tamu.
Ketika Santika sudah duduk di ruang tamu bersama Arya Wiguna, Santika kembali bertanya kepada Alexander. " Kak dimana kakak iparku?" pertanyaan itu kembali dilontarkan Santika. lalu Alexander meraih tubuh Zahra ke pelukannya. Tidak jauh-jauh kok, calon kakak ipar kamu ada di sini." sahutnya membuat Santika terhenyak melihat Zahra dirangkul oleh Alexander.
__ADS_1
"Kak!" jangan bercanda deh. Tidak lucu candaannya." ujar Santika memohon kepada Alexander. Agar Alexander berkata jujur kepadanya. "Memangnya siapa yang bercanda kepada kamu adikku yang cantik dan kece badai?" ucap Alexander kepada Santika Diandra yang belum percaya begitu saja, kalau calon kakak ipar yang dimaksud Alexander adalah Zahra sendiri.
"Zahra!" jadi calon suami yang kamu katakan tadi malam, akan datang hari ini ternyata kak Alexander? Santika Diandra memberondol pertanyaan kepada Zahra. Zahra hanya nyengir kuda. Lalu mengangkat dua jarinya ke atas udara berbentuk V. " pissss! jangan marah." ucap Zahra mengangkat kedua jarinya ke atas udara.
"Memangnya Sejak kapan kalian pacaran?dan mengapa Aku tidak pernah mendengar kamu memiliki hubungan dengan kakakku Zahra? Sudah main rahasia-rahasia sekarang kepadaku ya." gerutu Santika Diandra karena merasa Zahra merahasiakan hubungannya dengan Alexander.
"Jangan salahkan Zahra. Sebenarnya awalnya terasa aneh. Tetapi diantara kami dari awal sudah memang saling mencintai. Kakak sendiri mengungkapkannya ketika kakak ingin pergi ke Singapura. Awalnya Zahra membantah. Tetapi namanya sudah cinta, akhirnya Zahra jujur kepada kakak. Kalau Zahra juga mencintai kakak." sahut Alexander yang mampu membuat Santika Diandra tertawa ngakak.
"Jadi Zahra yang akan menjadi kakak iparku? "Hello..... Zahra kakak ipar!" ucap Santika Diandra sambil langsung meraih tubuh Zahra kepelukannya. Kalau memang saling mencintai Mengapa tidak dari dulu kakak mengungkapkannya? mungkin tidak sampai usia seperti ini, kakak akan menikah. Mungkin kalian sudah memiliki anak." ucap Santika Diandra yang mampu membuat Zahra langsung mencubit lengan santika. "Tinggal tentukan tanggal saja. Santika pasti menyetujuinya, kalau calon kakak iparku adalah Zahra." sahut Santika Diandra.
Sementara Arya Wiguna hanya terdiam melihat interaksi ketiganya, yang begitu dekat. "Ayo cerita apa yang ingin kamu bicarakan kepada kakak? karena di dalam mobil Zahra mengatakan ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan kepada Kakak. Ada apa?katakan saja Yang sejujurnya. Tidak perlu khawatir." ujar Alexander meminta kepada adiknya agar Berbicara jujur.
Santika tidak langsung menjawab. Ia ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya mengenai lamaran Arya Wiguna terhadapnya. Arya Wiguna angkat bicara. "Maaf Tuan Alexander bin Mahendra, saya menimpali pembicaraan Tuan Alex dengan Santika.
"Iya Ada apa Tuan Arya Wiguna?
"Sejujurnya Saya memang tidak pantas mengatakan ini semuanya. Tetapi ini murni dari hati saya sendiri. Tidak karena putri saya. Tetapi Saya mencintai Santika Diandra binti Mahendra. Dan saya berniat untuk menikahinya."ucap Arya Wiguna kepada Alexander.
"Apa?
"Saya tidak salah dengar?
"Tidak Tuan Alexander,yang anda dengar benar adanya. Kalau saya mencintai Santika Diandra Binti Mahendra." ucap Arya Wiguna kepada Alexander dengan lantang
Alexander menggelengkan kepalanya.
"Tidak! ini tidak bisa terjadi.
__ADS_1
"Tapi kenapa Kak?
"Bagaimana mungkin wanita seusia kamu menikah dengan seorang duda anak satu Santika?
"Apa itu tidak masalah nanti di hubungan rumah tangga kalian? tanya Alexander mengkhawatirkan hubungan rumah tangga antara Arya Wiguna dengan Santika memiliki masalah di kemudian hari.
"Maaf Tuan Arya Wiguna, bukan niatan saya melarang anda memiliki hubungan dengan adik saya. Tetapi perlu pertimbangan bagi saya untuk merestui hubungan kalian. Apalagi status Tuan Arya Wiguna seorang duda memiliki anak satu. Sulit bagi seorang wanita dapat menerima anak bawaan lelaki. Saya tidak ingin hubungan rumah tangga kalian memiliki masalah nantinya." ucap Alexander sambil langsung meninggalkan Santika Diandra dan Arya Wiguna di sana.
Terlihat Zahra mengikuti Alexander. Zahra berusaha untuk memberikan pandangan kepada Alexander, mengenai kedekatan hubungan Santika dengan Khanza Aulia, Putri kandung Arya Wiguna. Zahra juga memberitahu kalau Nyonya Rosalinda begitu menginginkan Santika menjadi menantunya.
"Zahra apa Kamu paham maksudku?
"Santika Diandra sudah sering disakiti lelaki. dan aku tidak ingin itu dialami oleh Santika lagi. Apa kamu tahu betapa sakitnya hatiku ketika Nicholas memutuskan hubungannya dengan sepihak? Apalagi aku tahu adikku sangat mencintainya. Tetapi Nicholas tega menghianati cinta Santika.
"Aku tidak ingin itu terjadi lagi kepadanya. sakit hati ini, melihat tangis Santika yang ditinggal pergi oleh kekasih yang sangat ia cintai. Kamu tahu sendiri bukan? kalau Arya Wiguna itu seorang pengusaha kaya raya. tidak jauh beda dengan saya. Pasti banyak wanita yang ingin mengincarnya. Hal itu yang aku takutkan." ucapan Alexander kepada Zahra.
"Percayalah Mas, Arya Wiguna lelaki yang baik. Dia sangat menghargai Santika.
Itu Zahra ketahui, ketika Tuan Arya Wiguna menyelamatkan Santika dari orang-orang jahat yang ingin menodai Santika, ketika berada di klub malam. Sudah beberapa kali Tuan Arya Wiguna menyelamatkan Santika dari orang orang jahat." Zahra berterus terang kepada Alexander.
Membuat Alexander terhenyak karena Santika tidak pernah memberitahu kepadanya kalau Santika pernah ingin dinodai orang-orang jahat yang ada di klub malam. "Kamu serius Zahra apa yang kamu bicarakan?" tanya Alexander kepada Zahra.
"Iya Mas, aku tidak pernah membohongi kamu. Apa yang Zahra ceritakan benar adanya. Tuan Arya Wiguna lah yang selalu menolong Santika Diandra, ketika Santika membutuhkan pertolongan." sahut Zahra memberitahu segalanya tentang Arya Wiguna.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN