MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 30. SEJAK KAPAN KAMU MEMILIKI ANAK?


__ADS_3

Sore hari telah tiba. Santika Diandra ingin menepati janjinya kepada khanza Aulia. Gadis kecil yang mencuri perhatiannya akhir-akhir ini. Tetapi sebelumnya Santika singgah ke sebuah rumah makan langganannya, memesan menu makanan yang akan Ia berikan kepada anak-anak jalanan.


Sudah satu minggu lamanya Santika Diandra tidak bertemu dengan anak-anak jalanan yang selalu menantikan kedatangan Santika Diandra. Wanita berparas cantik ini gemar mendatangi para anak jalanan yang kurang beruntung.


Terkadang ia mengajari mereka membaca dan menulis. Berharap kelak mereka dapat menjadi memiliki kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Setelah memesan menu makanan yang akan dibawanya kepada setiap anak-anak jalanan.


Tampak Santika Diandra meminta bantuan kepada salah satu asistennya untuk membawa makanan itu ke dalam mobil miliknya.


"Nona Santika Apa Anda masih membutuhkan bantuan saya? tanya asisten Santika. Santika menggelengkan kepalanya lalu ia masuk ke dalam mobil Lamborghini miliknya. Mobil yang selama ini menemani hari-harinya bepergian ke mana-mana.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Santika terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Zahra yang menghubunginya. Santika mengembangkan senyumnya, lalu ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Zahra.


"Hallo sahabatku yang paling bawel sejagat bumi ini." sapa Santika Diandra dalam sambungan telepon selulernya.


"Heh.... kamu Kemana saja? dicariin juga kamu tidak pernah ada di rumah." gerutu Zahra yang sering sekali datang ke rumah utama keluarga Mahendra, tetapi Santika akhir-akhir ini sulit ia temukan di rumah utama keluarga Mahendra.


Santika hanya terkekeh." Maklum namanya juga sibuk kejar tayang." sahut Santika santai. "Katakan dimana kamu sekarang? Aku akan segera menghampirimu."tukas Zahra penuh selidik. Karena ia sangat merindukan sosok sahabatnya itu, yang sudah satu minggu tidak bertemu.


"Ya sudah, kalau begitu temui aku di tempat biasa." sahut Santika Diandra membuat Zahra mengerutkan keningnya. "Memangnya kamu masih biasa menemui anak-anak?


"Sudah satu minggu aku tidak bertemu dengan mereka. Ini saatnya aku bertemu dengan mereka dan aku OTW ke sana." sahut Santika sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Zahra tampak kesal ketika Santika memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak. " Dasar sahabat tidak punya akhlak." gerutu Zahra sambil langsung bergegas keluar, menuju tempat yang mereka janjikan sebelumnya.


Zahra tampak memesan ojek online menuju lokasi yang sudah dijanjikan Santika kepadanya. Santika memang wanita lain daripada yang lain. Wanita yang memiliki segudang harta, seharusnya permainannya bukan di jalanan melainkan tempat-tempat berkelas. lain halnya dengan Santika ia selalu menghabiskan waktunya bersama anak-anak jalanan jika waktunya senggang.

__ADS_1


Terlihat Santika sudah tiba di sana. Anak-anak jalanan yang sudah mengetahui kehadiran Santika tampak berlarian menghampiri Santika. "Kak Santika!" teriak beberapa anak jalanan yang berada di sana. Sambil menghampiri Santika.


'Hai semuanya...., kalian apa kabar?" tanya Santika penuh selidik.


"Kami baik kak. Bagaimana dengan kakak apa kabar kakak baik-baik saja dan segala urusannya berjalan dengan lancar?" tanya seorang bocah kecil yang begitu menggemaskan.


"Alhamdulillah kabar kakak baik, dan pekerjaan Kakak juga berjalan dengan lancar. sehingga Kakak dapat hadir sekarang di sini." sahut Santika sambil mengeluarkan makanan yang sudah dibelinya sebelumnya.


"Kalian pasti sudah lapar kan? Ini Kakak bawa makanan Ayo dimakan. Jangan berebut semua pasti dapat. "ujar Santika Diandra kepada setiap anak-anak yang hadir di sana. Terlihat Zahra datang menghampiri Santika yang baru tiba di sana.


"Hei, kamu sudah lama sampainya? tanya Zahra sambil memeluk sahabat yang sangat ia rindukan.


"Baru saja. ini bagi-bagi makanan untuk anak-anak." sahutnya singkat.


"Ya sudah, kalau kamu sudah selesai membagi makanannya kita pergi yuk. Aku sudah kangen kita jalan bareng.


Santika menepuk jidatnya. " Masya Allah aku lupa memiliki janji kepada putriku." ucap Santika spontan.


"Memangnya Sejak kapan kamu memiliki anak?


Santika hanya terkekeh. "Sudah, tidak perlu banyak tanya. lebih baik ikut aku sekarang." ujar Santika meminta Zahra mengikuti dirinya masuk ke dalam mobil Lamborghini miliknya.


Santika melajukan mobilnya ke arah rumah utama Arya Wiguna. "Heh...., Santika lo mau bawa gue ke mana? Zahra melontarkan pertanyaannya, karena ia bingung kemana Santika membawa dirinya. Tidak biasanya Santika melintasi jalan yang mereka lalui saat ini. Membuat Zahra semakin bingung.


"Sudah kamu tenang saja, yang pasti aku tidak akan membawamu ke neraka." sahut Santika sambil terkekeh. Zahra menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang berubah akhir-akhir ini. belum lagi Zahra mendengar Santika mengatakan memiliki seorang putri. Membuat Zahra semakin bingung.

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, mereka pun tiba di rumah utama keluarga Arya Wiguna. Tampak petugas keamanan yang melihat mobil Santika Diandra sudah tiba disana, membuka gerbang dengan lebar agar mobil yang ditumpangi Santika dapat masuk dengan leluasa.


"Wow rumahnya besar sekali. terlihat asri dan juga mewah. Ini rumah siapa? Zahra kembali bertanya kepada Santika. "Rumah putriku." sahutnya singkat sambil menghentikan mobil miliknya. lalu ia keluar diikuti oleh Zahra.


Terlihat Khanza Aulia sudah berlari menghampiri Santika. "Mami....! teriak Khanza Aulia sambil berlari memeluk santika Diandra.


"Putri Mami yang cantik." sahut Santika sambil berjongkok langsung menggendong tubuh mungil khanza Aulia, lalu memutar-mutarkan tubuh Khanza membuat Khanza tertawa lepas.


Hal itu membuat Zahra semakin bingung. Ia tidak mengetahui siapa sosok Khanza Aulia.


Tetapi Zahra hanya mengembangkan senyumnya melihat kedekatan Santika Diandra, bersama bocah kecil yang digendong oleh Santika.


Sementara Nyonya Rosalinda yang menyaksikan interaksi antara Santika dengan khanza mengembangkan senyumnya. "Lihatlah putrimu, begitu bahagia ketika melihat Santika datang ke rumah ini. Apa kamu tega memisahkan mereka berdua, jika Santika memilih menikah dengan lelaki lain?" pertanyaan itu membuat Arya Wiguna menjadi semakin bingung harus berbicara apa kepada Nyonya Rosalinda.


Nyonya Rosalinda tidak mengetahui bagaimana cara Arya Wiguna memohon kepada Santika. Agar Santika bersedia menikah dengannya. Tetapi sepertinya Santika belum mengambil keputusan seperti yang ia ucapkan sebelumnya.


"Mom Sudahlah, biarkan berjalan sesuai apa kehendak Allah." sahut Arya Wiguna berharap Nyonya Rosalinda tidak selalu mempertanyakan hal yang sama kepada Arya Wiguna.


"Kamu dibilangin malah ngeyel. Nanti keburu disambar orang baru menyesal." gerutunyanya Rosalinda sambil berjalan menghampiri Santika bersama Zahra.


" Nak Santika Sudah datang toh?" sapa Nyonya Rosalinda. "Oh iya maaf tante, tidak lihat kehadiran Tante tadi di sini. Habis terlalu asik bersama khanza Aulia. Santika sangat merindukannya, sehingga lupa segalanya." ucap Santika Diandra meminta maaf kepada Nyonya Rosalinda yang tidak menyadari Nyonya Rosalinda berada di sana.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2