
"Saya tidak main-main dengan ucapan saya. jadi berhenti menertawakan apa yang saya bicarakan kepada kamu." Wanita bertubuh seksi dan cantik itu terlihat sudah mulai emosi melihat ekspresi dari Santika. "Peduli apa saya dengan keluarga Nicholas? saya sama sekali tidak peduli entah pun itu enyah dari muka bumi ini. Dia pantas mendapatkannya.
"Kalau tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, lebih baik anda keluar dari ruang kerja saya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan di sini. Daripada meladeni kamu. Emosi wanita berparas cantik dan seksi itu memuncak dan ia menggebrak meja kerja Santika Diandra, yang selama ini ditempati sang kakak.
"Jangan pernah berbuat onar di sini. Kamu ingin pergi baik-baik dari sini atau kamu saya usir paksa? Santika sudah mulai emosi meladeni wanita yang ada di hadapannya. Santika memanggil petugas keamanan yang bekerja di kantor Glamour Company untuk mengusir paksa wanita yang tak kunjung pergi dari hadapannya.
"Ayo Nona, silakan keluar dari sini!" pekik sang petugas keamanan kepada wanita itu. "Aku tidak akan melupakan kejadian ini. Aku akan melakukan perhitungan kepadamu." teriak wanita itu sambil diseret oleh petugas keamanan keluar dari ruang kerja Santika.
"Dasar wanita tidak tahu diuntung. Biarin saja perusahaan mereka hancur lebur, tidak ada urusannya dengan ku. Beruntung selama ini Kakak sudah membantu perusahaan Nicholas. Tetapi untuk saat ini, Aku tidak akan membiarkan Kak Alexander membantu perusahaan keluarga laknat itu lagi.
Lelaki yang tidak tahu berterima kasih. Aku bersumpah tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerjasama dengan perusahaan kami dan juga perusahaan ternama di negeri ini." gumam Santika Diandra dalam hati sambil mendudukkan bokongnya di kursi yang selama ini ditempati oleh sang kakak tepatnya Alexander.
Terlihat Santika selaku pengganti Alexander untuk sementara waktu, tampak sibuk untuk mengerjakan segala tugas dan tanggung jawab Alexander selaku pimpinan perusahaan. Santika melihat pasar saham yang ada saat ini. Dan terlihat keluarga Nicholas ingin menjual beberapa persen saham milik keluarga mereka.
Karena perusahaan keluarga Nicholas di ambang kebangkrutan, setelah Glamour company memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Nicholas. Semua itu atas permintaan Santika sendiri. Sehingga sang kakak tidak dapat menolak permintaan sang adik yang sangat ia sayangi.
Tentunya Alexander mengetahui apa penyebabnya sehingga Santika meminta Alexander untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Nicholas. Penghianatan yang dilakukan Nicholas diketahui oleh Alexander, karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Sehingga Alexander pun langsung memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Nicholas. Apalagi ketika Santika Diandra yang langsung meminta kepada Alexander untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan mereka, membuat Alexander pun memantapkan diri untuk memutuskan hubungan kerjasama itu.
Di tempat lain tepatnya Nicholas berada, saat ini bertemu dengan sang kekasih. "Bagaimana Apa kamu berhasil membujuk Alexander untuk kembali menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan keluargaku?" tanya Nicholas kepada sang kekasih.
__ADS_1
Wanita itu menggelengkan kepalanya. Ia pun memberitahu apa yang terjadi di kantor Glamour company membuat Nicholas terhenyak dan tidak mampu berkata-kata. Mau tidak mau ayah dari Nicholas harus menjual sebagian saham miliknya untuk menutupi hutang-hutang keluarga Nicholas.
Tampak Santika Diandra menghubungi Alexander yang sedang berada di Singapura untuk meminta persetujuan kepada sang kakak, membeli saham milik keluarga Nicholas. Yang saat ini ingin mereka jual dengan harga yang lumayan rendah membuat Santika Diandra memiliki niat untuk membeli saham untuk.
Alexander mengembangkan senyumnya ketika mendengar Santika Diandra berniat untuk membeli saham keluarga Nicholas. "Berapa persen perusahaan keluarga Nicholas akan dijual?" tanya Alexander penuh selidik. lalu Santika Diandra memberitahu mengenai lelang yang ia ketahui dari berbagai media. Membuat Alexander pun merasa ingin sekali memiliki saham di perusahaan keluarga Nicholas.
"Lakukan saja. Kakak menyetujuinya." sahut Alexander dalam sambungan telepon selulernya. Saat itu juga, asisten yang selama ini menemani Alexander di perusahaan Glamour company mengurus tentang pembelian saham milik keluarga Nicholas.
Tampak Santika Diandra merasa bahagia ketika mereka berhasil membeli saham milik keluarga di kelas sebesar 45% . "Perlahan tapi pasti sekarang kami memiliki 45% saham di perusahaan milik keluarga Nicholas. Jika memang iya, kenapa tidak? Aku membelinya kembali setidaknya aku memiliki 60% pasti aku yang memegang kendali di perusahaan itu." gumam Santika karena ingin membalaskan dendamnya kepada Nicholas, atas penghianatan yang dilakukan Nicholas kepada Santika. Menghianati cinta tulus dari Santika selama ini.
***
"Papi kenapa diam? Khanza merindukan Mami Pi, Khanza kembali merengek meminta agar segera bertemu dengan Santika Diandra. "Papi pinjam ponsel dong." Khanza meminjam ponsel milik Arya Wiguna, entah apa yang akan dilakukan bocah kecil itu terhadap ponsel miliknya. Tetapi Arya Wiguna tidak dapat membantah keinginan putrinya. Ia pun akhirnya memberikan ponsel miliknya kepada khanza Aulia.
Khanza melihat nomor ponsel Santika yang tersimpan di kontak ponsel milik Arya Wiguna. Lalu setelah menemukannya Di sana, ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Arya Wiguna.
Kring.....
Kring....
Kring.....
__ADS_1
Suara Deringan ponsel milik Santika Diandra terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Arya Wiguna yang menghubunginya. Ia mengira yang akan berbicara kepadanya.
" Ada apa lagi sih Mas Arya menghubungiku? Dari awal kan sudah aku bilang kalau aku belum bisa mengambil keputusan dengan sepihak. Sebelum berbicara dengan Alexander." gumam Santika Diandra dalam hati.
Tetapi karena penasaran, Santika pun akhirnya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar semua telepon selulernya tersambung kepada Arya Wiguna. "Hallo Assalamualaikum Mas." sahut Santika Diandra dalam sambungan telepon selulernya.
"Mami ini Khanza, mami Khanza sangat merindukan mami. Khanza ingin bertemu dengan Mami dan bermain bersama khanza memohon kepada Santika untuk segera menemui Santika terhenyak mendengar bocah yang selama ini mencuri perhatiannya telah menghubungi dirinya.
" Ya Allah, aku kirain tadi Mas Arya yang menghubungiku. Ternyata Putri cantikku." gumamnya Santika dalam hati. Kamu tenang saja Sayang, nanti setelah Mami pulang dari kantor, Mami akan datang ke rumah." ucap Santika yang mampu membuat Khanza Aulia bersorak kegirangan.
"Beneran mom setelah pulang dari kantor, Mami datang ke rumah Khanza Aulia ingin memastikan apa yang diucapkan oleh Santika.
"Ia sayang, tapi kamu harus baik-baik di rumah. Jangan rewel jangan merepotkan Papi dan Oma." sahut Santika Diandra dalam sambungan telepon seluler.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1