MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAN 55. VIDEO CALL


__ADS_3

Pagi itu masih terlihat rintik hujan turun dari langit. Diandra terbangun dari tidurnya.Ia merasa tertidur pulas malam itu. Karena cuaca sangat dingin dan suasana menjadi menghangat, ketika Santika Diandra berada diperlukan Arya Wiguna membuat tidur Santika menjadi pulas.


Santika Diandra bergeliat, lalu ia berniat untuk bangkit dari pembaringannya. Tetapi ketika Santika ingin bangkit, Arya Wiguna justru menarik tubuh Santika kepelukannya. Kamu mau kemana Sayang?" tanya Arya Wiguna menatap calon istrinya dengan tatapan penuh cinta.


Mas sepertinya ini sudah pagi dan Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi, apa mas tidak ke kantor hari ini?" tanya Santika Diandra penuh selidik. " Apa kamu lupa Sayang, kalau hari ini weekend dan Mas tidak akan pergi ke kantor." ucap Arya Wiguna.


Membuat Santika Diandra menepuk jidatnya ya lupa Kalau hari ini hari weekend. Mas Apa kau sebelumnya sudah menghubungi Putri kita? kalau mas tidak bisa pulang malam tadi? tanya Santika Diandra karena dirinya sangat mengkhawatirkan khanza Aulia.


" Kamu tenang saja sayang, mas sudah menghubungi Mami dan memberitahu kepada Mami kalau kita tidak bisa pulang malam ini, mengingat suasana hujan yang membuat kita terhalang untuk pulang ke rumah. Sepertinya di luar pun masih rintik-rintik hujan turun." ucap Arya Wiguna karena melihat dari kaca nako kamarnya masih terlihat mendung dan rintik-rintik hujan masih turun.


Santika Diandra menganggukkan kepalanya. Tapi bagaimana jika Putri kita rewel Mas?" tanya Santika yang masih mengkhawatirkan khanza Aulia. "Kamu tenang saja Sayang, ada mami yang menjaga Khanza Aulia." sahut Arya Wiguna menenangkan hati Santika Diandra.


Tiba-tiba suara dari handphone Arya Wiguna berdering. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya tidak ada di list kontaknya. Membuat Arya Wiguna mengerutkan keningnya. Ia bingung Siapa sosok yang menghubunginya.


Padahal Ia sama sekali tidak mengenali nomor itu. Arya Wiguna langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada seseorang yang menghubungi dirinya.


Santika Diandra meminta kepada Arya Wiguna untuk menghidupkan speakerphone agar Santika dapat mendengar Siapa yang menghubungi calon suaminya. Arya Wiguna mengikuti apa yang diucapkan oleh Santika Diandra. Ia menekan speakerphone-nya agar Santika Diandra tidak merasa curiga kepadanya.


"Hallo dengan Arya Wiguna disini, ada yang bisa saya bantu." jawab Arya Wiguna di dalam sambungan telepon selulernya.


" Hai sayang, bagaimana kabarmu Apa kau baik-baik saja? aku tahu kau sedang berbahagia dengan wanita itu. Tetapi aku tidak akan membiarkanmu bersanding dengannya.

__ADS_1


Karena aku yang pantas mendampingi dirimu." ucap salah satu wanita yang menghubungi Arya Wiguna, membuat Arya Wiguna terhenyak. Begitu juga dengan Santika Diandra. Santika Diandra menatap Arya Wiguna dengan tatapan penuh tanya.


Arya Wiguna yang mengenali suara itu langsung memberikan bentakan kepada Serensa. Berhenti berniat untuk menghancurkan rencana pernikahanku dengan calon istriku Santika Diandra." bentak Arya Wiguna di dalam sambungan telepon selulernya.


"Apa aku tidak salah mendengarnya Arya Wiguna, aku jamin hidupmu tidak akan bahagia bersama wanita itu. Dia bukan tipemu. Aku tahu seleramu dari dulu. Jadi tidak perlu berpura-pura mengatakan mencintainya, kalau kau hanya untuk memperjuangkan nasib Putri kamu


Aku dapat memberikan kasih sayang penuh kepada Khanza Aulia. Tentunya Aku tidak akan mampu menyakiti keponakanku, karena khanza Aulia merupakan putri dari kakak kandungku sendiri.


Seharusnya kamu memutar otak. Bagaimana mungkin wanita yang bersedia menikah denganmu, menyayangi putrimu dengan tulus. Apalagi di antara mereka tidak ada hubungan darah. lain hal denganku, Aku masih memiliki hubungan darah dengan Khanza Aulia.


Karena dia merupakan Putri kakak kandungku sendiri." ucap Serensa dari ujung telepon. membuat Arya Wiguna semakin kesal. Arya Wiguna langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. Karena ia tidak ingin berdebat dengan Serensa di dalam sambungan telepon selulernya.


Setelah sambungan telepon seluler itu terputus, Santika Diandra menatap calon suaminya, dengan tatapan penuh tanya. "Siapa dia Mas? tanya Santika penuh selidik. "Dia tante kandung kanza Aulia


"Maksudnya mas ? Santika belum paham coba jelaskan." ujar Santika meminta penjelasan kepada Arya Wiguna. Perlahan Arya Wiguna pun menjelaskan segalanya kepada Santika Diandra, siapa sosok Serensa. Dulu saat Vero menghembuskan nafas terakhir, saat melahirkan Khanza Aulia, kami berharap Serensa bersedia membantuku merawat Khanza Aulia.


Tetapi ia saat itu menolak keras. Tak sudi dirinya mengurus putriku saat itu. Bahkan ia mengatakan kalau dirinya tidak akan bersedia menjadi Ibu sambung Khanza Aulia. Tetapi mas tidak menyimpan dendam dan berusaha memahami apa yang ada di dalam isi hati serensa saat itu.


Karena tidak mungkin Mas menikahinya saat itu, apalagi masih dalam keadaan berduka. Tetapi setidaknya, ia bisa membantu Mas untuk merawat Khanza Aulia bayi yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.


Tetapi mereka justru tidak mau tahu kondisi khanza Aulia saat itu. Setelah almarhumah Vero menghembuskan nafas terakhir, dan sepertinya mereka memutuskan hubungan kekeluargaan dengan Mas. Tetapi sekarang mereka tiba-tiba datang ingin merawat Khanza Aulia di saat Khanza Aulia sudah tidak butuh perawatan yang intensif.

__ADS_1


Meraka ingin sekali menghancurkan kehidupanku, dengan cara datang di waktu yang tidak tepat. mereka berharap kamu percaya apa yang diucapkannya. Sehingga kamu membatalkan pernikahan kita.


Tetapi kamu harus yakin kepada mas, karena mas hanya mencintai kamu dan hanya kamu yang dapat membuat Mas move on dari vero. ucap Arya Wiguna berterus terang kepada Santika Diandra .


Santika Diandra menatap bola mata Arya Wiguna berusaha, mencari kebohongan di sana tetapi Santika Diandra tidak menemukan kebohongan di bola mata Arya Wiguna. Membuat dirinya pun percaya akan apa yang diucapkan oleh Arya Wiguna.


" Kamu tenang saja Mas, Santika tidak wanita bodoh. Santika tahu yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. jadi Santika tidak akan terhasut dengan omongan orang lain. Apalagi itu Santika, mas


Kamu tenang saja, Santika akan tetap menikah dengan mas." ucap Santika sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher calon suaminya itu, membuat Arya Wiguna merasa tidak meyakin dirinya tidak akan terhasut omongan wanita laknat seperti serensa. Yang berniat untuk menghancurkan rencana pernikahan kedua sejoli itu


Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Arya Wiguna pun kembali terdengar. Ia mengira serensa yang menghubungi dirinya, sehingga ia pun pura-pura tidak mendengar dengan suara Deringan ponselnya. Tetapi karena ponsel itu tetap berdering, akhirnya Arya Wiguna meraih ponselnya.


Ia melihat kalau putrinya yang menghubungi dirinya. Membuat area Wiguna merasa bersalah. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Terlihat sambungan video call langsung tersambung ke ponsel milik Khanza Aulia.


" Papi dimana? Kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya Khanza Aulia menanyakan keberadaan Arya Wiguna saat ini. Papi lagi bersama mami ada urusan penting. Papi dan Mami tidak bisa pulang, karena keadaan masih banjir. jadi kamu baik-baik di rumah. jangan rewel ingat, menurut sama oma." ujar Arya Wiguna.


Kalau Papi memang bersama mami, dimana maminya, khanza ingin bicara dengan Mami Papi jangan pernah membohongi Khanza." ujar Khanza Aulia yang dibalas tawa dari Arya Wiguna. Karena putrinya tidak percaya kalau saat ini hari liburnya sedang bersama Santika Diandra.


Santika Diandra langsung meraih ponsel itu dan berbicara di dalam sambungan video call kepada khanza Aulia. Membuat Khanza Aulia langsung tertawa, melihat sosok wanita yang ia inginkan menjadi Ibu sambungnya. "Maaf Pi, sudah suudzon kepada Papi. "


"Ya sudah tidak apa-apa, lanjutkan saja Khanza putusan dulu ya Pi." ucap Khanza Aulia langsung mematikan sambungan telepon video call-nya. Lalu kanza Aulia menghampiri Nyonya Rosalinda, yang masih setia mendengar cucunya berbicara dengan Arya Wiguna dan Santika Diandra. Nyonya Rosalinda mengembangkan senyumnya menatap cucunya yang dapat menghidupkan suasana.

__ADS_1


Bersambung....


hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2