
Keesokan paginya Santika Diandra berpamitan kepada Arya Wiguna untuk kembali ke rumah utama keluarga Mahendra. Mengingat malam itu, Santika tidak kembali ke rumah dan memilih menjaga Khanza Aulia di rumah sakit bersama dengan Arya Wiguna.
"Mas aku pulang ke rumah dulu, sekalian membersihkan diri dan ganti baju." ucap Santika Diandra kepada Arya Wiguna. "Mas akan antar kamu. Khanza di sini bersama mami." ujar Arya Wiguna meminta kepada Santika agar Santika bersedia dihantar oleh Arya Wiguna.
"Bagaimana mungkin Mas, Kita tinggal Khanza di sini." ucap Santika Diandra.
"Tidak apa-apa nak Santika, biarkan khanza Mami yang menjaga di sini." sahut Nyonya Rosalinda meminta kepada Santika agar tidak keberatan Arya Wiguna menghantarkannya ke rumah utama keluarga Mahendra.
Santika Diandra akhirnya setuju. Dan tidak ingin menolak permintaan Nyonya Rosalinda Santika dan Arya Wiguna berlalu dari rumah sakit. Berniat untuk pergi ke rumah utama keluarga Mahendra.
Setelah berada di dalam mobil yang ada di parkiran Rumah Sakit, Santika dan Arya Wiguna berlalu dengan menggunakan mobil mewah milik Arya Wiguna. 15 menit di dalam perjalanan Santika dan Arya Wiguna tiba di rumah utama keluarga Mahendra.
Santika keluar dari mobil yang dikendarai oleh Arya Wiguna. "Mas lebih baik tunggu di dalam saja. Santika hanya sebentar kok mandinya, habis itu ganti baju, lalu kita kembali ke rumah sakit. Santika tidak ingin membiarkan putriku terlalu lama menungguku di sana." ujar Santika Diandra meminta Arya Wiguna masuk ke dalam rumah utama keluarga Mahendra.
Arya Wiguna tampak ragu melangkahkan masuk ke dalam rumah.Tetapi Santika meyakinkan Arya Wiguna agar tidak merasa ragu menunggu Santika di sana. Ketika Arya Wiguna dan Santika masuk ke dalam rumah, terlihat Alexander yang hendak bersiap berangkat ke kantor melihat kehadiran Arya Wiguna dengan Santika.
"Loh kamu kok sudah pulang? bagaimana kondisi Khanza Aulia saat ini? tanya Alexander penuh selidik. Santika pulang hanya untuk mandi dan mengganti pakaian saja. Soalnya tadi malam Santika tidak sempat kembali ke rumah untuk mandi dan sekedar berganti pakaian. Sehingga Mas Arya menghantarku ke sini, diminta langsung oleh Nyonya Rosalinda." sahut Santika Diandra kepada Alexander.
__ADS_1
"Lebih baik kamu cepat mandi dan ganti pakaianmu. Kasihan khanza Aulia menunggu di rumah sakit. Apa kamu tidak kasihan kepadanya? itu semua terjadi karena kamu, karena kamu anak kecil yang tidak tahu apa-apa menanggung akibatnya. "Maksud kakak apa? tanya Santika yang belum paham apa yang dimaksud oleh Alexander saat itu.
"Lebih baik kamu langsung mandi, tidak perlu banyak bertanya. Lalu kembalilah menghampiri Khanza Aulia karena itu tanggung jawabmu. Setelah khanza Aulia membaik, selesaikan hubunganmu dengan Nicholas. Dan katakan kepada Nicholas, kekasih yang sangat ia cintai, jangan bermain-main dengan keluarga Mahendra. Kalau nasip mereka tidak berakhir dengan tragis." ucap Alexander yang mampu membuat Arya Wiguna terhenyak Begitu juga dengan Santika.
"Maksud kakak apa? Jangan berteka-teki. Santika sama sekali tidak paham maksud kakak. Wanita yang menabrak Khanza Aulia targetnya bukan Khanza, Melainkan kamu. Tetapi karena saat itu, Khanza yang ingin mengejarmu. Sehingga Khanza yang terkena imbasnya.
Katakan kepada beberapa kantor cabang kita, untuk tidak memberikan kepercayaan ke perusahaan yang dipimpin oleh Nicholas. Kakak sama sekali tidak ingin menjalin hubungan kerjasama lagi dengan perusahaan milik mereka. Terutama perusahaan kekasihnya yang tidak tahu di untung itu.
Sebenarnya kakak kasihan kepada Om Roberto, yang dulu sahabat baik papi. Tetapi karena putranya yang bertingkah tidak tahu diri itu, sehingga kakak harus memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Pak Roberto.
Tetapi tenang saja, Kakak sudah menanganinya semua. Anak buah Kakak sudah memberikan pelajaran kepada Nikolas dan kekasihnya. Agar mereka tahu siapa keluarga Mahendra. Dan untuk kamu Tuan Arya Wiguna, jika keluarga Nicholas meminta hubungan kerjasama dengan perusahaan yang anda Pimpin, Saya harap anda bijaksana dalam menanggapinya." ujar Alexander meminta kepada Arya Wiguna agar lebih berhati-hati. Jika Nicholas datang kepadanya untuk meminta kerjasama kepada perusahaan yang dipimpin Arya Wiguna.
Santika berlalu ke kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri. Salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri Arya Wiguna dengan membawa nampan yang berisi satu cangkir kopi dan beberapa cemilan untuk disuguhkan kepada Arya Wiguna.
"Silahkan Tuan!" ujar Bi Halimah kepada Arya Wiguna agar segera meminum secangkir kopi yang sudah ia suguhkan sebelumnya. Arya Wiguna menganggukkan kepalanya. Lalu mengembangkan senyumnya melihat ke arah asisten rumah tangga paruh baya itu.
Sementara di tempat lain, terlihat Nicholas marah besar kepada sang kekasih. Karena tindakan gegabah yang dilakukan oleh sang kekasih membuat Nicholas kehilangan kesempatannya untuk kembali menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan yang dipimpin Arya Wiguna.
__ADS_1
Karena Alexander pasti memberitahu kepada Arya Wiguna tentang penyebab sehingga putrinya harus mendapatkan perawatan dari tim medis yang ada di rumah sakit.
"Sudah saya katakan, jangan melakukannya dengan gegabah. Kita melakukannya dengan rapi. Tetapi kamu tidak bisa mendengarkan apa yang saya katakan." amarah Nicholas memuncak ketika mengetahui kalau Alexander sudah tahu, siapa dalang di balik tabrak lari yang menimpa Khanza Aulia Putri dari Arya Wiguna. Padahal satu-satunya harapan Nicholas yang dapat menyelamatkan perusahaan milik keluarga Nicholas hanyalah Arya Wiguna.
"Saya tidak tahu, kalau anak kecil itu yang akan tertabrak. Bukan Santika Diandra. Lagian saya juga tidak tahu kalau anak itu merupakan putri dari Arya Wiguna." sahut Clarissa yang merasa tidak bersalah akan apa yang dilakukannya terhadap Khanza Aulia.
"Habis sudah harapanku. Itu semua gara-gara kamu!" teriak Nicholas kepada sang kekasih karena ia marah besar, kesempatan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Arya Wiguna lenyap seketika akibat ulah Clarissa.
Kini perusahaan milik Pak Roberto tidak dapat di selamatkan lagi selain mereka harus gulung tikar. Santika Diandra yang mendengar kabar Kalau Pak Roberto kembali menjual sahamnya sebesar 20%. Santika mengembangkan senyumnya, lalu menghubungi seseorang untuk menyelesaikan pembayaran saham 20% milik Pak Roberto untuknya.
"Perlahan tapi pasti. Kamu akan tidak memiliki apa-apa Nicholas. Bermain-main denganku, itu artinya kamu menggali kuburmu sendiri. Sebentar lagi kamu bukan siapa-siapa lagi. Wanita itu pasti akan meninggalkanmu begitu saja, ketika dia mengetahui kalau kamu tidak memiliki apa-apa. Santika Diandra bermonolog sendiri mendengar kabar tentang Pak Roberto yang ingin menjual saham miliknya kembali untuk membayar hutang-hutangnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO