MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB.23 TIDAK PERCAYA


__ADS_3

Tetapi Zahra belum sepenuhnya percaya apa yang diucapkan oleh Alexander kepadanya. Ia tidak ingin terlalu berharap kalau yang dikatakan Alexander itu benar adanya. "Sudah Kak, jangan seperti ini. lebih baik Zahra pulang saja sepertinya Santika tidak akan pulang saat ini."ucap Zahra kepada Alexander.


"Ya sudah kalau kamu ingin pulang Biarkan saya menghantarkan kamu." ujar Alexander berharap Zahra bersedia Ia antar.


"Tidak perlu kak. Zahra naik ojek online saja." ucap Zahra Kaena ia tidak ingin merepotkan Alexander.


"Jangan banyak alasan, yuk saya antar ." ucap Alexander kepada Zahra sambil langsung menarik tangan Zahra keluar dari rumah utama keluarga Mahendra. Zahra tidak dapat menolak. Ia pun mengikuti Alexander masuk ke mobil mewah milik Alexander.


Alexander menghidupkan mesin mobilnya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah keluarga Zahra. Petugas keamanan yang berjaga di sana pun langsung membuka pintu gerbang. Sambil memberi hormat kepada Alexander, petugas keamanan itu pun memperhatikan kepergian mobil Alexander. Ian melihat Zahra berada di sana.


"Kok tumben Tuan Alexander menghantarkan Zahra? pertanyaan itu timbul di hati petugas keamanan itu. "Loh aku kok kepo banget ya." gumamnya sembari kembali menutup pintu gerbang lalu kembali ke pos untuk berjaga.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit tempat Khanza dirawat. Terlihat Santika Diandra menyuapi Khanza dengan telaten. Khanza terlihat lahap memakan makanan yang disuapi oleh Santika. Ada rasa bahagia di hati nyonya Rosalinda melihat cucunya yang sudah makan lahap, walaupun saat ini Khanza sedang sakit.


Sementara Arya Wiguna terus memperhatikan interaksi antara Santika dan juga Khanza. "Ya ampun...., Bagaimana aku akan memisahkan Mereka berdua seperti ini. Sepertinya mereka sudah tidak bisa dipisahkan." gumam Arya Wiguna karena mengingat kata-kata yang keluar dari mulut Santika, kalau Santika tidak akan Sudi menikah dengan Arya Wiguna.


Apalagi Santika mengatakan kalau dirinya tidak akan menikah dengan seorang duda punya anak satu.


Dua hari sudah berlalu, kondisi kesehatan khanza pun berangsur-angsur membaik. Kini dokter sudah memperbolehkan Khanza kembali ke rumah. Hal itu membuat Khanza begitu bahagia, karena ia merasa kalau Santika Diandra tidak akan meninggalkannya lagi, dan ikut tinggal di rumah utama keluarga Wiguna.


"Beneran dokter, khanza sudah bisa pulang hari ini tanya ganja kepada dokter yang bertugas menangani dirinya dengan nada suara khas anak kecil.


Sang dokter mengembangkan senyumnya, lalu menjawab pertanyaan Khanza. "Jika Khanza rajin minum obat dan makan yang banyak, Khanza bisa pulang hari ini

__ADS_1


" ucapnya membuat Khanza begitu bahagia.


Setelah selesai diperiksa oleh dokter, dan melepaskan jarum infus yang tertancap di punggung tangan Khanza, dokter itu pun berpamitan kepada Khanza dan orang-orang yang ada di ruang rawat inap Khanza


"Hore..... Khanza Akhirnya bisa kembali ke rumah, dan bisa bermain dengan mami." ucap Khanza dengan riang. Santika Diandra menatap khanza dengan tatapan penuh kasih. Santika memang benar-benar menyayangi khanza dengan tulus. Tetapi bukan berarti Santika menerima Arya Wiguna menjadi suaminya.


Setelah selesai menyelesaikan administrasinya Arya Wiguna kembali menghampiri Khanza dan Santika begitu juga Nyonya Rosalinda, agar mereka segera kembali kerumah.


****


Apa yang kamu lakukan sehingga kanza begitu dekat dengan kamu?" Jujur aku tidak sanggup mendengar suara tangis Khanza yang selalu mencari kamu. Apa yang harus aku lakukan Santika Diandra?" tanya Arya Wiguna ketika khanza sudah tertidur pulas di kamarnya. Ya tentunya Santika Diandra lebih dahulu menidurkan Khanza


Sebenarnya Santika tidak melakukan apa-apa. Hanya saja Santika memang tulus menyayangi Khanza. Santika sambil menatap Arya Wiguna dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Aku serius Santika. Menikahlah denganku." ucap Arya Wiguna yang kedua kalinya. Santika Diandra tertawa ngakak. Bagaimana mungkin Aku menikah denganmu? sementara di antara kita tidak ada yang namanya cinta.


Jangan karena Khanza kamu terpaksa menikah denganku. Pernikahan itu sakral bukan untuk main-main, atau coba-coba. berhenti mengatakan tindakan bodoh kamu itu." karena itu tidak akan terjadi." ucap Santika Diandra sambil menatap Arya Wiguna dengan tatapan tanya.


. Aku tidak ingin menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak mencintaiku. Aku ingin menikah dengan lelaki yang benar-benar tulus mencintaiku. Apa Tuan Arya Wiguna tahu betapa kecewanya hatiku, ketika aku menjalin hubungan dengan lelaki, tidak pernah lewat dari 2 bulan. Pasti kandas di tengah jalan. Aa anda ingin bernasib sama seperti yang terjadi di kehidupanku? tentu tidak bukan? ucap Santika.


Arya Wiguna menarik tangan Santika ke taman belakang. Ia ingin menikmati indahnya taman belakang, yang dipenuhi dengan tanaman bunga dan sayuran hasil karya Nyonya Rosalinda.


Arya Wiguna dan Santika duduk di gajebo . Entah apa yang mendorong Arya Wiguna sehingga dirinya memberanikan diri meraih tubuh Santika, kepelukannya lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis Santika perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga membuat Santika pun merasa kekurangan oksigen.

__ADS_1


" lepaskan aku, jangan kurang ajar." Santika sambil berlangsung mendorong tubuh Arya Wiguna. Tetapi Santika juga tidak munafik, sepertinya ia menikmati kecupan yang diberikan Arya Wiguna terhadapnya.


Ia hanya menatap Arya dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Maafkan aku sudah terlalu lancang untuk berlaku kurang ajar terhadapmu." ucap arya Wiguna memohon Maaf kepada Santika.


Santika hanya diam. ia tidak menjawab "Pikirkan sekali lagi Santika Apa kamu benar-benar menyayangi Khanza? Jika kamu memang benar-benar menyayangi Khanza, aku mohon menikahlah denganku." mohon Arya Wiguna.


"Apa tidak ada lagi yang perlu dibahas selain itu? Kalau tidak ada lagi lebih baik aku pulang sekarang. Karena kakakku pasti mencariku. ucap Santika Diandra sambil melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


Ia khawatir kalau Alexander akan mencarinya Apalagi sebelumnya, Santika tidak berpamitan kepada Alexander sudah 3 hari lamanya. Santika Menginjakkan kaki di rumah Utama keluarga Mahendra. Hanya untuk memastikan kondisi kesehatan Khanza Aulia baik-baik saja.


Aku sudah Tiga hari tidak pulang ke rumah. Lebih baik aku pulang sekarang, daripada kak Alexander ngamuk besar kepadaku." ucapnya sambil terkekeh membuat Arya Wiguna semakin terpesona melihat Santika yang tertawa manis di hadapannya.


"Maafkan aku Santika, putriku sudah merepotkanmu." ucap Arya Wiguna"No problem. Khanza sudah aku anggap sebagai putriku sendiri. Anda tenang saja tidak perlu khawatir." ucapnya sambil langsung beranjak dari gazebo.


"Kamu mau ke mana?


Maaf Tuan Arya Wiguna yang terhormat, saya harus kembali ke rumah hari ini. Karena ada pekerjaan penting yang harus aku kerjakan." ucap Santika sambil mengembangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA

__ADS_1


__ADS_2