MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 64. PESAN ZAHRA


__ADS_3

Kini Alexander sudah tiba di tanah air, setelah mendapatkan sambungan telepon seluler dari sang adik. Alexander dan zahra sudah dijemput oleh asisten pribadi Alexander ke bandara."Maaf Tuan apa kita langsung pulang ke rumah? Tanya sang asisten kepada Alexander.


" Tidak, bawa barang-barang ke rumah, tetapi sebelumnya antarkan saya ke rumah sakit di mana saat ini Arya Wiguna dirawat." ucap Alexander kepada asistennya. sang asisten langsung melajukan mobil yang ia kendarai menuju rumah sakit di mana Arya Wiguna dirawat.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah sakit. terlihat Alexander dan Zahra buru-buru berlari masuk ke dalam rumah sakit setelah mobil yang dikendarai sang asisten tiba di sana.


"Suster pasien atas nama Arya Wiguna dirawat dimana ya? Tanya Alexander kepada salah satu perawat yang kebetulan lewat di koridor rumah sakit. "Pasien atas nama Arya Wiguna dirawat di ruang VVIP yang ada di sebelah sana Tuan." sahut Suster itu saling sambil menunjukkan arah di mana ruang rawat inap Arya Wiguna.


Alexander dan zahra berlalu meninggalkan Suster itu menuju ruang rawat inap Arya Wiguna. ketika mereka sudah tiba disana Santika Diandra langsung memeluk Alexander dan menangis histeris.


" Santika tidak mau tahu, kakak harus melakukan sesuatu agar Nicholas dan wanita setan itu tidak berbuat macam-macam kepada Santika dan juga Mas Arya. Alexander menatap wajah pucat Arya Wiguna. Ia pun merasa tidak tega melihat tangisan sang adik.


" kamu tenang saja. Kakak akan melakukan sesuatu yang membuat wanita iblis itu menyesal dan kakak juga akan memastikan Nicholas tidak akan dapat membuka matanya lagi." ucap Alexander kepada Santika Diandra meyakinkan Santika Diandra Kalau ia akan menangani kasus yang dialami Arya Wiguna saat ini.


Zahra memeluk Santika memberikan kekuatan kepada sahabat sekaligus adik iparnya itu. kini keduanya pun saling berpelukan bak Teletubbies. Tiba-tiba gerakan tangan arya Wiguna bergerak dan berusaha membuka kelopak matanya. Arya Wiguna meneliti seisi ruangan matanya menangkap seorang wanita berparas cantik yang akan menjadi calon istrinya.


Ia menatap calon istrinya yang matanya terlihat sebab. itu artinya Santika Diandra Pasti menangis karena Santika mengkhawatirkan dirinya. " sayang jangan menangis" kata-kata itu yang pertama sekali keluar dari mulut Arya Wiguna membuat Santika Diandra terhenyak langsung menghampiri Arya.


"Kau sudah sadar Mas?" tanya Santika sambil langsung memeluk Arya Wiguna. Arya Wiguna mengelus pundak Santika Diandra sembari berusaha menghapus air matanya yang mengalir di wajah cantik Santika Diandra. Kemudian ia meraih tubuh Khanza Aulia ke pelukannya.

__ADS_1


Menatap Khanza dengan tatapan penuh kasih sayang, Ia juga tidak lupa memeluk Nyonya Rosalinda yang sangat mengkhawatirkan dirinya. Apa kau tahu semua kami sangat mengkhawatirkanmu. sekali lagi Kamu jangan berbuat seperti ini lagi. jantung mami terasa copot ketika mendengar kabar tentang kamu.


Tapi Alhamdulillah santika Diandra datang tepat waktu menyelamatkan kamu, bersama anak buah Alexander. "Terima kasih kau sudah kembali kepada kami." ucap Nyonya Rosalinda kembali memeluk Putra kesayangannya Putra satu-satunya.


Setelah memastikan kondisi Arya Wiguna sudah baik-baik saja. Alexander berpamitan kepada Santika Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda, mengingat perjalanan mereka kembali dari luar negeri menuju tanah air cukup melelahkan.


Kini Zahra dan Alexander berlalu dari rumah sakit menuju rumah utama keluarga Mahendra. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam, mereka tiba di rumah utama keluarga Mahendra. di perjalanan Alexander sudah menghubungi Surya dan meminta penjelasan sedetail mungkin mengenai kejadian yang menimpa Arya Wiguna.


"Saya tidak mau tahu, kalian lakukan sesuatu. Saya tidak ingin mereka bebas berkeliaran di luar sana sementara mereka tidak mempedulikan suara jeritan tangis adikku Santika Diandra dan keponakanku Khamza Aulia.


Aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani mengusik kehidupan adikku. karena melihat Adikku menangis itu sama saja aku lelaki pecundang tidak mampu melakukan tugasku sebagai seorang kakak. Aku pastikan Siapa yang mengusik adikku, akan berakhir tragis" ucap Alexander kepada surya di dalam sambungan telepon selulernya.


Tuan Alexander yang terhormat, anda tidak perlu khawatir karena saat ini. Nicholas sudah berada di markas kita dan wanita itu juga sudah berada di sana sedang ditangani tim medis.


Karena mereka mengalami terluka, kami tidak ingin menyerahkannya langsung ke kantor polisi sebelum Tuan yang memutuskan. Kami ingin Tuan sendiri yang memberikan hukuman kepada Nicholas dengan wanita iblis itu. ucap Surya kepada Alexander di balas anggukan dari Alexander.


Zahra menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya. Ia khawatir kalau suaminya berlaku nekat kepada Nicholas dan juga wanita yang terobsesi kepada Arya Wiguna. "Mas jangan gegabah jika memberikan hukuman. Hukumlah sepantasnya jangan sampai Mas menghabisi nyawa mereka. aku tidak ingin dipenjara karena mas menghabisi nyawa mereka. kamu bisa marah dan emosi, karena melihat Santika menangis.


Dan Arya Wiguna berbaring di rumah sakit di saat yang genting seperti ini. Tetapi Mas juga tidak memiliki hak untuk menghabisi nyawa orang. Allah yang berhak untuk mengambil nyawa seseorang. Jika Mas Ingin menghukumnya.

__ADS_1


Mas Bisa saja menghukumnya tapi jangan sampai menghilangkan nyawa orang itu mohon Zahra. Kepada suaminya karena melihat emosi suaminya. membuat Zahra berusaha untuk meredakan emosi suaminya.


Zahra memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya. Perlahan Ia pun kembali mengecup bibir manis suaminya. Ingat pesan istrimu ini Mas, jangan sampai kamu menghabisi nyawa mereka. Mohon Zahra kepada suaminya dibalas anggukan dari suaminya.


Zahra kembali ke rumah utama keluarga Mahendra. ia ingin segera istirahat setelah perjalanan yang cukup panjang membuat tubuh Zahra merasa lelah. Sementara surya dan beberapa anak buahnya sudah diperintahkan oleh Alexander, untuk segera mengikuti dirinya ke markas dimana Nicholas dan wanita iblis itu berada disekap oleh surya dan beberapa anak buahnya.


" Mas pamit sayang." ucap Alexander sambil mengecup kening Zahra. Ingat pesan Zahra Mas, jangan sampai menghilangkan nyawa mereka. karena itu bukan hak mas." ujar Zahra kembali mengingatkan suaminya Alexander.


Alexander melambaikan tangannya lalu langsung naik ke dalam mobil miliknya. duduk di bangku penumpang sementara Surya duduk di bangku samping kemudi salah satu anak buahnya mengendarai mobil itu. Dua mobil di belakang Sudah mengawal mereka satu di depan dan satu di belakang.


Mobil yang ditumpangi oleh Alexander berada di tengah kedua mobil itu untuk menjaga kenyamanan Alexander dari siapapun. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dari rumah utama keluarga Mahendra.


Kini mereka sudah tiba di bangunan tua yang sama sekali sudah sangat lama tidak dihuni. hingga tempat itu pun begitu menyeramkan. "Dimana mereka? tanya Alexander sore melangkah masuk ke gedung tua itu. Terlihat Nicholas sudah berbaring di atas tempat tidur Begitu juga dengan wanita yang selalu ingin mengusik kehidupan Arya Wiguna. melihat seorang suster yang merawat mereka di sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2